<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Lain-Lain | Krisna 'imed' Gupta</title><link>https://www.krisna.or.id/category/lain-lain/</link><atom:link href="https://www.krisna.or.id/category/lain-lain/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><description>Lain-Lain</description><generator>HugoBlox Kit (https://hugoblox.com)</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 02 Sep 2025 08:00:00 +0700</lastBuildDate><image><url>https://www.krisna.or.id/media/icon_hu_b3b1c80225e80fa3.png</url><title>Lain-Lain</title><link>https://www.krisna.or.id/category/lain-lain/</link></image><item><title>Peran Kemenlu untuk perdagangan dan investasi</title><link>https://www.krisna.or.id/event/sesdilu/</link><pubDate>Tue, 02 Sep 2025 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/sesdilu/</guid><description/></item><item><title>Melihat Indonesia lewat kacamata Ray Dalio: Bagaimana Negara Bankrut</title><link>https://www.krisna.or.id/post/raydalio/</link><pubDate>Sat, 28 Jun 2025 12:06:59 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/raydalio/</guid><description>&lt;h2 id="tentang-buku-ray-dalio"&gt;Tentang Buku Ray Dalio&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saya baru saja selesai membaca buku Ray Dalio yang berjudul &amp;ldquo;How Countries Go Broke&amp;rdquo;, sebuah buku yang menggambarkan tentang bagaimanas ebuah negara mengalami krisis utang. Premis awalnya adalah Amerika Serikat (AS) yang saat ini tengah mengalami gejolak utang yang cukup besar yang memasuki stadium akhir dari apa yang ia sebut dengan &amp;ldquo;The Big Debt Cycle&amp;rdquo;. Utang tersebut didorong oleh tidak hanya defisit anggaran, namun juga tingkat suku bunga dan inflasi yang sejak 2000an selalu sangat rendah sehingga utangnya bisa dengan mudah di-&lt;em&gt;rollover&lt;/em&gt;. Gara-gara suku bunga yang terlalu rendah tersebut, AS (dan negara maju lain) menjadi terlalu santai dan jadi keranjingan utang. Namun setelah COVID-19, level suku bunga di negara maju mulai meningkat, sehingga membuat AS berpikir kembali tentang keberlanjutan utangnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beberapa ekonom seperti Rogoff juga sudah mewanti-wanti utang AS, pun saya rasa Ray Dalio. Tapi di saat inflasi yang rendah lebih jadi masalah daripada inflasi yang tinggi, utang terus diberlakukan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sempat melihat paradigma yang sama di Australia, di mana Australia sangat santai dengan defisit neraca berjalannya yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun tanpa sekalipun mengalami krisis. Dosen makro saya,
, pernah mengatakan bahwa hal ini bisa jadi berbahaya, tapi perdebatan ketika itu di Australia masih di arah santai. Dari Timo-lah saya belajar bahwa kita harus hati-hati dengan utang yang di permukaan tampak mudah. Politisi memperparah kondisi ini, karena meningkatkan belanja adalah apa yang memenangkan pemilu. Karena itu, mendisiplinkan utang adalah hal yang baru dilakukan ketika sudah terlambat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apakah AS sudah terlambat? Menurut Ray Dalio belum. AS sebenarnya masih bisa mulai melakukan apa yang ia sebut dengan &amp;ldquo;beautiful deleveraging&amp;rdquo;, yaitu mengurangi utang dengan cara yang tidak menyakitkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menaikkan pajak, mengurangi pengeluaran, dan sambil menurunkan suku bunga. Alias, menurut dia, perlu ada .Namun, jika hal ini tidak dilakukan, maka AS akan mengalami krisis utang yang lebih parah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masalahnya, kondisi saat ini dibarengi dengan ketidakpastian politik yang tinggi, baik di dalam negeri maupun geopolitik. Ditambah dengan masalah natural seperti krisis iklim dan ketidakpastian akan bagaimana teknologi akan mengubah ekonomi, membuat situasi semakin rumit. Ya, di bukunya, Ray juga membahas soal hal-hal non-utang seperti tensi geopolitik dan dorongan natural akibat iklim.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buat saya, prinsip keberlangsungan utang yang diangkat Ray Dalio di buku itu bukanlah hal baru. Di kuliahnya Timo udah dibahas soal keberlangsungan utang ini. Bahkan yang ia sebut &amp;ldquo;beautiful deleveraging&amp;rdquo; itu juga sebenarnya cukup standar: di mana pemerintah dan bank sentral harus berkolaborasi, ketika pemerintah mengurangi utangnya (dengan cara motong anggaran sedikit + naikin pajak), sementara bank sentral menolong dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tapi cara Ray Dalio menjelaskan hal ini sangat mudah dan mengalir, ibaratnya versi &amp;ldquo;bahasa bayi&amp;rdquo; dari kuliah makro.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ray Dalio menurut saya adalah contoh seseorang yang belajar makro dengan cara otodidak. Dia tentu sudah ngobrol dengan banyak orang-orang yang jago makro, dan terjun langsung dalam praktiknya menjadi investor global, yang otomatis harus mempelajari kondisi makroekonomi berbagai negara yang menjadi portfolionya. Dari contoh-contoh yang dia sampaikan, negara mana di tahun berapa yang berhasil beautiful deleveraging dan mana yang tidak berhasil, membuat saya sangat menghargai bagaimana ia belajar.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="mengaplikasikan-indikator-ray-dalio"&gt;Mengaplikasikan indikator Ray Dalio&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Di buku itu dia memberikan beberapa indikator dan contoh perhitungan kestabilan utang suatu negara. Beberapa indikator yang ia sebut adalah rasio utang terhadap pendapatan (dia bilang utang per PDB adalah indikator yang bisa misleading). Versi growth-nya juga bisa dihitung untuk melihat present value dari suatu utang. So far indikator yang ia pakai untuk negara sebenarnya sangat mainstream untuk investor dalam melihat fundamental&lt;sup id="fnref:1"&gt;&lt;a href="#fn:1" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya mencoba melihat inidkator-indikator ini tapi pake versi gampang, alias ngandalin data historis aja tanpa saya coba proyeksikan ke depan seperti di buku Ray Dalio. Tentu karena malas. WKkwk. Data historis yang akan saya pakai adalah dari dataset IMF yang namanya Public Finances in Modern History&lt;sup id="fnref:2"&gt;&lt;a href="#fn:2" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; yang bisa
. Karena datanya bentuknya menyebalkan, saya gabung dulu secara manual di excel. Dataset ini punya indikator-indikator seperti di bawah ini:&lt;/p&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Code&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Description&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;prim&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Government primary expenditure, percent of GDP (% of GDP)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;rev&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Government revenue, percent of GDP (% of GDP)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;exp&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Government expenditure, percent of GDP (% of GDP)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;ie&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Interest paid on public debt, percent of GDP (% of GDP)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;pb&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Government primary balance, percent of GDP (% of GDP)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;d&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Gross public debt, percent of GDP (% of GDP)&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;rltir&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Real long term government bond yield, percent&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;rgc&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Real GDP growth rate, percent&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Kita akan pakai yang standar-standar aja. Pertama adalah rasio utang terhadap pendapatan. Di tabel di atas, rasio utang terhadap PDB adalah &amp;ldquo;d&amp;rdquo;, sementara rasio pendapatan negara terhadap PDB adalah &amp;ldquo;rev&amp;rdquo;. Jadi kita bisa menghitung rasio utang terhadap pendapatan dengan mengambil rasio d/rev, di mana PDB nya akan kecoret karena ada di d dan di rev.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di samping itu, saya akan mengambil selisih antara bunga utang dengan pertumbuhan PDB. Jika bunga yang dibayar lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan, maka di jangka panjang, utangnya akan semakin mahal dan berpotensi tidak terkendali nantinya. Nah, kita asumsikan bahwa seiring dengan PDB bertambah, kemampuan negara dalam meningkatkan pendapatan juga bertambah, sehingga pertumbuhan revenue saya &lt;em&gt;proxy&lt;/em&gt; dengan pertumbuhan PDB. &lt;em&gt;Rough&lt;/em&gt;, but still useful.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertama kita lihat dulu rasio antara utang dan pendapatan negara. Di atas ada AS dan Indonesia, tapi juga ada Jepang, Argentina dan Turki, 3 negara yang cukup legendaris krisisnya. wkwkwk.&lt;/p&gt;
&lt;div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;window.PlotlyConfig = {MathJaxConfig: 'local'};&lt;/script&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="https://cdn.plot.ly/plotly-3.0.1.min.js" integrity="sha256-oy6Be7Eh6eiQFs5M7oXuPxxm9qbJXEtTpfSI93dW16Q=" crossorigin="anonymous"&gt;&lt;/script&gt; &lt;div id="42e61154-75fa-44eb-bb99-a30a6d0be86e" class="plotly-graph-div" style="height:100%; width:100%;"&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; window.PLOTLYENV=window.PLOTLYENV || {}; if (document.getElementById("42e61154-75fa-44eb-bb99-a30a6d0be86e")) { Plotly.newPlot( "42e61154-75fa-44eb-bb99-a30a6d0be86e", [{"hovertemplate":"country=Argentina\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003ewew=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Argentina","line":{"color":"#3366CC","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Argentina","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[1.5475166600475099,1.0800885742344541,0.9999151625619086,3.523667604886368,2.703923281120644,2.07965069060481,1.2934549355843674,0.9563083495350015,0.8121219557399104,2.0249839596679284,4.664499194055092,5.686033699628421,4.683330319200689,3.0109414855901657,3.2898844624193284,4.748941373211743,5.797525814457557,10.980968147016224,4.472455031941149,2.882195358761328,2.206286727855754,1.8437932643577828,2.0982995550700796,2.351372605071368,2.7659267016922158,1.5266787163165396,1.6029160112778766,1.7879548831262466,1.870450238511141,2.278612806382972,7.381199170828542,5.3201332491291335,4.366424040862013,2.891351632706239,2.5044525602468437,2.050072831676288,1.7295525182004674,1.6943909269595467,1.3594506577616758,1.210802002852634,1.1962136009534945,1.2662941217194443,1.2917977221100838,1.4862574830129467,1.5217725744499473,1.656432407573902,2.5440536776825984,2.6671086508867057,3.0710042092088305,2.4155515926807936,2.4936635350031193,4.785867576077852],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Indonesia\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003ewew=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Indonesia","line":{"color":"#DC3912","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Indonesia","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[3.6773853921105983,2.8726592679403864,2.0241356676073488,2.0196718888265264,1.983829501562855,1.4468956392369625,1.6800117124380889,1.0841716690952938,0.8114341009667151,0.6917324991742967,1.0484949744502505,1.3449476842060775,1.3091775555990375,1.5483710789847538,2.1357357320258896,2.9078357219712587,3.108633577819406,2.883052440674977,2.3882637442638144,2.540337854086759,2.613281255939071,2.9891628141077016,2.731941396718815,2.552153567274412,2.2083825815557416,1.8578755941239837,5.500573538563964,6.762213818201395,6.509203100740848,4.153319798030895,3.812148835300946,3.254199543537383,2.920849105470891,2.3859313466670136,1.8999710254640125,2.1437691581237677,1.5555254868873047,1.7216647812796761,1.6851793348232338,1.35836538993325,1.330755632279882,1.4755551121211263,1.488221669673652,1.8156249285496493,1.9468227943560297,2.0730796063778754,2.0389140692060814,2.142072920049433,3.2179110314547215,2.9988156883450476,2.6460833278011213,2.6331520560436585],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Japan\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003ewew=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Japan","line":{"color":"#FF9900","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Japan","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[0.709926099260698,0.6670391821779026,0.6457346912433071,0.8170201920974112,1.0349793924652821,1.1789450315068624,1.484495197489758,1.554965279494962,1.6591177371475765,1.9096424644999193,2.0678432871570966,2.276987654438277,2.2957189242683613,2.352724229902139,2.5513687240505156,2.5043807612783637,2.3674378905203612,2.15889181774991,2.0126379297972306,2.0141358356837498,2.1629549283719336,2.4486038913659107,2.9068439308073963,3.1786299038558985,3.3882418145381856,3.5516888064438503,4.05858979190746,4.493686165945207,4.730194778543496,5.005380644600581,5.492462974075619,5.796777842151066,5.975528655234789,6.003728502509859,5.799361295529668,5.7227417809033145,6.028841489910145,6.857148332667987,7.181224733683834,7.393840191957374,7.427114278625444,7.3620190506467384,7.118108328260751,6.790475290079845,6.911196386042282,6.887156745105799,6.7814011694325,6.901739174122555,7.286061263532105,6.97953022487907,6.8419718972614705,6.757026122894981],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=T\u00fcrkiye, Republic of\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003ewew=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"T\u00fcrkiye, Republic of","line":{"color":"#109618","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"T\u00fcrkiye, Republic of","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[1.3779681446564016,1.107487398876912,1.0604639020426023,0.9293837038669568,0.8953652206652488,1.0571428595423351,1.0012337676271996,0.9317438647791995,1.0266197883912076,1.4222431797684272,1.9006651698096233,2.4328226390612926,4.1162092640964385,3.6437830318796847,3.9574932078181186,4.09509677811623,3.992419353154157,3.383761614288459,2.47318124027396,2.4921757115887604,2.4635020764253155,2.2130597685319784,2.712901803306574,2.5775570184974943,2.5828532398512163,1.989416520394484,2.0259128750194075,2.7519852846187836,1.6498143956287508,2.3327411274314995,2.409732790537576,2.1117220192359243,1.8778603773182143,1.6004670301116901,1.3263825023255265,1.1980053052051178,1.1964125471034999,1.3482746395202836,1.2171074051259407,1.1064200082157645,0.9962620294832772,0.9508253970536161,0.8933593765647202,0.8499858799792265,0.8638047301347255,0.9038252829281688,0.9582804313460728,1.0539195215478045,1.316939032014661,1.4303101777338683,1.1750594420960883,1.0497997649435873],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=United States\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003ewew=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"United States","line":{"color":"#990099","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"United States","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[1.470147000479675,1.3713251852214925,1.3092821554348233,1.4952847809192018,1.4661006795418747,1.4141738609687864,1.376018111556675,1.3192487225649638,1.3259255214194188,1.2707458357177268,1.4338372371556078,1.5588297505238256,1.6156872893968375,1.7425813606363698,1.8387786946261333,1.8503349729502998,1.8788721735761056,1.8702215042245942,1.9218156433499898,2.060509859117404,2.144925659803026,2.1765295280543446,2.1277852087820444,2.0917661050151164,2.0402532627932937,1.9514808002702868,1.8383605484584333,1.7343627953728458,1.5422209825462923,1.6475791212944133,1.8588823225142153,2.0031307254592043,2.242725920100541,2.1214487093379173,2.027735743530616,2.0406704951611023,2.4050919930315917,3.0684882491823635,3.3076735637546744,3.421491937332746,3.540676499506828,3.3420163258399778,3.33064397450983,3.322417210751924,3.440700460658758,3.4713649907624746,3.559861147222535,3.5988498044334865,4.301715554441714,3.9436128203631853,3.6627584864801865,4.064466132366057],"yaxis":"y","type":"scatter"}], {"template":{"data":{"barpolar":[{"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"barpolar"}],"bar":[{"error_x":{"color":"#f2f5fa"},"error_y":{"color":"#f2f5fa"},"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"bar"}],"carpet":[{"aaxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"baxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"type":"carpet"}],"choropleth":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"choropleth"}],"contourcarpet":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"contourcarpet"}],"contour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"contour"}],"heatmap":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"heatmap"}],"histogram2dcontour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2dcontour"}],"histogram2d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2d"}],"histogram":[{"marker":{"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"histogram"}],"mesh3d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"mesh3d"}],"parcoords":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"parcoords"}],"pie":[{"automargin":true,"type":"pie"}],"scatter3d":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatter3d"}],"scattercarpet":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattercarpet"}],"scattergeo":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattergeo"}],"scattergl":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scattergl"}],"scattermapbox":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermapbox"}],"scattermap":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermap"}],"scatterpolargl":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolargl"}],"scatterpolar":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolar"}],"scatter":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scatter"}],"scatterternary":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterternary"}],"surface":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"surface"}],"table":[{"cells":{"fill":{"color":"#506784"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"header":{"fill":{"color":"#2a3f5f"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"type":"table"}]},"layout":{"annotationdefaults":{"arrowcolor":"#f2f5fa","arrowhead":0,"arrowwidth":1},"autotypenumbers":"strict","coloraxis":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"colorscale":{"diverging":[[0,"#8e0152"],[0.1,"#c51b7d"],[0.2,"#de77ae"],[0.3,"#f1b6da"],[0.4,"#fde0ef"],[0.5,"#f7f7f7"],[0.6,"#e6f5d0"],[0.7,"#b8e186"],[0.8,"#7fbc41"],[0.9,"#4d9221"],[1,"#276419"]],"sequential":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"sequentialminus":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]]},"colorway":["#636efa","#EF553B","#00cc96","#ab63fa","#FFA15A","#19d3f3","#FF6692","#B6E880","#FF97FF","#FECB52"],"font":{"color":"#f2f5fa"},"geo":{"bgcolor":"rgb(17,17,17)","lakecolor":"rgb(17,17,17)","landcolor":"rgb(17,17,17)","showlakes":true,"showland":true,"subunitcolor":"#506784"},"hoverlabel":{"align":"left"},"hovermode":"closest","mapbox":{"style":"dark"},"paper_bgcolor":"rgb(17,17,17)","plot_bgcolor":"rgb(17,17,17)","polar":{"angularaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","radialaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"scene":{"xaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"yaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"zaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"}},"shapedefaults":{"line":{"color":"#f2f5fa"}},"sliderdefaults":{"bgcolor":"#C8D4E3","bordercolor":"rgb(17,17,17)","borderwidth":1,"tickwidth":0},"ternary":{"aaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"baxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","caxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"title":{"x":0.05},"updatemenudefaults":{"bgcolor":"#506784","borderwidth":0},"xaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2},"yaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2}}},"xaxis":{"anchor":"y","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"year"}},"yaxis":{"anchor":"x","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"wew"}},"legend":{"title":{"text":"country"},"tracegroupgap":0,"orientation":"h","yanchor":"bottom","y":1.02,"xanchor":"right","x":1},"title":{"text":"rasio antara utang dan pendapatan negara (%)"}}, {"responsive": true} ) }; &lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Kita cukup familiar dengan krisis ekonomi Asia 1998 yang menimpa Indonesia. Dapat dilihat bahwa rasio utang/pendapatan Indonesia mencapai titik tertinggi pada 1999, di mana stok utang Indonesia mencapai 6,7 kali lipat dari pendapatan negara. Angka ini masih mending daripada Argentina yang mengalami 2 kali
di 1989 dan 2002. &lt;em&gt;spike&lt;/em&gt; ini sangat wajar terjadi di masa-masa krisis, di mana ekonomi harus distabilkan dengan utang yang meningkat, sementara kemampuan pendapatan negara menurun. Sangat kelihatan &lt;em&gt;spike&lt;/em&gt; untuk semua negara di 2020 waktu pandemi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi untuk AS dan Jepang, rasio utang/pendapatan ini terus meningkat sejak masa krisis terpenting mereka. Untuk Jepang di 1990, dan untuk keduanya sejak 2008, krisis finansial global. Ini sih bukan &lt;em&gt;spike&lt;/em&gt; lagi, tapi terus meningkat secara berkelanjutan. Inilah salah satu kekuatan dari mengeluarkan surat utang dalam mata uang sendiri, apalagi kalau yang berutang &lt;em&gt;mostly&lt;/em&gt; warganya sendiri. Di posisi ini, utang kedua negara mulai disupport oleh bank sentralnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua negara sudah mencapai tahap kebijakan moneter 3 (MP3) kalau kata Ray Dalio, yaitu di mana bank sentral membeli surat utang pemerintah untuk menurunkan suku bunga. Ini yang membuat utang mereka terus meningkat, karena bunga utangnya terus ditekan. Demi &lt;em&gt;balance sheet&lt;/em&gt; sektor swasta yang sehat, negara (dan bank sentral) harus mengorbankan &lt;em&gt;balance sheet&lt;/em&gt; mereka. BTW, Argentina udah mau spike lagi dan bisa jadi
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Indonesia tampaknya mulai naik rasionya sejak 2015 (jaman siapa tuh &amp;#x1f440;). Tapi setelah 2020, rasio ini sepertinya mulai berhasil ditekan, &lt;em&gt;mainly&lt;/em&gt; karena primary balance yang mulai menurun. Primary balance sendiri adalah selisih antara pendapatan negara dan pengeluaran negara minus pembayaran bunga utang. Angka yang negatif berarti belanja negara tanpa bunga (belanja negara efektif untuk mendorong konsumsi dan investasi) memang lebih tinggi daripada pendapatan.&lt;/p&gt;
&lt;div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;window.PlotlyConfig = {MathJaxConfig: 'local'};&lt;/script&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="https://cdn.plot.ly/plotly-3.0.1.min.js" integrity="sha256-oy6Be7Eh6eiQFs5M7oXuPxxm9qbJXEtTpfSI93dW16Q=" crossorigin="anonymous"&gt;&lt;/script&gt; &lt;div id="265ad8ab-fdb9-41ff-9c0c-b44195a9fc6c" class="plotly-graph-div" style="height:100%; width:100%;"&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; window.PLOTLYENV=window.PLOTLYENV || {}; if (document.getElementById("265ad8ab-fdb9-41ff-9c0c-b44195a9fc6c")) { Plotly.newPlot( "265ad8ab-fdb9-41ff-9c0c-b44195a9fc6c", [{"hovertemplate":"country=Argentina\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003epb=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Argentina","line":{"color":"#3366CC","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Argentina","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[4.1317000389099,2.590039730072,5.0514998435974,2.3172001838684,-1.2166100740433,0.3720116019249,0.1856302022934,0.12708020210266,0.26987028121948,-1.0476887226105,-0.17422008514404,-0.62698006629944,0.73190021514893,5.9378592967987,5.1731890439987,3.4296202659607,-0.81589287519455,0.68356382846832,0.56387263536453,1.8507485985756,3.1326603889465,4.0688294172287,2.1973795890808,1.8665994405746,0.56175994873047,0.25219401041033,0.52127009431505,-0.65931069242683,0.21119412022176,-1.251648108655,0.23494939383327,3.2263738962817,5.2194807312235,5.1518176285942,3.2860418747294,2.5496268350996,1.8646272207024,-0.48791372357449,-0.53844789986601,-1.5873710974387,-1.695818614593,-2.6396843699531,-3.5000265396212,-4.4178280641648,-4.7621990449688,-4.2283788870827,-2.2379860811396,-0.40654934858872,-6.2402389449427,-2.5260543082815,-1.73118363577,-2.8140523682838],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Indonesia\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003epb=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Indonesia","line":{"color":"#DC3912","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Indonesia","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[-1.7375307008624,-1.1669479161501,-0.12603703141212,-2.0920596420765,-2.4103842377663,-0.024734765291214,-1.6901746094227,0.63594043254852,0.070974111557007,0.11663055419922,-0.010169863700867,0.54950940608978,3.4942013025284,1.2111999988556,-0.65014982223511,1.7751104831696,0.27686977386475,0.96431922912598,3.7567005157471,2.713050365448,1.7242505550385,0.95664600182805,1.3787610941396,1.845491420884,1.984925716417,0.45129687632885,0.89262049037856,2.2627851651542,1.4435453933068,3.1032641637973,3.848235967373,1.9066112213822,2.2422374005316,2.6225877243885,2.6284375189018,0.90452700436652,1.6872134588498,-0.084298633840072,0.04516923846289,0.48728464730679,-0.41979862703763,-1.0326742466821,-0.54205399652919,-1.3704142950438,-1.0872873862307,-0.67037173258222,0.048307506370509,-0.35041615710432,-4.041051531477,-2.381523977063,-0.21889000009135,0.49217617256532],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Japan\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003epb=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Japan","line":{"color":"#FF9900","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Japan","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[0.59485441446304,1.3758955001831,1.2707701325417,-1.7897400856018,-2.446320772171,-2.2105491161346,-3.6647100448608,-2.4983208179474,-1.6443223953247,-0.64395420802447,-0.29132446955765,-0.097798830588413,1.4064472777006,2.7024168665079,2.6517579396556,3.5911776123165,4.2306790700879,4.7814177397778,5.4310582165425,5.0314314389275,3.8993274573038,0.90236270604151,-0.51981127237698,-1.0001848111323,-1.5892464364537,-0.26685908239846,-6.7471529218967,-3.4624204106313,-4.1466682654182,-3.2099642267272,-4.5199738330651,-4.8726002144785,-2.9435159630442,-2.207728750106,-0.82276629005135,-0.63712527237618,-1.7856337664198,-7.3322053815182,-6.8045336919269,-6.6768653671029,-5.927353755815,-5.4078568022133,-3.4660785014044,-1.6368530965793,-1.6348417953702,-1.2672648999318,-0.7292275426715,-1.3722262820102,-7.4052791370981,-4.5487595787623,-2.8889191992211,-3.012553154327],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=T\u00fcrkiye, Republic of\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003epb=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"T\u00fcrkiye, Republic of","line":{"color":"#109618","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"T\u00fcrkiye, Republic of","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[0.35265165567398,-0.44972378015518,-0.53636279702187,0.34682959318161,-0.07568883895874,-4.6187343001366,-1.3712314665318,-2.5001831054688,-3.1486415266991,-0.51834428310394,-0.79951125383377,-0.14530956745148,-2.0698903799057,-4.1384248733521,-0.30794906616211,-0.89967274665833,-0.51796174049377,-1.0603132247925,-0.46449184417725,-3.9454953670502,-4.2771430015564,-5.4914112091064,-1.4528393745422,3.2185134887695,1.3587837219238,1.1372890472412,6.3914413452148,7.0329246520996,4.292643035483,5.402160575254,3.3964675948157,5.2167979645257,5.7927250734321,6.0913240221393,5.662244216442,4.2114602509001,3.0053315381991,0.25559765662984,1.2390741403128,2.7470807062613,1.3662247404174,1.6074140588186,1.5479913828588,1.822673225196,0.32021810287484,0.038585371631569,-1.0300431085041,-2.295577606154,-1.9173649747348,-0.43818907269558,1.0274273312169,-2.6873057975045],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=United States\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003epb=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"United States","line":{"color":"#990099","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"United States","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[-0.50774192810059,0.56662690639496,0.1424001455307,-3.9303458929062,-1.9861762523651,-0.97914731502533,-0.08631157875061,0.85739707946777,-0.40627229213715,0.54768252372742,-1.3164172172546,-1.6692931652069,-0.090970993041992,0.33029222488403,0.033766984939575,1.537383556366,2.0333786010742,2.4639687538147,1.7438910007477,0.86785268783569,-0.463543176651,0.042635917663574,1.3003175258636,1.8463559150696,2.9305081367493,4.1065225601196,5.2551271915436,5.4169900417328,6.0773434638977,2.7117277810984,-0.9293994930964,-2.1123821078955,-1.6806012846668,-0.37110405546359,0.73923680477144,0.019690139385528,-3.8362898065993,-10.602686480569,-8.3144499874576,-6.8360243529934,-5.3873796830924,-2.0763032283958,-1.5522720335073,-1.1887619568188,-1.8665560571979,-2.2724746457544,-2.5657897444028,-2.9821158102551,-11.387148852973,-8.3405363120707,-0.75873325925045,-3.212802527288],"yaxis":"y","type":"scatter"}], {"template":{"data":{"barpolar":[{"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"barpolar"}],"bar":[{"error_x":{"color":"#f2f5fa"},"error_y":{"color":"#f2f5fa"},"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"bar"}],"carpet":[{"aaxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"baxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"type":"carpet"}],"choropleth":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"choropleth"}],"contourcarpet":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"contourcarpet"}],"contour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"contour"}],"heatmap":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"heatmap"}],"histogram2dcontour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2dcontour"}],"histogram2d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2d"}],"histogram":[{"marker":{"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"histogram"}],"mesh3d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"mesh3d"}],"parcoords":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"parcoords"}],"pie":[{"automargin":true,"type":"pie"}],"scatter3d":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatter3d"}],"scattercarpet":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattercarpet"}],"scattergeo":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattergeo"}],"scattergl":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scattergl"}],"scattermapbox":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermapbox"}],"scattermap":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermap"}],"scatterpolargl":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolargl"}],"scatterpolar":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolar"}],"scatter":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scatter"}],"scatterternary":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterternary"}],"surface":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"surface"}],"table":[{"cells":{"fill":{"color":"#506784"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"header":{"fill":{"color":"#2a3f5f"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"type":"table"}]},"layout":{"annotationdefaults":{"arrowcolor":"#f2f5fa","arrowhead":0,"arrowwidth":1},"autotypenumbers":"strict","coloraxis":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"colorscale":{"diverging":[[0,"#8e0152"],[0.1,"#c51b7d"],[0.2,"#de77ae"],[0.3,"#f1b6da"],[0.4,"#fde0ef"],[0.5,"#f7f7f7"],[0.6,"#e6f5d0"],[0.7,"#b8e186"],[0.8,"#7fbc41"],[0.9,"#4d9221"],[1,"#276419"]],"sequential":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"sequentialminus":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]]},"colorway":["#636efa","#EF553B","#00cc96","#ab63fa","#FFA15A","#19d3f3","#FF6692","#B6E880","#FF97FF","#FECB52"],"font":{"color":"#f2f5fa"},"geo":{"bgcolor":"rgb(17,17,17)","lakecolor":"rgb(17,17,17)","landcolor":"rgb(17,17,17)","showlakes":true,"showland":true,"subunitcolor":"#506784"},"hoverlabel":{"align":"left"},"hovermode":"closest","mapbox":{"style":"dark"},"paper_bgcolor":"rgb(17,17,17)","plot_bgcolor":"rgb(17,17,17)","polar":{"angularaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","radialaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"scene":{"xaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"yaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"zaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"}},"shapedefaults":{"line":{"color":"#f2f5fa"}},"sliderdefaults":{"bgcolor":"#C8D4E3","bordercolor":"rgb(17,17,17)","borderwidth":1,"tickwidth":0},"ternary":{"aaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"baxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","caxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"title":{"x":0.05},"updatemenudefaults":{"bgcolor":"#506784","borderwidth":0},"xaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2},"yaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2}}},"xaxis":{"anchor":"y","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"year"}},"yaxis":{"anchor":"x","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"pb"}},"legend":{"title":{"text":"country"},"tracegroupgap":0,"orientation":"h","yanchor":"bottom","y":1.02,"xanchor":"right","x":1},"title":{"text":"Pendapatan minus belanja efektif (% PDB)"}}, {"responsive": true} ) }; &lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Alias, nilai negatif menunjukkan ekspansi. Namun nilai positif berarti pendapatannya sebenernya sudah lebih dari pengeluaran. Hanya saja, overall tetap defisit karena harus nutup utang. Nah, 2023 menunjukkan bahwa Iprimary balance Indonesia mulai memasuki teritori positif, yang artinya defisitnya lebih banyak dipake buat nyicil utang/rollover.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ngomong-ngomong, belanja yang rendah bisa kita lihat di grafik di bawah ini. Grafik ini menunjukkan primary expenditure, alias total anggaran belanja negara dikurangi bunga utang. dengan kata lain, pengukuran di bawah ini menunjukkan belanja negara yang beneran digunakan untuk menggerakkan $G$. Dapat kita lihat bahwa utang Indonesia memang bisa terkendali ya karena belanja negaranya juga sedikit. Tidak hanya itu, tapi juga sejak COVID, belanja negara yang digunakan untuk konsumsi pemerintah (non bayar bunga) sudah menurun terus secara rasio terhadap PDB. Di sinilah pemerintah mulai mengurangi belanjanya secara relatif.&lt;/p&gt;
