
Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.
Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.
A couple of days ago, I was forwarded a news from Asia Nikkei by my colleague, Deasy Pane. The news is about Indonesia’s plan to ban exports of raw minerals (the likes of bauxite, …
In this event, I discusses CIPS Policy Paper No. 47 "The Advent of A New Trade Governance After The Omnibus Law, Neraca komoditas" by me, Deasy and Donny. The paper is about …
Postingan kali ini bermula dari sebuah twit berita berikut ini. Baru nyadar dampak pelarangan bijih nikel ternyata *sebesar* itu. Indonesia sekarang jadi eksportir stainless steel …
A brief for CIPS' external relation team regarding Neraca Komoditas
Global Value Chain (GVC) adalah jargon yang kerap kali meramaikan jagat akademisi maupun konsultan ketika kita bicara soal perdagangan internasional dan pertumbuhan industri …
Beberapa waktu yang lalu, twitter sempat ramai soal upah minimum. Sepertinya gara-garanya adalah berita tentang Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang berkomentar tentang …
Saya bersama kolega saya berkesempatan membahas buku PPI Dunia tentang Indonesia Emas Berkelanjutan seri 1 Ekonomi terbitan LIPI Press. Sangat senang dapat berbagi layar dengan Pak …
We often see the news comparing GDP between countries. These GDPs are usually measured in constant USD or current USD. While these GDP measures are useful for comparing economic …