&lt;div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;window.PlotlyConfig = {MathJaxConfig: 'local'};&lt;/script&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="https://cdn.plot.ly/plotly-3.0.1.min.js" integrity="sha256-oy6Be7Eh6eiQFs5M7oXuPxxm9qbJXEtTpfSI93dW16Q=" crossorigin="anonymous"&gt;&lt;/script&gt; &lt;div id="2aaa1793-aef3-4ef3-b014-e2e195d97fcc" class="plotly-graph-div" style="height:100%; width:100%;"&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; window.PLOTLYENV=window.PLOTLYENV || {}; if (document.getElementById("2aaa1793-aef3-4ef3-b014-e2e195d97fcc")) { Plotly.newPlot( "2aaa1793-aef3-4ef3-b014-e2e195d97fcc", [{"hovertemplate":"country=Argentina\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003eprim=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Argentina","line":{"color":"#3366CC","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Argentina","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[6.9117999076843,8.5201601982117,7.9095997810364,7.2864298820496,11.845609784126,11.678088724613,13.305369973183,12.870819807053,13.767429828644,14.144088983536,11.369420051575,11.92307972908,10.922200202942,12.405240297318,11.812210202217,12.182280063629,11.404892623425,10.082335829735,10.289227187634,10.546051442623,10.50563955307,12.223670125008,12.933920383453,12.758900284767,12.587539672852,20.495982007127,20.78170507807,22.425512193011,21.619292472803,22.320001001086,19.707954856633,20.299659815674,21.776946379926,22.614365520108,24.980690219736,27.757935808011,29.24969342167,33.182305244279,32.503061863961,33.743623175626,35.499186155511,36.988789397648,38.100528953372,39.783600083502,39.629550739469,38.656491776704,35.746048891014,34.090849305467,40.045407326925,36.076467634846,35.602228076029,35.286959701892],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Indonesia\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003eprim=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Indonesia","line":{"color":"#DC3912","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Indonesia","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[15.65073107928,16.167647913098,17.113337904215,20.260259181261,21.599583685398,19.139934808016,19.746775180101,19.622659802437,21.196926355362,23.635469436646,17.715070605278,16.656289696693,14.471199393272,16.861599683762,18.559949398041,15.325889348984,14.378829956055,13.784180641174,13.335800170898,12.725249767303,14.584249734879,12.548204989979,12.14989636664,10.702499113208,10.48542301237,13.764456035817,12.292659769989,11.917999982992,11.989327631086,14.642086190647,12.504583329134,15.192122548204,15.330793811269,15.236990367715,16.239078672949,16.877676535645,17.760900837729,15.466576315735,15.598937362432,16.522879131289,17.669144202027,17.897091626513,17.102270580808,16.24865457976,15.446817672674,14.85001879016,14.872734931419,14.618583410798,16.392892581127,16.100375570778,15.388997576532,14.547304821005],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Japan\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003eprim=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Japan","line":{"color":"#FF9900","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Japan","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[22.372646272182,22.455004692078,24.599129617214,27.357740879059,27.66191983223,28.592549085617,29.967810630798,30.67432141304,30.440121650696,28.300957191829,28.209480588013,27.99040961874,27.169280456079,26.331944066208,26.383285536512,26.689145293352,26.158402004759,25.6390472503,25.98675467976,25.941925705732,26.968452358402,28.844189211529,29.541380758723,30.108820015429,30.528603597716,29.82207738711,35.333423796648,32.280896903989,32.815382678723,32.203469211831,32.575812897645,32.47772242884,31.3075213888,31.288773511987,30.850652745613,30.858844273781,31.783220082156,36.324843657312,35.473638984465,36.317974304904,36.36889864141,36.574676735196,36.238989489623,35.254289518624,35.264508382801,34.854530957035,34.996526418532,35.621279311804,42.866619920215,40.891127699716,40.348449777967,39.962085709177],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=T\u00fcrkiye, Republic of\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003eprim=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"T\u00fcrkiye, Republic of","line":{"color":"#109618","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"T\u00fcrkiye, Republic of","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[21.457649171352,21.263324320316,18.487563282251,21.425770580769,22.81668806076,27.330234467983,27.14693108201,27.778482437134,24.936941087246,23.016044020653,18.386511147022,13.583609700203,12.411589980125,16.290548324585,9.9637832641602,10.749867677689,10.196804285049,10.946412086487,10.886372566223,15.323224782944,16.126737117767,18.660689353943,15.888526439667,10.216029167175,12.369134902954,15.18518447876,11.637664794922,11.895156860352,26.812958605206,26.967012770227,26.277347441374,25.639322257767,24.645198156737,25.271996810412,27.680648548949,27.306567793142,28.545781579083,31.794276250729,31.223685027978,29.710588565177,30.981353291582,30.882704140915,30.104800201256,30.133868018016,31.801205143612,30.694193757435,32.189551403603,33.028307483956,31.870019156347,28.672496293195,25.186036427934,30.562886099973],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=United States\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003eprim=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"United States","line":{"color":"#990099","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"United States","orientation":"v","showlegend":true,"x":[1972,1973,1974,1975,1976,1977,1978,1979,1980,1981,1982,1983,1984,1985,1986,1987,1988,1989,1990,1991,1992,1993,1994,1995,1996,1997,1998,1999,2000,2001,2002,2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[31.410840988159,30.492672562599,31.510899186134,33.759245276451,32.519276380539,31.79374730587,30.988811731339,30.394102096558,31.980971693993,31.756417512894,33.342017650604,33.05899310112,31.399070739746,31.487906932831,31.989933729172,31.227818012238,30.5908203125,30.457532405853,31.111810445786,32.075548648834,33.226543664932,32.980763435364,32.107282876968,31.936244487762,31.329993724823,30.446776390076,29.673873662949,29.467809915543,29.275954723358,29.545446598799,30.806415898839,31.378838994627,31.156106055614,31.224024480029,30.916413329859,31.629017047515,34.36789303886,38.82451884059,37.084548947686,35.916434424325,34.496340889445,33.297910184279,32.85020409612,32.690199508062,32.84325893783,32.672355331658,32.580267010061,32.992791310111,42.033405723718,39.916689100097,33.14340425041,32.423362496409],"yaxis":"y","type":"scatter"}], {"template":{"data":{"barpolar":[{"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"barpolar"}],"bar":[{"error_x":{"color":"#f2f5fa"},"error_y":{"color":"#f2f5fa"},"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"bar"}],"carpet":[{"aaxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"baxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"type":"carpet"}],"choropleth":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"choropleth"}],"contourcarpet":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"contourcarpet"}],"contour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"contour"}],"heatmap":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"heatmap"}],"histogram2dcontour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2dcontour"}],"histogram2d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2d"}],"histogram":[{"marker":{"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"histogram"}],"mesh3d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"mesh3d"}],"parcoords":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"parcoords"}],"pie":[{"automargin":true,"type":"pie"}],"scatter3d":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatter3d"}],"scattercarpet":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattercarpet"}],"scattergeo":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattergeo"}],"scattergl":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scattergl"}],"scattermapbox":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermapbox"}],"scattermap":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermap"}],"scatterpolargl":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolargl"}],"scatterpolar":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolar"}],"scatter":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scatter"}],"scatterternary":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterternary"}],"surface":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"surface"}],"table":[{"cells":{"fill":{"color":"#506784"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"header":{"fill":{"color":"#2a3f5f"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"type":"table"}]},"layout":{"annotationdefaults":{"arrowcolor":"#f2f5fa","arrowhead":0,"arrowwidth":1},"autotypenumbers":"strict","coloraxis":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"colorscale":{"diverging":[[0,"#8e0152"],[0.1,"#c51b7d"],[0.2,"#de77ae"],[0.3,"#f1b6da"],[0.4,"#fde0ef"],[0.5,"#f7f7f7"],[0.6,"#e6f5d0"],[0.7,"#b8e186"],[0.8,"#7fbc41"],[0.9,"#4d9221"],[1,"#276419"]],"sequential":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"sequentialminus":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]]},"colorway":["#636efa","#EF553B","#00cc96","#ab63fa","#FFA15A","#19d3f3","#FF6692","#B6E880","#FF97FF","#FECB52"],"font":{"color":"#f2f5fa"},"geo":{"bgcolor":"rgb(17,17,17)","lakecolor":"rgb(17,17,17)","landcolor":"rgb(17,17,17)","showlakes":true,"showland":true,"subunitcolor":"#506784"},"hoverlabel":{"align":"left"},"hovermode":"closest","mapbox":{"style":"dark"},"paper_bgcolor":"rgb(17,17,17)","plot_bgcolor":"rgb(17,17,17)","polar":{"angularaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","radialaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"scene":{"xaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"yaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"zaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"}},"shapedefaults":{"line":{"color":"#f2f5fa"}},"sliderdefaults":{"bgcolor":"#C8D4E3","bordercolor":"rgb(17,17,17)","borderwidth":1,"tickwidth":0},"ternary":{"aaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"baxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","caxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"title":{"x":0.05},"updatemenudefaults":{"bgcolor":"#506784","borderwidth":0},"xaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2},"yaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2}}},"xaxis":{"anchor":"y","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"year"}},"yaxis":{"anchor":"x","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"prim"}},"legend":{"title":{"text":"country"},"tracegroupgap":0,"orientation":"h","yanchor":"bottom","y":1.02,"xanchor":"right","x":1},"title":{"text":"belanja efektif (% PDB)"}}, {"responsive": true} ) }; &lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Terakhir, kalo lihat dari growth minus yield di bawah ini, kayaknya masih relatif oke. Indonesia adalah negara dengan yield gede, tapi pertumbuhan ekonominya juga bisa dibilang gede. Cuma memang masalah memajaki dan masalah ICOR masih harus menjadi perhatian yang sangat-sangat serius jika tidak mau terjebak dalam utang yang tidak berkelanjutan.&lt;/p&gt;
&lt;div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt;window.PlotlyConfig = {MathJaxConfig: 'local'};&lt;/script&gt;
&lt;script charset="utf-8" src="https://cdn.plot.ly/plotly-3.0.1.min.js" integrity="sha256-oy6Be7Eh6eiQFs5M7oXuPxxm9qbJXEtTpfSI93dW16Q=" crossorigin="anonymous"&gt;&lt;/script&gt; &lt;div id="ccf84d59-1db5-477a-9a6e-b49cda4c57e8" class="plotly-graph-div" style="height:100%; width:100%;"&gt;&lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript"&gt; window.PLOTLYENV=window.PLOTLYENV || {}; if (document.getElementById("ccf84d59-1db5-477a-9a6e-b49cda4c57e8")) { Plotly.newPlot( "ccf84d59-1db5-477a-9a6e-b49cda4c57e8", [{"hovertemplate":"country=Argentina\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003emargin=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Argentina","line":{"color":"#3366CC","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Argentina","orientation":"v","showlegend":true,"x":[2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[17.560431952584402,7.1586993831904,8.59229120621217,6.488586778309299,1.1322986462257,-10.6229549474007,-12.1266284021988,6.6447916241502,-7.1118721196937,-9.8440660330513,-11.664225933858098,-5.5572632545496,-15.8479204852182,0.10156735574160036,-3.7874038054853,-27.3890054029768,-41.9234900973542,-17.6781711690842,10.50645826390853,-3.4302979170447,-37.9423511440318],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Indonesia\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003emargin=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Indonesia","line":{"color":"#DC3912","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Indonesia","orientation":"v","showlegend":true,"x":[2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[-0.3474627005268003,0.6703516374924003,2.5334402585897,8.4268143241569,2.6472089498911,5.4208540448422,-0.5554132559046003,3.9124300990250003,5.48810434472793,4.8181270857678005,3.5154091717722005,3.6098599600974994,2.2437231823365,0.5900002059583,2.5579302456578,0.4405057358961999,0.7783202466445998,-5.9200552776919,-1.1182118510104,2.5060625948005,2.2806057706729],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=Japan\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003emargin=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"Japan","line":{"color":"#FF9900","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"Japan","orientation":"v","showlegend":true,"x":[2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[0.267219209926,0.6679876931684001,0.12414347822399985,-0.11681772368650001,-0.14999621392430007,-1.33458740607391,-8.3763337178831,2.1711984953384995,-1.3784401360820762,0.46810259242884,1.6209613759347998,2.5002375892107604,1.99971483898296,0.681215365836731,2.11171462058188,1.5639504865843201,0.16253056083982997,-4.200003769196527,2.4095695350650503,3.4238646970277005,4.3773137545388],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=T\u00fcrkiye, Republic of\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003emargin=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"T\u00fcrkiye, Republic of","line":{"color":"#109618","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"T\u00fcrkiye, Republic of","orientation":"v","showlegend":true,"x":[2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[-15.272876885419702,-6.346841433862,0.7943833404480003,8.0771322776176,4.9806753126024,1.72850071599506,-8.0221774238622,7.44332392351844,8.1665537231043,4.97863969242743,7.91190732827083,4.38460657146864,4.4435224698952,0.8968637390472001,7.523535083911572,3.5163116892652098,0.37395391600632005,1.763314612901108,14.0900249461662,60.3414573516573,33.121017733263],"yaxis":"y","type":"scatter"},{"hovertemplate":"country=United States\u003cbr\u003eyear=%{x}\u003cbr\u003emargin=%{y}\u003cextra\u003e\u003c\u002fextra\u003e","legendgroup":"United States","line":{"color":"#990099","dash":"solid"},"marker":{"symbol":"circle"},"mode":"lines","name":"United States","orientation":"v","showlegend":true,"x":[2003,2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010,2011,2012,2013,2014,2015,2016,2017,2018,2019,2020,2021,2022,2023],"xaxis":"x","y":[1.0793005113632002,2.2457662378350003,2.55906832506581,1.2132430168596,0.2520359401847001,0.27053553398437,-6.1769133468902,1.1312342743358001,1.91801500988058,2.55995817342839,1.2329205085911799,1.5983251238400398,0.9308128058225997,1.2452804636816102,2.2590407455885497,2.49566295189328,2.25266597565186,-1.80795613900575,9.2948040991434,7.5524916844071,3.05812760853076],"yaxis":"y","type":"scatter"}], {"template":{"data":{"barpolar":[{"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"barpolar"}],"bar":[{"error_x":{"color":"#f2f5fa"},"error_y":{"color":"#f2f5fa"},"marker":{"line":{"color":"rgb(17,17,17)","width":0.5},"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"bar"}],"carpet":[{"aaxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"baxis":{"endlinecolor":"#A2B1C6","gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","minorgridcolor":"#506784","startlinecolor":"#A2B1C6"},"type":"carpet"}],"choropleth":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"choropleth"}],"contourcarpet":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"contourcarpet"}],"contour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"contour"}],"heatmap":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"heatmap"}],"histogram2dcontour":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2dcontour"}],"histogram2d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"histogram2d"}],"histogram":[{"marker":{"pattern":{"fillmode":"overlay","size":10,"solidity":0.2}},"type":"histogram"}],"mesh3d":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"type":"mesh3d"}],"parcoords":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"parcoords"}],"pie":[{"automargin":true,"type":"pie"}],"scatter3d":[{"line":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatter3d"}],"scattercarpet":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattercarpet"}],"scattergeo":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattergeo"}],"scattergl":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scattergl"}],"scattermapbox":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermapbox"}],"scattermap":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scattermap"}],"scatterpolargl":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolargl"}],"scatterpolar":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterpolar"}],"scatter":[{"marker":{"line":{"color":"#283442"}},"type":"scatter"}],"scatterternary":[{"marker":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"type":"scatterternary"}],"surface":[{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""},"colorscale":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"type":"surface"}],"table":[{"cells":{"fill":{"color":"#506784"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"header":{"fill":{"color":"#2a3f5f"},"line":{"color":"rgb(17,17,17)"}},"type":"table"}]},"layout":{"annotationdefaults":{"arrowcolor":"#f2f5fa","arrowhead":0,"arrowwidth":1},"autotypenumbers":"strict","coloraxis":{"colorbar":{"outlinewidth":0,"ticks":""}},"colorscale":{"diverging":[[0,"#8e0152"],[0.1,"#c51b7d"],[0.2,"#de77ae"],[0.3,"#f1b6da"],[0.4,"#fde0ef"],[0.5,"#f7f7f7"],[0.6,"#e6f5d0"],[0.7,"#b8e186"],[0.8,"#7fbc41"],[0.9,"#4d9221"],[1,"#276419"]],"sequential":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]],"sequentialminus":[[0.0,"#0d0887"],[0.1111111111111111,"#46039f"],[0.2222222222222222,"#7201a8"],[0.3333333333333333,"#9c179e"],[0.4444444444444444,"#bd3786"],[0.5555555555555556,"#d8576b"],[0.6666666666666666,"#ed7953"],[0.7777777777777778,"#fb9f3a"],[0.8888888888888888,"#fdca26"],[1.0,"#f0f921"]]},"colorway":["#636efa","#EF553B","#00cc96","#ab63fa","#FFA15A","#19d3f3","#FF6692","#B6E880","#FF97FF","#FECB52"],"font":{"color":"#f2f5fa"},"geo":{"bgcolor":"rgb(17,17,17)","lakecolor":"rgb(17,17,17)","landcolor":"rgb(17,17,17)","showlakes":true,"showland":true,"subunitcolor":"#506784"},"hoverlabel":{"align":"left"},"hovermode":"closest","mapbox":{"style":"dark"},"paper_bgcolor":"rgb(17,17,17)","plot_bgcolor":"rgb(17,17,17)","polar":{"angularaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","radialaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"scene":{"xaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"yaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"},"zaxis":{"backgroundcolor":"rgb(17,17,17)","gridcolor":"#506784","gridwidth":2,"linecolor":"#506784","showbackground":true,"ticks":"","zerolinecolor":"#C8D4E3"}},"shapedefaults":{"line":{"color":"#f2f5fa"}},"sliderdefaults":{"bgcolor":"#C8D4E3","bordercolor":"rgb(17,17,17)","borderwidth":1,"tickwidth":0},"ternary":{"aaxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"baxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""},"bgcolor":"rgb(17,17,17)","caxis":{"gridcolor":"#506784","linecolor":"#506784","ticks":""}},"title":{"x":0.05},"updatemenudefaults":{"bgcolor":"#506784","borderwidth":0},"xaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2},"yaxis":{"automargin":true,"gridcolor":"#283442","linecolor":"#506784","ticks":"","title":{"standoff":15},"zerolinecolor":"#283442","zerolinewidth":2}}},"xaxis":{"anchor":"y","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"year"}},"yaxis":{"anchor":"x","domain":[0.0,1.0],"title":{"text":"margin"}},"legend":{"title":{"text":"country"},"tracegroupgap":0,"orientation":"h","yanchor":"bottom","y":1.02,"xanchor":"right","x":1},"title":{"text":"margin antara growth minus yield (%)"}}, {"responsive": true} ) }; &lt;/script&gt; &lt;/div&gt;
&lt;h2 id="tldr"&gt;TLDR&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Kesimpulannya, sepertinya Indonesia masih oke makroprudence-nya, terutama dibandingkan negara-negara lain. Kita juga banyak keluarin utang dalam mata uang sendiri (yang mana bisa ditolong bank sentral). Tapi harus hati-hati sih membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain terutama Jepang dan AS, karena mereka berdua agak spesial. Untuk Jepang, kita tentu gak mau terbelenggu dengan interest rate yang negatif seperti di sana. Investor pada kabur, nilai tukar turun terus, dan anak mudanya pada madesu. AS? Mereka nyetak dolar cuy. Meskipun dolar mulai kehilangan kekuatannya, sih, so, also not great for them.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Indonesia typically selalu dipuji-puji makroprudencenya, meskipun sektor ekonomi riilnya tergolong problematik. Kita nahan utang hanya di 3% PDB tiap tahun, sesuatu yang juga disarankan oleh Ray Dalio di bukunya. Bank Sentral kita masih kuat so far, dengan cadangan devisa yang sedang di posisi tertinggi sepanjang sejarah. Selama makroprudence kita relatif lebih baik daripada tetangga, maka tempat kita bisa jadi cukup atraktif untuk parkir uang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski indikator kita masih oke, kita harus berhati-hati dengan beberapa ciri-ciri negara bankrut yang disebut-sebut oleh Ray Dalio. Misalnya, dia mengatakan bahwa otoritarianisme yang meningkat adalah ciri-ciri negara yang sedang menuju bangkrut. Trus, berlanjutnya kebijakan moneter menuju teritori MP3 (alias, utang-utang negara dan swasta dibeli bank sentral). Lalu, investasi yang tidak menumbuhkan produktivitas juga adalah sesuatu yang bisa jadi bahaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Khusus utang dibeli bank sentral, ini adalah pola yang disebut Ray Dalio di bukunya. Yaitu, pertama, sektor swasta akan bankrut karena sembarangan kelola utang (misalnya, perusahaan konstruksi atau penerbangan main uang sembarangan). Abis gitu, pemerintah akan membantu sektor swasta tersebut, misalnya dengan ngasi proyek atau ngasi bantuan modal. Duitnya dari mana? Utang! Abis gitu, kalo ga ada yang mau ngutangin lagi, Bank Sentral yang akan beli surat-surat utang tersebut untuk mencegah suku bunga naik. Jadi urutannya swasta dulu -&amp;gt; pemerintah -&amp;gt; bank sentral. Semua ini beriringan dengan negara yang semakin mengandalkan &lt;em&gt;capital control&lt;/em&gt; dan bank sentral yang kehilangan independensinya. Sudahkah kita mencapai tahap tersebut?&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="en" dir="ltr"&gt;Who&amp;#39;s buying Indonesia&amp;#39;s government bonds? &lt;a href="https://t.co/DYR8RKy9ZC"&gt;pic.twitter.com/DYR8RKy9ZC&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;mdash; 🐦 (@dionbisara) &lt;a href="https://twitter.com/dionbisara/status/1902324760702546012?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;March 19, 2025&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Yaudah demikian dulu. Mudah-mudahan kita selalu dalam kondisi yang baik-baik saja. Jangan lupa
kalau mau diskusi ya.&lt;/p&gt;
&lt;div class="footnotes" role="doc-endnotes"&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li id="fn:1"&gt;
&lt;p&gt;Ekonom, terutama ekonom makro, biasanya akan mengatakan bahwa indikator untuk individual firms tidak berlaku untuk negara. Hal ini gak salah sih, tapi debatnya tidak sederhana, terutama sejak inflasi AS kemaren post-COVID-19 &amp;amp; Trade War. Isu ini akan saya kesampingkan dulu karena nanti blogpostnya jadi kemana-mana.&amp;#160;&lt;a href="#fnref:1" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li id="fn:2"&gt;
&lt;p&gt;Mauro, P., Romeu, R., Binder, A., &amp;amp; Zaman, A. (2015). A modern history of fiscal prudence and profligacy. Journal of Monetary Economics, 76, 55-70.
&amp;#160;&lt;a href="#fnref:2" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Permasalahan di APBN Kita</title><link>https://www.krisna.or.id/event/dpr/</link><pubDate>Fri, 09 May 2025 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/dpr/</guid><description/></item><item><title>Trump Tariff dan Industri Otomotif Indonesia</title><link>https://www.krisna.or.id/event/atc/</link><pubDate>Wed, 07 May 2025 13:30:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/atc/</guid><description/></item><item><title>Mengecek data tingkat pengangguran terbuka BPS</title><link>https://www.krisna.or.id/post/indahg/</link><pubDate>Sat, 18 Jan 2025 14:06:59 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/indahg/</guid><description>&lt;p&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya dan mas Anton diundang tim Indah G Show ngobrol-ngobrol di platform tersebut. Di situ sih kami ngobrol-ngobrolnya santai ya dan mostly spontan karena impromptu. Sayangnya, di event ngobrol santai / spontan gini, seringkali saya tidak begitu hapal data, dan kesempatan untuk ngecek data tentu saja tidak ada atau setidaknya akan merusak momen gitu, agak beda dengan ngobrol di twitter yang tidak langsung / tidak tatap muka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, salah satu momen ini adalah ketika kami ngomongin soal tingkat pengangguran (unemployment rate). Waktu itu (waktu itu tapingnya kalo tidak salah bulan Oktober apa November gitu ya, 2024) berita tentang deflasi dan pengangguran sedang marak, dan sedang ramai dikatakan bahwa pengangguran lagi banyak. Saya mengatakan bahwa tingkat pengangguran ketika itu mungkin tidak berbeda jauh dari sebelum-sebelumnya. Nah kebetulan saya ngomong bahwa tingkat pengangguran setiap daerah bisa saja berbeda. Sayangnya ngecek angka pengangguran berbagai provinsi butuh sedikit waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah sekarang saatnya mengecek data itu. Jadi saya mengatakan bisa jadi pengangguran tidak lebih tinggi dari biasanya di 2024, dan saya bilang bisa saja di Aceh tinggi tapi di Jakarta rendah, so it&amp;rsquo;s not so bad (or at least not worse than typical).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk mengeceknya saya menggunakan tabel &lt;a href="https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTQzIzI=/tingkat-pengangguran-terbuka-menurut-provinsi--persen-.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;tingkat pengangguran terbuka menurut provinsi&lt;/a&gt; dari BPS. BPS menggunakan survey Sakernas yang dilakukan di 2 bulan yang berbeda yaitu Februrari dan Agustus. Saya coba plot 10 tahun terakhir, masing-masing di Februari dan Agustus. Saya ambil beberapa provinsi aja, yaitu Aceh dan Jakarta (karena 2 daerah tersebut saya sebut di podcast), lalu Yogyakarta, Bali dan Maluku Utara (ga ada alasan khusus). Datanya ada di bawah ini.&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;seaborn&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;sns&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;matplotlib&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;plt&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;pandas&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;pd&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;pd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;read_excel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;ur.xlsx&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;feb&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;query&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;bulan==&amp;#39;Februari&amp;#39;&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;aug&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;query&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;bulan==&amp;#39;Agustus&amp;#39;&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;sns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lineplot&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;feb&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;tahun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;ur&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;hue&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;daerah&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;palette&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Paired&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;sns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;move_legend&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;loc&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;lower right&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;bbox_to_anchor&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;1.35&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;.5&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;))&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;set&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;xlabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ylabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Tingkat pengangguran (%)&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;tingkat pengangguran tahunan bulan Februari&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;[Text(0.5, 0, ''),
Text(0, 0.5, 'Tingkat pengangguran (%)'),
Text(0.5, 1.0, 'tingkat pengangguran tahunan bulan Februari')]
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="png"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_3_1_hu_469d60219b36cf62.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_3_1_hu_c99a6c1e90df6085.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_3_1_hu_cae202865540f9e3.webp 729w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_3_1_hu_469d60219b36cf62.webp"
width="729"
height="433"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;sns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lineplot&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;aug&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;tahun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;ur&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;hue&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;daerah&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;palette&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Paired&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;sns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;move_legend&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;loc&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;lower right&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;bbox_to_anchor&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;1.35&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;.5&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;))&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;set&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;xlabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ylabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Tingkat pengangguran (%)&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;tingkat pengangguran tahunan bulan Agustus&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;[Text(0.5, 0, ''),
Text(0, 0.5, 'Tingkat pengangguran (%)'),
Text(0.5, 1.0, 'tingkat pengangguran tahunan bulan Agustus')]
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="png"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_4_1_hu_5a942ccc839051c6.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_4_1_hu_c168fef3a7efa29.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_4_1_hu_2d3c8fece5ce1bc3.webp 729w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_4_1_hu_5a942ccc839051c6.webp"
width="729"
height="433"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Obviously 2020 ada pandemi COVID-19 sehingga tingkat pengangguran langsung melonjak. Bali dan Jakarta mengalami problem yang jauh lebih tinggi dari daerah lain dan nasional (garis merah), sangat wajar mengingat 2 daerah ini sangat tinggi sektor jasa-nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Secara keseluruhan, bisa kita lihat bahwa 2024 Agustus dan Februari, tingkat pengangguran sudah mulai kembali ke tren awal. Di samping itu, Jakarta selama ini memang memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, di atas rata-rata nasional, seperti halnya Aceh. Bahkan bisa dikatakan Jakarta seringkali lebih tinggi tingkat penganggurannya dibanding Aceh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Singkatnya:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;(1) kemungkinan tingkat pengangguran memang tidak lebih buruk seperti yang di berita-berita, karena sudah mendekati tren 10 tahun terakhir, dan generally membaik sejak dikacaukan COVID. (2) Jakarta memiliki tingkat pengangguran yang setara dengan Aceh, dan tingkat pengangguran keduanya berada di atas rata-rata nasional.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Penting juga untuk diingat bahwa angka pengangguran saja tidak cukup untuk melakukan analisis terhadap lapangan kerja karena banyak indikator lain yang juga perlu diperhatikan. Pertama adalah pentingnya mengetahui &lt;strong&gt;jumlah angkatan kerja&lt;/strong&gt;, yang bisa saja naik karena berbagai faktor (misalnya orang yang biasanya lanjut kuliah memutuskan tidak kuliah sehingga masuk angkatan kerja), atau bahkan turun (saking desperate-nya ga dapet kerja, sehingga memutuskan nyerah nyari kerja dan memilih nganggur). Berapa &lt;strong&gt;jam kerja&lt;/strong&gt;-nya (orang bekerja menurut BPS adalah jika kerjanya setidaknya 1 jam seminggu. jadi bisa saja masih kerja tapi jam kerjanya berkurang, yang menunjukkan lesu-nya pasar tenaga kerja). Dan yang terpenting adalah berapa &lt;strong&gt;upah&lt;/strong&gt; yang dibayarkan untuk jam kerja tersebut. Saya pernah bahas sedikit tentang potensi dampak UMK ke pasar tenaga kerja di &lt;a href="https://www.krisna.or.id/post/umk/" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan kata lain, sangat mungkin tingkat pengangguran tidak berbeda jauh, tapi sebenarnya yang terjadi adalah pengurangan jam kerja atau upah. Ini tuh mirip dengan harga &lt;em&gt;snack&lt;/em&gt; gak turun tapi isinya berkurang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;So yeah, menganalisis pasar tenaga kerja tidak semudah itu, makanya di kami ekonom pun bahkan pasar tenaga kerja bisa menjadi sebuah spesialisasi sendiri. Mudah-mudahan bapak ibu dan teman-teman lebih kritis ke depannya jika melihat angka-angka ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;BTW, BPS mulai banyak diseminasi data soal upah, sebuah progres yang sangat perlu diapresiasi. Ini salah satu data soal upah yang ada di &lt;a href="https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTE3MiMy/upah-rata---rata-per-jam-pekerja-menurut-provinsi--rupiah-jam-.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;website BPS&lt;/a&gt;. Oh iya hati-hati juga melihat rata-rata yah karena rata-rata akan di-skew ke kiri dan terinflate oleh orang kaya, to some degree.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mudah-mudahan postingan ini membantu klarifikasi.&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## This is a copilot generated code.&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;pandas&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;pd&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;from&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;io&lt;/span&gt; &lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;StringIO&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;# Tab-delimited data&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;&amp;#34;&amp;#34;daerah&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2016&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2017&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2018&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2019&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2020&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2021&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2022&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;2023
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;ACEH&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;11226&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;13627&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;14809&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;13814&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15065&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;18099&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17037&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;16772&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17585
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;DKI JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17012&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;23181&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;23826&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;25238&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;25236&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;28420&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;30662&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;32685&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;42354
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;DI YOGYAKARTA&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;10440&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;12070&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;12281&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;12554&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;13275&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15771&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15098&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;14916&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;16478
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;BALI&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;11038&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;14852&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15624&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15889&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;16408&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17775&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17662&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;16857&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;18521
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;MALUKU UTARA&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;13607&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15226&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15760&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15864&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17425&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;23338&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;21131&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;18278&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;27078
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;11434&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;14068&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;14731&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15275&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;15823&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17696&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;18089&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;17542&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;19027&amp;#34;&amp;#34;&amp;#34;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;# Use StringIO to read the string data into a pandas dataframe&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;df&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;pd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;read_csv&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;StringIO&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;delimiter&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="se"&gt;\t&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;df_long&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;pd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;melt&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;df&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;id_vars&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;daerah&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;var_name&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;year&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;value_name&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;value&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## Seaborn&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;sns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lineplot&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;df_long&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;year&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;value&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;hue&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;daerah&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;palette&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Paired&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;sns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;move_legend&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;loc&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;lower right&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;bbox_to_anchor&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;1.35&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;.5&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;))&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;ax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;set&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;xlabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ylabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Rp&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Upah per jam, provinsi, Rupiah/jam&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;[Text(0.5, 0, ''),
Text(0, 0.5, 'Rp'),
Text(0.5, 1.0, 'Upah per jam, provinsi, Rupiah/jam')]
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="png"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_6_1_hu_82ae7a8c796f32c7.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_6_1_hu_4f1c9f0781c6a29b.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_6_1_hu_eed6d9658ce4e731.webp 756w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/indahg/index_files/index_6_1_hu_82ae7a8c796f32c7.webp"
width="756"
height="433"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Jumlah kelas menengah Indonesia turun: sebuah alarm tanda bahaya?</title><link>https://www.krisna.or.id/event/tcid/</link><pubDate>Wed, 18 Sep 2024 14:00:00 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/tcid/</guid><description>&lt;p&gt;Saya diundang oleh The Conversation Indonesia untuk membicarakan tentang &lt;a href="https://open.spotify.com/episode/0NhTDAeIbTmlTdjyDcs7AV?si=908aec861266427b" target="_blank" rel="noopener"&gt;tren penurunan kelas menengah&lt;/a&gt;. Kami membahas tentang kenapa hal ini terjadi dan seberapa signifikan implikasinya untuk ekonomi Indonesia. Saya pribadi merasa tren penurunan kelas menengah harus menjadi alarm bagi kita semua hehe&lt;/p&gt;
&lt;iframe style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/episode/0NhTDAeIbTmlTdjyDcs7AV?utm_source=generator" width="100%" height="352" frameBorder="0" allowfullscreen="" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; fullscreen; picture-in-picture" loading="lazy"&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Aman dan Nyaman di Tempat Kerja</title><link>https://www.krisna.or.id/event/icare/</link><pubDate>Tue, 17 Sep 2024 14:00:00 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/icare/</guid><description/></item><item><title>Unbundlling, GVC and TiVA</title><link>https://www.krisna.or.id/event/kemlu/</link><pubDate>Tue, 20 Aug 2024 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/kemlu/</guid><description/></item><item><title>Prinsip realisme ala Mersheimer. Cocok dengan ekonomi?</title><link>https://www.krisna.or.id/post/realism2/</link><pubDate>Sat, 10 Aug 2024 15:02:49 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/realism2/</guid><description>&lt;h2 id="prinsip-realisme-ala-mersheimer"&gt;Prinsip realisme ala Mersheimer&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;gw udah pernah posting tentang realismnya John Mearsheimer di &lt;a href="../realism/"&gt;Post sebelumnya&lt;/a&gt;. Kali ini gw mau ngomongin teori realismnya Profesor Mersheimer dengan lebih eksplisit. Hal ini karena di &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=JXX4TlIAMDc" target="_blank" rel="noopener"&gt;video yang ini&lt;/a&gt;, beliau secara eksplisit memaparkan 5 asumsi dari teori dia, yg menurut gw bikin diskusinya lebih sistematis (bisa liat di mennit 12 di video tadi).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;5 asumsi dasar teori Mersheimer tentang politik internasional:&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;States (negara) adalah otoritas paling tinggi, gak ada lagi di atasnya (anarki).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemampuan militer tiap negara beda-beda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita gak akan pernah tau niat (intensions) dari suatu negara. Gak ada kawan/lawan abadi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan mendasar sebuah negara adalah &lt;em&gt;survival&lt;/em&gt; (bertahan). Jika negara bubar, maka tujuan lain jadi gak tercapai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keputusan yang diambil sebuah negara adalah hasil pemikiran rasional (alias strategis)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;p&gt;5 asumsi ini menurutku udah cukup sederhana tapi sangat pas untuk menggambarkan semua analisis yang beliau utarakan selama ini. Kelimanya dapat dipertimbangkan dan saling terkait. Menurut Pak Jon, kelima asumsi ini lah yang menyebabkan dunia ini jadi dunia yang mengerikan karena tiap negara jadi beradu untuk jadi negara adidaya / negara terkuat. Karena di sistem anarki, satu-satunya jalan untuk menjadi negara yang aman adalah dengan menjadi negara terkuat. Ya karena gak ada institusi di atas negara yang bisa kita andalkan untuk menolong kita. Kita mungkin bisa punya teman, tapi ya teman punya keterbatasan juga. Lihat Myanmar pas kudeta militer, atau Filipina ketika digangguin China. Sapa yang bantuin? ASEAN? Lol.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Tuhan hanya membantu umatnya yang berusaha&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="hubungan-dengan-asumsi-mikro"&gt;Hubungan dengan asumsi mikro&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Buat ekonom, asumsi model di atas sebenernya gak begitu sulit dicerna. Hal ini terutama karena kami belajar hal yang serupa di mikro dan makro. Well, terutama di mikroekonomi sih. Prinsip dasar dalam ekonomi mikro adalah &lt;a href="https://web.stanford.edu/~jdlevin/Econ%20202/Consumer%20Theory.pdf" target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;em&gt;consumer problem&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;consumer theory&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; yang juga memerlukan pendahuluan berupa asumsi. Kalo di teori konsumen, asumsinya biasanya adalah setiap orang memaksimalkan konsumsinya sendiri. Asumsi ini mirip dengan asumsi 4 dari teori Mersheimer. Orang (dan juga negara) gak peduli-peduli amat dengan keberlangsungan orang lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, pas calon ekonom mulai belajar &lt;a href="http://www.econ.ucla.edu/riley/17MAE/Reading/EMChapter3.pdf" target="_blank" rel="noopener"&gt;Walrasian Equilibrium&lt;/a&gt;, barulah kita belajar beberapa asumsi baru. Walrasian equilibrium ini melibatkan lebih dari 1 orang. Apa yang terjadi kalau sebuah ekonomi terdiri dari 2 orang? Walrasian equilibrium mengatakan, pareto optimal dapat tercapai jika kita biarkan kedua orang ini berdagang antar mereka, tanpa perlu ada campur tangan pihak manapun yang lebih tinggi hirarkinya dari mereka. Dengan kata lain, dalam anarki pun, dua orang ini akan dapat mencapai kebahagiaan ekstra tanpa merugikan pihak lain hanya dengan berdagang. Gak perlu ada &lt;em&gt;central planner&lt;/em&gt; seperti negara untuk mendikte apa yang harus dilakukan 2 orang ini. Kita belajar ini semua di tahun pertama kuliah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lho, di dunia &amp;ldquo;anarki&amp;rdquo; yang digambarkan Walrasian itu, semua orang bahagia. Tapi di dunia anarki-nya John Mersheimer kok hasilnya gloomy?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Walrasian Equilibrium ini hadir dalam dunia yang indah. Beberapa asumsi sebenernya terlanggar di dunia nyata, yang oleh John Mersheimer sudah diaddress. Asumsi pertama yaitu di mikroekonomi, masih ada institusi yang lebih kuat dari pribadi. Institusi tersebut adalah negara. Ya sebenernya jika kita hanya peduli konsumsi diri sendiri, maka cara yang lebih baik dari berdagang adalah dengan merampok pihak lainnya itu. Di dunia walrasian, perampokan, atau &amp;ldquo;pertukaran yang gak adil&amp;rdquo; ini akan diblok oleh pihak yang dirugikan. Tapi kalo yang rampok lebih kuat, emang bisa ngebloknya? wkowkokw. Tentu di walrasian ada negara. ada polisi, yang melindungi hak-hak dasar masyarakatnya. Dengan kata lain, adanya aktor yang lebih kuat ini (yang diasumsikan bertugas menjaga keamanan dan ketertiban) melanggar asumsi no.1 nya John Mearsheimer.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua, di walrasian ada perfect/complete information. Kita tau pasti intensi tetangga kita, barang apa yang mereka punya, dan kualitas barang tersebut. Ga perlu khawatir kena tipu, karena semua info terpampang, semua intensi jelas. Di ekonomi tentunya nanti belajar &lt;em&gt;asymmetric information&lt;/em&gt; dan ini bikin outcome pasar jadi gak optimal (artinya ini melanggar ekuilibrium walrasian). Biasanya, informasi model gini juga adalah sesuatu yang seringkali diintervensi oleh negara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan ketiga, adalah asumsi &lt;em&gt;price taker&lt;/em&gt;. Alias, semua orang merupakan remah-remah rengginang dibandingkan dengan besarnya pasar. Ga ada yang bisa mendikte pasar. Tentu saja ini melanggar asumsi no.2 John Mearsheimer di mana ada negara yang kuat dan ada yang negara lemah. Asumsi ini juga diaddress di semester berikutnya sih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada prinsipnya, kalo semua asumsi di Walrasian ini kita relaksasi demi mengakomodir dunia nyata, maka outcomenya akan sama dengan thesis John Mearsheimer: dunia ini adalah tempat yang kejam. Anarki adalah tempat yang kejam. Baik ekonom maupun realis tau hal ini. Bedanya, ekonom ada di posisi yang lebih baik: kita masih punya negara. Kita masih punya institusi yang lebih tinggi dari semua masyarakat, yang berpotensi mengkoreksi semua kegagalan pasar seperti di atas. Ekonom tidak benar-benar beroperasi di dunia anarki karena kebijakan negara bisa mempengaruhi pasar. Buat politik internasional, opsi kebijakan yang mempengaruhi dunia mungkin nggak se-&lt;em&gt;feasible&lt;/em&gt; ekonom. &lt;em&gt;Well at least as long as economists are being heard, which not always the case&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Realism vs pareto efficient outcome in economics</title><link>https://www.krisna.or.id/post/realism/</link><pubDate>Sat, 10 Aug 2024 15:02:49 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/realism/</guid><description>&lt;h2 id="realism-vs-pareto-optimality"&gt;Realism vs pareto optimality&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sejak kejadian di Ukraina dan Palestina, saya makin sering ngikutin John Mearsheimer, seorang profesor di politik internasional. Beliau adalah seorang &amp;lsquo;realist&amp;rsquo;. Jadi di internasional politik tuh ada beberapa mahzab gitu, yg mana gw gak ngerti-ngerti banget ha ha ha. Tapi yang jelas, kata Pak John, &amp;lsquo;realism&amp;rsquo; ini intinya adalah hal yang penting dalam hubungan antar-negara adalah &lt;em&gt;relative power&lt;/em&gt;. Alias, yang penting adalah seberapa kuat negara kita dibanding negara tetangga. Hal ini muncul karena adanya keyakinan bahwa di atas negara, tidak ada institusi yang lebih tinggi yang akan melindunginya jika diserang oleh negara lain. Karena itu, negara kita harus lebih kuat dibanding yang lain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penekanannya di sini adalah ada di kata &amp;lsquo;relatif&amp;rsquo;. Dengan kata lain, gapapa kita ga terlalu kuat, asalkan yang lain tuh jauh lebih lemah daripada kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal ini jadi menarik bagi ekonom karena ilmu ekonomi arusutama (&lt;em&gt;mainstream&lt;/em&gt;) itu biasanya diajarin di awal-awal soal &lt;em&gt;Pareto Optimality&lt;/em&gt;. Pareto optimality ini intinya adalah sebuah hasil dari pertukaran/perdagangan/aktivitas ekonomi secara umum itu akan terjadi selama ada setidaknya 1 pihak yang dapat pendapatan lebih tanpa mengurangi pendapatan pihak lainnya. Hal ini muncul dari settingan model di mana sebuah entitas (bisa orang, bisa negara) itu beraktivitas hanya dengan memperhitungkan dirinya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal ini menghasilkan argumen bahwa jika membiarkan setiap orang mengoptimalkan keputusannya berdasarkan kebahagian pribadi, maka hasil akhirnya adalah dunia yang lebih baik karena outcomenya sudah pasti pareto optimal, alias ga akan ada yang rugi tapi mungkin ada segelintir yang dapat ekstra income. Kalau misalnya ada 100 orang yang kita biarkan beraktivitas dengan mempertimbangkan dirinya sendiri, dan ada 50 orang yang pendapatannya naik sementara 50 lainnya tidak berkurang, maka total pendapatan 100 orang ini (alias PDB) akan naik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Catat bahwa &amp;ldquo;mempertimbangkan dirinya sendiri&amp;rdquo; ini jelas berlawanan dengan &amp;ldquo;relatif&amp;rdquo; dalam mahzab realisme ala Professor Mersheimer. Mempertimbangkan diri sendiri nih berarti kan cuma mikirin apakah diri saya tambah kaya atau engga, bukan memikirkan apakah saya tambah kaya lebih banyak DARIPADA tetangga saya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="contoh"&gt;Contoh&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Jadi nih misalnya anda dan tetangga anda sama-sama punya duit 10 juta. Tetangga anda nawarin proyek senilai 10 juta, di mana tetangga anda akan menyewa tenaga anda senilai 1 juta, sisanya buat tetangga anda sebagai yang nyari proyek. Jika anda setuju dengan transaksi ini, anda tambah kaya 1 juta, sementara tetangga anda tambah kayanya 9 juta. Anda ambil gak?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mahzab &amp;ldquo;pareto optimality&amp;rdquo; bilang transaksi ini bagus-bagus aja karena anda tambah kaya 1 juta dibandingkan ketika anda tidak transaksi. Mahzab &amp;ldquo;realisme&amp;rdquo; akan bilang hal ini belum tentu baik, karena hal ini mengakibatkan anda jadi punya uang 11 juta, sementara tetangga anda punya uang 19 juta, nyaris 2x lebih kaya dari anda. Tadinya kekayaan kalian berdua sama, sekarang jadi beda. enak aja lu harus julid dong! Kita harus iri dengki dengan orang yang lebih kaya dari kita!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal ini bisa lebih jauh lagi kita elaborasi karena dalam mahzab pareto optimality, seseorang tidak akan mengambil keputusan yang merugikan dirinya sendiri. Tapi bagi realisme, seseorang bisa saja mengambil keputusan tersebut, asalkan tetangganya rugi lebih banyak daripada dia. Inilah alasan kenapa AS membatasi penjualan modal semikonduktor ke China. Tidak hanya kebijakan ini bikin AS keluar duit, AS-nya sendiri rugi karena AS sendiri menjual berbagai sumber daya buat dipake bikin semikonduktor, dan mereka sendiri beli barang-barang yang pake semikonduktor. Tapi gpp mereka rugi, asalkan China rugi lebih gede lagi!&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="implikasi"&gt;Implikasi&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Para ekonom memodelkan keputusan optimal seseorang berdasarkan utilitas. Pareto optimal bilang, utilitas seseorang hanya bergantung pada konsumsi pribadi, bukan konsumsi tetangganya. Tapi kata realism, kita harus peduli dengan konsumsi tetangga. Kenapa? Jawabannya adalah karena ada eksternalitas. Bagi realism, kalau tetangga kita tambah kaya 10 juta dan kita cuma tambah kaya 1 juta, nanti dia bisa beli senapan sementara kita cuma bisa beli golok. Karena itu, kita harus senantiasa waspada dan julid pada tetangga kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kembali ke skenario tetangga julid, di tataran tetangga, skenario bahwa kita akan diinvasi oleh tetangga kita sangat kecil kemungkinannya terjadi. Hal ini karena ada entitas di atas pribadi yang akan melindungi kita jika tetangga berbuat jahat. Teorinya sih entitas tersebut adalah negara. Inilah alasan kenapa kita punya polisi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi di tataran negara, gak ada entitas yang lebih tinggi dari negara yang akan melindungi negara kita jika kita diserang negara lain. Itulah sebabnya, menurut profesor Mersheimer, jaman dulu (sekitar 80an akhir, 90an, 2000an) liberalisme dan demokrasi bisa maju ke mana-mana. Sebabnya adalah karena entitias no.1 itu adalah Amerika Serikat. Di jaman dulu, jaman yang disebut pak John sebagai &amp;lsquo;unipolar moment&amp;rsquo;, gak ada entitas yang lebih tinggi dari AS. semua orang takut sama AS. AS abis itu bikin NATO kan. Entitas inilah yang menjadi pelindung negara anggotanya. Polisi itu adalah AS.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang? AS melemah RELATIF terhadap negara lain. PDB AS dibanding global terus berkurang, tentu karena pertumbuhan ekonomi negara lain (Rusia dan terutana China) yang terus naik. Kemampuan manufaktur (yang menjadi proksi kemampuan bikin persenjataan) terus berkurang di AS. Unipolar ini sedikit demi sedikit terkikis, dan kita memasuki momen &amp;lsquo;multipolar&amp;rsquo;. Polisi dunia itu tidak lagi sekuat dulu. Di situasi seperti ini, mahzab realisme akan kembali &lt;em&gt;mainstream&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentunya di ilmu ekonomi, pareto optimality sendiri kemudian dijabarkan lebih jauh kelemahannya dan kita terus menguatkan model yang ada di sini. Pareto optimal ini model yang sangat simpel dan cocok buat dijelaskan sebagai framework berpikir buat mahasiswa (mirip kayak simplifikasi beban di teknik sipil pas semester 1). Tapi kadang saya sering aja gitu ketemu orang yang masih pake ini buat bicara hal-hal serius. Jaman sekarang, masukin eksternalitas (dan assumption violation lain) ke dalam model udah bukan hal yang asing soalnya. Jika anda ekonom, maka hal ini harus selalu diingat!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;2, dunia ini dijalankan bukan (hanya) oleh ekonom. Tentu saja akan banyak keputusan-keputusan politik yang mempertimbangkan hal-hal di luar efisiensi ekonomi. Jadi ya tidak perlu marah-marah jika gapermen melakukan kebijakan yang tidak sesuai dengan efisiensi ekonomi karena ada tujuan lain yang mungkin lebih penting. Tapi emang aneh sih kalo ada pemimpin yang bilang dia mementingkan ekonomi tapi menelurkan kebijakan-kebijakan yang gak masuk akal secara ekonomi wkwkw.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lho tumben ada tukang baso di depan. Gw beli baso dulu ya bye guys!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;eh btw ini postingan part 2 tentang realism bisa klik di &lt;a href="../realism2/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Ngomentarin Menkes di podcast Akbar Faizal Unensored</title><link>https://www.krisna.or.id/post/bgs/</link><pubDate>Mon, 22 Jul 2024 15:02:49 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/bgs/</guid><description>&lt;p&gt;Beberapa lama ini beredar karena Kemenkes mau mengizinkan dokter asing masuk ke Indonesia. Kebetulan saya dapet tautan &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=9Cln1QAMBzU" target="_blank" rel="noopener"&gt;wawancara/podcast&lt;/a&gt; Budi Gunadi Sadikit (BGS) di acara Akbar Faisal Uncensored.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dokter asing yang diizinkan masuk adalah dokter spesialis. Alasannya karena dokter spesialis sangat kurang. Output pendidikan untuk dokter spesialis sangat tinggi. Menkes sempat terbentur kewenangan menteri Nadiem (Dikti), bahwa fakultas kedokteran sempat dimoratorium padahal outputnya belum bisa memenuhi kebutuhan Indonesia. Menurut Menkes, dia udah memenuhi kekurangan alat dan fasilitas, tapi ternyata dokternya gak ada. Ini masalah yang pernah gw bahas juga waktu nulis &lt;a href="../covtrade.md"&gt;tentang COVID&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Liat di grafik di bawah ini yg gw ambil dari our world in data. Bener, jumlah dokter di Indonesia dikit banget, mungkin kalo bicara spesialis, lebih parah lagi dari ini.&lt;/p&gt;
&lt;iframe src="https://ourworldindata.org/grapher/physicians-per-1000-people?tab=chart&amp;time=2010..latest&amp;facet=none&amp;country=BGD~BRA~OWID_WRL~IDN~SGP~MYS~THA~VNM" loading="lazy" style="width: 100%; height: 600px; border: 0px none;" allow="web-share; clipboard-write"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p&gt;Emang kekurangan dokter ini udah dariiiiiiiiiiii dulu jadi masalah. Temen-temen yang fokus riset di development, terutama health econ, selalu bahas ini wkwk. Dan problemnya banyak, ga cuma alat per pasien tapi juga nakes per pasien! Investasi RS perlu, tapi ultimately&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembicaraan pindah ke infrastruktur: pemerataan alat alkes. 3200 RS di kabupaten kota, cuma 300 yg punya alat mamografi katanya. buset. Dan dia bahas juga kekurangan alat-alat lain seperti alat yang bantu screen pencegahan stroke. Tonton sendiri deh buat detilnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, bahas infrastruktur tentunya Tata kelola pengadaan alkes bakal disebut2. wk wk wk. muncul e-katalog, bahwa e-katalog lebih mahal daripada alkes di tempat lain. Sayang sekali BGS ga sebut-sebut soal TKDN, bahwa e-katalog ini harus punya TKDN. Padahal dia ekonom ya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi kemudian dia bilang tentang harga obat secara umum ,gak cuma yang dibeli pemerintah pake APBN lewat e-catalogue. Harga obat di Indonesia katanya bisa sampe 2-3x lipat. Gak mungkin cuma dari pajak, karena pajak doang ga akan sampe setinggi itu bedanya. Pasti ada masalah di industri, yang sayangnya nggak dielaborasi lebih jauh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pembicaraan beralih ke prioritas. Prioritas harus diberikan ke puskesmas. menarik. Puskesmas ga rame, tapi dokter asing rame karena mempengaruhi elit. Puskesmas cuma ada 20an% yang punya USG, screening stunting sesimpel bagi-bagi timbangan ke seluruh puskesmas. Menurut BGS, selama ini dia fokusnya malah ke puskesmas, sesuatu yang paling diperlukan buat masyarakat. Tapi yang rame kok malah soal dokter asing, sesuatu yang ada di dalam kepentingan &amp;ldquo;elit&amp;rdquo;, yang kayaknya sepertinya yang dia maksud adalah IDI dan beberapa dokter.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;DIa juga bilang bahwa kita ga perlu regulasi baru. Infrasturktur legislasi saat ini sudah bisa macem-macem, misalnya BPOM perlu regulasi baru untuk naikin akuntabilitas apa engga, ternyata nggak juga. Yang ada aja diperkuat eksekusinya karena BPOM udah relatif otonom dan bisa diawasi BPK.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gak perlu regulasi baru (cukup benerin eksekusinya) dan memulai preventif dari puskesmas adalah dua hal yang gw juga percaya, jadi at least di dua hal ini dia bicara hal yg gw sepakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Si Pak Menteri bisa jawab sampe detil, seperti misalnya permasalahan pengangkatan bidan yang diangkat oleh Rieke Pitaloka di acara yang sama sebelumnya. Juga bisa menjelaskan masalah di obat-obatan, obat apa yang gratis untuk penyakit apa, mengingat dia bukan dokter sih ini udah oke banget menurut gw. Gw pernah liat yang jauh lebih parah daripada ini. Jawaban-jawaban yang cukup detil ini biasanya nunjukin bahwa dia beneran kerja, at least pas lagi bahas masalah, dia beneran banyak dengerin dan pahamnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tonenya BGS sepanjang podcast ini mirip banget sama beberapa isu di AS juga: elit vs masyarakat umum. BGS sepertinya beberapa kali menempatkan konsorsium dokter / IDI / subset dokter lainnya (dokter twitter? haha) bahwa kelompok inilah elitnya. Kelompok elit ini lebih suka membela kepentingan sendiri, dan ultimately membatasi dan mengontrol siapa yang bisa gabung ke klub mereka jelas ada di dalam kepentingan mereka. Ini mirip dengan masalah &amp;ldquo;guild&amp;rdquo; di eropa tahun 1400an, dan elit Amerika Serikat saat ini yang dibahas di buku &lt;a href="https://www.sixfacesofglobalization.com/" target="_blank" rel="noopener"&gt;&amp;ldquo;Six Faces of Globalization&amp;rdquo;&lt;/a&gt; karya Roberts dan Lamp. Emang iya ya IDI atau sejenisnya kayak begitu kenyataannya?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah next-nya ditease Azwar Anas, menterinya para PNS. seru nih kalo dia mau dateng. gw pasti nonton episode ini wkwk karena ini akan ngaruh ke semua profesi ASN, termasuk guru, dosen dan nakes.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Overall, menurut gw penjelasan BGS cukup lumayan banget sih. Gw juga suka build-up pak Akbar Faizal. Ga semua isi podcastnya gw bahas di tulisan ini, dan harap diingat gw bukan praktisi kesehatan jadi mungkin ada yang miss dari komentar gw. Kalo emang anda tertarik di isu-isu kesehatan seperti preventif di puskesmas, kedatangan dokter asing, dan sejenisnya, sebaiknya nonton langsung full bisa liat di sini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gimana? Ada yg saya miss? Komen aja ke twitter ku nanti kita bisa ngobrol2.&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/9Cln1QAMBzU?si=Q1GMaUfY_-BZleVO" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Permasalahan neraca pembayaran bukan (hanya) gara-gara perdagangan</title><link>https://www.krisna.or.id/post/macrotrade/</link><pubDate>Thu, 18 Jul 2024 15:02:49 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/macrotrade/</guid><description>&lt;p&gt;Sebagai orang yang lama berkecimpung di bidang perdagangan dan industrialisasi, saya tumbuh dengan pandangan bahwa &lt;em&gt;comparative advantage is everything&lt;/em&gt;. Jika ekspor kita untuk sebuah barang, misalnya komputer, itu kecil atau bahkan net impor, artinya kita tidak pintar membuat barang itu. Alias, keunggulan komparatif bangsa Indonesia bukan di komputer. Akibatnya kita membuat ekspor menjadi indikator penting akan keunggulan kita dalam industrialisasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja ini tidak salah. &lt;em&gt;Comparative advantage&lt;/em&gt; ini emang alasan yang sangat kuat untuk berdagang, dan alasan utama kenapa 9 dari 10 pintu rejeki ada di perdagangan he he he. Itu pula alasan kenapa saya jadi dosen, dan bukan profesi lain: saya akan bisa bepunya beras lebih banyak jika saya kerja jadi dosen daripada saya jadi petani. Saya harap pemerintah bisa lebih paham hal sederhana seperti &lt;em&gt;comparative advantage&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi model yang menjelaskan &lt;em&gt;comparative advantage&lt;/em&gt; punya asumsi tersendiri yang belum tentu benar di dunia nyata. Sebagai lulusan S2 ekonomi waktu itu, hal ini tentu saja sesuatu yang sudah jelas, tapi pemahaman saya masih kurang untuk menghubungkan ini dengan makro keseluruhan. Saya baru bener-bener ngerti setelah mengikuti Michael Pettis dari Peking University. Prof. Pettis menjelaskan dengan konsep yang sangat-sangat basic, yaitu &lt;em&gt;accounting identity&lt;/em&gt;. Simpel aritmatika yang kita semua udah belajar di S1: the infamous $Y=C+I+G+(X-M)$.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Intinya adalah &lt;em&gt;current account&lt;/em&gt;, atau neraca pembayaran, itu harus selalu seimbang. Jika dia surplus atau defisit, maka dia akan diseimbangkan oleh &lt;em&gt;financial account&lt;/em&gt;. Dengan kata lain, jika ada ketidakseimbangan / &lt;em&gt;imbalance&lt;/em&gt; di neraca finansial, neraca pembayaran akan menyeimbangkannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Salah satu asumsi yang ada di model &lt;em&gt;comparative advantage&lt;/em&gt; yang paling primitif (maksudnya tentu saja Ricardian, model yg pertama kali anda pelajari di S1 ekonomi internasional) adalah bahwa &lt;em&gt;current account&lt;/em&gt;=0. Dengan kata lain, di model tersebut, ekspor = impor, which implies saving = investment.&lt;/p&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;counterbalance&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Condition&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Sustainability&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Increase in productive investment&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Happen if there&amp;rsquo;s not enough domestic saving&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;sustainable&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Rising inventories&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;keep production even if there&amp;rsquo;s no demand&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;not sustainable&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Increase in speculative investment&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;lots of saving, not enough project to fund. money move to funny projects like &lt;del&gt;new capital city&lt;/del&gt; crypto&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;not sustainable&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Linear changes in consumption&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;consumption rise with income 1 to 1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;sustainable but unlikely&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Increase in credit-financed consumption&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;HH feels wealthier amid higher asset prices, fund consumption with debt&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;not sustainable&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Increase in unemployment&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;When Q&lt;sup&gt;S &amp;gt; Q&lt;/sup&gt;D, firms reduce capacity -&amp;gt; fire workers&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;sustainable&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;From Pettis (2013)&lt;sup id="fnref:1"&gt;&lt;a href="#fn:1" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div class="footnotes" role="doc-endnotes"&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li id="fn:1"&gt;
&lt;p&gt;Pettis, M. (2013). The Great Rebalancing: Trade, Conflict, and the Perilous Road Ahead for the World Economy. Princeton University Press.&amp;#160;&lt;a href="#fnref:1" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Video Games</title><link>https://www.krisna.or.id/hobby/game/</link><pubDate>Sun, 26 May 2024 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/hobby/game/</guid><description>&lt;p&gt;Saya sudah mulai jarang main video games. Saat ini, ada 3 game yang masih saya mainkan sampai sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Guild Wars 2.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Monster Hunter Wilds.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mobile Legends: Bang Bang.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h2 id="guild-wars-2"&gt;Guild Wars 2&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dari dulu saya seneng main game MMORPG. Guild Wars 2 adalah satu yg masih saya mainin sampe sekarang. Saya main game ini udah lama banget, kayaknya sejak saya kuliah S2. Mainnya on/off gitu, dan karena game ini ga punya vertical progression, game ini enak banget buat main santai dan on/off. I main mesmer, mostly ngerjain konten PvE.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya main di regional America di server Dragonbrand. Hit my id at Madboy.6804&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="monster-hunter-wilds"&gt;Monster Hunter Wilds&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Game yang baru keluar, saya emang penggemar Monster Hunter dari dulu. Mainly pake insect glaive dan bow, tapi juga suka pake long sword. Saya diracunin kolega PhD saya orang Filipina dulu waktu Monster Hunter World keluar. Makanya pas Wilds nongol, auto beli. Cuma saya sama temen pinoy sama malah sama-sama sibuk belakangan ini jadi ga pernah main bareng ha ha ha.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anyway, username MadtriX dan hunter ID 3L49L6V4&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="mobile-legends-bang-bang"&gt;Mobile Legends: Bang Bang&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sebagai mantan pemain DotA, kayaknya udah wajar saya akhirnya main ini. Lagi, Saya mainnya suka on/off. mostly main support/roamer. Kadang-kadang ngisi lane lain tapi yang jelas ga bisa asasin dan jungle.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;add my id 242310541&lt;/p&gt;</description></item><item><title>The trade balance and why we can't buy nice things</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/jakpos3/</link><pubDate>Mon, 20 May 2024 15:01:51 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/jakpos3/</guid><description/></item><item><title>Laporan World Bank terbaru tentang peran perdagangan internasional dan transisi hijau di Indonesia</title><link>https://www.krisna.or.id/post/greenwb/</link><pubDate>Thu, 18 Jan 2024 15:02:49 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/greenwb/</guid><description>&lt;p&gt;Pada tanggal 18 Januari 2024 saya berkesempatan menghadiri acara gabungan Kementerian Perdagangan dengan The World Bank. Tema acaranya yaitu “Trading Towards Sustainability: The Role of Trade Policies in Indonesia’s Green Transformation”. Panjang yah. Tapi dari judulnya bisa diketahui bahwa temanya lebih ke bagaimana kebijakan perdagangan memfasilitasi &lt;em&gt;green transition&lt;/em&gt; di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara ini bisa dibilang mempromosikan laporan terbaru World Bank tentang kebijakan perdagangan Indonesia. Si report ini membahas tentang perdagangan Indonesia di barang yang dikategorikan sebagai “green goods”, yaitu barang-barang yang diperlukan untuk melakukan transisi hijau seperti kendaraan listrik, panel surya, dan barang modal dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat barang-barang tersebut. Laporannya sendiri bisa didownload di &lt;a href="https://www.worldbank.org/en/country/indonesia/publication/green-trade" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Laporan ini dipresentasikan langsung oleh &lt;em&gt;lead author&lt;/em&gt;-nya, Angela Montfaucon. Menurut bu Angela, impor diperlukan untuk mempercepat adopsi namun juga menumbuhkan industri hijaunya, karena impornya sangat banyak di barang modal. Indonesia perlu mengurangi tarif dari barang-barang hijau ini. Lebih penting, Indonesia perlu mendorong harmonisasi dan kebijakan non-tariff / non-tariff measures (NTM) tidak hanya domestik, namun juga regional dan bahkan global. Hal ini penting untuk membantu Indonesia meningkatkan akses pasar ke negara-negara maju yang rela bayar mahal untuk produk-produk dengan label “hijau”.
Laporan ini bisa banget jadi pintu masuk penelitian orang-orang yang berkeinginan meneliti hubungan antara perdagangan internasional, transisi hijau, dan pertumbuhan ekonomi ke depan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah yang menarik, acara ini juga menghadirkan beberapa perwakilan swasta yang bergerak di bidang Industri hijau. Diantaranya adalah Bu Noni dari Bluebird, Pak Suharji dari Amandina Bumi Nusantara (rPET), Bu Candra dari ECADIN (CCS) dan Pak Fajar dari Syntek (konstruksi solar PV). Setiap perwakilan industri ini menceritakan pengalaman mereka berusaha di bidang masing-masing dan permasalahan yang ada.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Amandina Bumi Nusantara mengatakan bahwa perusahaan mereka berhasil menghasilkan recycled PET, botol minum recycle dari PET yang jejak karbonnya lebih kecil. Meski botol-botol ini lebih mahal daripada botol virgin PET, tapi klien mereka (mostly perusahaan ule seperti coca cola) rela bayar mahal.
Bu Candra bilang bahwa Indonesia punya potensi untuk melakukan carbon capture &amp;amp; storage (CCS) partly karena di bumi Indonesia ada banyak space buat nyimpen karbon-karbon tersebut (mungkin maksudnya ruang-ruang bekas fossil fuel dan tambang). Kalo bener seru juga sebenarnya karena artinya kita bisa jualan karbon dari space2 sisa tambang tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terakhir solar PV. Pertumbuhan solar PV di Indonesia sangat cepat, dengan pertambahan kapasitas naik 2x lipat tiap tahun. Namun sayangnya masih jauh di bawah negara-negara seperti Thailand, Vietnam dan India.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut pihak swasta, permasalahan yg utama adalah aturan TKDN dan standar SNI. Pak Ada banyak contoh problem di NTM-NTM ini, tapi saya ingat 1 contoh dari Pak Fajar di industri solar PV. Fajar mencontohkan, untuk dapet sertifikat SNI, ujinya ngantri 1 tahun. Karena teknologi solar PV sangat cepat berkembangnya, kadang setelah sudah SNI, produk tersebut sudah &lt;em&gt;outdated&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yha intinya acaranya seru banget dan saya belajar banyak. Sangat senang saya tu kalo branch di perdagangan internasional masih menarik dan makin seru perkembangannya. Emang sudah saatnya masalah lingkungan ini masuk ke perdagangan internasional dan ekonomi internasional secara umum.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;BTW acara tadi bisa ditonton di &lt;a href="https://bit.ly/m/trading-towards-sustainability" target="_blank" rel="noopener"&gt;Youtube&lt;/a&gt;. Page acaranya ada di &lt;a href="https://www.facebook.com/events/s/peluncuran-laporan-the-role-of/285033014558527/?mibextid=9l3rBW" target="_blank" rel="noopener"&gt;fesbuk.&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Does ASEAN matter? How the summit tackles current challenges</title><link>https://www.krisna.or.id/event/diksippia/</link><pubDate>Sat, 24 Jun 2023 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/diksippia/</guid><description>&lt;p&gt;The audio isn&amp;rsquo;t the best, but the two speakers are audible.&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/co70_3gqekQ" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Public policy analysis: a discussion</title><link>https://www.krisna.or.id/event/cipspolicy/</link><pubDate>Wed, 21 Jun 2023 14:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/cipspolicy/</guid><description/></item><item><title>Compleksitas mengevaluasi kinerja Direktorat Jenderal Agro</title><link>https://www.krisna.or.id/event/agro/</link><pubDate>Fri, 09 Jun 2023 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/agro/</guid><description/></item><item><title>Government Spending dan tingkat ketimpangan</title><link>https://www.krisna.or.id/post/inequality-revenue/</link><pubDate>Mon, 15 May 2023 07:35:08 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/inequality-revenue/</guid><description>&lt;p&gt;Masalah ketimpangan merupakan salah satu masalah yang sangat penting dewasa ini. Tentu anda sering lihat orang-orang membicarakan masalah ketimpangan di media sosial. Baru-baru ini ada akun twitter yang lewat di lini masa saya bilang bahwa di saat banyak orang miskin seperti ini kok bisa-bisanya ada tiket ColdPlay harganya 11 juta?? Laku pula! Ludes des des!!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita bisa argumen lah tentang kesahihan pernyataan si akun twitter yang saya contohkan di atas. Namun kita tidak bisa memungkiri betapa ramainya pembicaraan mengenai ketimpangan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Dulu awal-awal jaman neoliberalisme berjaya (mungkin 80an-90an), studi tentang ketimpangan tidak mendapatkan cukup &lt;em&gt;spotlight&lt;/em&gt; di mata para ekonom yang influensial. Ketimpangan dianggap &lt;em&gt;byproduct&lt;/em&gt; dari ekonomi yang efisien. Di samping itu, untuk negara yang lebih produktif, efisien dan kaya, meratakan ekonomi tentu lebih mudah ketimbang di negara yang miskin. Sekarang tidak lagi. Semakin banyak ekonom yang menyadari pentingnya inequality bahkan ketika negaranya belum kaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi poin bahwa negara kaya lebih mudah mengurangi ketimpangan bisa jadi argumen yang valid. Bagaimanapun juga, masyarakat yang kaya akan belanja lebih banyak dan memutar roda ekonomi bagi yang lain, atau yang disebut &amp;ldquo;trickle-down economics&amp;rdquo; (kita bisa argue againts trickle-down economics. Mungkin di lain postingan).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi yang lebih penting adalah kalau masyarakatnya kaya, maka negara bisa memajaki lebih banyak. Dengan pajak yang lebih banyak, maka uang yang bisa didistribusikan ke masyarakat tidak mampu akan jauh lebih banyak. Ini sebenarnya trickle-down juga, tapi trickle-down yang dipaksa oleh negara. Ini adalah trik yang dipakai negara-negara yang cenderung sosdem dan welfare state. Gara-gara redistribusi ini, ketimpangan dari pendapatan tidak begitu masalah, karena yang pendapatannya tinggi kena pajak lebih tinggi juga, lalu hasilnya dibagi-bagi dalam bentuk bansos, sehingga ketimpangan secara konsumsi dapat ditekan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena itu jelas penting untuk melihat bagaimana pertumbuhan PDB bisa menjadi pajak dan pemasukan negara non-pajak yang tinggi! Bagaimana dengan revenue pemerintah Indonesia dibandingkan dengan negara lain?&lt;/p&gt;
&lt;iframe src="https://data.worldbank.org/share/widget?end=2021&amp;indicators=GC.REV.XGRT.GD.ZS&amp;locations=ID-MY-TH-AU-SG&amp;start=2008" width='450' height='300' frameBorder='0' scrolling="no" &gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p&gt;Hubungan antara ketimpangan dan pendapatan negara sebenarnya bisa dicek. Bahkan mudah dicek karena jaman sekarang kita bisa ambil data dari &lt;a href="https://data.worldbank.org/indicator/GC.REV.XGRT.GD.ZS?end=2021&amp;amp;locations=ID-MY-TH-AU-SG&amp;amp;start=2008" target="_blank" rel="noopener"&gt;World Development Indicators&lt;/a&gt; punya World Bank. Di sini saya coba plot data GINI Ratio dan Government&amp;rsquo;s Revenue dari situ.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;GINI Ratio bernilai 0-100, di mana 0 berarti perfect equality, sementara 100 berarti perfect inequality (ketimpangan paling timpang setimpang-timpangnya). Sementara itu, Government&amp;rsquo;s Revenue diukur berdasarkan % of GDP. Saya ambil dari World Development Indicators, tahun yang saya pakai adalah tahun 2015.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="GINI Ratio vs Government&amp;rsquo;s Revenue"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/inequality-revenue/gini_hu_efd3e2c9a2a6964d.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/inequality-revenue/gini_hu_e69e745e858b7415.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/inequality-revenue/gini_hu_a27e28267832b962.webp 702w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/inequality-revenue/gini_hu_efd3e2c9a2a6964d.webp"
width="702"
height="639"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sepertinya memang ada tendensi kebalik, sesuai teori saya di atas. Yaitu, makin tinggi pendapatan negara, makin rendah rasio GINI di negara tersebut. Memang kayaknya ada beberapa outlier yah tapi mostly fit dengan garis merah hasil regresinya. Kalo lihat dari tulisan sederhana ini, keliatan bahwa memastikan pendapatan negara sejalan dengan pertumbuhan ekonomi harus menjadi salah satu target penting bagi negara. Di samping itu, meneruskan atau bahkan &lt;a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20230509/9/1654164/bank-dunia-minta-sri-mulyani-tambah-anggaran-bansos" target="_blank" rel="noopener"&gt;menambahkan program-program kontra-ketimpangan&lt;/a&gt; semakin diperlukan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Disclaimer ya ini kan cuma OLS biasa. no treatment apapun dan potensi banyak bias. Anggap aja Ini cuma intro bagi anda yang ingin melakukan penelitian yang lebih serius dan mendalam. Untuk anda yang tertarik mendalami dan ingin mereplikasi gambar di atas, saya menggunakan kode di bawah ini. Ok semoga postingan ini bermanfaat.&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;wbdata&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;wb&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;datetime&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;statsmodels.api&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;sm&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;numpy&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;np&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;matplotlib.pyplot&lt;/span&gt; &lt;span class="k"&gt;as&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;plt&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## Sedot data dari World Development Indicators&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;wb&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;get_dataframe&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;({&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;SI.POV.GINI&amp;#34;&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;GINI&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;},&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="n"&gt;data_date&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;datetime&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;datetime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;convert_date&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="kc"&gt;True&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;keep_levels&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="kc"&gt;True&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;GR&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;wb&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;get_dataframe&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;({&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;GC.REV.XGRT.GD.ZS&amp;#34;&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;GR&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;},&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="n"&gt;data_date&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;datetime&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;datetime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;2015&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;convert_date&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="kc"&gt;True&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;keep_levels&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="kc"&gt;True&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;reset_index&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;()&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## Nyari parameter buat garis regresi pake OLS&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;x&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;sm&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;add_constant&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GR&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;model&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;sm&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;OLS&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GINI&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;x&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;missing&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;drop&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;results&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;model&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;fit&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;()&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;results&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;params&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## Plot gambar&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plt&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;scatter&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GR&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GINI&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;# Plot regression line&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;xseq&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;np&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;linspace&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="mi"&gt;50&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;num&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;500&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plt&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;plot&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;xseq&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;b&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;*&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;xseq&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;color&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;red&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;lw&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;2.5&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plt&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;xlabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Government&amp;#39;s Revenue&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plt&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ylabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;GINI Ratio&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plt&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;GINI Ratio vs Government Ratio&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plt&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;show&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;()&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;</description></item><item><title>GVC, transformasi struktural, dan implikasi kebijakan untuk industri makanan dan minuman di Indonesia</title><link>https://www.krisna.or.id/event/bappenas/</link><pubDate>Mon, 14 Nov 2022 13:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/bappenas/</guid><description/></item><item><title>Di balik bungkus: mengenal rantai pasok global di industri pangan Indonesia</title><link>https://www.krisna.or.id/event/dibalikbungkus/</link><pubDate>Fri, 16 Sep 2022 08:47:06 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/dibalikbungkus/</guid><description>&lt;p&gt;Acara yang sangat menarik. Sebagian besar pesertanya adalah mahasiswa, namun ada juga beberapa dari pemerintah dan swasta. Jangan lupa untuk mengunjungi website di balik bungkus &lt;a href="https://dibalikbungkus.cips-indonesia.org/" target="_blank" rel="noopener"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="video-kuliah-umum"&gt;Video kuliah umum&lt;/h4&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/--ujjzUgfGk" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Projecting the long-run impact of an economic reform: the case of the Indonesian Omnibus Law</title><link>https://www.krisna.or.id/event/paper3/</link><pubDate>Fri, 16 Sep 2022 08:47:06 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/paper3/</guid><description>&lt;h3 id="video-recording"&gt;Video Recording&lt;/h3&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/zfFhbkRrCAU" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;h3 id="slides"&gt;Slides&lt;/h3&gt;
&lt;iframe src="https://onedrive.live.com/embed?cid=ACC929CA35B3A537&amp;resid=ACC929CA35B3A537%2189403&amp;authkey=ANtuOxmx3-VuaQI&amp;em=2" width="476" height="288" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Resensi buku "How the World Become Rich: the Historical Origins of Economic Growth"</title><link>https://www.krisna.or.id/post/howtheworldbecomerich/</link><pubDate>Fri, 19 Aug 2022 15:10:34 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/howtheworldbecomerich/</guid><description>&lt;p&gt;Saya barusan aja beres baca buku &lt;a href="https://www.goodreads.com/book/show/60802350-how-the-world-became-rich" target="_blank" rel="noopener"&gt;How the World Become Rich: the Historical Origins of Economic Growth&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buku ini ditulis oleh dua &lt;em&gt;economic historian&lt;/em&gt; yang sangat mumpuni di bidangnya. Buku ini membahas tentang bagaimana dunia ini menjadi sejahtera. Bahwa secara umum, progres umat manusia ini sangat luar biasa. Orang termiskin di bumi saat ini bahkan lebih punya standar hidup yang lebih baik daripada orang terkaya jaman medieval dulu. Contohnya, banyak penyakit yang membunuh bangsawan jaman dulu sudah ada treatmentnya zaman sekarang. Tentu tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada kemiskinan yang harus dientaskan, dan Koyama &amp;amp; Rubin mengatakan bahwa belajar dari sejarah dapat menawarkan solusi mensejahterakan dunia ini lebih jauh lagi ke depannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buku ini dibuka dengan bagian satu yang berisi bab-bab tentang penjelasan beberapa faktor yang menjadi syarat sebuah negara menjadi sejahtera. Bagian satu ini seperti sintesis dari berbagai buku-buku serupa yang mungkin anda kenal, seperti bukunya Acemoglu dan Diamond. Beberapa penjelasan dipretelin seperti misalnya faktor geografis, demografi, kolonisasi, institusi dan budaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagian berikutnya adalah tentang gabungan faktor-faktor tersebut sebagai penjelas kenapa revolusi industri pertama terjadi di Inggris, dan bukan di negara lain. Menurut Koyama &amp;amp; Rubin, sangat penting mengetahui kenapa di Inggris dulu, karena revolusi industri inilah yang bener-bener mengangkat derajat umat manusia menuju &lt;em&gt;sustained economic growth&lt;/em&gt;. Ada banyak wilayah dan negara yang pernah mengalami masa-masa kejayaan seperti Roma, Ottoman, dan kekaisaran China, tapi nggak ada yang bisa kayak Inggris. Kenapa revolusi industri gak lahir di sana? Malah di Inggris yang notabene hampir selalu lebih kismin sepanjang sejarah pra-industri?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sangat suka cara Koyama &amp;amp; Rubin bercerita. Mereka menghindari bahasa-bahasa yang ribet, sehingga penjelasan-penjelasannya sangat mudah dimengerti. Transisi antar chapter sangat mengalir, terutama di bagian 2. Setelah mereka membahas kenapa Inggris, mereka membahas kenapa bukan di tempat lain. Lalu menuju kenapa abis itu Eropa secara keseluruhan, lalu Amerika Serikat, dan terakhir &lt;em&gt;Asian Tigers&lt;/em&gt; (Jepang, Korsel, Hongkong, Taiwan dan Singapura).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena caranya bercerita yang sangat mengalir, menurut saya buku mereka juga sangat cocok dibaca oleh masyarakat umum. Mungkin beberapa penjelasan mereka sudah merupakan makanan sehari-hari bagi para ekonom, terutama ekonom pembangunan. Tapi pun buat ekonom, sintesis yang mereka lakukan tetap sangat membantu dalam &lt;em&gt;framing&lt;/em&gt; faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan, terutama dalam menjawab kenapa Inggris duluan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja sebagai orang Indonesia, pikiran saya selalu me-&lt;em&gt;relate&lt;/em&gt; isi buku ini ke konteks Indonesia. Mereka sekali mengutip tentang Indonesia ketika membahas pentingnya infrastruktur dan kolonialisme terhadap pertumbuhan ekonomi. Mereka mengutip riset dari Dell &amp;amp; Olken (2022) &lt;sup id="fnref:1"&gt;&lt;a href="#fn:1" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; yang hasilnya adalah daerah di Jawa saat ini yang pertumbuhan ekonominya paling maju adalah daerah yang dulu menjadi jalur logistik industri gula. Peninggalan kolonial ini menjadi faktor penting kenapa suatu daerah menjadi lebih kaya dibanding daerah lainnya. Rubin &amp;amp; Koyama juga bilang bahwa setelah merdeka, kaum elit di negara tersebut cenderung melanjutkan institusi warisan kolonial alih-alih membubarkannya. Alias, ganti penjajah aja, dari dijajah orang asing jadi dijajah bangsa sendiri wkwk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;No, seriously&lt;/em&gt;, mereka juga bilang bahwa &lt;em&gt;trust&lt;/em&gt; yang dimiliki antar warga akan sangat rendah di negara bekas jajahan kolonial yang warga lokalnya ikut bantuin penjajah (jadi &lt;em&gt;proxy leader&lt;/em&gt;, atau jadi penyalur budak, dst). Padahal, &lt;em&gt;trust&lt;/em&gt; ini yang sangat penting untuk memastikan suatu negara dapat membuat institusi demokrasi yang baik atau tidak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ya, di buku ini, Koyama &amp;amp; Rubin menekankan pentingnya memiliki institusi yang membatasi kekuasaan eksekutif. Penguasa yang kebebasannya dibatasi biasanya lebih jarang &lt;em&gt;ngemplang hutang&lt;/em&gt; sehingga kalo ngutang bisa dapat bunga lebih rendah. Penguasa yang dibatasi juga jadi punya keterbatasan untuk sembarangan deklarasi perang &amp;amp; ga bisa asal membatasi inovasi (misalnya karena bertentangan dengan ideologi si penguasa). Dengan kata lain, negara maju biasanya adalah negara yang, mengutip Sandiaga Uno, &amp;ldquo;Ora Iso Sak Penake Dewe!&amp;rdquo; (beda konteks dikit. gpp. wkwkkwkwkwkw)&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="in" dir="ltr"&gt;Ora iso sak penake dewe!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hal ini penting dan harus digaris bawahi bahwa setiap negara memiliki aturan tersendiri dan harus dihormati. Sama seperti kita jika hendak berbisnis di luar negeri. Harus patuh dan mengikuti aturan yang berlaku di sana.&lt;/p&gt;&amp;mdash; Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) &lt;a href="https://twitter.com/sandiuno/status/1553304447626780672?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;July 30, 2022&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Nah, Salah satu alasan kenapa Inggris bisa kaya menurut mereka adalah karena adanya sistem parlementer para bangsawan dan pengusaha yang membatasi kekuasaan raja. Meskipun parlemen ini juga ada di Spanyol dan Portugis, tapi kekuatan parlemen dalam membatasi kuasa Raja &amp;amp; Ratu di dua negara tersebut tidak sebaik Inggris dan Low Countries (Belanda, Belgia, Luxemburg).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya membatasi penguasa, mereka juga menekankan pentingnya warga yang terdidik. Alasan kenapa negara-negara dengan kepercayaan Protestan bisa lebih sukses, menurut mereka, adalah karena negara-negara Protestan membantu proses peningkatan &lt;em&gt;human resources&lt;/em&gt; karena ngajarin warga membaca. Sebenernya tujuan ngajar membaca adalah biar orang-orang pada baca &lt;em&gt;bible&lt;/em&gt;. Ternyata berguna juga buat baca yang lain-lain sehingga informasi dapat menyebar lebih cepat. Di samping itu, negara berbasis Protestan juga ternyata lebih sekuler.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oh ya, pas Koyama &amp;amp; Rubin mendeskripsikan pemikiran Mao Zedong tentang pentingnya punya ekonomi yang tersentralisasi dan mengendalikan harga, ntah kenapa saya teringat sama para petinggi di Indonesia belakangan ini Hahaha. Semoga ga sama kejadiannya. Serem soalnya zaman Mao itu tuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Intinya, buku ini sangat enjoyable untuk dibaca. Saya sangat sarankan bapak ibu dan teman-teman untuk baca ini karena ini tuh beneran semacem sintesis ekonomi pembangunan banget, dalam 1 paket yang tipis (cuma sekitar 170an halaman) tapi sangat padat dan terkini. Buku ini juga informatif banget dan banyak sitasi menarik yang bisa ditelusuri jika tertarik mendalami. Misalnya mau mendalami soal dampak demografi ke &lt;em&gt;growth&lt;/em&gt;, baca aja sitasi-sitasi di bab demografi. Bahasanya ga ribet juga, naratifnya mashook. Pokoknya cakep deh. Kalo mau baca 1 buku saja tentang proses peningkatan kesejahteraan umat manusia, ambil buku ini!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;N.B.: Dell &amp;amp; Olken (2020) ini melengkapi 2 artikel lain tentang Indonesia yang menurut saya juga sangat menarik, yaitu Kuipers (2022) &lt;sup id="fnref:2"&gt;&lt;a href="#fn:2" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;2&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; dan Bazzi, Koehler-Derrick dan Marx (2020) &lt;sup id="fnref:3"&gt;&lt;a href="#fn:3" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;3&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Wajib baca kalo suka institutional economics maupun sejarah.&lt;/p&gt;
&lt;div class="footnotes" role="doc-endnotes"&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li id="fn:1"&gt;
&lt;p&gt;Dell, Melissa, and Benjamin Olken. (2020). “The Development Effects of the Extractive Colonial Economy: The Dutch Cultivation System in Java.” Review of Economic Studies 87, no. 1.&amp;#160;&lt;a href="#fnref:1" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li id="fn:2"&gt;
&lt;p&gt;Kuipers, N. (2022). The Long-Run Consequences of The Opium Concessions for Out-Group Animosity on Java. World Politics, 1-38. &lt;a href="https://doi.org/10.1017/S0043887122000041" target="_blank" rel="noopener"&gt;https://doi.org/10.1017/S0043887122000041&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;a href="#fnref:2" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li id="fn:3"&gt;
&lt;p&gt;Bazzi, S., Koehler-Derrick, G., &amp;amp; Marx, B. (2020). The Institutional Foundations of Religious Politics: Evidence from Indonesia. The Quarterly Journal of Economics, 135(2), 845-911. &lt;a href="https://doi.org/10.1093/qje/qjz038" target="_blank" rel="noopener"&gt;https://doi.org/10.1093/qje/qjz038&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;a href="#fnref:3" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Kenapa DMO, DPO dan HET tidak berhasil mengontrol harga dan ketersediaan minyak goreng</title><link>https://www.krisna.or.id/post/migor/</link><pubDate>Wed, 16 Mar 2022 10:26:01 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/migor/</guid><description>&lt;p&gt;(update 7 April 2022: nambah no. 8 di tabel 1)&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="pendahuluan"&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Beberapa hari ini pemerintah sedang dihebohkan dengan naiknya harga minyak goreng. Pemerintah berusaha agar harga minyak goreng (migor) bisa ditahan di harga rendah. Presiden
untuk menjaga agar harga migor bisa terkendali. Sementara itu, instrumen yang digunakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) adalah pengenaan &lt;em&gt;Domestic Market Obligation&lt;/em&gt; (DMO) bagi minyak kelapa sawit sebagai bahan baku migor dan penetapan &lt;em&gt;Domestic Price Obligation&lt;/em&gt; (DPO) bagi minyak sawit dan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi migor. Berikut rincian
yang sudah dikeluarkan oleh Kemendag sampai tulisan ini dibuat.&lt;/p&gt;
&lt;h6 id="tabel-1-timeline-peraturan-kemendag-terkait-cpo-dan-minyak-goreng"&gt;Tabel 1 timeline peraturan Kemendag terkait CPO dan minyak goreng.&lt;/h6&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;no&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;tanggal&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;aturan&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;isu&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;11 Januari 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Permendag 1/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Subsidi BPD PKS utk migor kemasan sederhana, dengan HET 14 ribu rupiah per liter.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;2&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;18 Januari 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Permendag 2/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kewajiban DMO 9 &lt;em&gt;tariff lines&lt;/em&gt; dimulai.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;3&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;19 Januari 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Permendag 3/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;revisi no 1, subsidi diperluas utk semua kemasan.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;4&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1 Februari 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Permendag 6/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;HET jadi 3: 11.500 utk curah, 13.500 utk kemasan sederhana, 14.000 utk kemasan premium.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;5&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;8 Februari 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Permendag 8/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Revisi no 2, DMO diperluas ke 60 &lt;em&gt;tariff lines&lt;/em&gt;.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;6&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;10 Februari 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kempmendag 129/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;DMO ditetapkan sebesar 20%.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;7&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;9 Maret 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kempmendag 170/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;DMO ditetapkan sebesar 30%.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;8&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;20 Maret 2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Permendag 12/2022&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;DMO dicabut.&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Perkembangan terakhir, pemerintah akan
untuk minyak goreng kemasan. Sementara itu, migor curah akan mematuhi HET 14 ribu rupiah per liter. Hal ini efektif berlaku pada 16 Maret 2022. Kenapa melepas HET? Karena dengan HET seperti nomor 4 di tabel 1, terjadi kelangkaan pasokan migor sehingga banyak masyarakat tidak kebagian migor, bahkan sampai ada yang
saat mengantri migor.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="asumsi-permasalahan"&gt;Asumsi permasalahan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Instrumen DMO yang digunakan tentunya berangkat dari asumsi bahwa penyebab migor mahal adalah karena bahan baku yang mahal. Memang pada sekitar bulan juli, harga minyak kepala sawit di pasar sepertinya mulai naik. Menurut data dari
(gambar 1), harga komoditas &lt;em&gt;Crude Palm Oil&lt;/em&gt; (CPO) mulai terkerek naik sekitar Juli 2021, dan naik lagi September 2021.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure id="figure-gambar-1-harga-cpo"&gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img alt="wew"
src="https://www.krisna.or.id/post/migor/plo_com.svg"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;figcaption&gt;
Gambar 1. harga CPO
&lt;/figcaption&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;BTW lihat deh harga setelah Januari. haha. Harga makin tinggi setelah Indonesia menerapkan DMO dan DPO.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, data yang ditunjukkan oleh Mendag pada
(menit 5) pada 9 Maret 2022 lalu menunjukkan kenaikan tipis pada bulan Juli 2021, dan pada sekitar bulan November 2021 barulah terjadi kenaikan yang cukup tajam. Sepertinya kenaikan di November ini yang memicu reaksi dari Pemerintah. Beliau juga menunjukkan ada penurunan terhadap harga minyak goreng pada bulan Februari 2022, bukti bahwa kebijakan HET berhasil menurunkan harga migor.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berbekal informasi ini, rasanya wajar jika Kemendag kemudian mendeduksi bahwa kenaikan harga CPO inilah yang menjadi biang naiknya harga migor. Jika demikian, wajar jika Kemendag berpikir bahwa penyelesaiannya adalah dengan mengurangi kemudahan ekspor (dalam hal ini dengan menggunakan DMO) sehingga kenaikan harga CPO di dalam negeri dapat ditekan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan kata lain, karena Mendag merasa bahwa permasalahannya ada di kompetisi pembeli, maka Mendag membantu pembeli CPO lokal dengan memaksa eksportir mengalihkan 20% (kemdian 30%) dari produknya untuk pasar dalam negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sayangnya, migor masih juga mahal. Padahal DMO dan DPO seharusnya membuat harga dan ketersediaan bahan baku migor cukup banyak di pasaran. Deduksi berikutnya: CPO dialirkan ke pasar dalam negeri, tetapi untuk produk yang bukan migor. Karena itulah DMO diperluas dari 9 produk jadi 60 produk (tabel 1 nomor 5), untuk mencakup produk-produk CPO turunan lainnya seperti sabun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ternyata migor masih juga langka meskipun dengan semua kebijakan tersebut. Deduksi berikutnya: ada mafia, spekulan, ataupun bocor ke luar negeri. Inilah awal mula kenapa Kemendag melibatkan kepolisian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi mungkinkah ada masalah lain?&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kemungkinan-masalah-lain-dari-dalam-negeri"&gt;Kemungkinan masalah lain: dari dalam negeri&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Jika masalahnya memang adalah harga internasional, maka mestinya DMO dan DPO akan menyelesaikannya. DMO dan DPO, sayangnya, tidak terlalu berguna jika ada masalah lain yang mungkin timbul dari dalam negeri.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="biodiesel"&gt;Biodiesel&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Masalah pertama adalah biodiesel. Menurut
, kenaikan harga CPO belakangan ini sebenernya tidak terlalu mempengaruhi ekspor Indonesia. Karena itu beliau bilang kemungkinan masalahnya sebenarnya ada di dalam negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Beliau mengatakan bahwa saat ini telah terjadi pergeseran yang cukup signifikan dari penggunaan CPO, dari didominasi pangan menjadi dominasi biodiesel. Dikutip dari blog Faisal Basri:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;konsumsi CPO untuk biodiesel naik tajam dari 5,83 juta ton tahun 2019 menjadi 7,23 juta ton tahun 2020 atau kenaikan sebesar 24 persen. Sebaliknya, konsumsi CPO untuk industri pangan turun dari 9,86 juta ton tahun 2019 menjadi 8,42 juta ton tahun 2020.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Hal ini diakibatkan program B20 oleh Pemerintah yang disubsidi oleh
(btw websitenya BPDPKS jelek banget). B20 adalah campuran 80% solar dan 20% minyak nabati. Program ini bahkan meningkat ke
dan diproyeksikan untuk terus ditingkatkan sampai B100. artinya, kebutuhan CPO untuk biodiesel diproyeksikan akan terus meningkat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja produsen migor tidak bisa bersaing dengan Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam hal membeli CPO murah karena program B20 dan B30 selama ini disubsidi oleh BPDPKS, sementara migor ga ada subsidinya. Jika subsidi program BBN ini dihentikan, maka hampir pasti program ini harus berhenti karena BBN sama sekali tidak kompetitif dibandingkan bahan bakar lain. Namun jika tidak dihentikan, maka migor harus disubsidi. Duitnya cukup ga?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal yang sama dikatakan oleh
dari CIPS.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ngomong-ngomong, sepertinya ada juga yang berargumen bahwa program B20 sebenernya dibuat pemerintah untuk menolong produsen CPO yang harga internasionalnya jatuh di tahun 2018-an. Kalau iya, yah sekarang harga udah tinggi lagi. saatnya programnya distop sementara?&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="produksi-yang-terbatas"&gt;Produksi yang terbatas&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Kebutuhan yang akan terus meningkat tersebut tentunya harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Masalahnya, produksi CPO Indonesia juga memiliki tren yang terus menurun sejak 2019.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;CIPS menuliskan adanya permasalahan di
CPO Indonesia pada umumnya. Beberapa hal yang disebutkan antara lain kenaikan harga pupuk (Rusia dan China salah satu eksportir pupuk utama Indonesia. Rusia lagi perang sementara Cina mulai melarang ekspor pupuk), kurangnya tenaga kerja, dan faktor cuaca. Kenaikan permintaan, baik luar dan dalam negeri, akan memaksa naiknya harga CPO jika &lt;em&gt;supply&lt;/em&gt; berkurang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-het-tidak-berhasil"&gt;Kenapa HET tidak berhasil?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dua masalah di atas menyentuh fundamental &lt;em&gt;supply&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;demand&lt;/em&gt; yang menunjukkan adanya pemaksaan harga yang harus naik, bahkan ketika tidak ada mafia ataupun spekulan. Karena itu, jika kedua masalah yang saya tulis di atas benar, maka HET juga tidak akan berhasil. Selain dua hal di atas, ada beberapa hal lain yang membuat HET memperburuk situasi.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="ongkos-distribusi"&gt;Ongkos distribusi&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Ongkos distribusi bisa jadi berbeda-beda di berbagai daerah dapat mengancam kesuksesan HET. Pabrik migor sepertinya lebih banyak berada di wilayah Indonesia Barat seperti Sumatera dan Jawa&lt;sup id="fnref:1"&gt;&lt;a href="#fn:1" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;. Pengapalan ke daerah lain tentunya diperlukan. Jika hal ini benar, maka harga migor di Indonesia akan bervariasi di berbagai wilayah yang berbeda di hari-hari normal. Mengambil data
dari PIHPS, saya bikin grafik di bawah ini. Berisi harga bulanan migor di pasar tradisional sejak Januari 2018 di semua provinsi di Indonesia. Saya highlight beberapa provinsi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure id="figure-gambar-2-harga-migor"&gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="wew"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/migor/migor_hu_cc27ef88206c159f.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/migor/migor_hu_11be18d9c493d526.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/migor/migor_hu_807cb122aeb0a828.webp 760w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/migor/migor_hu_cc27ef88206c159f.webp"
width="760"
height="464"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;figcaption&gt;
Gambar 2. harga migor
&lt;/figcaption&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika memang ada variasi harga meskipun pada hari biasa, maka HET mengancam kelangkaan di daerah-daerah yang distribusinya sulit. Apalagi di zaman gini ketika harga-harga energi dan kapal lagi mahal-mahalnya.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="masalah-lain"&gt;Masalah lain&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Sebenarnya HET Minyak goreng kemasan sudah lama mau diatur oleh pemerintah, sejak 2016 (kalau gak salah). Ada aturan yang mewajibkan retailer untuk menjual migor dalam kemasan, ga boleh lagi curah. Namun peraturan ini tertunda terus karena migor kemasan akan jadi terlalu mahal jika dipaksakan untuk semua produsen dan konsumen. Akhirnya sampe sekarang pun aturan tersebut terus tertunda. Harusnya sih kalau berkaca dari penundaan-penundaan ini, HET sudah dapat diduga akan menimbulkan masalah. In fact, kayaknya blm pernah ada HET yang berhasil di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="mafia"&gt;Mafia?&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Banyak juga yang mengatakan bahwa ada mafia yang bermain, atau minyak goreng adalah industri kartel. Saya rasa tuduhan-tuduhan tersebut cukup beralasan, mengingat reputasi Indonesia yang kurang baik perihal
dalam memulai usaha, dengan
nomor 8 dunia menurut majalah The Economist. Di samping itu, hampir 50% penjualan migor dikuasai oleh
saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalo soal mafia si susah ya. mungkin bukan cuma masalah di migor aja. Apalagi kalau integrasi kebun-produk turunannya ini malah lebih efisien dilakukan oleh perusahaan besar. Kalau para &amp;ldquo;mafia&amp;rdquo; ini jadi besar karena efisien, ngutik-ngutik industri ini sembarangan malah bisa jadi nurunin efisiensi. Pemerintah mungkin memilih mengintervensi industrinya karena tidak punya cukup &lt;em&gt;tools&lt;/em&gt; untuk menindak yang besar-besar (karena satu dan lain hal). Namun, intervensi di migor justru berpotensi berefek buruk ke yang kecil-kecil, karena yang besar-besar pasti bisa bermanuver. Jangan lupa, menurut data Kementan, sekitar 40% kebun sawit ini adalah perkebunan rakyat, yang mungkin dapat manfaat dari menyuplai ke pabrik yang lebih besar.&lt;/p&gt;
&lt;iframe style="height:550px; width:100%; border: none;" src="https://databoks.katadata.co.id/datapublishembed/113928/luas-perkebunan-sawit-rakyat-406-dari-total-perkebunan-sawit-indonesia"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p&gt;Di samping itu, gambar 2 menunjukkan penukikan tajam di bulan November 2021. Kalau memang mafia memiliki peran yang signifikan, seharusnya mahalnya dari dulu. Kenapa baru November? Apa mafianya baru terbentuk bulan ini? Apa mereka baru-baru aja bikin pertemuan ngeset harga? Kayaknya nggak ya. Kenaikan tajam ini malah berkorelasi dengan konsumsi CPO oleh produsen biodiesel yang jumlahnya melewati CPO untuk pangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Argumen mafia saya rasa sangat mungkin. Malah mungkin bisa ada mafia baru gara-gara HET bikin insentif nimbun dan nyelundupin naik signifikan karena ada disparitas harga. Akan tetapi, rasanya sulit menjadikan mafia sebagai penjelasan utama kenaikan tajam harga migor. Kalaupun benar mafia perannya sangat besar, HET dan DMO rasanya bukan solusi yang tepat, malah bisa jadi menambah insentif bagi mafia existing maupun calon mafia baru.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="penutup"&gt;Penutup&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Masalah ini mungkin malah jadi makin parah gara-gara DMO,DPO dan HET tidak berhasil juga menstabilkan harga dan ketersediaan. Bahkan, masyarakat yang kehilangan kepercayaan diri pada pemerintah untuk bisa mengamankan stok, malah akan mulai melakukan penimbunan yang malah akan makin memperparah keadaan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, produsen yang tidak sanggup memenuhi DMO ataupun tidak sanggup menyuplai migor di harga serendah yang diatur oleh HET akan terpaksa berhenti produksi. Tentunya hal ini akan memiliki efek berantai ke penyerapan tenaga kerja dan konsumsi pada umumnya, sesuatu yang sangat ironis terutama menjelang bulan puasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bisakah kita menyalahkan Kemendag (saja)? Tentu saja jawabannya tidak juga. Sebagai lembaga yang ditugasi Presiden, wajar-wajar saja Kemendag menggunakan DMO, DPO dan HET karena itulah instrumen yang dimiliki oleh Kemendag. Beberapa jalan keluar lain yaitu peningkatan bea keluar membutuhkan kerjasama dengan Kementerian Keuangan (yang akhirnya
). Program BBN ada di Kementerian ESDM. Subsidi warga ada di Kementerian Sosial. Belum lagi bicara &lt;em&gt;supply side&lt;/em&gt; seperti menyelesaikan masalah tenaga kerja, cuaca dan harga pupuk. Penggunaan lahan milik negara? Ada di Kemen KLHK. Belum lagi bicara distribusi yang emang langganan jadi masalah Indonesia dari dulu. Belum lagi mafia. Semua hal tersebut, yang secara fundamental akan menaikan harga migor, tidak ada di kewenangan Kemendag.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika yang kamu punya adalah palu, maka semua masalah akan terlihat seperti paku. wkwkwk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang kemendag sudah bersedia menghentikan HET disertai kenaikan bea keluar sampai 80%. Saya rasa ini adalah langkah yang cukup tepat. Pemerintah jadi punya dana untuk subsidi migor, setidaknya yang curah (sambil subsidi BBN tetap jalan). Sekarang migor mulai ada, bahkan lumayan cepat pasokannya (dari penimbun?). Menurut saya mendingan harga naik tapi barangnya ada. Setidaknya, kita bisa biarkan masyarakat mengoptimalkan sendiri alokasi belanja mereka. Setidaknya jika barangnya ada, kita semua bisa tetap beli dan mengonsumsinya dengan hemat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Harga yang pertama kali lepas mungkin saja naik pesat. Namun seiring pasokan bertambah dan produksi dimulai lagi karena harga yang lebih cocok bagi produsen, Saya cukup yakin bahwa kita akan mulai melihat harga migor yang turun pelan-pelan meski masih di atas 14 ribu (inget ada banyak masalah lain yang cukup fundamental). Mungkin yang bisa jaga harga tetap tinggi adalah naiknya permintaan karena lebaran udah mau mulai bentar lagi ya sehingga mengerek permintaan. &lt;em&gt;We&amp;rsquo;ll see&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk saat ini, saya sangat apresiasi langkah Kemendag yang akhirnya melepas harga ke pasar. Saatnya membela Pak Lutfi dan teman-teman di Kemendag 🙂&lt;/p&gt;
&lt;div class="footnotes" role="doc-endnotes"&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li id="fn:1"&gt;
&lt;p&gt;Kementerian Perdagangan. &lt;em&gt;Profil Komoditas Minyak Goreng&lt;/em&gt;.
&amp;#160;&lt;a href="#fnref:1" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Menakar Efektivitas Neraca Komoditas</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/bisnisindonesia/</link><pubDate>Wed, 23 Feb 2022 09:28:58 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/bisnisindonesia/</guid><description/></item><item><title>Neraca Komoditas Brief</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/nker/</link><pubDate>Mon, 10 Jan 2022 14:03:50 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/nker/</guid><description>&lt;h1 id="neraca-komoditas"&gt;Neraca Komoditas&lt;/h1&gt;
&lt;h3 id="brief-for-external-relation"&gt;Brief for External Relation&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Krisna Gupta&lt;br&gt;
12 January 2021&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="context"&gt;Context&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;When we heard about the Neraca Komoditas, we were shocked tremendously.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Which leads to Me and Deasy’s piece on The Jakarta Post.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Basically we were highly sceptical with the idea of using supply-demand discrepancy as a controlling tool.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upon further research, it gets a bit more nuanced:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;NK is just an upgraded version of Indonesia’s current quota licensing system.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Therefore, it has a possible trade-improving effect.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The main goal according to PP28/2021 is to secure inputs for industry.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The result of our NK paper is more of a mixed, less negative than what we first thought, considering the status quo.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="what-is-neraca-komoditas"&gt;What is Neraca Komoditas?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;At its core, NK is a database. It will be per goods, supposedly contain information on production and consumption of that good.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cons – Prod = the amount of import quota&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prod – Cons = the amount of export quota&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Before NK:
&lt;code&gt;Importers -&amp;gt; Technical Ministries -&amp;gt; Mendag -&amp;gt; BC&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;After NK:
&lt;code&gt;Importers -&amp;gt; Mendag -&amp;gt; BC&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;The quota will be allocated by Mendag based on NK, not by technical ministries’ letter anymore.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;For the moment, only 5 goods will follow the new system: rice, beef, salt, sugar, and fisheries products.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;The rest (ie quota-restricted goods) will follow in 2023.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="is-nk-good-more-or-less"&gt;Is NK Good? More or less&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;The potential good:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Faster&lt;/strong&gt;: applying for technical ministries’ letter could cost around 1 week – a month (especially when pejabat is not present).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Less corruption opportunity&lt;/strong&gt;: Most of corruption cases we’ve heard are in the technical ministries’ step.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;One system&lt;/strong&gt;: Previous system forced firms to log in to many online and offline systems controlled by many ministries and agencies.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;NK adds &lt;strong&gt;one-stop-solution&lt;/strong&gt; portal for trade.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Fiktif positif&lt;/strong&gt;: No response after 5 days = auto accepted&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Easy justification&lt;/strong&gt;: if NK is used without compromised, then there’s room for certainty on quota.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Room for evaluation&lt;/strong&gt;: the 5 goods are relatively simple to manage.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kemendag becomes very powerful&lt;/strong&gt;(See Permendag 18,19,20 2021)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="is-nk-good-more-or-less-1"&gt;Is NK Good? More or less&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;The neutral:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Data could still be inconsistent&lt;/strong&gt;: Data is still collected by technical ministries.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Still unclear how NK will solve problems regarding &lt;strong&gt;quota distribution among firms&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Still unclear if NK will &lt;strong&gt;improve transparency&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;No NK yet = old system&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="is-nk-good-more-or-less-2"&gt;Is NK Good? More or less&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;The, uh, not so good:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PP28/2021 contains many goods &lt;strong&gt;currently not quota-controlled by the government&lt;/strong&gt;. Does this mean the government can control it in the future?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Less flexible&lt;/strong&gt;: if NK is used without compromised, then it will hard to adjust changes in the global economic condition. Case in point: coal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Price is absent&lt;/strong&gt; in the NK discussion (AFAIK). We know that price has been influential in government’s decision to open/close trade.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;One portal&lt;/strong&gt;: merging many ministries &amp;amp; bodies’ online system into one system may not be as smooth. Traffic, compatibility, sectoral ego, etc.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Illusion of power&lt;/strong&gt;: just because we have the data doesn’t mean its good. Just because its good doesn’t mean it provides information we want. Just cuz we have the information doesn’t mean it is easy to control trade.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Moving up to &lt;strong&gt;more complex, heavily GVC goods&lt;/strong&gt; will increase NK’s complexity. Simple supply-demand data becomes even more nuanced.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kemendag becomes very powerful&lt;/strong&gt;(See Permendag 18,19,20 2021)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;UU CK is under scrutiny by MK, which adds &lt;strong&gt;uncertainty regarding its legality&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Unclear about &lt;strong&gt;Material Center&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="policy-discussion"&gt;Policy discussion&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;There is a potential for pareto improvement compared to the status quo.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;quota is still bad&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;NK as a data is good. Using it for quota, not so good.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;We recommend:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Be very careful using NK for setting quota, especially when moving up the value chain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Make sure that transparency is improved especially regarding how much quota is available for who.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prepare evaluation for the first 5 goods:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Is it really faster and more reliable compared to the old system?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Use firms’ survey to know the field.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/DAtJCG1t3im1G" width="800" height="600" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/maudit-buster-keaton-the-end-blacksmith-DAtJCG1t3im1G"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Sekilas tentang Buku Kami</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/</link><pubDate>Thu, 19 Aug 2021 16:44:04 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/</guid><description>&lt;h3 id="sekilas-tentang"&gt;Sekilas Tentang&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Indonesia Emas Berkelanjutan 2045: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia Sedunia&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="seri-01-ekonomi"&gt;Seri 01 Ekonomi&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Acara Webinar UNS 8 Oktober 2021&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://s.id/bukusdgs" target="_blank" rel="noopener"&gt;s.id/bukusdgs&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="a-bit-about-me-"&gt;A bit about me 😃&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;PhD student at Crawford School of Public Policy, Australian National University. My working thesis is the impact of trade and investment policy to Indonesian economy.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Lectures:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Statistics and international finance at &lt;a href="https://poltekapp.ac.id" target="_blank" rel="noopener"&gt;Politeknik APP&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/courses/econ101/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Introduction to economics&lt;/a&gt; at &lt;a href="https://ibe.petra.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Universitas Kristen Petra&lt;/a&gt; (casual)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Teaching Assistant includes:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;CBE, ANU: Macro 2 &amp;amp; 3, Micro 3, Applied forecasting&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sparetime activity includes &lt;a href="https://krisna.or.id/post/" target="_blank" rel="noopener"&gt;blogging&lt;/a&gt;, &lt;a href="https://twitter.com/imedkrisna/" target="_blank" rel="noopener"&gt;twitter-ranting&lt;/a&gt;, casual sports &amp;amp; bathroom-singing&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-riset-dan-publikasi-"&gt;beberapa riset dan publikasi 😎&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-hari-ini-"&gt;Tentang hari ini 😍&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Latar belakang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebijakan fiskal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rekomendasi?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Lengkapnya di &lt;a href="https://s.id/bukusdgs" target="_blank" rel="noopener"&gt;s.id/bukusdgs&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="latar-belakang"&gt;Latar belakang&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-project-buku-ppid"&gt;Tentang project Buku PPID&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://ppi.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia&lt;/a&gt; adalah organisasi mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas di luar negeri.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kami adalah cabang riset dari PPI Dunia, yang bermaksud memberikan sumbangan berupa literatur tentang Indonesia&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Diputuskan untuk menarget penerbitan 12 buku dengan tema besar Indonesia Emas 2045&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Indikator &lt;a href="https://sdgs.un.org/" target="_blank" rel="noopener"&gt;SDGs&lt;/a&gt; digunakan sebagai patokan utama &amp;ldquo;berkelanjutan&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;inklusif&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Buku ini diterbitkan oleh &lt;a href="https://lipipress.lipi.go.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;LIPI Press&lt;/a&gt; dan dapat diakses secara gratis di &lt;a href="https://e-service.lipipress.lipi.go.id/press/catalog/book/357" target="_blank" rel="noopener"&gt;situs LIPI Press&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="sekilas-tentang-visi-indonesia-emas-2045"&gt;Sekilas tentang Visi Indonesia Emas 2045&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Diluncurkan pada Musrenbangnas 2019 oleh Presiden Joko Widodo, dikonsepkan oleh Kementerian PPN / Bappenas.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Meliputi 4 pilar:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan manusia dan IPTEK&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemerataan pembangunan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembangunan institusi hukum &amp;amp; pemerintahan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Selengkapnya dapat diunduh di &lt;a href="https://www.bappenas.go.id/id/profil-bappenas/unit-kerja/deputi-bidang-ekonomi/contents-deputi-bidang-ekonomi/visi-indonesia-2045/" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kenapa-menggunakan-indikator-sdgs"&gt;Kenapa menggunakan indikator SDGs?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pembangunan ekonomi sejatinya adalah untuk manusia.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indikator makro pertumbuhan ekonomi membantu, tetapi seringkali minim esensi dari sisi kemanusiaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;SDGs dirasa dapat menjadi indikator yang baik&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;mengukur sejauh mana pertumbuhan ekonomi bermanfaat untuk masyarakat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Saya adalah editor seri 1 dengan tema Ekonomi&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;mengambil target SDGs ke-1, 8 dan 10.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Telah diselenggarakan &lt;a href="https://www.krisna.or.id/event/ppid/" target="_blank" rel="noopener"&gt;webinar launching buku&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-buku-seri-ekonomi"&gt;Tentang buku seri ekonomi&lt;/h2&gt;
&lt;h3 id="goals-1-pengentasan-kemiskinan-absolut"&gt;Goals 1: Pengentasan kemiskinan absolut&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Progres pengentasan kemiskinan, termasuk peran institusi pemerintah seperti jaminan sosial.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/Br&gt;
&lt;/br&gt;
&lt;h3 id="goals-8-pekerjaan-yang-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi"&gt;Goals 8: Pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, hijau, inklusif, inklusivitas finansial, pemanfaatan pariwisata, perdagangan internasional, termasuk pelatihan dan ketenagakerjaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/Br&gt;
&lt;/Br&gt;
&lt;h3 id="goals-10-mengurangi-ketimpangan"&gt;Goals 10: Mengurangi ketimpangan&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kelancaran migrasi, progres ketimpangan dengan berbagai indikator, termasuk ketimpangan antar kota-desa, antar-pulau, serta antar-gender.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="pertumbuhan-ekonomi-dan-produktivitas"&gt;Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kenapa-pertumbuhan-ekonomi"&gt;Kenapa pertumbuhan ekonomi?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekonomi tumbuh $\Rightarrow$ lapangan kerja yang baik bertambah&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekonomi tumbuh $\Rightarrow$ &lt;em&gt;tax revenue&lt;/em&gt; bertambah&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekonomi tumbuh belum tentu kaya, tapi ga bakal kaya kalo ekonomi tidak tumbuh&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekonomi besar cenderung semakin progresif&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;SDGs menargetkan pertumbuhan ekonomi (target 8.1) dan pertumbuhan produktivitas (target 8.2)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="pertumbuhan-ekonomi"&gt;Pertumbuhan ekonomi&lt;/h2&gt;
&lt;div class="twocolumn"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr3.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pertumbuhan ekonomi melambat
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi paling stabil. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Ledakan komoditas mendorong pertumbuhan ekonomi di awal 2000-an &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Pertumbuhan sejak 2011 di bawah target RPJMN. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Diramalkan pertumbuhan 5% akan menjadi normal baru tanpa ada perubahan struktural (Resosudarmo &amp; Abdurohman, 2018). &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="pertumbuhan-produktivitas"&gt;Pertumbuhan produktivitas&lt;/h2&gt;
&lt;div class="twocolumn"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr4.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Pertumbuhan produktivitas juga melambat
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; Krisis 1998 memukul pertumbuhan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Tren melambat sejak 2005, era ledakan komoditas &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Momentum pertumbuhan produktivitas pra-reformasi terpukul (Aswicahyono, Hill, &amp; Narjoko, 2010). &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Bagaimana setelah COVID-19? &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tantangan-pertumbuhan-ekonomi-yang-berkelanjutan"&gt;Tantangan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas Indonesia tidak cukup cepat&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;menurut Bappenas, diperlukan 7% untuk &amp;ldquo;kaya sebelum tua&amp;rdquo;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekonomi Indonesia sangat tergantung eksternal&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ledakan harga komoditas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebijakan peluwesan moneter negara maju&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;RPJMN $\rightarrow$ manufaktur akan menjadi motor penggerak&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="pertumbuhan-produktivitas-1"&gt;Pertumbuhan produktivitas&lt;/h2&gt;
&lt;div class="twocolumn"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr5.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perubahan struktur ekonomi
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; Agrikultur -&gt; Manufaktur -&gt; Jasa &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Manufaktur mulai tumbuh di 90-an &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Manufaktur meredup sejak ledakan komoditas, dan semakin buruk pasca 2008 &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Jasa mengambil alih. Gojek? e-commerce? pinjol? Pariwisata? &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="lompat-ke-jasa-aja"&gt;Lompat ke jasa aja?&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr6.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Nilai tambah di sektor industri masih paling tinggi&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="era-global-value-chain-gvc"&gt;Era Global Value Chain (GVC)&lt;/h2&gt;
&lt;div class="twocolumn"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr7.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Membatasi impor vs mempermudah impor
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; GVC membantu suatu negara mengambil bagian rantai produksi barang kompleks (World Bank 2020) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Negara seperti Vietnam dan Bangladesh berhasil tumbuh dari situ&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Impor Indonesia didominasi barang modal dan kebutuhan produksi, sesuai dengan GVC &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Apa yang akan terjadi jika impor dilarang? &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="hati-hati-dengan-program-substitusi-impor"&gt;Hati-hati dengan program substitusi impor&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Akses barang keperluan produksi dapat membuat produk Indonesia kurang kompetitif di pasar global.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Contoh: &lt;a href="https://www.krisna.or.id/post/ayam/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Jagung mahal&lt;/a&gt; $\Rightarrow$ ayam mahal, Kain mahal $\Rightarrow$ baju mahal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi yang terproteksi akan mendatangkan investasi yang memburu rente, bukan memburu faktor produksi.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;devisa akan perlahan mengalir ke luar negeri karena investor asing mengandalkan pasar domestik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ekonomi yang masih berinvestasi akan mengalami neraca perdagangan defisit.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="kebijakan-fiskal"&gt;Kebijakan fiskal&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/If0lnlW7JAceKOr5AW" width="480" height="480" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/IntoAction-If0lnlW7JAceKOr5AW"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="globalisation-is-dead"&gt;Globalisation is dead?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Banyak negara menggunakan belanja pemerintah sebagai jalan keluar&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Negara seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa mensubsidi industrinya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Wajar bagi negara yang masih investasi untuk berutang&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Di Indonesia, kapital masih sedikit dan mahal&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Program sosial juga mengandalkan belanja negara (BPJS, misalnya)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="utang-masih-aman"&gt;Utang masih aman?&lt;/h3&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr9.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah Indonesia ada di posisi defisit fiskal, tapi masih relatif &lt;em&gt;prudent&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="utang-masih-aman-1"&gt;Utang masih aman?&lt;/h3&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr8.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Posisi utang pemerintah masih relatif aman juga. Bisa diekspan sedikit lagi.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="utang-masih-aman-2"&gt;Utang masih aman?&lt;/h3&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/slides/bukusdgs/gbr10.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Problemnya ada di kapasitas membayar. Kapasitas pemajakan pemerintah masih relatif rendah. Negara maju malah $&gt;$35%&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="problem-fiskal"&gt;Problem fiskal&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekonomi informal Indonesia masih mendominasi&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;yang formal pun masih ada yang di bawah PTKP&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pajak korporat masih mendominasi penerimaan PPh&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;individu banyak yang ga bayar pajak&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sepertinya pemerintah mulai agresif dalam memperluas &lt;em&gt;tax base&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;juga mendorong pajak dari sisi penerimaan melalui PPN&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;tapi di saat pandemi? Not the best time&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="rekomendasi"&gt;Rekomendasi?&lt;/h2&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/1HKaikaFqDt7i" width="480" height="480" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/cat-funny-cats-1HKaikaFqDt7i"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="rekomendasi-1"&gt;Rekomendasi?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pentingkan keluar dari pandemi&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dorong konsumsi, batasi pengangguran.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Meningkatkan ekonomi formal&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;menambah &lt;em&gt;tax base&lt;/em&gt; juga &lt;em&gt;social protection&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Manfaatkan GVC untuk &lt;em&gt;Quick win&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;tingkatkan kerjasama kawasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;manfaatkan stimulus negara maju&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;hati-hati dengan substitusi impor&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Bank prudent, tapi waspadai utang BUMN&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/3oz8xIsloV7zOmt81G" width="480" height="267" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/arg-thank-you-cat-3oz8xIsloV7zOmt81G"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Do read our book! *wink*&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Sekilas tentang Buku Kami</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/ppid/</link><pubDate>Thu, 19 Aug 2021 16:44:04 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/ppid/</guid><description>&lt;h3 id="sekilas-tentang"&gt;Sekilas Tentang&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Indonesia Emas Berkelanjutan 2045: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia Sedunia&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="seri-01-ekonomi"&gt;Seri 01 Ekonomi&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://s.id/bukuppid" target="_blank" rel="noopener"&gt;s.id/bukuppid&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-buku-ini"&gt;Tentang buku ini&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Buku ini merupakan bagian dari 12 seri Indonesia Emas Berkelanjutan 2045 yang disusun oleh &lt;a href="https://ppi.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;PPI Dunia&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;12 Seri tersebut mengangkat tema Indonesia Emas 2045&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Indikator &lt;a href="https://sdgs.un.org/" target="_blank" rel="noopener"&gt;SDGs&lt;/a&gt; digunakan sebagai patokan utama &amp;ldquo;berkelanjutan&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;inklusif&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Seri 1 Ekonomi mengangkat goals 1, 8 dan 10.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Buku ini diterbitkan oleh &lt;a href="https://lipipress.lipi.go.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;LIPI Press&lt;/a&gt; dan dapat diakses secara gratis di &lt;a href="https://e-service.lipipress.lipi.go.id/press/catalog/book/357" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-buku-ini-1"&gt;Tentang buku ini&lt;/h2&gt;
&lt;h3 id="goals-1-pengentasan-kemiskinan-absolut"&gt;Goals 1: Pengentasan kemiskinan absolut&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Progres pengentasan kemiskinan, termasuk peran institusi pemerintah seperti jaminan sosial.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/Br&gt;
&lt;/br&gt;
&lt;h3 id="goals-8-pekerjaan-yang-layak-dan-pertumbuhan-ekonomi"&gt;Goals 8: Pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, hijau, inklusivitas finansial, pemanfaatan pariwisata, perdagangan internasional, termasuk pelatihan dan ketenagakerjaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/Br&gt;
&lt;/Br&gt;
&lt;h3 id="goals-10-mengurangi-ketimpangan"&gt;Goals 10: Mengurangi ketimpangan&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kelancaran migrasi, progres ketimpangan dengan berbagai indikator, termasuk ketimpangan antar kota-desa, antar-pulau, serta antar-gender.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="terima-kasih"&gt;Terima Kasih!&lt;/h2&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kuliah-umum"&gt;Kuliah Umum&lt;/h2&gt;
&lt;h3 id="profesor-emeritus-dorodjatun-kuntjoro-jakti"&gt;Profesor (Emeritus) Dorodjatun Kuntjoro-Jakti&lt;/h3&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/IJDFjKuqtvo" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p&gt;atau &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=IJDFjKuqtvo" target="_blank" rel="noopener"&gt;pergi ke YouTube&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Sidang Komisi Ekonomi PPI Dunia</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/si2021/</link><pubDate>Tue, 27 Jul 2021 21:36:20 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/si2021/</guid><description>&lt;h3 id="simposium-internasional"&gt;Simposium Internasional&lt;/h3&gt;
&lt;h1 id="sidang-komisi-ekonomi-ppi-dunia"&gt;Sidang Komisi Ekonomi PPI Dunia&lt;/h1&gt;
&lt;h4 id="rabu-28-juli-2021"&gt;Rabu, 28 Juli 2021&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Komisi Ekonomi PPI Dunia&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="agenda"&gt;Agenda&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pendahuluan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembacaan tata tertib sidang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memulai sidang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penutup&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Akses slide ini di &lt;a href="s.id/ekonomisi"&gt;s.id/ekonomisi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="pendahuluan"&gt;Pendahuluan&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Komisi Ekonomi bertanggung jawab membuat kajian tentang ekonomi dalam hal mencapai visi Indonesia Emas 2045.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kami telah menyelesaikan 2 Kertas Kebijakan dan 1 &lt;a href="https://lipipress.lipi.go.id/detailpost/indonesia-emas-berkelanjutan-2045-kumpulan-pemikiran-pelajar-indonesia-sedunia-seri-01-ekonomi" target="_blank" rel="noopener"&gt;buku&lt;/a&gt; bersama dengan anggota PPI dari berbagai belahan dunia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hasil dari kajian selama satu tahun tersebut kami rangkum menjadi 15 poin rekomendasi kebijakan untuk, utamanya, pemerintah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidang Komisi Ekonomi PPI Dunia bertujuan untuk mendapatkan kuorum dan masukan dari para perwakilan PPI dari seluruh dunia.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;15 poin rekomendasi kebijakan dapat diakses di &lt;a href="https://drive.google.com/file/d/15WmDz-DmVHfNUcELjiYLAKB3uXw1zfhb/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="presidium-sidang"&gt;Presidium sidang&lt;/h2&gt;
&lt;h5 id="presidium-1-krisna-gupta-imed"&gt;&lt;div class="left"&gt;Presidium 1: Krisna Gupta (Imed)&lt;/div&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PhD Student in Economics at &lt;a href="https://crawford.anu.edu.au/people/phd/krisna-gupta" target="_blank" rel="noopener"&gt;Crawford School of Public Policy&lt;/a&gt;, Australian National University.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Komisi Ekonomi Ditlitka PPID 2020/2021.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PPI Australia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;krisna.or.id&lt;/a&gt;&lt;br&gt;
&lt;/br&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h5 id="presidium-2-enny-susilowati-mardjono"&gt;&lt;div class="left"&gt;Presidium 2: Enny Susilowati Mardjono&lt;/div&gt;&lt;/h5&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PhD Student in Accounting at National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Komisi Ekonomi Ditlitka PPID 2020/2021.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PPI Taiwan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="pembacaan-tata-tertib-sidang"&gt;Pembacaan Tata Tertib Sidang&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://drive.google.com/file/d/1czaeRf6_6LvPr-1Ci8FMKLXPWMSjNS1D/preview" width="900" height="640" allow="autoplay"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="sidang-dimulai"&gt;Sidang dimulai&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://drive.google.com/file/d/15WmDz-DmVHfNUcELjiYLAKB3uXw1zfhb/preview" width="900" height="640" allow="autoplay"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="break"&gt;Break&lt;/h2&gt;</description></item><item><title>Apakah Blackwidow V3 Mini Hyperspeed bagus? Mencoba versi yellow switch!</title><link>https://www.krisna.or.id/post/keyboard2/</link><pubDate>Mon, 05 Jul 2021 09:47:19 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/keyboard2/</guid><description>&lt;p&gt;Pada postingan saya yang lalu, saya nulis tentang
. Keyboard non mekanik saya terakhir adalah
yang saya beli dalam rangka work from home. Di situ juga saya tulis perjalanan saya sampai pada nyobain
, sebuah keyboard mekanik tapi sebenernya optikal.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-keyboard-mekanik-dan-razer"&gt;Kenapa Keyboard Mekanik dan Razer?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Saya pindah keyboard mekanik karena banyak dianjurkan di forum-forum typist. Di samping itu, keyboard mekanik bisa diprogram untuk pasang makro dan ngubah-ubah keynya dan diisi fungsi-fungsi tertentu. Ini sangat berguna buat kerjaan saya sehari-hari. Fungsi ekstra keyboard saya sekarang diisi berbagai macam &lt;em&gt;text&lt;/em&gt; buat &lt;em&gt;command&lt;/em&gt; / &lt;em&gt;method&lt;/em&gt; bahasa-bahasa yang sering saya pakai seperti &lt;em&gt;(R)markdown syntax&lt;/em&gt;, python dan Stata.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Khusus untuk nambahin fungsi dan alternatif fungsi pada keyboard, saya mendapati bahwa Razer termasuk yang paling bagus. Dia bisa ganti semua key dan nambahin fungsi untuk semua key (Razer menamakannya
). Saya bisa masukin, misalnya, teks &lt;code&gt;{{&amp;lt; icon name=&amp;quot;exclamation-triangle&amp;quot; pack=&amp;quot;fas&amp;quot; &amp;gt;}}&lt;/code&gt; ke huruf K. Saya bisa munculin teks tersebut dengan pencet fn+K. Dan setiap key bisa diginiin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;btw &lt;em&gt;syntax&lt;/em&gt; di atas kalau di blog saya berubah menjadi tanda ini -&amp;gt; &lt;i class="fas fa-exclamation-triangle"&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Problem utama Razer tentu saja adalah harganya yang mahal banget 😭😭😭 Untungnya di Australia dan Amazon sering banget ada diskon gede-gedean terutama di akhir &lt;em&gt;financial year&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;boxing day&lt;/em&gt;. Di samping itu, Razer punya program diskon untuk student, yg mana sangat membantu untuk saya yang seorang student ini. he he he.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja keyboard mekanik bukan untuk semua. Keyboard mekanik harganya lumayan mahal dan belum tentu fitur-fiturnya kamu butuhkan. Benar keyboard mekanik membuat saya ngetik lebih cepat, tapi bedanya ga seberapa jauh. Kalau kerjaanmu ga perlu-perlu banget bisa ngetik cepat, mungkin ga perlu pakai keyboard mekanik. Fitur makro dan hypershift juga bukan untuk semua orang. Di samping itu, jika kamu baru pertama kali pindah dari keyboard tipis ke keyboard mekanik, mungkin rasanya agak ga enak. Jari ga enak, pegel-pegel gitu. Kalau kamu merasa ga ada masalah dengan keyboard yang sekarang kamu pakai, rasa-rasanya pindah ke keyboard mekanik bukan sebuah prioritas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keyboard mekanik juga punya berbagai jenis &lt;em&gt;switches&lt;/em&gt; yang aneh-aneh. Berhubung harganya mahal, sebagian besar orang mungkin cuma akan beli 1. Tapi harus pilih yang mana? Nahh di postingan kali ini saya mau membandingkan tiga buah switches yang saya pernah coba di keyboardnya razer. Switches tersebut adalah Razer Purple, Razer Green dan Razer Yellow.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oh ya, sebenernya kalau dilihat dari harganya, mungkin banyak keyboard yang lebih baik daripada razer. Sekarang ada banyak banget keyboard mekanik yang bagus-bagus dengan harga terjangkau, jika anda memang hanya mengincar switchesnya. Misalnya, anda ga terlalu peduli dengan software, makro, wireless ataupun RGB, mungkin mendingan milih produk lain. Tapi anda mungkin perlu berhati-hati dengan availability di Indonesia secara impor ke Indonesia itu agak-agak ribet.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kali ini saya mau bahas soal
yang versi yellow switch.&lt;/p&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="v3mini1.jpg"
alt="Blackwidow V3 mini hyperspeed yellow switch!"&gt;&lt;figcaption&gt;
&lt;p&gt;Blackwidow V3 mini hyperspeed yellow switch!&lt;/p&gt;
&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Pertama kita bahas dulu kenapa yellow switch.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-yellow-switch"&gt;Kenapa yellow switch?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sebelum ke yellow switch, yuk kita liat dulu beberapa perbandingan switches razer yang udah pernah saya coba.&lt;/p&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Switches&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;
&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;
&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;
&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Keyboard&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Razer Blackwidow&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Razer Huntsman&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Razer Blackwidow V3 Mini&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Feel&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Clicky&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Clicky&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Linear&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Actuation force (g)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;50&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;45&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;45&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Actuation travel (mm)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.74&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.56&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.2&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Total travel (mm)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;typing speed (WPM)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;84&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;84&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;81&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Dari stat di atas, bisa kita lihat bahwa yellow switch adalah switch yang paling enteng. Travelnya juga nggak sedalam clicky switches. Yellow switch-nya razer kalau mau dibandingkan itu sama dengan cherry mx red. Feel-nya linear dan actuationnya cepat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Gamers biasanya suka yang actuationnya cepat. Ini karena dia travelnya pendek, jadi kita ga harus ngangkat switch tinggi-tinggi untuk &amp;lsquo;reset&amp;rsquo; dan pencet lagi. Cocok buat pemain game yang cepat dan butuh reaksi tinggi semacem First Person Shooter. Jadi strafe-nya (gerakan ke kiri dan ke kanan) bisa lebih cepet.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi kalo buat ngetik, gw ngerasa masih enakan yg clicky. Emang bener yang clicky itu travelnya lebih jauh, tapi kita kalo ngetik kan ga harus pencet dalem-dalem. Feedback dari click-nya itu masih lebih enak buat ngetik. Bisa dilihat di tabel di atas, speed gw turun sedikit sejak pake yellow switch, tapi berasa banget akurasinya ngedrop jauh. Jadi sering banget typo karena switchnya keentengan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalo soal berisik sih emang yg clicky lebih berisik. Razer yellow ini lumayan silent. ga terlalu berisik.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-mini"&gt;Kenapa mini?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Blackwidow V3 mini ini termasuk keyboard 65%, artinya dia ga punya numpad, dan ga punya tombol F1-F12.&lt;/p&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="v3mini2.jpg"
alt="V3 mini in action"&gt;&lt;figcaption&gt;
&lt;p&gt;V3 mini in action&lt;/p&gt;
&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Lho trus gimana kalo ga ada numpad dan F? F bisa diakses dengan menekan tombol Fn dan nomor. Misalnya, kalau mau refresh, pake &lt;code&gt;fn + 5&lt;/code&gt; ini sama aja dengan pencet F5. Mau rename? Biasanya pake F2, ini pake &lt;code&gt;fn + 2&lt;/code&gt;. Numpad? ya emang ga ada wkkw.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lho ribet dong? Benar sekali! terutama karena sekarang tombol &lt;code&gt;ESC&lt;/code&gt; ada di sebelah angka satu, kalau mau pencet backtick ataupun ~ jadi susah karena harus pake shift dan fn sekaligus. Saya sendiri menggeser tombol &lt;code&gt;CAPS LOCK&lt;/code&gt; jadi Fn supaya gampang. Jadinya sekarang punya 2 fn, fn yang original di kanan bawah, dan caps.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keunggulannya adalah space. Mouse bisa lebih deket dengan tangan kiri karena sekarang space di sebelah kanan lebih lega. Meja ku ga gede-gede banget dan saya banyak naroh barang di meja kerja. Jadinya sangat-sangat menguntungkan punya keyboard yang lebih kecil.&lt;/p&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="v3mini3.jpg"
alt="V3 mini in action"&gt;&lt;figcaption&gt;
&lt;p&gt;V3 mini in action&lt;/p&gt;
&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Sampe sekarang masih suka kagok sih. Beberapa adjustment perlu kulakukan untuk tombol. Selain caps lock, saya juga ganti pg up, pg down dan ins dengan tombol lain. Spasi untuk naroh makro jadi berkurang karena kalo hunstman kan tombolnya banyak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah makanya key remapping jadi sangat penting kalo mau beli keyboard 65%. Misalnya, di V3 mini ini kan ga ada home dan end, 2 key yang cukup sering saya pake. Malah ada INS yang ga pernah saya pake sama sekali. Jadi kudu di-remap. Kalau beli yang ga punya fitur remap, pastikan keynya yang dipasang di situ adalah yang sering kamu pake.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;So far, kelebihan space yang dipunya dan mouse yang jadi lebih dekat dengan keyboard sepertinya merupakan trade off yang lumayan oke. Mungkin perlu pembiasaan aja lagi sedikit.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kesimpulan"&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Jeleknya? Tentu saja harga. Dengan harga segini, anda bisa dapat keyboard yang kualitasnya mungkin mirip. Sekarang dengan berkurangnya harga switch mekanik, anda bisa dapat keyboard serupa dengan harga mungkin setengahnya. Tentunya saya dapat diskon utk keyboard ini, makanya berani beli. Saya juga tidak terlalu percaya diri untuk nyoba keyboard lain yang settingan programmable buttonnya saya gak yakin. Tapi kalau anda pengen beli keyboard mekanikal 65% biasa, mendingan beli yang lain sih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sejauh ini, ngetik dengan clicky menurutku lebih enak. Kecuali anda kompetitif gamer, mungkin sebaiknya pilih yang clicky. Emang sih keyboard ini lebih silent, tapi tetep enakan ngetik di clicky. Yah trade-off lah. Tapi saya sendiri ga nyesel beli yang yellow. he he.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekian!&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Persatuan Pelajar Indonesia: untuk apa?</title><link>https://www.krisna.or.id/post/ppi/</link><pubDate>Sun, 27 Jun 2021 21:57:43 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/ppi/</guid><description>&lt;p&gt;Twitter saat ini sedang ramai gara-gara postingan BEM UI yang ini:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="en" dir="ltr"&gt;JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE &lt;a href="https://t.co/EVkE1Fp7vz"&gt;pic.twitter.com/EVkE1Fp7vz&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;mdash; BEM UI (@BEMUI_Official) &lt;a href="https://twitter.com/BEMUI_Official/status/1408744930516688896?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;June 26, 2021&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Diantara replies-repliesnya, ada beberapa yang menarik, yang intinya mempertanyakan legitimasi BEM UI dalam mewakili seluruh aspirasi mahasiswa Universitas Indonesia. Beberapa juga berkata bahwa BEM UI sebaiknya jangan dijadikan alat politik. Bahkan ada yang menyerang ketuanya dan mempermasalahkan bahwa ketua BEM UI adalah bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada postingan kali ini, saya tidak ingin membahas tentang kritik BEM UI tersebut, tentang apakah esensinya tepat, tentang apakah caranya tepat. Tapi yang cukup menarik sebenarnya ada di soal fungsi organisasi kemahasiswaan secara umum. Apakah boleh lembaga ini di-&amp;ldquo;politisasi&amp;rdquo;?&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="perhimpunan-pelajar-indonesia-dunia-ppid"&gt;Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID)&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Lho kok tiba-tiba lompat ke &lt;a href="https://ppi.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID)&lt;/a&gt;? He he he maaf ya. Saya harus mengakui bahwa saya bukanlah mahasiswa yang sering aktif di organisasi. Saya adalah mahasiswa yang kuliah pulang dan maen game. hahaha. Saya kurang pandai berorganisasi dan sangat berpikiran pendek. Karena itu, saya rasa saya gak punya legitimasi apapun untuk bicara himpunan mahasiswa secara umum, seperti BEM UI. Saya akan fokus di PPID.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keterlibatan saya di PPID adalah salah satu keorganisasian yang jarang saya lakukan selama masih jadi mahasiswa. Tapi dibilang terlibat juga sebenarnya saya di PPID cuma membantu sedikit di bidang penelitian. PPID memiliki kaki yang bernama &lt;a href="https://ppi.id/penelitian-dan-kajian/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Direktorat Penelitian dan Kajian&lt;/a&gt; yang dikomandoi Denny Irawan. Saya bantuin doi bikin kajian di bidang ekonomi. Fungsi ini mungkin agak beda dari BEM, tapi justru itulah saya jadi tertarik ikutan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anyway, postingan ini sebenarnya lebih ke pemahaman saya soal apa sebenarnya fungsi dari PPI. Salah satu yang menyentil saya adalah artikel dari dr. Rully Tri Cahyono, mantan ketua PPI Kota Groningen, Belanda, yang judulnya &lt;a href="https://ppi.id/pergeseran-peran-perhimpunan-indonesia/" target="_blank" rel="noopener"&gt;&amp;ldquo;Pergeseran Peran Perhimpunan Indonesia&amp;rdquo;&lt;/a&gt;. Pada tulisan tersebut, beliau mengritik pergeseran peran PPI saat ini yang terlalu &amp;ldquo;dansa-dansi&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menurut beliau, PPI di jaman sebelum 1920-an, ketika itu baru ada di Belanda, memang dibentuk oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk, well, &amp;ldquo;dansa-dansi&amp;rdquo;. Buat kumpul-kumpul having fun aja. Nah, pasca 1920-an, seiring dengan semakin banyaknya pemuda Indonesia yang sekolah di Belanda, PPI mulai berubah haluan dan menjadi lebih &amp;ldquo;politis&amp;rdquo;, seiring dengan masuknya geng Mohammad Hatta dkk. Coba baca tulisan aslinya. Lumayan mencerahkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pesan beliau di tulisan tersebut adalah: PPI, yang saat ini sudah ada di banyak negara, sampe ada versi &amp;ldquo;dunia&amp;rdquo;-nya, kok malah balik ke &amp;ldquo;dansa-dansi&amp;rdquo;? Beliau memimpikan PPI yang kembali ke jaman pasca 1920-an tersebut. Menjadi aktif dalam geraka-gerakan sosial dan politik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin kira-kira mirip dengan apa yang dilakukan oleh BEM UI saat ini? Hanya Pak Rully yang tau, tapi tebakan saya, ya.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="ppi-yang-lebih-sjw-dan-scientific"&gt;PPI yang lebih SJW dan Scientific?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sebenarnya saya sendiri tidak tau seberapa banyak orang seperti Pak Rully, yang gundah dengan sepak terjang PPI yang tampak &amp;ldquo;dansa-dansi&amp;rdquo;. Tapi anecdotally, saya seringkali mendapati celetukan serupa ketika belum bergabung dengan PPI. Banyak yang bilang bahwa perhimpunan mahasiswa Indonesia di luar negeri ini terlalu banyak main-mainnya. Padahal mereka (kami?) adalah sekumpulan orang-orang penuh &lt;em&gt;privilege&lt;/em&gt; yang mestinya memiliki sebuah &lt;em&gt;cause&lt;/em&gt; untuk diperjuangkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sendiri termasuk yang merasa bahwa mahasiswa Indonesia mestinya punya sumbangsih pemikiran atau penelitian dalam bentuk tulisan. Lagi, secara anekdotal, saya sering mendengar beberapa celetukan terkait ini. Semisal &amp;ldquo;si x posting jalan-jalan mulu. Harusnya posting prestasi dong. Karya. posting pergi &lt;em&gt;conference&lt;/em&gt; dan publikasi.&amp;rdquo; Terlepas perdebatan tentang posting jalan-jalan, saya rasa celetukan-celetukan tersebut punya poin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apalagi saya sebagai peraih Beasiswa. Entah ada berapa orang yang punya potensi yang seharusnya pergi alih-alih saya. Saya merasa punya tanggung jawab moral untuk berprestasi dan serius dalam studi saya. Merasa dulu sih. apakah beneran berprestasi mah urusan nanti wkwk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya gabung PPID karena ingin mencoba membantu mengangkat agar citra pelajar Indonesia, khususnya yang tergabung di PPI, gak melulu soal dansa-dansi, dan lebih tenar sayentifiknya. Hahaha. Sebuah kesombongan yang luar biasa. Tapi gpp lah namanya juga usaha. Toh saya ga sendirian di sini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;oiya, Satu project besar kami di Ditlitka PPID adalah bikin buku yang akan dipublikasikan melalui &lt;a href="https://lipipress.lipi.go.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;LIPI Press&lt;/a&gt;. Tunggu tanggal mainnya ya he he he.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="ppi-untuk-siapa"&gt;PPI untuk siapa?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tapi diskusi soal peran perhimpunan pelajar Indonesia justru paling rame di acara halal bi halal di Canberra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada akhir Mei 2021, &lt;a href="http://www.ppi-australia.org/tag/ppi-act/" target="_blank" rel="noopener"&gt;PPI ACT (Canberra)&lt;/a&gt;, &lt;a href="https://www.anuisa.com/" target="_blank" rel="noopener"&gt;ANUISA (organisasi kemahasiswaan Indonesians di ANU)&lt;/a&gt;, dan Indonesia Synergy, sebuah (((ormas))) yang saya juga anggotanya, bikin acara halal bi halal di kampus saya di &lt;a href="https://www.anu.edu.au/" target="_blank" rel="noopener"&gt;ANU&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;iframe src="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FIndonesiaSynergyAU%2Fposts%2F5887392597952697&amp;show_text=true&amp;width=500" width="500" height="773" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" frameborder="0" allowfullscreen="true" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p&gt;Acara berkedok halal-bi-halal dan makan-makan ini sebenarnya diawali dengan diskusi ringan dan ngalor-ngidul tentang peranan PPI. Diskusinya sangat seru dan mencerahkan. Intinya, saya kalau boleh merangkum, mengumpulkan ada setidaknya 5 alasan kenapa PPI harus ada.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="1-student-welfare"&gt;1. Student Welfare&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Alasan nomor satu yang langsung mencuat diantara para hadirin adalah soal &lt;em&gt;student welfare&lt;/em&gt;. Ini adalah &lt;em&gt;core&lt;/em&gt; dari pertanyaan &amp;ldquo;PPI untuk siapa?&amp;rdquo; Sebagai organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa, sudah sewajarnya PPI mengusahakan yang terbaik untuk kesejahteraan mahasiswa Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tinggal di negeri orang, apalagi bagi yang pertama kali datang dan ga kenal siapa-siapa, bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa contoh terkait peran PPI untuk kesejahteraan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Mas Haly dari PPI ACT punya program semacam &amp;ldquo;bengkel rakyat&amp;rdquo; gitu, yang fungsinya membantu mahasiswa yang mobilnya rusak dan perlu penanganan, terutama pas rusaknya lagi gak di rumah. PPI Australia bikinin webinar dengan pejabat terkait tentang prosedur &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=nLEQbRiNFcM" target="_blank" rel="noopener"&gt;Back for Good&lt;/a&gt; dan ngepakin barang-barang ke Indonesia. Mas Riandy, temen saya, memberikan celetukan tentang bahwasanya PPI adalah satu-satunya organisasi yang dia tau bisa dikontak ketika pertama kali tiba di Australia. Cari-cari info, bahkan mungkin &lt;em&gt;pooling&lt;/em&gt; jemputan juga bisa minta tolong PPI.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hal-hal terkait welfare ini mungkin paling gampang mendapatkan simpati, terutama karena &lt;em&gt;student welfare&lt;/em&gt; adalah hal yang sangat dirasakan manfaatnya oleh semua orang.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="2-advokasi"&gt;2. Advokasi&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Peran kedua masih terkait student welfare, tapi lebih ke advokasi. Ide ini dilontarkan Gatra, juga temen saya, dengan memberikan contoh PARSA, organisasi mahasiswa pasca sarjana di ANU. PARSA seringkali mengadvokasikan kepentingan mahasiswa post-grad ke ANU, seperti mengusahakan &lt;em&gt;housing&lt;/em&gt; terjangkau, atau membantu mahasiswa yang merasa dicurangi oleh Kampus. PARSA bahkan punya &lt;a href="https://parsa.anu.edu.au/studentsupport/supportservices/legalassistance/" target="_blank" rel="noopener"&gt;pengacara&lt;/a&gt; sendiri lho. Oh ya, meskipun PARSA seringkali bersebrangan dengan kampus, tapi sebagian funding PARSA sendiri justru datang dari kampus. haha.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="3-dansa-dansi"&gt;3. Dansa-dansi&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;meskipun banyak yang suka nyinyirin jalan-jalan atau kegiatan bersenang-senang lainnya, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ini cukup penting bagi mahasiswa dan &lt;em&gt;demand&lt;/em&gt;-nya cukup tinggi. saya sendiri pernah ikutan ski trip yang diselenggarakan oleh ANUISA (apa PARSA ya? Apa malah PPI? Aduh lupa he he) dengan harga yang cukup terjangkau.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dansa-dansi juga bukan konsumsi mahasiswa setempat lho. Banyak juga teman-teman di Indonesia yang sepertinya tertarik dengan tulisan-tulisan, foto dan video jalan-jalan di luar negeri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dansa-dansi ga melulu jalan-jalan ya. Bisa juga berupa halal-bi-halal gitu kan sebenernya. Atau acara kumpul-kumpul dan senang-senang lain. Bisa juga koordinasi festival baik bersama kampus maupun KBRI. Hal-hal seperti ini sangat menolong terutama buat yang dikit-dikit kangen Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="4-pernyataan-sikap-dan-aktivisme"&gt;4. Pernyataan sikap dan aktivisme&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Poin ini mungkin yang saya tangkap diinginkan untuk naik porsinya oleh dr. Rully, juga apa yang dilakukan BEM sekarang, yaitu pernyataan sikap tentang Presiden RI. &lt;em&gt;The feeling is not exclusive to dr. Rully&lt;/em&gt; lho. Saya rasa banyak mahasiswa Indonesia yang memiliki keinginan kuat untuk terlibat di aktivisme dan pernyataan sikap.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidak hanya itu, &lt;em&gt;demand&lt;/em&gt; dari masyarakat juga cukup tinggi untuk mahasiswa Indonesia melakukan pernyataan sikap. Hal-hal seperti &amp;ldquo;masa mahasiswa di luar negeri diem aja KPK dimatikan?&amp;rdquo; itu sering banget saya dengar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Justru di sini mahasiswa Indonesia seringkali berbeda sikap. Tidak seperti hal-hal terkait &lt;em&gt;student welfare&lt;/em&gt; yang notabene memiliki benefit bagi SEMUA mahasiswa Indonesia di luar negeri, pernyataan sikap ataupun aktivisme lainnya tidak seragam dirasakan mahasiswa. Contohnya, ketika ada permintaan bagi PPI untuk menunjukkan pernyataan sikap tentang FPI, Papua, Palestina atau Myanmar, misalnya, sulit untuk mencapai konsensus 100% SEMUA mahasiswa memiliki satu sikap yang sama. Jika di situasi seperti itu PPI mengeluarkan pertanyaan sikap, maka akan muncul pertanyaan: pernyataan ini mewakili siapa?a&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ini kan jadi persis seperti beberapa &lt;em&gt;replies&lt;/em&gt; di twit BEM UI yang menjadi pembukaan tulisan ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di samping itu, situasi Indonesia saat ini sudah jauh berbeda dari Indonesia di 1920-an. Saya sebagai awam sejarah hanya bisa menebak-nebak seberapa mudah membangun kuorum merdeka dari pemerintahan kolonial. Akan tetapi, mungkin tidak sulit membayangkan bahwa mayoritas anggota PI ketika itu memiliki semangat kemerdekaan yang sama. Jika anda nasionalis, maka anda akan bersikap menentang penjajahan pemerintah kolonial.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Situasi saat ini, Indonesia sudah merdeka dan memiliki pemerintahan yang sah. Aktivisme menjadi sedikit lebih sulit karena makna nasionalisme jadi lebih mudah dipertanyakan. Apakah nasionalisme artinya kita harus selalu setuju dengan posisi pemerintah saat ini? Apakah negara saat ini akan sama dengan negara ketika pemerintahnya ganti, masih oleh orang Indonesia, tapi beda kubu? Apakah penjajahan yang dilakukan oleh negara lain juga harus kita komentari? Hal-hal seperti ini membuat aktivisme sedikit lebih sulit menurut saya, apalagi dengan latar belakang ilmu dan pengalaman yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;
&lt;h4 id="5-mendorong-penelitian-dan-ilmu-pengetahuan"&gt;5. Mendorong penelitian dan ilmu pengetahuan&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Terakhir adalah peran yang lebih ke intelektual-intelektualan. Mahasiswa Indonesia saat ini ada di mana-mana. Di Australia aja kampusnya macem-macem. Di negara-negara lain tentu ada banyak mahasiswa yang belajar ilmu yang meski satu disiplin, tapi memiliki spesialisasi yang berbeda, menggunakan teknik yang berbeda di gemblengan dosen yang juga berbeda-beda. PPI dapat menjadi wadah untuk mempertemukan intelektual-intelektual muda ini, dan memberikan ruang untuk kolaborasi penelitian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai mahasiswa yang hobinya kuliah pulang, sebenernya fungsi ini sangat menarik dan mungkin bisa membantu&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="jadi-yang-mana-ppi-yang-mana-yang-bukan"&gt;Jadi, yang mana PPI, yang mana yang bukan?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pada akhirnya, diskusi ngalor-ngidulnya tidak bener-bener membahas yang mana, dari ke-5 alasan di atas, yang beneran alasan yang pas untuk menjustifikasi keberadaan PPI. Kami semua keburu laper dan kalau tidak segera makan mungkin bakalan rusuh acaranya wkkwkw.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kami sempet bahas dikit soal &amp;ldquo;level&amp;rdquo; di PPI. Hal-hal terkait student welfare tentunya lebih masuk akal dilakukan PPI level kota, atau maksimal negara. Mungkin PPI Dunia gak terlalu lah. Tapi PPID bisa aja mengadvokasikan, misalnya, hal yang lebih umum seperti mengusahakan legalisasi payung perlindungan warga Indonesia di luar negeri, atau semacamnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sendiri merasa pada akhirnya fungsi mana yang akan diambil oleh PPI, semua tergantung ketua dan susunan kabinetnya. Misalnya program bengkel mas Haly belum tentu diteruskan pengurus selanjutnya. Pun dengan program pembuatan buku (yang bisa dibilang fungsi nomor 5), belum tentu diteruskan fungsi PPID berikutnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jangan lupa bahwa keterlibatan di dalam organisasi kemahasiswaan sifatnya &lt;em&gt;voluntary&lt;/em&gt;. Berbeda dengan PARSA, PPI &lt;em&gt;generally&lt;/em&gt; ga punya sumber funding gede dan konsisten, apalagi untuk bayar orang untuk ngerjain fungsi-fungsi tertentu terkait &lt;em&gt;student welfare&lt;/em&gt; dan advokasi. Kita tidak bisa menghakimi orang-orang yang bergabung ke dalam PPI. Apakah orangnya emang suka berorganisasi? Apakah orangnya &lt;em&gt;altruistik&lt;/em&gt; dan berniat membantu sesama mahasiswa? Atau orangnya punya agenda tertentu? Mau menggunakan PPI untuk tujuan politik pribadi dan panjat sosial? Kalaupun iya, apakah itu salah?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan jangan lupa, kegiatan kemahasiswaan juga bisa memiliki bentuk non-PPI. &lt;a href="https://www.facebook.com/IndonesiaSynergyAU/" target="_blank" rel="noopener"&gt;IS&lt;/a&gt;, misalnya, dibentuk secara ga sengaja untuk menjalankan fungsi intelektual karena di ANU suka banyak kedatangan tamu-tamu yang bisa diajak diskusi seru. Sebelum pandemi, terakhir kami kedatangan Bu Mari Pangestu, Pak Adrianus dari Kompolnas, Prof Arif Ansori Yusuf, dan Pak Burhanuddin Muhtadi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aktivisme juga tidak harus lewat PPI juga sebenarnya bisa. IS sendiri pernah beberapa kali menjalankan fungsi aktivisme waktu Mbak Chitra masih di Canberra.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi, apa fungsi PPI? Kenapa PPI harus ada? Ada yang punya ide? &lt;a href="https://twitter.com/iMedKrisna/status/1409152620527190016?s=20" target="_blank" rel="noopener"&gt;reply di sini&lt;/a&gt; ya! 😁&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Kondisi perekonomian di masa COVID-19</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/uns/</link><pubDate>Sun, 28 Mar 2021 20:56:18 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/uns/</guid><description>&lt;h1 id="kondisi-perekonomian"&gt;Kondisi perekonomian&lt;/h1&gt;
&lt;h2 id="di-masa-covid-19"&gt;di masa COVID-19&lt;/h2&gt;
&lt;h3 id="kuliah-tamu-makroekonomi"&gt;Kuliah Tamu Makroekonomi&lt;/h3&gt;
&lt;h5 id="mesp-universitas-sebelas-maret"&gt;MESP Universitas Sebelas Maret&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;Krisna Gupta&lt;br&gt;
8 April 2020&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="siapa-saya-"&gt;Siapa saya? 👀&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Mahasiswa doktoral di
, Australian National University dengan didanai beasiswa
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Fokus penelitian di kebijakan publik terkait perdagangan internasional dan investasi dan hubungannya dengan industri manufaktur di Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kontributor di beberapa forum akademis seperti
,
dan
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kadang-kadang mengisi
dan berkicau di
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Selengkapnya tentang saya di
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-publikasi-"&gt;Beberapa Publikasi 😎&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://embed.polleverywhere.com/multiple_choice_polls/jSRlSKYkubaNnmUfB2Ye8?controls=none&amp;short_poll=true" width="800px" height="600px"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://embed.polleverywhere.com/free_text_polls/wj2aN43nDTfJMteb9ZZrr?controls=none&amp;short_poll=true" width="800px" height="600px"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-hari-ini-"&gt;Tentang hari ini 👍🏾&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sekilas update pandemi COVID-19 dan respons pemerintah.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kondisi ekonomi saat COVID-19.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kondisi moneter, fiskal dan keseimbangan eksternal.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Slide ini dapat diakses di
&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="update-pandemi-covid-19"&gt;Update Pandemi COVID-19&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/SsNnE066ZyWmeNLtyJ" width="400" height="400" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/google-coronavirus-covid-19-do-the-five-SsNnE066ZyWmeNLtyJ"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://ourworldindata.org/grapher/positive-rate-daily-smoothed?tab=chart&amp;country=BRA~IND~RUS~IDN~CHN~BGD~PHL~VNM~TUR~THA~MY" loading="lazy" style="width: 100%; height: 600px; border: 0px none;"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://ourworldindata.org/grapher/daily-tests-per-thousand-people-smoothed-7-day?tab=chart&amp;country=BRA~IND~RUS~IDN~CHN~BGD~PHL~VNM~TUR~THA~MY" loading="lazy" style="width: 100%; height: 600px; border: 0px none;"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://ourworldindata.org/explorers/coronavirus-data-explorer?zoomToSelection=true&amp;pickerSort=desc&amp;pickerMetric=population&amp;Metric=People+vaccinated&amp;Interval=Cumulative&amp;Relative+to+Population=true&amp;Align+outbreaks=false&amp;country=BRA~IND~RUS~IDN~CHN~BGD~PHL~VNM~TUR~THA~MYS&amp;hideControls=true" loading="lazy" style="width: 100%; height: 600px; border: 0px none;"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik1.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;Weekly tracker OECD menggunakan data dari google trend dan machine learning untuk meramal pertumbuhan PDB mingguan.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-indikator-makro"&gt;Beberapa indikator makro&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;diramalkan oleh OECD, Indonesia diramalkan akan pulih secara perlahan.&lt;/p&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Indikator&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;2018&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;2019&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;2020&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;2021&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;2022&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Pertumbuhan PDB&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;5.2&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;5.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-2.1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;5.4&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Pertumbuhan Konsumsi rumah tangga&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;5.1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;5.2&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-2.7&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.6&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;7.1&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Pertumbuhan Konsumsi pemerintah&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.8&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.3&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.3&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.0&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Pertumbuhan Gross Fixed Capital Formation&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;6.7&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.5&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-4.9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;2.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;6.0&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Inflasi (CPI)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.2&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;2.1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.0&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Defisit APBN (% PDB)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-1.6&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-2.2&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-6.5&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-5.7&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-4.1&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Neraca Pembayaran (% PDB)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-3.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-2.7&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.4&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.3&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="respons-fiskal-oecd-2021"&gt;Respons fiskal (OECD, 2021)&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Hampir semua mencapai realisasi yang
.&lt;/p&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Bidang&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Budget (Triliun rupiah)&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Deskripsi&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Kesehatan&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;88&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Pengadaan peralatan medis dan insentif nakes&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Sosial&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;204&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Penambahan PKH, kartu pekerja, dan bantuan sosial lainnya&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;insentif bisnis&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;121&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;pemotongan pajak penghasilan, penundaan bea masuk untuk manufaktur, dll&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;stimulus UMKM&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;123&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Subsidi KUR&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Stimulus BUMN&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;54&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;bantuan penyertaan modal&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Stimulus Pemda&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;106&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;bantuan pariwisata, perikanan, dan lain-lain melalui Pemda&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="respons-moneter"&gt;Respons moneter&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;burden sharing&lt;/em&gt; belanja pemerintah, pertama kali sejak krisis moneter 1998.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Bank Indonesia menurunkan suku bunga beberapa kali sampai ke level terendah sejak krisis moneter 1998.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;iframe src='https://d3fy651gv2fhd3.cloudfront.net/embed/?s=idbirate&amp;v=202104052315V20200908&amp;d1=19210501&amp;h=300&amp;w=600' height='300' width='600' frameborder='0' scrolling='no'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;source: &lt;a href='https://tradingeconomics.com/indonesia/interest-rate'&gt;tradingeconomics.com&lt;/a&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="covid-19-dan-ekonomi"&gt;COVID-19 dan Ekonomi&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/If0lnlW7JAceKOr5AW" width="400" height="400" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/IntoAction-If0lnlW7JAceKOr5AW"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="produktivitas"&gt;Produktivitas&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik2.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;p&gt;COVID-19 datang ketika Indonesia sedang berusaha mengejar ketertinggalan produktivitas pekerjanya.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="memukul-pertumbuhan-ekonomi"&gt;Memukul pertumbuhan ekonomi&lt;/h2&gt;
&lt;div class="twocolumn"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/gambar1.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
COVID-19 menyerang ketika Indonesia mulai ekspansi.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; Ramalan IMF ini menunjukkan bahwa Indonesia akan pulih dengan cepat, agak kontras dengan ramalan OECD. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Level pengangguran dan inflasi terkendali. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Di sisi lain, COVID-19 datang ketika Indonesia sedang mulai ekspansif dengan proyek infrastrukturnya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt; COVID-19 seolah menjadi pemantik ekspansi ekonomi dan perbaikan iklim bisnis yang lebih baik. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="modal-untuk-ekspansi"&gt;Modal untuk ekspansi&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sejak kemunculan Keynesianism, ekonom mainstream sepakat bahwa intervensi pemerintah sangat penting di masa krisis.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pengalaman krisis moneter 1998 memberikan modal makroprudensial yang sangat baik.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Namun, ada beberapa tantangan dalam perekonomian Indonesia yang harus diperhatikan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kita akan bahas satu persatu mulai dari sisi moneter, fiskal, dan keseimbangan eksternal.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="makroprudensial--moneter"&gt;Makroprudensial / Moneter&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/3o6Ztm0VpFKWc5YSUE" width="400" height="280" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/southparkgifs-3o6Ztm0VpFKWc5YSUE"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kebijakan-moneter"&gt;Kebijakan moneter&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Dari krisis moneter 1998, kita belajar bahwa stabilitas moneter sangat penting:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bank sentral yang independen, dengan tugas pokok menjaga nilai rupiah dan inflasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Level makroprudensial sektor perbankan dijaga ketat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Indonesia berada di posisi yang baik karena tingkat suku bunga relatif tinggi dibandingkan negara lain.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;terhindar dari &lt;em&gt;negative interest rate&lt;/em&gt; maupun keharusan mencetak uang a la MMT.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kebijakan-moneter-1"&gt;Kebijakan moneter&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Teorinya, dengan menurunkan suku bunga acuan, sektor perbankan akan ikut menurunkan bunga &lt;em&gt;lending rate&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;borrowing rate&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Suku bunga yang rendah akan menstimulasi konsumsi dan investasi langsung.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ruang untuk sedikit inflasi masih ada karena saat ini inflasi terkendali.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Namun apakah sektor perbankan akan mengikuti?&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="konsentrasi-sektor-perbankan"&gt;Konsentrasi sektor perbankan&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kontrol terhadap sektor perbankan sejak krismon malah menciptakan sektor perbankan yang cenderung oligopolistik (Rosengard and Prasetyantoko, 2011).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hal ini dapat terlihat dari &lt;em&gt;interest rate margin&lt;/em&gt; yang tinggi di Indonesia dibandingkan negara lain di kawasan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemerintah Indonesia cenderung menyukai bank yang sedikit karena mudah diatur. Namun hal ini berdampak pada kurangnya kompetisi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hal ini berakibat pada sulit turunnya tingkat suku bunga pinjaman, apalagi di tengah tingginya permintaan kredit konsumen.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="konsentrasi-sektor-perbankan-1"&gt;Konsentrasi sektor perbankan&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik3.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kredit-internasional"&gt;Kredit internasional&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tingginya suku bunga dalam negeri dan rendahnya tingkat suku bunga di negara maju membuat pasar kredit internasional tampak menarik.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mungkin pernah dengar start-up cari pinjaman di Singapura?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;debt service&lt;/em&gt; dan pembayaran &lt;em&gt;equity&lt;/em&gt; membebani &lt;em&gt;net primary income&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Akibatnya, tanpa didukung ekspor dan &lt;em&gt;foreign investment flow&lt;/em&gt;, neraca pembayaran menjadi defisit.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="masalah-keseimbangan-eksternal"&gt;Masalah keseimbangan eksternal&lt;/h2&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/myDXHnYYPxT4od4NEN" width="400" height="400" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/myDXHnYYPxT4od4NEN"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kondisi-eksternal"&gt;Kondisi eksternal&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Awal tahun 2010an merupakan &lt;em&gt;double hit&lt;/em&gt; (Basri 2017):&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;berakhirnya ledakan harga komoditas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;taper-off&lt;/em&gt; the Fed&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;BI membiarkan rupiah terkoreksi ke teritori 14.000 rupiah per dolar.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Para peminjam dolar berhadapan dengan pengembalian utang yang mahal (interest parity)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pengalaman krismon 1998 memberikan efek traumatis bagi pengambil kebijakan khususnya moneter.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="mengendalikan-neraca"&gt;Mengendalikan neraca&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kesulitan ekspor berakibat pada keinginan kuat pemerintah untuk menekan impor.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Problemnya, Indonesia banyak mengimpor
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Jika Indonesia ingin ekspor manufakturnya kompetitif, maka terlibat dalam Global Value Chain (GVC) adalah suatu keharusan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah harus berhati-hati dalam melakukan pembatasan perdagangan, yang berpotensi memiliki
terutama di
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="defisit-neraca-pembayaran"&gt;Defisit neraca pembayaran&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik4.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="defisit-neraca-pembayaran-1"&gt;Defisit neraca pembayaran&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik5.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="impor-didominasi-barang-keperluan-produksi"&gt;Impor didominasi barang keperluan produksi&lt;/h3&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik6.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="dari-masalah-kredit-ke-neraca"&gt;Dari masalah kredit ke neraca&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Dengan kata lain, Indonesia mengalami permasalahan keseimbangan eksternal karena sangat tergantung dengan kondisi ekonomi dunia.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Iklim bisnis yang kurang baik mengakibatkan pembiayaan modal domestik yang mahal, sehingga memanfaatkan utang luar negeri.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="dari-masalah-kredit-ke-neraca-1"&gt;Dari masalah kredit ke neraca&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;defisit neraca pembayaran bukan masalah besar selama hitung-hitungan bisnisnya tepat:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;return&lt;/em&gt; yang didapat cukup untuk membayar cicilan utang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;long-term&lt;/em&gt; project tidak didanai oleh utang jangka pendek&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;negara mampu memiliki utang yang berkelanjutan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="dari-masalah-kredit-ke-neraca-2"&gt;Dari masalah kredit ke neraca&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;return to investment&lt;/em&gt; yang tidak tepat mengakibatkan neraca pembayaran yang tertekan dan mata uang yang melemah.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;pertumbuhan utang eksternal tidak dibarengi dengan pertumbuhan sektor ekspor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;suku bunga internasional yang murah menjadi mahal karena rupiah melemah (interest rate parity rule).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="dari-masalah-kredit-ke-neraca-3"&gt;Dari masalah kredit ke neraca&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;BI menjaga nilai cadangan devisa sehingga membatasi intervensi pasar uang.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Akibatnya pemerintah merasa perlu mengintervensi melalui pembatasan impor.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Padahal impor adalah konsekuensi dari tingginya investasi asing.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="peluang-ekspor"&gt;Peluang ekspor&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pandemi COVID-19 memukul impor dan meningkatkan ekspor.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ekspor dapat menjadi pilihan untuk kembali pulih dari resesi:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;harga-harga komoditas andalan Indonesia mulai pulih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;stimulus US,EU dan trading partner lainnya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah berniat membatasi ekspor komoditas demi nilai tambah dalam negeri.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Selengkapnya tentang peluang pemulihan ekspor dapat dilihat di
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="update-harga"&gt;Update harga&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik7.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="permasalahan-fiskal"&gt;Permasalahan fiskal&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/qojMeV7qOvzcGUgvbE" width="400" height="300" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/news-election-2020-first-presidential-debate-i-dont-want-to-pay-tax-qojMeV7qOvzcGUgvbE"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kekuatan-fiskal"&gt;Kekuatan fiskal&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Stimulus fiskal untuk mendorong konsumsi masyarakat sangat diperlukan:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dapat berbentuk pemotongan pajak maupun ekspansi APBN.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memiliki penerimaan negara yang tinggi sangat penting.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;fiscal rule&lt;/em&gt; yang terkontrol dapat diekspansi di saat genting.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sayangnya, pendapatan negara masih jauh dari ideal.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tax-ratio-rendah"&gt;Tax ratio rendah&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik8.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="utang-pemerintah-terkendali"&gt;Utang pemerintah terkendali&lt;/h2&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/uns/grafik9.png"&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="manajemen-fiskal-yang-baik"&gt;Manajemen fiskal yang baik?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pemerintah sukses menghapus subsidi energi dan menggenjot infrastruktur tanpa pajak dan utang.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;turunnya harga energi sejak akhir ledakan harga komoditas sangat menolong.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tetapi kuncinya adalah mengoper penerbitan bonds dari Pemerintah ke BUMN.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Hal ini membebani &lt;em&gt;balance sheet&lt;/em&gt; BUMN seperti Pertamina, PLN, dan konstruksi (Triggs et al 2019).&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="memindahkan-beban-utang"&gt;Memindahkan beban utang&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Jika hitung-hitungan proyeknya tidak tepat, utang bisa jadi keburu jatuh tempo sebelum &lt;em&gt;return&lt;/em&gt; memadai.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Solusi terbaik tentu saja adalah BUMN yang lebih efisien.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Namun jika solusinya adalah penyertaan modal, maka hal ini akan kembali berakibat ke pembebanan APBN.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Meningkatkan penerimaan negara menjadi semakin penting.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="penerimaan-negara"&gt;Penerimaan negara&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Namun pandemi memberikan tantangan yang sulit:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kebutuhan fiskal untuk bantuan sosial meningkat tajam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;industri meminta berbagai insentif fiskal seperti pemotongan pajak dan harga gas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penerimaan berkurang karena ekonomi sedang lesu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Dengan level utang saat ini, Pemerintah masih memiliki ruang.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;tantangannya adalah penyaluran (&lt;em&gt;disbursement&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Namun ke depan, Pemerintah harus lebih agresif dalam melakukan reformasi fiskal.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="summary"&gt;Summary&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pandemi membuka masalah yang selama ini &lt;em&gt;dormant&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;ekonomi yang tidak kompetitif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;sektor finansial yang tidak kompetitif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;utang BUMN dan penerimaan pajak yang rendah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Indonesia berada di posisi yang relatif baik (tingkat suku bunga, tingkat utang dan defisit, inflasi)&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Namun tetap harus berhati-hati ke depannya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Solusinya? Saya serahkan ke teman-teman UNS! (bisa jadi judul thesis lho!)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="thank-you"&gt;Thank you!&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/3oz8xIsloV7zOmt81G" width="480" height="267" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/arg-thank-you-cat-3oz8xIsloV7zOmt81G"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-references"&gt;Some references&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Basri, M. Chatib. 2017. &amp;ldquo;India and Indonesia: Lessons Learned from the 2013 Taper Tantrum.&amp;rdquo; Bulletin of Indonesian Economic Studies 53 (2): 137-160.
.
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;OECD (2021), OECD Economic Surveys: Indonesia 2021, OECD Publishing, Paris,
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Rosengard, Jay K., and A. Prasetyantoko. 2011. &amp;ldquo;If the Banks are Doing So Well, Why Can&amp;rsquo;t I Get a Loan? Regulatory Constraints to Financial Inclusion in Indonesia.&amp;rdquo; Asian Economic Policy Review 6 (2): 273-296.
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Triggs, Adam, Febrio Kacaribu, and Jiao Wang. 2019. &amp;ldquo;Risks, Resilience, and Reforms: Indonesia&amp;rsquo;s Financial System in 2019.&amp;rdquo; Bulletin of Indonesian Economic Studies 55 (1): 1-27.
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Economics</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/econ101/</link><pubDate>Thu, 04 Feb 2021 22:04:07 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/econ101/</guid><description>&lt;h1 id="economics"&gt;Economics&lt;/h1&gt;
&lt;h4 id="be4158"&gt;BE4158&lt;/h4&gt;
&lt;h5 id="first-meeting"&gt;First meeting&lt;/h5&gt;
&lt;h6 id="ibe-at-petra"&gt;IBE at Petra&lt;/h6&gt;
&lt;p&gt;Krisna Gupta&lt;br&gt;
Monday, February $8^{th}$ 2021&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="todays-content-"&gt;Today&amp;rsquo;s content ☀&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;housekeeping&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;about studying economics&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;some main principles&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="who-am-i-"&gt;Who am I? 👀&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;A PhD student of Economics at Crawford School of Public Policy, Australian National University (ANU).&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Research about trade and industry, in particular how trade and investment policy shape Indonesian manufacturing industry.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Ocassionally
in online portals and personal
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;An ocassional gamer, campsite musician and sometimes
.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="about-the-content-of-be4158-"&gt;About the content of BE4158 📚&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;This course is based on
.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;covered are principle of microeconomics:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Supply and demand&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;the market and its limitation&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;strategic thinking&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;and macroeconomics:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;GDP, inflation, unemployment, the government&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;What does it mean for business&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The content is very similar with Mankiw (2009) available at your
.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;books can be useful but are not required.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-expectations-from-student"&gt;Some expectations from student&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;No prior knowledge is required.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Please be active and ask questions.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Good internet connection is assumed.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Good english is assumed and expected to be used thoroughly.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;No cheating! Especially during exams.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-rules"&gt;Some rules&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;The lectures will be about 1.5 - 2 hours length.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;I expect all students to pay attention.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;I would greatly appreciate you turning on your cams.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;There will be a small quizzes in the middle of each class.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;make sure you pay attention.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;You are welcome to go off cam and AFK at any time you like.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Feel free to interrupt my class with questions.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;alternatively, you can use chat if you are shy, or ask me later thru e-mail.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="structure-of-this-course"&gt;Structure of this course&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 1: introduction&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;housekeeping&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;some principles&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 2: supply and demand&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;supply and demand curves&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perfect market equilibrium&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 3: Meddling with the market&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;tax and quantity control&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;price elasticity&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 4: firm problem&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;production function&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;marginal cost and average cost&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perfect competition&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="structure-of-this-course-1"&gt;Structure of this course&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 5: Monopoly &amp;amp; oligopoly&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;price discrimination&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;game theory intro&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 6: Externalities &amp;amp; public goods&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;deviation from perfect market&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;policies that work&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 7: Welfare&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Poverty &amp;amp; inequality&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;firms under different welfare setting&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;*** MIDTERM EXAM ***&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="structure-of-this-course-2"&gt;Structure of this course&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 8: Macro basics&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;accounting and growth&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;inflation and international imbalances&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 9: GDP, inflation and unemployment&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Measuring economy and price&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;unemployment&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 12: Long run growth&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dynamics of economic growth&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aggregate demand and supply&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 11: Fiscal policy&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;demand shock&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;the state budget&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="structure-of-this-course-3"&gt;Structure of this course&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 12: Financial system&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Banks and money&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The central bank&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 13: Monetary policy&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;interest rate&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;central bank instruments&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;week 14: international economies&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;trade policy&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;international capital and exchange rate&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="exams-etc-"&gt;Exams etc ✍🏾&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;evaluation&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;covers&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;%&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;quiz&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;everyday, best of 10&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;20&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;midterm exam&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;first 7 meetings&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;40&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;final exam&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;last 7 meetings&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;40&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Only your best 10 will be used for graded quiz out of 14 meetings.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;the quiz will be given by the end of every lecture.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;A bit of an intern quiz in the middle of each meeting, ungraded.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Slides should be enough to get a good grade.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;However, to get an A, you should master the principle.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-tools"&gt;Some tools&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;All course materials are accessible through lentera and
in pdf.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;All announcement will be posted on lentera and google classroom.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;I believe it will patch through your Petra e-mail as well.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Feel free to let me know what&amp;rsquo;s best for your learning.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The course is also available at my website,
.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;It is in html format so you don&amp;rsquo;t have to download.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Also can be viewed on your phone.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;I will update the course on a weekly basis.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-tools-1"&gt;Some tools&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;The mid-lecture pop quiz (ungraded) will be conducted via poll everywhere.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Please prepare a tab in your browser to
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;You can also use your smartphone&amp;rsquo;s browser.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;The tool for the end-lecture quiz (graded) is still being explored.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;we will test
by the end of today&amp;rsquo;s lecture.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;We can also use google form.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;You are free to let me know your preference.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="questions"&gt;Questions?&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="a-bit-about-you"&gt;A bit about you&lt;/h2&gt;
&lt;iframe src="https://embed.polleverywhere.com/multiple_choice_polls/ZSvuqLVH3kXDtyC0q1VL0?controls=none&amp;short_poll=true" width="800px" height="600px"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="a-bit-about-you-1"&gt;A bit about you&lt;/h2&gt;
&lt;iframe src="https://embed.polleverywhere.com/free_text_polls/8I0gGEvVFCiSryr6tM8Fh?controls=none&amp;short_poll=true" width="800px" height="600px"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="now-lets-appoint-a-class-rep"&gt;Now let&amp;rsquo;s appoint a class rep!&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;for now, class rep&amp;rsquo;s responsibility is to just administering attendance.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;any student is allowed to contact me directly.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="about-economics"&gt;About economics&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="why-economics"&gt;Why economics?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Contrary to what normal people think, economics is not about (just) money.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Economics is all about making optimal decision under scarcity.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;We use math principle to optimise our decision making.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;This course is not going to dig too deep into the world of economic principles.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;This course does not provide answers to your question: It teach how to use economic framework to shape your question.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-questions-asked-by-economists"&gt;Some questions asked by economists&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;How to best tackle climate change?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Is minimum wage good?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should we introduce tax holiday to firms?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should the government increase expenditure by more tax or more debt?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should we introduce Universal Basic Income?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;How to evaluate government program?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should we ban mineral export?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;can we sustain economic growth?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;what to do during economic crisis?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="more-questions-can-be-answered-with-partially-economic-principles"&gt;More questions can be answered with (partially) economic principles&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;lockdown or not lockdown?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should we invest in testing and tracing? or should we invest in treatment?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Who to vaccine first: the elderly and vulnerables, or the working age?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should we trust BUMN, or private sector?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;essentially, it&amp;rsquo;s about tradeoffs, cost and benefit.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="about-your-learning"&gt;About your learning&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;To get a glimpse of what economists usually do, you can take a look at my blog. examples:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Questions you might be interested in:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;should I expand to other market or continue serving my niche?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Should I outsource or make our own?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Recruit fresh grads or train high school graduates?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Update current system or adapt new system?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="principles-of-economics-"&gt;Principles of Economics 💰&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="people-make-choices"&gt;People make choices&lt;/h3&gt;
&lt;h5 id="because-resources-are-scarce"&gt;because resources are scarce&lt;/h5&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;resource can be anything you use to produce.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Money is the most mainstream limited resource.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buy only one holiday package.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buy only one portion of nasi goreng.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;But there are other resources worth noting.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;There&amp;rsquo;s only one holiday season in a year.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Two nasi gorengs would be too much for my stomach.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="the-true-cost-of-something-is-its-opportunity-cost"&gt;The true cost of something is its opportunity cost&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;money is just one type of cost.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The true cost of taking a holiday to Hong Kong is going somewhere else.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Your holiday can be spent on learning new stuff.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;What is the cost of doing your degree?
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Going straight to work and get experiences.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Doing other degrees (biology, chemistry, etc).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;enjoy life.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;essentially, opportunity cost of something is something else you gave up to get it.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="pop-quiz"&gt;Pop quiz&lt;/h3&gt;
&lt;iframe src="https://embed.polleverywhere.com/multiple_choice_polls/27Z726hL5mMDWeaKsBbDQ?controls=none&amp;short_poll=true" width="800px" height="600px"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="thinking-at-the-margin"&gt;Thinking at the margin&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;The principle of opportunity cost leads to a marginal thinking.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Understand your status quo, and think what action you can do to add a little improvement from it.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;If you have two hours to study or play, how will you divide it?
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;what if there&amp;rsquo;s an exam tommorow?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;If you are tired of studying, would you study more?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="specialisation-and-gains-from-trade"&gt;Specialisation and gains from trade&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;During your daily time, you make decisions on allocating how much time to study and to cook, among other things.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Since you will die if you don&amp;rsquo;t eat, you can&amp;rsquo;t allocate 0 hour to cook.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;On the other hand, there are those who are very good cook and will cook for you for a little money.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;In this case, it may be better if you spend 0 hour to cook, and order food from these chefs.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Trade is the reason why I can study economics: I don&amp;rsquo;t have to study how to be a doctor. I will just go to the hospital if I need a medical service.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="specialisation-and-gains-from-trade-1"&gt;Specialisation and gains from trade&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Extending to firm level, many outsource part of their business from a third party.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;buying &lt;i class="fab fa-microsoft"&gt;&lt;/i&gt;
office probably better than developing our own softwares.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;why make our own server if we can use &lt;i class="fab fa-aws"&gt;&lt;/i&gt;
?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Use tokopedia instead of making your own e-store.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;We can easily extend this to a country level:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Japan makes car because they cannot plant palm oil.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="incentives-matter"&gt;Incentives matter&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;People move to cities because there are more opportunities there.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;People will buy cheaper products given the same price.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;incentives are not always about money:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;You study more on the subjects you like.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;ldquo;ada gula ada semut&amp;rdquo;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="market-and-intervention"&gt;Market and intervention&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;often times, market incentives are enough.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;However, intervention is often used.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;education is an example where government intervene heavily.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gojek used subsidy to incentivies drivers and users.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Intervention may be temporary.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;The COVID-19 relieve bill (PEN) will likely stop after the pandemic.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gojek&amp;rsquo;s subsidy is removed once they reach economies of scale.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="things-tend-to-move-to-equilibrium"&gt;Things tend to move to equilibrium&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;When there is an incentive to do something, there will be more and more people exploit it.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;As more people do it, the incentive decreases to a point where it is not worth it anymore.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;examples:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;City becomes more crowded (and costly to live in).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Stock price stops growing few moments after its IPO.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Countries&amp;rsquo; economic growth reduced after they get rich.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Movement towards equilibrium, however, varies.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;short run vs long run.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;individual vs aggregate.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="conclusion"&gt;Conclusion&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;We will see how these principles come up again and again as we delve deeper into the course.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;The principle will be carried over to your overall degree, and life in general.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;I am not trying to make you an economist, but the principles are very useful.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="testing-graded-quiz"&gt;Testing Graded quiz&lt;/h2&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="housekeeping"&gt;Housekeeping!&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Joy is the class rep.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;We&amp;rsquo;ll use Zoom over Google Meet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Quizizz is used for everyday lecture.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;what else?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="next-week-supply-and-demand"&gt;Next week: Supply and demand&lt;/h2&gt;</description></item><item><title>Lalu Lintas Pembayaran Dalan dan Luar Negeri</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/llp/meeting1/</link><pubDate>Thu, 04 Feb 2021 22:04:07 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/llp/meeting1/</guid><description>&lt;h1 id="lalu-lintas-pembayaran"&gt;Lalu Lintas Pembayaran&lt;/h1&gt;
&lt;h4 id="dalam-dan-luar-negeri"&gt;Dalam dan Luar Negeri&lt;/h4&gt;
&lt;h5 id="pertemuan-1"&gt;Pertemuan 1&lt;/h5&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="hari-ini-"&gt;Hari ini ☀️&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Administrasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perdagangan dan transaksi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="administrasi"&gt;Administrasi&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-llpdln-"&gt;Tentang LLPDLN 📚&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ini adalah mata kuliah yang susah!!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kuliah dan ujian disampaikan secara tatap muka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buku bisa dipake tapi mostly dari slide aja cukup&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="informasi-pengajar"&gt;Informasi Pengajar&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;nama&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;ruangan&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;matkul lain&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Dhany Ratana&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;B2002 (prodi PIWAR)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;A2004 (Ruang Kerja Sama)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Metodologi Penelitian&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="ekspektasi-dari-mahasiswa"&gt;Ekspektasi dari mahasiswa&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak ada prasyarat mata kuliah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak perlu bisa bahasa inggris, &lt;em&gt;but a good command of english will certainly be helpful&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memerhatikan dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bertanya jika ada yang tidak dimengerti.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membantu mengecek jika ada saltik di slides.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sportif dan dewasa.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-aturan"&gt;Beberapa aturan&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kuliah efektif antara 90 - 100 menit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kehadiran tidak diwajibkan.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Yang hadir wajib untuk tertib dan tidak boleh berisik.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mahasiswa dipersilakan meninggalkan kelas untuk alasan apapun.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak perlu ijin dulu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wajib menggunakan masker selama perkuliahan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="struktur-kuliah"&gt;Struktur kuliah&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th style="text-align: center"&gt;minggu&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;konten&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;intro &amp;amp; ekonomi&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;2&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Perdagangan &amp;amp; peran sektor perbankan&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;3&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Sektor perbankan dan Transaksi pembayaran&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;4&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Berbagai bentuk transaksi pembayaran&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;5&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;UCP, Incoterms, Sales contract&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;6&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Alur documentary credit&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;7&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Penggunaan documentary credit&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;8&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;UTS&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="struktur-kuliah-1"&gt;Struktur kuliah&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th style="text-align: center"&gt;minggu&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;konten&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Bentuk dan karakteristik documentary credit&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;10-13&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Documentary credit dan pencairan L/C&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;14&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Fitur-fitur L/C dan kapan digunakan&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;15&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Kasus-kasus aplikasi L/C&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td style="text-align: center"&gt;16&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;UAS&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="nilai-"&gt;Nilai ✍🏾&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;evaluation&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;covers&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;%&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;quiz &amp;amp; tugas&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;bertahap&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;40&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;UTS&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;7 minggu pertama&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;30&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;UAS&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;7 minggu terakhir&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;30&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="some-tools"&gt;Some tools&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Materi perkuliahan dapat diakses di
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Materi akan diupdate setiap minggu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="questions"&gt;Questions?&lt;/h1&gt;
&lt;iframe src="https://giphy.com/embed/GYAiZdntWJE1zyNOLp" width="480" height="480" frameBorder="0" class="giphy-embed" allowFullScreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="https://giphy.com/gifs/lazy-corgi-GYAiZdntWJE1zyNOLp"&gt;via GIPHY&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="tentang-ekonomi-dan-perdagangan-"&gt;Tentang Ekonomi dan Perdagangan 💰&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="ekonomi"&gt;Ekonomi&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ilmu ekonomi pada hakikatnya merupakan ilmu yang mempelajari kesejahteraan (&lt;em&gt;welfare&lt;/em&gt;) umat manusia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara mengukur kesejahteraan? Orang atau negara seperti apa yang disebut sejahtera?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt; banyak uang?
banyak teman?
banyak amal? &lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="produk-domestik-bruto"&gt;Produk Domestik Bruto&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kata kunci: banyak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Negara yang makmur biasanya diukur dengan &lt;strong&gt;kemampuan menghasilkan/mengonsumsi sebanyak mungkin barang dan jasa&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agregasi dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara disebut dengan &lt;strong&gt;Produk Domestik Bruto&lt;/strong&gt; (PDB) atau &lt;strong&gt;Gross Domestic Product&lt;/strong&gt; (GDP).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara PDB dihitung?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="perhitungan-pdb"&gt;Perhitungan PDB&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Problem perhitungan PDB adalah bagaimana cara agregasi barang dengan ukuran berbeda-beda?
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara menjumlah beras+mobil+listrik+internet?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membandingkan PDB antar negara/waktu juga jadi susah.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kita ubah semua barang dan jasa tersebut ke dalam satuan &lt;strong&gt;mata uang&lt;/strong&gt; / &lt;strong&gt;currency unit&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada prinsipnya, $PDB=\sum \text{Quantity} \times \text{Price}$&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghitung PDB adalah tugasnya
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="perhitungan-pdb-pengeluaran"&gt;Perhitungan PDB pengeluaran&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Rumus perhitungan PDB yang paling terkenal adalah dengan metode pengeluaran.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
$$PDB=C+I+G+(X-M)$$&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Di mana $C=$konsumsi, $I=$investasi/tabungan, $G=$belanja pemerintah, $X-M=$net export.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Import menjadi pengurang PDB karena sudah dihitung di konsumsi (C) (&lt;em&gt;avoid double counting&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semakin besar PDB, semakin makmur negara tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="mengapa-berdagang"&gt;Mengapa Berdagang?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Seperti dijelaskan sebelumnya, ilmu ekonomi menitikberatkan pada efisiensi dalam meningkatkan kesejahteraan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Salah satu cara meningkatkan kesejahteraan dengan efisien adalah berdagang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kenapa?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="specialisation-and-gains-from-trade"&gt;Specialisation and gains from trade&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;During your daily time, you make decisions on allocating how much time to study and to cook, among other things.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Since you will die if you don&amp;rsquo;t eat, you can&amp;rsquo;t allocate 0 hour to cook.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;On the other hand, there are those who are very good cook and will cook for you for a little money.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;In this case, it may be better if you spend 0 hour to cook, and order food from these chefs.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Trade is the reason why I can study economics: I don&amp;rsquo;t have to study how to be a doctor. I will just go to the hospital if I need a medical service.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="specialisation-and-gains-from-trade-1"&gt;Specialisation and gains from trade&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Extending to firm level, many outsource part of their business from a third party.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;buying &lt;i class="fab fa-microsoft"&gt;&lt;/i&gt;
office probably better than developing our own softwares.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;why make our own server if we can use &lt;i class="fab fa-aws"&gt;&lt;/i&gt;
?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Use tokopedia instead of making your own e-store.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;We can easily extend this to a country level:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Japan makes car because they cannot plant palm oil.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="specialisation-and-gains-from-trade-2"&gt;Specialisation and gains from trade&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;dengan kata lain, berdagang memberi keuntungan bagi kedua belah pihak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada akhirnya, tujuan akhir aktivitas ekonomi adalah untuk kesejahteraan.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Saya jualan X supaya bisa beli Y.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih efisien daripada bikin X dan Y.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="minggu-depan"&gt;Minggu depan&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;lanjut lagi soal perdagangan dan transaksi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;intro ke sektor perbankan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Persiapan workshop menggunakan Zotero</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/zotero/</link><pubDate>Thu, 14 Jan 2021 11:46:09 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/zotero/</guid><description>&lt;h2 id="menggunakan-zotero-di-dalam-penulisan-ilmiah"&gt;Menggunakan Zotero di dalam penulisan ilmiah&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Krisna Gupta&lt;br&gt;
Ketua Komisi Ekonomi Ditlitka 2020/2021&lt;br&gt;
Australian National University&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="slide-apa-ini"&gt;Slide apa ini?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Instruksi untuk menginstall Zotero, salah satu reference manager untuk menulis artikel ilmiah. Zotero akan digunakan dalam workshop.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Detil Workshop:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Waktu: 16 Januari 2021, 16.00 WIB&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lokasi: &lt;a href="https://anu.zoom.us/j/81268573633?pwd=azdiSGZxV3JTckV0TXAxeHQxQjNvdz09" target="_blank" rel="noopener"&gt;LINK ZOOM&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kenapa zotero:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;gratis (the most important)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mudah diinstall&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dibuat oleh &lt;a href="https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&amp;amp;q=whos&amp;#43;behind&amp;#43;zotero" target="_blank" rel="noopener"&gt;organisasi nirlaba&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;bekerja juga di google docs&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dokumentasi zotero dapat dibaca di &lt;a href="https://www.zotero.org/support/quick_start_guide" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="our-goal"&gt;Our goal&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Membuat reference manager yang cantiq dan otomatis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;membuat menjadi plain text agar mudah digabung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di akhir workshop, peserta harus mengumpulkan file word di &lt;a href="https://drive.google.com/drive/folders/11g0-aYmDNyWxx9fs9COhs0BonLiBtf0Q?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"&gt;drive ini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="what-you-need"&gt;What you need&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Laptop / komputer pribadi
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;contoh ini menggunakan windows 10&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Zotero account
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;bikin di &lt;a href="https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&amp;amp;q=zotero&amp;#43;account" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Program zotero&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;reference list untuk latihan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="download-zotero-for-windows--chrome-plug-in"&gt;Download Zotero for Windows &amp;amp; Chrome plug-in&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;a href="https://www.zotero.org/download/" target="_blank" rel="noopener"&gt;link ini&lt;/a&gt;, anda akan melihat seperti ini&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;img src="https://www.krisna.or.id/media/install1.jpg" alt="drawing" width="600"/&gt;
&lt;p&gt;download installer-nya (kiri), lalu install plug-innya utk browser kesayangan anda (kanan).&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="install-zotero"&gt;Install Zotero&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;install zotero seperti anda menginstall program-program lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;buka zotero, lalu login dengan akun yang sudah anda buat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;img src="https://www.krisna.or.id/media/install2.jpg" alt="drawing" width="500"/&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;set up syncing&amp;rdquo; untuk pakai cloud, &amp;ldquo;install a zotero connector&amp;rdquo; hanya jika anda belum install browser plug-in&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="cek-word-plugin"&gt;Cek word plugin&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Zotero menginstall plugin microsoft word secara otomatis ketika anda sudah selesai install zotero.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dicek aja. Buka word, anda akan melihat tab zotero.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;img src="https://www.krisna.or.id/media/install33.jpg" alt="drawing" width="800"/&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="cek-google-docs-plugin"&gt;Cek google docs plugin&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk menggunakan plugin zotero di google docs, anda harus membuka aplikasi zoteronya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pluginnya ada di atas, mirip di microsoft word.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;img src="https://www.krisna.or.id/media/install44.jpg" alt="drawing" width="800"/&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="cek-google-docs-plugin-1"&gt;Cek google docs plugin&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Extra step jika e-mail zotero anda tidak sama dengan e-mail google drive anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;tambahkan e-mail google drive anda di akun zotero.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;buka &lt;a href="https://www.zotero.org/settings/account" target="_blank" rel="noopener"&gt;link ini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;masukkan e-mail google drive anda di situ, lalu klik &amp;ldquo;add&amp;rdquo;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;lakukan verifikasi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="agenda-workshop"&gt;Agenda Workshop&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Input referensi secara manual dan menggunakan browser plug-in.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;edit metadata.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;export library.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;in-text citation dan reference list di microsoft word.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;in-text citation dan reference list di google docs word.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;remove metadata / create plain text.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="other-notes"&gt;Other notes&lt;/h1&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;siapkan referensi sekitar 5 referensi. kita akan latihan dengan referensi anda masing-masing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kalau bisa macem-macem jenisnya: ada yang artikel jurnal, report, website, database dll.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Estimasi workshop selama 1 jam - 1.5 jam tergantung diskusi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;See you then!&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Jalan-jalan di Tidbinbilla Natural Reserve di Canberra, Australia</title><link>https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/</link><pubDate>Fri, 01 Jan 2021 09:04:02 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/</guid><description>&lt;p&gt;Saya kurang suka jalan-jalan, apalagi yang jauh-jauh. Tapi sepertinya kesempatan kali ini agak sayang untuk dilewatkan karena Tidbinbilla lagi ada promo gratis masuk sampai tahun baru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://www.tidbinbilla.act.gov.au/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Tidbinbilla&lt;/a&gt; adalah semacam cagar alam di kawasan Canberra, ibu kota Australia. Dia lokasinya di agak gunung gitu. Kalau dari kota, nyetir dulu sekitar 40an menit. Di sana, kita bisa lihat berbagai vegetasi khas Australia seperti hutan &lt;em&gt;eucalyptus&lt;/em&gt;. Di sini juga banyak hewan-hewan khas Australia seperti Kangguru, Wallabies, Koala, Platypus, dan berbagai jenis burung, serangga dan reptil. Tidbinbilla cocok banget buat orang yang seneng jalan-jalan di alam gitu. Banyak &lt;em&gt;walking trail&lt;/em&gt; dari yang mudah, beraspal, cuma 1-2 km-an, sampe yang sulit, nanjak dan berbatu-batu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tidbinbilla ini luas banget! Kalau mau menjelajah semuanya, harus seharian ada di sini kayaknya. Sebelum datang ke sini, sebaiknya memang baca-baca dulu mau ke mana aja. Lihat petanya dan jalur-jalurnya. Sama lah kayak merencanakan jalan-jalan pada umumnya. Kalau mau lihat peta fullnya, lihat &lt;a href="https://www.tidbinbilla.act.gov.au/__data/assets/pdf_file/0005/572288/Tidbinbilla-Map-and-Guide.pdf" target="_blank" rel="noopener"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="tidbinbilla_map"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/tidbinbilla_map_hu_9a50003f30b50576.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/tidbinbilla_map_hu_43ec60154f7ed859.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/tidbinbilla_map_hu_d4a00b77480f1a98.webp 726w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/tidbinbilla_map_hu_9a50003f30b50576.webp"
width="726"
height="547"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya dan istri hanya pergi ke daerah hutan eukaliptus dan tempat yang namanya Sanctuary. Walking trail-nya gampang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertama mampir dulu di visitor center (kanan atas kalo di peta). Di sini bisa nanya-nanya Ranger-nya soal kondisi di Tidbinbilla, hewan apa yang lagi aktif, mana yg lagi ngumpet, lagi musim apa dll. Beli kopi sama suvenir juga bisa di sini. Dari visitor center juga ada beberapa walking trail yang lucu dan gampang. Kalo walking trail yang di visitor center, kita bisa lihat emu (semacem burung unta gitu) dan kangguru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kebetulan kami lihat dua-duanya!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img alt="emu"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/emu.gif"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img alt="kangguru"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/kangguru.gif"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lucu ya! Asal jangan deket-deket wkkw. Ini aslinya video, kubikin gif pake &lt;a href="https://ezgif.com/video-to-gif" target="_blank" rel="noopener"&gt;ezgif&lt;/a&gt;. Paling atas kalo search &amp;ldquo;make a gif from video&amp;rdquo; di google.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah, dari visitor center, pergi ke tempat namanya sanctuary. Gede banget sih ni tempat. Ga bisa pergi ke semuanya. Harus pilih-pilih.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="sanctuary_map"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/sanctuary_map_hu_2692f10c6ff84638.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/sanctuary_map_hu_dee3c49f3e355eac.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/sanctuary_map_hu_61cf146ab343ad07.webp 569w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/sanctuary_map_hu_2692f10c6ff84638.webp"
width="569"
height="552"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertama ke &lt;a href="https://www.tidbinbilla.act.gov.au/do/the-eucalypt-forest" target="_blank" rel="noopener"&gt;hutan eukaliptus&lt;/a&gt; dulu. Di pintu masuk langsung dikasi liat penangkaran koala. Jadi koala masi kecil dibesarin di sini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="koala"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/koala_hu_9a8b8354009e81d7.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/koala_hu_530cc07c8e4abb22.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/koala_hu_130f4c73076fb072.webp 570w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/koala_hu_9a8b8354009e81d7.webp"
width="570"
height="760"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kami ambil jalur yang namanya Koala Path. Cuma sekitar 500m aja. Baunya minyak kayu putih banget!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="eukaliptus1"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus1_hu_3262434417c43d01.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus1_hu_e9fe8d4e86ac7081.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus1_hu_582d52a2b51d7b79.webp 760w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus1_hu_3262434417c43d01.webp"
width="760"
height="570"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="eukaliptus2"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus2_hu_8cdcb90b69d89039.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus2_hu_8c7498aebae2b398.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus2_hu_6c6cc1dcbe4c6d0c.webp 760w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/eukaliptus2_hu_8cdcb90b69d89039.webp"
width="760"
height="570"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikutnya kami pergi ke Sanctuary. Tempatnya keren banget. Di sini katanya ada Wallabies (semacem kangguru juga tapi kecil) dan platypus. Sayangnya kagak keliatan Wallabies dan platypusnya 😢&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="s1"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s1_hu_cb6a6324cd770e20.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s1_hu_c05e27f83c17a73.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s1_hu_b303ca5ae3086bf4.webp 760w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s1_hu_cb6a6324cd770e20.webp"
width="760"
height="570"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="s3"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s3_hu_511d0608e3ed4b3b.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s3_hu_9e2d72e91ab7fde1.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s3_hu_4ad117f7f4a687ff.webp 760w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s3_hu_511d0608e3ed4b3b.webp"
width="760"
height="570"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="s4"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s4_hu_7e1b5e99cc74beb8.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s4_hu_465338f55185c795.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s4_hu_a8956b01ac6f8e29.webp 570w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s4_hu_7e1b5e99cc74beb8.webp"
width="570"
height="760"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;
&lt;img alt="s5"
srcset="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s5_hu_29d57bf08fd4f196.webp 320w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s5_hu_daef722e426b8a8c.webp 480w, https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s5_hu_85e94d2f363009a6.webp 760w"
sizes="(max-width: 480px) 100vw, (max-width: 768px) 90vw, (max-width: 1024px) 80vw, 760px"
src="https://www.krisna.or.id/post/tidbinbilla/s5_hu_29d57bf08fd4f196.webp"
width="760"
height="570"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tracknya lumayan dan dapat banyak foto-foto bagus. Udaranya juga seger banget. Overall, tripnya asik deh. Sayangnya ga dapet liat Platypus. Kalo kata Ranger-nya, Platypus (dan hewan lain pada umumnya) lebih suka muncul pagi-pagi banget atau sore-sore banget. Kata webnya, Platypus pada nongol di musim semi, bulan-bulan Agustus gitu. Sepertinya harus ke sini lagi di musim yang berbeda biar bisa liat Platypus. wkwkkw&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Mencoba tiga keyboards keren: Logitech MX Keys, Razer BlackWidow dan Razer Huntsman</title><link>https://www.krisna.or.id/post/keyboard/</link><pubDate>Tue, 29 Dec 2020 19:31:47 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/keyboard/</guid><description>&lt;p&gt;Semester ini saya sibuk banget. Banyak kerjaan,
salah satu milestone disertasi saya, dan ngajar. Khusus untuk ngajar, kali ini saya cukup beruntung karena di masa korona ini, kampus mengurangi staff besar-besaran dan saya termasuk yang masih dikaryakan. hehe. Masalahnya, karena yang di-&lt;em&gt;hire&lt;/em&gt; dikit, saya ketimpaan banyak banget &lt;em&gt;marking&lt;/em&gt; alias meriksa tugas dan UAS. Stres banget deh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seiring dengan berakhirnya semester datang pula Black Friday + cyber monday + Boxing day, adalah serangkaian hari-hari penuh diskon di Australia. Hmmm, kupikir. Berhubung selama ini jarang foya-foya, boleh deh sekali-kali nraktir diri sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diantara yang berdiskon, barang-barang elektronik kebagian diskon yang gede-gedean. Berhubung lagi ada duit, saya memutuskan untuk nyoba beli keyboard buat gantiin keyboard yang sekarang. Saya selama ini pake
, keyboard yg sangat keren dan enak. Kalau liat-liat di forum, keyboard mekanikal katanya lebih enak buat ngetik karena ada &lt;em&gt;feedback&lt;/em&gt; yang lebih baik. Mencetnya ga harus dalem-dalem jadinya lebih nyaman buat ngetik. Berhubung belum pernah coba ngetik pake keyboard mekanikal, saya pikir bole juga nih nyobain.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya mencoba beli keyboard baru di
, sebuah toko elektronik gede di Australia. Harganya lumayan kompetitif, tokonya banyak, ada toko di Belconnen yang bisa nyoba-nyoba switch juga, jadinya bisa ngetes kayak gimana keyboardnya. Dan yang paling enak adalah, kalau kita ga suka barangnya setelah nyoba-nyoba seminggu dua minggu, keyboardnya bisa kita tuker tambah dengan yang lain. Inilah kekuatan
.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berkat fitur tuker tambah tersebut, saya jadi bisa nyoba 3 keyboard berbeda. Saya browsing-browsing beberapa switch yg katanya enak buat ngetik, dan memutuskan membeli berdasarkan diskon. Keyboard pertama yang saya coba adalah
, terutama karena saya fans berat Logitech. Barang-barangnya mahal tapi emang oke punya. Sayangnya ternyata kurang cocok. Lalu saya pindah ke produk razer, yaitu Razer BlackWidow. Ternyata masih kurang cocok, akhirnya terakhir saya pake Razer Huntsman. Begini spesifikasi keyboard-keyboard tersebut.&lt;/p&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Keyboard&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Logitech MX Keys&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Logitech G512 GX Brown&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Razer BlackWidow&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Razer Huntsman&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Switches&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Scissor&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;
&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Feel&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Tactile&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Bump&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Clicky&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Clicky&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Actuation force (g)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;37.1&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;50&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;50&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;35.5&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Actuation travel (mm)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.26&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.9&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.74&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.56&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Total travel (mm)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.84&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.0&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.5&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;typing speed (WPM)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;73&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;68&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;73&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;80&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Beberapa keterangan:&lt;/p&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Actuation force: seberapa kuat kita perlu tekan itu keyboard. Makin gede makin bikin pegel kalo ngetik lama. Tapi kalo gede jadi lebih susah typo karena mengurangi salah pencet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Actuation travel: Seberapa jauh kita perlu tekan sampe hurufnya muncul di layar. Makin gede makin dalem.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Total travel: Seberapa jauh kita bisa tekan sampe mentok. makin gede makin dalem.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saya ngetes typing speed pake typing di
pake tingkat kesulitan medium selama 3 menit. WPM = Word per Minute (kata per menit)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Angka-angka lain didapat dari
, namun khusus yg logitech dikopas dari
.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;p&gt;Saya mau coba kasih review dan alasan kenapa saya gak cocok dengan Logitech G512 dan Razer BlackWidow. Sekarang masih tahap coba-coba dengan huntsman. Moga-moga cocok. Saya akan fokus ke ketik-mengetik dan &lt;em&gt;switch&lt;/em&gt; nya, karena &lt;em&gt;switch&lt;/em&gt; itu alasan utama saya coba-coba keyboard mekanik. Paling yang kepake adalah makro. Saya gak terlalu tertarik dengan RGB-nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perlu diketahui sebelumnya bahwa saya bukan antusias keyboard. Saya cuma user biasa yang brosing-brosing aja. Ga bener-bener pemerhati keyboard. Saya baca macem-macem review dari Rtings, Tomshardware, dll. Juga nonton macem-macem video youtube dari channel seperti RandomFrankP atau Hardware Canuch. Kalo perlu review yang serius, boleh coba main ke sana.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="logitech-mx-keys"&gt;Logitech MX Keys&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;what I love&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;What I hate&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;tipis dan compact&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;programmable cuma di tombol F1-F12&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;enak buat ngetik&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;mahal&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;wireless-nya bagus banget&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;batre tahan lama&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;logitech flow is amazing&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Di awal-awal COVID-19 masih ramai di Australia (sekitar awal Maret), Kampus saya mengizinkan pemindahan sebagian alokasi dana penelitian mahasiswa untuk membeli perlengkapan &lt;em&gt;Work From Home&lt;/em&gt; (WFH). ALasannya tentu saja karena kampus mau ditutup dan seluruh staf dan mahasiswa diharuskan untuk bekerja dari rumah. Pada umumnya, dana penelitian sering kali dipakai untuk menghadiri konferensi akademis. Berhubung korona juga kan ya, jadi ga mungkin juga ada konferensi dalam waktu dekat. Yaudah deh dimanfaatkanlah itu dana untuk beli perlengkapan WFH.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Logitech MX Keys saya pilih sebagai keyboard buat di rumah. Ga ada alasan khusus sih waktu itu, karena saya fans logitech aja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ternyata keyboard ini enak banget. Switch-nya menurut saya lebih enak daripada keyboard di kantor. Namun ada beberapa kelebihan yang bisa saya katakan. Pertama, dia wireless, bisa pake dongle (2.4 Ghz) dan bluetooth. Wirelessnya bisa pake unified dongle, alias keyboard dan mouse (juga logitech) bisa pake 1 dongle yang sama. Bluetoothnya bisa konek ke 3devices, bisa komputer lain tapi juga tablet dan &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt;. Sangat menolong ketika saya mau ngetik di tab atau &lt;em&gt;smartphone&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;setup&lt;/em&gt; wireless juga enak banget karena bikin meja rapih. Di samping itu, switching antara wireless dongle dan 3 device bluetooth sangat-sangat mudah karena ada tombol fisiknya di keyboard.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua, Logitech juga punya teknologi yang namanya &lt;em&gt;flow&lt;/em&gt;. Kalau saya kopi tulisan di laptop, saya bisa kopas ke tablet. membantu banget deh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketiga, keyboard ini tipis banget, lumayan kecil, dan build qualitynya oke banget. Meja jadi berasa lega dan posisi tangan tuh enak banget karena keyboardnya tipis jadi ga perlu ngangkat jari tinggi-tinggi. Ga pegel ngetik di sini karena &lt;em&gt;actuation point&lt;/em&gt; nya pendek dan force-nya kecil.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="logitech-g512-gx-brown"&gt;Logitech G512 GX-Brown&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;What I love&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;What I hate&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Harga cukup terjangkau&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;kabelnya ga enak banget&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;switch-nya&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;ga ada makro&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Keyboard ini adalah yang pertama saya beli, sekaligus keyboard mekanis pertama yang pernah saya punya. Harganya termasuk lumayan murah untuk keyboard mekanikal, dan waktu itu lagi diskon. Berhubung pertama kali, saya nyoba yang murah dulu. Ga berani langsung yg mahal. hehe.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Switch GX-Brown adalah switch logitech yang katanya &lt;em&gt;tactile&lt;/em&gt; tapi ga ada bunyi klik-kliknya kayak mekanis pada umumnya. Keyboard mengirimkan sinyal ketika pelatnya tersambung pas tombolnya diklik. Sayangnya nggak begitu keliatan di gif ini yang saya bikin dari gambar yang ada di website logitech.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img alt="GX-Brown"
src="https://www.krisna.or.id/post/keyboard/gx_brown.gif"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah dicoba-coba, ternyata pake G512 bikin capek dan kurang cocok buat saya. Jari malah agak pegel dan telapak tangan sekitar kelingking malah pegel. Sepertinya karena kebiasaan pake keyboard yang pendek, saya mencetnya selalu sampe ujung. Padahal harusnya semi-terbang gitu, ga usah dalem-dalem mencetnya. Cukup sampe &lt;em&gt;actuation point&lt;/em&gt; aja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita juga bisa lihat dari tabel di atas, bahwa keyboard ini (dan keyboard mekanikal pada umumnya) memang perlu tekanan yang sedikit lebih kuat. Mungkin ga terlalu ngefek ya kalo cuma ngetik bentar. Tapi kalo ngetik seharian ternyata berasa juga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keyboard ini juga tinggi banget dibandingkan MX Keys. Tangan kurang pas rasanya ngetik. terpaksa beli wrist rest yg agak tinggi supaya tangan bisa lurus. Lumayan agak lebih nyaman, tapi tetep pegel kalo ngetik lama. Ketinggian keyboard juga disumbang oleh tinggi &lt;em&gt;keycaps&lt;/em&gt; nya dan travel distance yang emang lebih jauh. Lagi, keliatannya bedanya tipis ya, tapi kalo ngetik seharian ya pegel juga.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Soal speed, kecepatan ngetik saya malah drop pake ini, meskipun awalnya coba pindah mekanikal karena lebih enak buat ngetik. Wah udah ga enak, slow juga, bener-bener bad investment dah. Untungnya masih bisa dituker.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya jadinya nyoba yang clicky, karena katanya pake yg clicky lebih enak dan lebih berasa &lt;em&gt;actuation point&lt;/em&gt;-nya ketimbang yg &lt;em&gt;tactile&lt;/em&gt;, sehingga lebih enak ngetiknya ga harus pencet ampe dalem-dalem banget.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="razer-blackwidow"&gt;Razer BlackWidow&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;What I love&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;What I hate&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Razer green switch is amazing&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Good value for money&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Fully programmable&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;RGB-nya rame bgt&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Saya tuker sama Razer BlackWidow. Ini adalah produk razer pertama yang saya coba. Keyboard ini punya switch yang clicky, alias bunyi-bunyi pas dipencet. Di gif di bawah ini yang saya ambil dari situs resmi razer, kita bisa lihat ketika keyboardnya dipencet, ada plat yang nubruk plat di dalamnya. Ketika itulah key-nya teregister dan tombol yang kita pencet terdeteksi oleh komputer.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img alt="razer_green"
src="https://www.krisna.or.id/post/keyboard/razer-green-switch.gif"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita juga bisa lihat bahwa platnya nubruk tanpa perlu keycap nya kita pencet sampe mentok.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ternyata bener sih, mendingan yang clicky sekalian daripada yang nanggung. Asli enak banget mencetnya pas bunyi klik-klik gitu wkwkw. Tapi ternyata pake keyboard ini juga kurang pewe. Jari tetep pegel mencetnya. Keyboard ini kalo berdasarkan spek juga punya travel distance dan actuation force yang gede, setara dengan MX-Brown. Saya juga mungkin ngetiknya masih sampe bawah, meskipun ada bunyi klik-kliknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meskipun begitu, ternyata keyboard yang bunyinya klik-klik enak juga dipake. Berasa ngetik sesuatu yang penting banget. ha ha ha. Tentu saja jeleknya adalah keyboard ini lumayan berisik. Agak mengganggu kalo kerja di kantor gitu. Istri saya bilang bahwa suaranya lumayan berisik, meski ga terlalu ganggu, tapi susah kalo pas istri saya mau tidur&lt;sup id="fnref:1"&gt;&lt;a href="#fn:1" class="footnote-ref" role="doc-noteref"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keyboard ini fully programmable, jadinya bener-bener semua key bisa diganti dengan tombol lain dan pilihannya banyak banget, seperti bisa jadi alt dan shift juga, bisa buat launch program atau website, dan yg terpenting bisa buat nyimpen text.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keyboard ini lebih enak daripada Logitech GX-Brown. Menurut saya, Razer Green Switch termasuk switch yg enak banget dipake, apalagi kalo udah terbiasa ngetik ngambang gitu. Tapi awal-awal sih masih agak berat. Learning curve-nya lumayan kalo baru datang dari keyboard membran tipis. Tapi begitu udah terbiasa, beeeh enak.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="razer-huntsman"&gt;Razer Huntsman&lt;/h2&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;What I love&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;What I hate&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Razer purple switch is amazing&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Mahal&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Fully programmable&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;RGB-nya rame bgt&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Keyboard terakhir yang saya coba adalah Razer huntsman. Dia pakai teknologi baru yang namanya opto-mechanical. Kalau switch sebelumnya pakai sinyal elektrik dari plat besi, switch di keyboard ini pake sinar laser untuk mengirimkan sinyal dari keyboard ke komputer. Pas keyboard-nya dipencet, lasernya nyambung ke penerimanya, lalu mengirimkan sinyal bahwa tombolnya udah dipencet.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img alt="razer_purple"
src="https://www.krisna.or.id/post/keyboard/razer-purple.gif"
loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Katanya si razer, mengirim sinyal dengan laser membuatnya jadi jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih cepat daripada pake pelat besi. Tapi kayaknya gak terlalu ngefek sih, apalagi buat orang tua seperti saya yg refleknya dah kayak siput kwwk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi yang membuatku tertarik nyoba ini adalah karena dia punya actuation force yang lebih ringan dan travel distance yang lebih pendek daripada mekanikal biasa, namun dengan clicky feeling yang sama dengan si razer green switch. Dengan begitu, harusnya bisa lebih nyaman di jari buat ngetik. Terutama buat pengetik yang baru mulai pake mekanikal keyboard.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Clicky feelingnya menurut saya gak semenyenangkan Razer BlackWidow. Tapi tetep enak sih. Yang lebih penting adalah sejauh ini tangan masih baik-baik aja. Lebih enak ngetik di sini buat saya daripada green switch. Mudah-mudahan kedepannya saya cocok dengan keyboard ini. hahah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi emang kalo soal kecepatan, sejauh ini pake switch ini memberikan typing speed paling cepat sih (80 WPM), bahkan lebih cepat daripada MX Keys di 73 WPM. Memang lebih nyaman ngetik di sini. Perlu dilihat lagi lah beberapa lama ke depan, seberapa nyaman pake switch yang ini. Tapi sejauh ini memang Huntsman menurut saya lebih enak dibandingkan dua keyboard sebelum ini.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kesimpulan"&gt;Kesimpulan&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Ngetik di MX Keys sebenernya udah enak. Meskipun mencetnya sampai ujung (ya iya tipis banget soalnya), tapi tangan tetep ga pegel. Fitur wireless-nya yg bisa pindah-pindah device dan bisa dibawa ngopas juga sangat-sangat berguna. Unifying receiver bikin meja rapih ga ada kabel dan dongle cuma 1 untuk keyboard dan mouse itu bikin hemat slot USB. Logitech ni emang the best deh kalo bikin produk office.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi emang ngetik clicky-clicky memberi perasaan bahagia yg saya juga ga tau datang dari mana. wkwk. Keyboard mekanikal juga punya segudang makro yg sangat berguna buat naroh command / method yg kepake banget buat koding. Mungkin saya cuma kurang terbiasa aja ngetik di keyboard tebel karena dah keseringan pake laptop dan MX Keys. Sejauh ini belum terlalu jauh merasakan enaknya keyboard mekanikal dibandingkan dengan MX Keys (selain klak klik-nya). Oh iya lama-lama lucu juga ngeliatin RGB wkwkw.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Update: razer huntsman akhirnya jadi my daily driver. Setelah bisa ngetik yg bener pake mechanical keyboard, clicky switchesnya razer ternyata enak banget. Speed tercepat saya ya di razer huntsman ini. Dia lebih ringan daripada clicky mechanical switches lain pada umumnya, jadi lumayan cocok buat yang baru nyoba. Fully programmablenya juga bagus banget buat anda yang perlu. Kayaknya software buat program key dan makro paling enak di razer deh. I do miss MX Keys&amp;rsquo; versatile wireless capability tapi programmability dan clicky switch wins me.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baca juga percobaan yellow switch dengan keyboard Razer Blackwidow V3 Mini di
&lt;/p&gt;
&lt;div class="footnotes" role="doc-endnotes"&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li id="fn:1"&gt;
&lt;p&gt;Tempat WFH saya = kamar tidur. apa boleh buat. Maklum nyewa unit yang kecil supaya murah.&amp;#160;&lt;a href="#fnref:1" class="footnote-backref" role="doc-backlink"&gt;&amp;#x21a9;&amp;#xfe0e;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;</description></item><item><title>Mengeksplorasi &amp; mengelaborasi data serta sumber bacaan</title><link>https://www.krisna.or.id/event/litka/</link><pubDate>Mon, 14 Dec 2020 01:20:32 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/litka/</guid><description/></item><item><title>Litka</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/litka/</link><pubDate>Sun, 13 Dec 2020 23:36:14 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/litka/</guid><description>&lt;h4 id="mengeksplorasi--mengelaborasi"&gt;Mengeksplorasi &amp;amp; mengelaborasi&lt;/h4&gt;
&lt;h1 id="data"&gt;data&lt;/h1&gt;
&lt;h4 id="serta-sumber-bacaan"&gt;serta sumber bacaan&lt;/h4&gt;
&lt;p&gt;Krisna Gupta ft. Denny Irawan&lt;br&gt;
Dirlitka PPI Dunia&lt;br&gt;
&lt;a href="https://krisna.netlify.app/" target="_blank" rel="noopener"&gt;krisna.netlify.app&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="siapa-tuh-krisna-gupta-"&gt;Siapa tuh Krisna Gupta 👀&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Ketua Komisi Ekonomi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sering dipanggil Imed.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Economics PhD Student di &lt;a href="https://crawford.anu.edu.au/people/phd/krisna-gupta" target="_blank" rel="noopener"&gt;Australian National University&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Double degree Master in Econ dari &lt;a href="http://ppia.feb.ui.ac.id/en/joint-degree-with-vrije-universiteit-amsterdam/" target="_blank" rel="noopener"&gt;UI / VU Amsterdam.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meneliti dampak kebijakan perdagangan dan investasi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dosen &lt;a href="https://poltekapp.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Politeknik APP Jakarta.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hobby &lt;a href="https://krisna.netlify.app" target="_blank" rel="noopener"&gt;ngeblog&lt;/a&gt;, nyanyi, ngefans L&amp;rsquo;arc&lt;del&gt;en&lt;/del&gt;Ciel.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-riset-dan-publikasi-"&gt;beberapa riset dan publikasi 😎&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="tentang-hari-ini-"&gt;Tentang hari ini 👍&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;literatur&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Diskusi&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="literatur"&gt;Literatur&lt;/h1&gt;
&lt;h3 id="kata-kunci-relevan"&gt;kata kunci: relevan&lt;/h3&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="untuk-menulis-10-ribu-kata-anda-harus-membaca-100-ribu-kata"&gt;Untuk menulis 10 ribu kata, anda harus membaca 100 ribu kata!&lt;/h3&gt;
$$\max_{B,T,S} \{f(B,T,S): B+T+S \leq 24\}$$
$B&gt;T&gt;S$
&lt;/Br&gt;
Baca $\Rightarrow$ Tulis $\Rightarrow$ Speak
&lt;/Br&gt;
JANGAN KEBALIK!
&lt;/Br&gt;
hehe
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="kenapa-melakukan-tinjauan-literatur"&gt;Kenapa melakukan tinjauan literatur&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kita tidak bisa meneliti sesuatu yang kita tidak tau!&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;mendapatkan informasi dan konteks&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mencari &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; (target, debat, etc)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Meyakinkan pembaca bahwa tulisan kita &lt;ins&gt;relevan&lt;/ins&gt;:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;terupdate&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penting&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mengenal-konteks"&gt;Mengenal konteks&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Selalu ingat bahwa kita menulis tentang Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Karena itu, anda memerlukan pendekatan konteks yang punya ekstra layer:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Apa SDGs yang relevan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana perkembangannya di Indonesia.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah akan tercapai secara &lt;em&gt;sustainable&lt;/em&gt; di 2045.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;United Nations (UN)&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;ada &lt;a href="https://sdgs.un.org/goals" target="_blank" rel="noopener"&gt;website&lt;/a&gt; yang user friendly.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ada report (&lt;a href="https://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/2380320190712_Final_VNR_2019_INDONESIA.pdf" target="_blank" rel="noopener"&gt;download&lt;/a&gt;) hasil kerjasama dengan Bappenas.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Dokumen milik pemerintah.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selain Bappenas, lihat juga lembaga terkait.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peraturan perundang-undangan yang terkait.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Literatur ternama di bidang masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana-1"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Wikipedia adalah sahabat kita semua.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;gunakan sebagai pijakan, bukan literatur untuk disitasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;berlaku juga untuk informasi seperti blog orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tanya rekan sejawat atau editor.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="data-1"&gt;Data&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mengapa-kita-menggunakan-data"&gt;Mengapa kita menggunakan data?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data dapat menyampaikan konteks dengan efisien.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;pembaca orang sibuk. makanya harus efisien.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data sangat &lt;em&gt;powerful&lt;/em&gt; untuk menyampaikan pesan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data menunjukkan seberapa paham kita dengan isu.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data biasanya cukup obyektif.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="bagaimana-menggunakan-data"&gt;Bagaimana menggunakan data?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;data bukanlah cerita! Ia memperkuat.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Data adalah support, bukan inti tulisan anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;lebih baik jika sudah ada kerangka berpikir.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data tidak harus yang berupa statistik.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;bisa juga referensi seperti pasal atau argumen orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Data harus relevan!&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;jangan pasang data yang anda ga pake.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Hati-hati dengan informasi yang partisan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="beberapa-sumber-yang-dapat-digunakan"&gt;Beberapa sumber yang dapat digunakan.&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;ada &lt;a href="https://sdgs.un.org/goals" target="_blank" rel="noopener"&gt;website&lt;/a&gt; yang user friendly.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Website-nya World Bank juga cukup user friendly:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://datatopics.worldbank.org/sdgs/" target="_blank" rel="noopener"&gt;SDGs&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;maupun &lt;a href="https://data.worldbank.org/" target="_blank" rel="noopener"&gt;World Development Indicators&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tanya kolega atau editor.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="tools-untuk-visualisasi"&gt;Tools untuk visualisasi.&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Microsoft Excel / Google sheet adalah tool paling gampang dan &lt;em&gt;mainstream&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;jika anda nulis bareng, usahakan pake tools yang semua bisa pake.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Hanya pakai pie chart untuk data &lt;em&gt;fraction&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Gunakan grafik garis untuk menunjukkan &lt;em&gt;trend&lt;/em&gt; (biasanya data &lt;em&gt;time series&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mengambil-visualisasi-pihak-lain"&gt;Mengambil visualisasi pihak lain.&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Jika anda mengambil visualisasi dari publikasi pihak lain, selalu sertakan sumber.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;jangan lupa, yang penting adalah data support argumen. Datanya boleh pinjem, tapi argumennya harus punya anda.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="bagaimana-jika-tidak-ada-data-yang-mendukung-cerita-kita"&gt;Bagaimana jika tidak ada data yang mendukung cerita kita?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Cari terus sampai dapat!&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Jika masih tidak ada, be humble! Alim == Pendiam&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana jika data yang kita dapatkan malah melawan argumen kita?&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
then, change your mind
&lt;/Br&gt;
Menulis adalah proses pendewasaan logika
&lt;/Br&gt;
Makes mistakes is an important part of life
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="the-end"&gt;The End&lt;/h1&gt;</description></item><item><title>Kebijakan untuk meningkatkan partisipasi perusahaan-perusahaan Indonesia dalam rantai pasok global</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/convo1/</link><pubDate>Fri, 04 Dec 2020 21:34:47 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/convo1/</guid><description>&lt;p&gt;Selengkapnya &lt;a href="https://theconversation.com/kebijakan-untuk-meningkatkan-partisipasi-perusahaan-perusahaan-indonesia-dalam-rantai-pasok-global-150062" target="_blank" rel="noopener"&gt;lihat di sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Model konsumsi intertemporal 3 periode: bekerja, pensiun, dan akhirat.</title><link>https://www.krisna.or.id/post/surga/</link><pubDate>Wed, 02 Dec 2020 10:48:50 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/surga/</guid><description>&lt;p&gt;Dulu jaman saya masih ngeblog di medium, saya pernah menulis tentang model intertemporal &lt;a href="https://medium.com/@imedkrisna/extending-a-simple-2-period-consumption-problem-the-third-period-afterlife-9223cf5467d" target="_blank" rel="noopener"&gt;3-periode&lt;/a&gt;: bekerja, pensiun, meninggal. Kali ini saya mau coba menulis ulang tapi di blog yang baru di mana saya bisa pakai jupyter notebook jadinya bisa diitungin secara otomatis. gak harus pakek tulis tangan.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bekerja-dan-pensiun"&gt;Bekerja dan pensiun.&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Model intertemporal ini biasa diajarkan di makroekonomi level S1 tahun akhir atau di level master. Intinya, model ini mau kasih liat rasionalitas &lt;em&gt;consumption smoothing&lt;/em&gt;, yaitu fenomena di mana anda akan menjaga konsumsi agar tidak fluktuatif. Misalnya hari ini kejatuhan duren, daripada semua dikonsumsi, orang akan cenderung menabung supaya konsumsi esok gak terlalu jomplang. Pun sebaliknya, jika seseorang tau di masa depan akan dapat uang banyak, maka orang tersebut akan meminjam dan mengembalikan pinjamannya setelah uangnya datang. Inilah salah satu fungsi penting sektor perbankan, meminjamkan ke yang butuh duit, menyediakan tabungan buat yang belum butuh duit. Setidaknya begitu menurut teori.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalo di makro, salah satu model yang penting adalah soal pensiun. Yha penting karena banyak negara maju sudah mencapai &lt;em&gt;ageing population&lt;/em&gt; jadi kudu dipikir dari sekarang. Ini salah satu model &lt;em&gt;entry level&lt;/em&gt; yang cukup sederhana. Ketika seseorang mengambil keputusan untuk konsumsi atau menabung, ia dihadapkan ke dalam pilihan untuk menentukan 2 periode konsumsi. Periode 1 adalah ketika ia masih bekerja dan menerima gaji sebesar $Y$. Gaji tersebut dapat ia gunakan untuk konsumsi sebesar $C_1$, dan/atau menabung sebanyak $s$.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di periode 2, ia akan pensiun dan kehilangan pemasukannya. Namun demikian, ia masih harus konsumsi. Duitnya dari mana? Ya dari tabungan dongs! Ia akan menghabiskan tabungannya dan konsumsi sebanyak $C_2=(1+r)s$ di mana $r$ adalah bunga yang ia dapat dari tabungannya. Problem yang ia hadapi adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;
$$
\begin{equation}
\max_{C_1,C_2} u(C_1)+\beta u(C_2) \\
\begin{split}
s.t.: \ &amp; C_1 = Y - s \\
&amp; C_2 = s(1+r)
\end{split}
\end{equation}
$$&lt;p&gt;Persamaan di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan Lagrange dan euler equation. Seluruh tabungannya akan dihabiskan di periode 2 karena setelah periode 2 ia akan mati dan tidak perlu lagi memikirkan optimisasi apapun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi apakah benar demikian? Tentu saja persamaan itu hanya (sebagian) benar jika dia adalah atheis!&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bekerja-pensiun-dan-masuk-surga"&gt;Bekerja, pensiun dan masuk surga.&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sebagai bagian dari masyarakat yang agamis, tentu saja saya agak tertarik memperhitungkan soal kehidupan setelah mati. Bagaimana saya bisa pergi ke surga jika semasa hidup hanya berfoya-foya memikirkan konsumsi? Tentu saja semasa hidup kita harus menyisihkan sebagian pemasukan kita untuk bersedekah menjalankan perintah agama. Model sederhana di atas saya tambah jadi 3 periode, di mana di periode ke-3 kita akan mengonsumsi amal perbuatan kita ketika di dunia. Seberapa banyak kita bisa konsumsi di surga? Tergantung seberapa banyak kita menyisihkan sebagian rejeki kita untuk amal.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Modelnya diekstensi jadi:&lt;/p&gt;
$$
\max_{C_1,C_2} u(C_1)+\beta u(C_2)+\delta u(C_3)
$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$s.t.: C_1 = Y -s -p$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$C_2 = s(1+r)$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$C_3 = p(1+x)$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$s \geq 0$$&lt;p&gt;Seperti dapat dilihat, kali ini kita punya 3 $C$, di mana $C_3$ adalah konsumsi di akherat. Ketika masih di periode satu, kita punya opsi tidak hanya menyisihkan pendapatan $Y$ untuk menabung sebanyak $s$, tapi juga beramal sebanyak $p$. Tidak seperti tabungan, amal tersebut tidak dapat kita gunakan untuk konsumsi di periode 2. Akan tetapi, kita akan menikmati hasil amal kita ketika sudah meninggal. Di akherat, kita akan konsumsi sebanyak $p(1+x)$ di mana $x$ adalah seberapa besar amalam kita berlipat ganda di surga nanti.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;dengan substitusi, constraintnya bisa disederhanakan menjadi:&lt;/p&gt;
$$
C_1 + \frac{C_2}{(1+r)} + \frac{C_3}{1+x} = Y
$$&lt;p&gt;Optimisasinya tidak berbeda jauh dengan dua periode:&lt;/p&gt;
$$
\mathcal{L}(C_t)=u(C_1)+\beta u(C_2)+\delta u(C_3)+\lambda \left(Y-C_1-\frac{C_2}{(1+r)}-\frac{C_3}{1+x}\right)
$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$F.O.C.: \frac{d\mathcal{L}}{dC_1}=u'(C_1)-\lambda=0$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$\frac{d\mathcal{L}}{dC_2}=\beta u'(C_2)-\lambda \frac{1}{(1+r)}=0$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$\frac{d\mathcal{L}}{dC_3}=\delta u'(C_3)-\lambda \frac{1}{(1+x)}=0$$&lt;p&gt;Dari &lt;code&gt;F.O.C.&lt;/code&gt; yang pertama didapat:&lt;/p&gt;
$$
u'(C_1) = \lambda
$$&lt;p&gt;Ganti semua $\lambda$:&lt;/p&gt;
$$u'(C_2)=\frac{u'(C_1)}{\beta (1+r)}$$&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
$$u'(C_3)=\frac{u'(C_1)}{\delta (1+x)}$$&lt;p&gt;Supaya bisa diitung dengan mudah, kita kasihkan standard CRRA &lt;a href="https://brilliant.org/wiki/utility-functions/#:~:text=A%20utility%20function%20is%20a,something%2C%20and%20it%20is%20relative." target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;em&gt;utility function&lt;/em&gt; &lt;/a&gt; &lt;/p&gt;
$$u(C_t)=\frac{C_t^{1-\gamma}}{1-\gamma}$$&lt;p&gt;. Dengan begini, problem 3 periode di atas dapat kita selesaikan. Kita bisa saja selesaikan dengan tidak terlalu sulit menggunakan pensil dan kertas, tapi kali ini mari kita manfaatkan Python untuk menghitung kelanjutan dari persamaan di atas. Pertama definisikan fungsi utilitas dan turunannya:&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;# kodenya boleh ngopas dari quantecon&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="k"&gt;def&lt;/span&gt; &lt;span class="nf"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;):&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;&amp;#39;&amp;#39;utility function&amp;#39;&amp;#39;&amp;#39;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;if&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;==&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;return&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;np&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;log&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;else&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;return&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="k"&gt;def&lt;/span&gt; &lt;span class="nf"&gt;u_prime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;):&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;&amp;#39;&amp;#39;Derivative of utility&amp;#39;&amp;#39;&amp;#39;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;if&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;==&lt;/span&gt; &lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;return&lt;/span&gt; &lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;else&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;return&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;**&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Kemudian kita dapat manfaatkan &lt;code&gt;SciPy&lt;/code&gt; untuk menghitung persamaan konsumsi 3 periode di atas. Ada beberapa parameter yang digunakan di problem ini, berikut artinya:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;$\gamma$ = kadar takut risiko kita
$\delta$ = faktor diskon surga. semakin besar, semakin agamis
$\beta$ = faktor diskon periode dua. Semakin besar, semakin penyabar. Kalo kecil berarti tipe YOLO.
$Y$ = &lt;em&gt;Income&lt;/em&gt; / penghasilan semasa muda.
$r$ = tingkat suku bunga
$z$ = seberapa besar amalan kita dilipat-gandakan oleh Yang Maha Kuasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya pake parameter-parameter di bawah ini karena iseng aja. Tentu saja anda bisa install python, kopas kodenya dan utik-utik sendiri parameternya sesuai karakteristik anda.&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="kn"&gt;from&lt;/span&gt; &lt;span class="nn"&gt;scipy.optimize&lt;/span&gt; &lt;span class="kn"&gt;import&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;fsolve&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;2.00001&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;δ&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;0.95&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;β&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;0.9&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;150&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;0.1&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;0.1&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="k"&gt;def&lt;/span&gt; &lt;span class="nf"&gt;func&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;):&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="k"&gt;return&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;u_prime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;u_prime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;β&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="n"&gt;u_prime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;u_prime&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;δ&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;c&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;+&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;fsolve&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;func&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;])&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;sum&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;))]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;pd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;DataFrame&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;columns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Masa muda&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Pensiun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Surga&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;])&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Variabel&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;C&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;U&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Share&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Variabel&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Masa muda&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Pensiun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Surga&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
&lt;style scoped&gt;
.dataframe tbody tr th:only-of-type {
vertical-align: middle;
}
&lt;pre&gt;&lt;code&gt;.dataframe tbody tr th {
vertical-align: top;
}
.dataframe thead th {
text-align: right;
}
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;&lt;/style&gt;&lt;/p&gt;
&lt;table border="1" class="dataframe"&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr style="text-align: right;"&gt;
&lt;th&gt;&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Variabel&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Masa muda&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Pensiun&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Surga&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;0&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;C&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;52.931443&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;52.666122&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;54.109290&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;1&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;U&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.018891&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.018987&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.018480&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;2&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;Share&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.331429&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.329767&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.338804&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Dengan parameter di atas, dapat dilihat bahwa model ini mengarah ke orang yang sangat-sangat menjunjung tinggi &lt;em&gt;comsumption smoothing&lt;/em&gt;. Penghasilan yang ia dapatkan $(Y)$ dibagi rata untuk konsumsi, menabung dan juga beramal. Kombinasi ini memiliki total utility yang so pasti maksimal. Ingat, yang dimaksimalkan bukanlah $u$ untuk masing-masing periode tetapi $u(C_1)+\beta u(C_2)+ \delta u(C_3)$.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Angka ini bisa berubah tidak hanya berdasarkan karakteristik si individu (alias parameter $\beta$ dan $\delta$) tetapi juga tergantung dengan kondisi di luar seperti besarnya tingkat suku bunga $r$. seandainya saya naikin suku bunga, &lt;em&gt;ceteris paribus&lt;/em&gt;, kira-kira apa yang akan terjadi?&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mf"&gt;0.4&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;fsolve&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;func&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;])&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;sum&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;))]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;pd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;DataFrame&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;columns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Masa muda&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Pensiun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Surga&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;])&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Variabel&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;C&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;u&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Share&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Variabel&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Masa muda&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Pensiun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Surga&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
&lt;style scoped&gt;
.dataframe tbody tr th:only-of-type {
vertical-align: middle;
}
&lt;pre&gt;&lt;code&gt;.dataframe tbody tr th {
vertical-align: top;
}
.dataframe thead th {
text-align: right;
}
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;&lt;/style&gt;&lt;/p&gt;
&lt;table border="1" class="dataframe"&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr style="text-align: right;"&gt;
&lt;th&gt;&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Variabel&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Masa muda&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Pensiun&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Surga&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;0&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;C&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;54.922854&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;61.650715&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;56.145014&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;1&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;u&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.018206&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.016220&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.017810&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;2&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;Share&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.317990&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.356943&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.325066&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Secara umum semua naik karena kali ini tabungannya menghasilkan lebih banyak uang untuk konsumsi. Namun dapat dilihat bahwa share-nya jadi banyakan tabungan dibandingkan konsumsi (&amp;ldquo;Masa muda&amp;rdquo;) ataupun beramal (&amp;ldquo;Surga&amp;rdquo;). Hasilnya akan lebih kelihatan jika misalnya kita naikkan suku bunga tapi menurunkan $Y$. Ia akan punya total &lt;em&gt;lifetime income&lt;/em&gt; yang sepadan, tapi akan lebih banyak mengalokasikan ke menabung karena dengan suku bunga yang tinggi, &lt;em&gt;opportunity cost&lt;/em&gt; dari konsumsi jadi tinggi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah sekarang bagaimana jika ada argumen bahwa amal kita akan dibayarkan dengan berkali lipat bahkan sampai tidak terhingga? Artinya, parameter yang harus kita utik-utik adalah $z$. Yuk dicoba.&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;99&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;fsolve&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;func&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,[&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;])&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;γ&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;sum&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;root&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;))]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;pd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;DataFrame&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;columns&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Masa muda&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Pensiun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Surga&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;])&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Variabel&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;C&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;u&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Share&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;[[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;Variabel&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Masa muda&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Pensiun&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Surga&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]]&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;tabel&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;
&lt;style scoped&gt;
.dataframe tbody tr th:only-of-type {
vertical-align: middle;
}
&lt;pre&gt;&lt;code&gt;.dataframe tbody tr th {
vertical-align: top;
}
.dataframe thead th {
text-align: right;
}
&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;
&lt;p&gt;&lt;/style&gt;&lt;/p&gt;
&lt;table border="1" class="dataframe"&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr style="text-align: right;"&gt;
&lt;th&gt;&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Variabel&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Masa muda&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Pensiun&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Surga&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;0&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;C&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;78.978540&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;88.653140&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;769.778825&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;1&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;u&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.012661&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.011279&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.001299&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;2&lt;/th&gt;
&lt;td&gt;Share&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.084252&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.094572&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.821176&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Menurut model ini, maka yang terjadi adalah kita akan menghabiskan tabungan kita untuk amal. Seperti anda lihat di tabel di atas, &lt;em&gt;share&lt;/em&gt; amal tiba-tiba naik jadi 83% dari total pendapatan. Yang lucu adalah total income yang dihabiskan di dunia jadi ikut naik. Tentu saja ini mustahil ha ha ha. Tapi jelas naiknya gara-gara &amp;ldquo;bunga&amp;rdquo; yang didapatkan dari amal. Bukannya mustahil sih. Bisa saja kan amalan kita di dunia dinikmati sebagian ketika kita masih hidup? Makanya guys jangan lupa berbuat baik.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="tentu-saja-model-ini-ngaco"&gt;Tentu saja model ini ngaco&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Jangan lupa bahwa ini model yang sangat sederhana sekali dan banyak &lt;em&gt;caveat&lt;/em&gt;-nya. Saya sudah tuliskan beberapa di blog medium di atas. Bagaimanapun juga, banyak juga peluang untuk memperlebarnya. Misalnya, dibikin $p$ boleh negatif dengan konsekuensi $Y$ naik, yang bisa kita terjemahkan sebagai perilaku korupsi: Berdosa demi meningkatkan pendapatan dan akan dibayar di neraka nanti. Ini cuma satu contoh. Ada banyak aplikasi lain dengan model yang lebih ribet yang bisa kita buat. hahha.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yaudah segini dulu. semoga tulisan ini menghibur dan menginspirasi anda untuk beramal dan berbuat kebajikan bagi masyarakat!&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Litrev</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/litrev/</link><pubDate>Fri, 06 Nov 2020 21:03:23 +1100</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/litrev/</guid><description>&lt;h1 id="tinjauan-literatur"&gt;Tinjauan literatur&lt;/h1&gt;
&lt;h5 id="kuliah-tamu-seminar-ekonomi-internasional"&gt;Kuliah Tamu Seminar Ekonomi Internasional&lt;/h5&gt;
&lt;h5 id="senin-20-september-2021"&gt;Senin, 20 September 2021&lt;/h5&gt;
&lt;p&gt;Krisna &amp;lsquo;Imed&amp;rsquo; Gupta&lt;br&gt;
Australian National University&lt;br&gt;
PhD Candidate in Economics&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="a-bit-about-me-"&gt;A bit about me 😃&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;PhD student at Crawford School of Public Policy, Australian National University. My working thesis is the impact of trade and investment policy to Indonesian economy.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Lecturer at
&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Statistics and international finance&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Teaching Assistant includes:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;PPIE, UI: Macroeconomics 2, Microeconomics 2&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;CBE, ANU: Macro 3, Micro 2, Applied forecasting&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sparetime activity includes blogging,
, casual sports &amp;amp; singing&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-riset-dan-publikasi-"&gt;beberapa riset dan publikasi 😎&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="tentang-hari-ini-"&gt;Tentang hari ini 👀&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tips and trick&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Some tools&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;diskusi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Silakan gunakan raise hand atau chat jika ingin bertanya di tengah jalan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Slide dapat diakses di
,
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;pake ini juga bisa $\rightarrow$
&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="first-up-a-quiz-"&gt;First up: a quiz 🤣&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;please navigate to:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masukan username anda&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mulai memilih!&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;iframe src="https://embed.polleverywhere.com/multiple_choice_polls/y9pHFzXBSDUmB6NwVHpJQ?controls=none&amp;short_poll=true" width="800px" height="600px"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="literature-review"&gt;Literature Review!&lt;/h1&gt;
&lt;h3 id="what-why-how"&gt;What, Why, How&lt;/h3&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="literature-review-1"&gt;Literature review?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Peneliti pemula seringkali bingung bagaimana memulai tinjauan literatur&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sebenarnya, tinjauan literatur (dan &lt;em&gt;referencing&lt;/em&gt;) adalah &lt;em&gt;skill&lt;/em&gt; yang kita perlukan untuk semua jenis pekerjaan!&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Literature review is actually an investigation!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/media/mathmeme.jpg" alt="" loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="untuk-menulis-10-ribu-kata-anda-harus-membaca-100-ribu-kata"&gt;Untuk menulis 10 ribu kata, anda harus membaca 100 ribu kata!&lt;/h3&gt;
$$\max_{B,T,S} \{f(B,T,S): B+T+S \leq 24\}$$
$B&gt;T&gt;S$
&lt;/Br&gt;
Baca $\Rightarrow$ Tulis $\Rightarrow$ Speak
&lt;/Br&gt;
JANGAN KEBALIK!
&lt;/Br&gt;
hehe 😊
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="kenapa-melakukan-tinjauan-literatur"&gt;Kenapa melakukan tinjauan literatur&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kita tidak bisa meneliti sesuatu yang kita tidak tau!&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;mendapatkan konteks&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;metode termutakhir&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mencari &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt; di literatur: metode / konteks&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Meyakinkan pembaca bahwa riset kita &lt;ins&gt;relevan&lt;/ins&gt;:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;terupdate&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penting&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Bonus: membantu mengarahkan yang baru mau terjun ke bidang kita!&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="beberapa-kesalahan-pemula"&gt;Beberapa kesalahan pemula&lt;/h3&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Problem&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Komentar&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Kurang terorganisir&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;fokus ke isu, bukan paper. Gunakan mindmap dapat membantu&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Kurang relevan&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Seminal paper biasanya jadul. Penting, tapi fokus ke yang lebih baru&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Kurang kritis&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Ingat, anda bukan &lt;ins&gt;hanya&lt;/ins&gt; merangkum, tapi juga mencari &lt;em&gt;gap&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Takut salah&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Mahasiswa adalah tempatnya salah. Yang penting kita belajar dari situ&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kata kunci-nya adalah relevan!&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;meneliti tentang Kazakhstan bagi audience Indonesia mungkin kurang rame&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Paling mudah adalah mulai dari isu yang relevan dengan kita:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misal, sesuatu yang kita sering dengar (misalnya korupsi daging sapi, omnibus law)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisa juga yang relevan dengan kerjaan kita&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Bisa juga mulai dari metode.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana-1"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebagian besar pertanyaan di bidang ilmu ekonomi adalah tentang hubungan dua variabel:&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;Does X causes Y?&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
$$ Y = X\beta + \varepsilon $$&lt;p&gt;Kita bisa mulai mencari menggunakan kata kunci Y atau X, atau keduanya.&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana-2"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;beberapa pertanyaan yang bisa dijawab, misalnya:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;$Y \Rightarrow X$ atau $X \Rightarrow Y$?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;bagaimana dengan $Z$?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di Amerika, $X \Rightarrow Y$. Bagaimana dengan di Indonesia?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;apa lagi kira-kira?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="tabel-dapat-membantu-proses-berpikir-kita"&gt;Tabel dapat membantu proses berpikir kita&lt;/h3&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Author&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Y&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;X&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;sign&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;context&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;method&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Amiti &amp;amp; Konings 2007&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;TFP&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;input tariff&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;+&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Indonesia, firm level&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;levpet, gravity&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Kee, Nicita, Olarreaga 2009&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;import val&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;NTM count&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;+&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;global&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;cross-section gravity&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Fugazza, Olarreaga, Ugarte 2017&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;export val&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;NTM count&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;+,-&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Peru&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;gravity, firm size&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Cadot et al 2015&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;export val&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;NTM count, Reg. dist.&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;+&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;global&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;gravity cross-section&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;Contoh di atas adalah pencarian yang berfokus pada $X$: Bagaimana Non-Tariff Measures (NTMs) mempengaruhi perdagangan dan produktivitas (dan lainnya kalau ada)&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="diisi-juga-kontribusi-atau-gap"&gt;Diisi juga kontribusi atau gap&lt;/h3&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Author&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;+&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;-&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Amiti &amp;amp; Konings 2007&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Jurnal AER, konteks Indonesia, firm level, TFP&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Tidak ada NTM&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Kee, Nicita, Olarreaga 2009&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Seminal utk AVE&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Terlalu global dan makro&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Fugazza, Olarreaga, Ugarte 2017&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;heterogenous firm, firm level&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;konteks Peru, export may not be best measure, no PPML&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Cadot et al 2015&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Seminal NTM, konsep &lt;em&gt;regulatory distance&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;Cross section, terlalu makro&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;Saya dapat berkontribusi di konteks Indonesia, firm level dengan TFP. Trade policy measures adalah tariff dan NTMs. Measures untuk firm level export dapat dipakai untuk &lt;em&gt;robustness&lt;/em&gt;. Data ada, metode ada, export lebih baik dimodelkan dengan PPML. Sip!&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana-3"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Literaturnya literatur: akan ada &lt;em&gt;author(s)&lt;/em&gt; yang disebut berkali-kali oleh literatur yang anda sudah temukan.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Trade context: Krugman, Melitz, Grossman &amp;amp; Helpman, Bernard, Kee, Cadot&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;General equilibrium: Hertel, Horridge, McKibbin, Dixon, Costinot&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Indonesian context: Sjoholm, Hill, Aswicahyono, Patunru, Sparrow&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Bisa juga tanya dosen&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mulai-dari-mana-4"&gt;Mulai dari mana?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;report&lt;/em&gt; lembaga penting seperti IMF, World Bank dan Kementerian/Lembaga.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;textbook&lt;/em&gt; dan referensinya.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Google (scholar) sangat berguna karena repositori-nya sangat luas. Namun harus agak berhati-hati. Pastikan yang anda sitasi adalah yang &lt;em&gt;peer-reviewed&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Mulai dari wikipedia jika anda bener-bener newb juga boleh. Jangan lupa lihat sitasi yang ada di Wikipedia, jangan Wikipedianya langsung ya.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Jika ragu, tanya pembimbing anda.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="final-tips"&gt;Final tips&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tinjauan literatur sangat penting dilakukan meskipun skripsi anda tidak punya bab berjudul &amp;ldquo;tinjauan literatur&amp;rdquo;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Baca bab &lt;em&gt;literature review&lt;/em&gt; orang lain, dan coba bedah strukturnya&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Minta tolong orang lain membaca bab &lt;em&gt;literature review&lt;/em&gt; anda (kalau ada)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;tanya dosen / pembimbing / teman anda yang pintar&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="butuh-berapa-referensi"&gt;butuh berapa referensi?&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Rule of thumb&lt;/em&gt; saya: minimal 10 referensi utama di 5 tahun terakhir, tentang metode.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Dari 10 itu, ambil referensi mereka yang paling relevan (cek abstrak).&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Gunakan referensi lain untuk &lt;em&gt;setting&lt;/em&gt; konteks.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Misalnya, saya pake
untuk pembukaan saja, bukan metodenya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tapi jumlahnya kira-kira aja. Sebaiknya tanya pembimbing.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h1 id="tools-you-can-use"&gt;Tools you can use&lt;/h1&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="mindmap"&gt;Mindmap&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Beberapa mindmap bisa digunakan, tapi favorit saya adalah connected papers (
)&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;connected papers akan menunjukkan interkoneksi antar artikel. Cara cepat untuk mengetahui jaringan sitasi di sebuah isu.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;ukuran node menunjukkan besarnya sitasi, sementara ketebalan warna menunjukan keterbaruan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;contohnya ketika kita mencari
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Menariknya, koneksi berbasis isu juga ditampilkan. Lebih keliatan jika kita cari artikel yang belum ada sitasinya. Misalnya
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="menggunakan-reference-manager"&gt;Menggunakan &lt;em&gt;reference manager&lt;/em&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Reference manager&lt;/em&gt; adalah piranti lunak yang sangat membantu dalam me-&lt;em&gt;manage&lt;/em&gt; daftar pustaka kita.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Dengan &lt;em&gt;Reference manager&lt;/em&gt;, kita bisa dengan cepat melakukan sitasi dan membuat daftar pustaka dengan format yang kita inginkan.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;Reference manager&lt;/em&gt; juga membantu kita mengelompokan dan memasang tag di referensi-referensi kita.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Zotero dan Mendeley termasuk &lt;em&gt;software&lt;/em&gt; gratisan yang paling terkenal. Google Scholar Library juga layak coba&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="menggunakan-google-scholar"&gt;Menggunakan google scholar&lt;/h3&gt;
&lt;p style="font-size:30px"&gt;gunakan AND atau &amp; untuk irisan, dan OR untuk *union* &lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;AND&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;Australia&lt;/span&gt; &lt;span class="c1"&gt;# will show only Indonesia &amp;amp; AUstralia included&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;OR&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;Australia&lt;/span&gt; &lt;span class="c1"&gt;# will show results also when only one of them is present&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="menggunakan-google-scholar-1"&gt;Menggunakan google scholar&lt;/h3&gt;
&lt;p style="font-size:30px"&gt;gunakan tanda petik untuk mencari satu rangkaian kata&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;the case of indonesia&amp;#34;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-size:30px"&gt;gunakan author:"nama-author" untuk mencari karya peneliti tersebut&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;author&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;Costinot&amp;#34;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="font-size:30px"&gt;gunakan `..` untuk memberi interval di pencarian kita&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-python" data-lang="python"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;AND&lt;/span&gt; &lt;span class="n"&gt;Trade&lt;/span&gt; &lt;span class="mf"&gt;2010..2018&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="menggunakan-google-scholar-2"&gt;Menggunakan google scholar&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;pakai tanda bintang untuk mencari lanjutan. Misalnya, &lt;code&gt;indust*&lt;/code&gt; akan mencarikan &lt;code&gt;industri&lt;/code&gt;, &lt;code&gt;industry&lt;/code&gt;, &lt;code&gt;industrial&lt;/code&gt; dan &lt;code&gt;industrialisasi&lt;/code&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;gunakan tanda tanya untuk mencari produk yang ejaannya berbeda. Misalnya, &lt;code&gt;labo?r&lt;/code&gt; akan menemukan sesuatu yang ada kata &lt;code&gt;labor&lt;/code&gt; dan &lt;code&gt;labour&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Trik asterisk juga bisa digunakan untuk ejaan berbeda, misalnya &lt;code&gt;globali*&lt;/code&gt; akan menemukan &lt;code&gt;globalization&lt;/code&gt; dan &lt;code&gt;globalisation&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Selengkapnya bisa google &lt;code&gt;wildcard search&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="google-scholar-dan-reference-manager"&gt;Google scholar dan Reference manager&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Saya akan menunjukkan bagaimana cara melakukan sitasi langsung dari google scholar!&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Sekalian sedikit demonstrasi pake advanced search&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kita mulai dengan mencari
&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Dan tools terakhir adalah....
&lt;hr&gt;
&lt;/br&gt;
&lt;h2 id="hahahugoshortcode356s21hbhb"&gt; No, seriously, your lecturer is your best tool!! Exploit him!! &lt;/h2&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h3 id="kesimpulan"&gt;Kesimpulan&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tinjauan literatur sejatinya adalah investigasi&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kata kuncinya adalah relevan!&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Gunakan semua resources yang ada!&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Jika bingung, tanya pembimbing&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="references"&gt;References&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Lange, Cheryl. (N.D.).
. &lt;em&gt;Studysmarter research series&lt;/em&gt;. The University of Western Australia.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Rowland, DR. (N.D.).
. The University of Queensland.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Strategi sukses meraih beasiswa pendidikan lanjut</title><link>https://www.krisna.or.id/event/beasiswa/</link><pubDate>Fri, 18 Sep 2020 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/beasiswa/</guid><description/></item><item><title>webinar dan bedah buku bidang ekonomi Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan pemikiran pelajar Indonesia di Australia</title><link>https://www.krisna.or.id/event/bukuppia/</link><pubDate>Thu, 10 Sep 2020 13:30:00 +0700</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/event/bukuppia/</guid><description>&lt;p&gt;Pada hari Kamis 10 September 2020, saya berkesempatan menjadi host sekaligus moderator di acara webinar dan bedah buku Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan pemikiran pelajar Indonesia di Australia. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Perkumpulan Pelajar Indonesia di Australia atau PPI Australia dan Sobat Cyber Indonesia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara pada hari ini adalah salah satu dari serangkaian acara grand launching buku Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan pemikiran pelajar Indonesia di Australia yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Grand Launching buku ini telah dilaksanakan di KBRI Australia dan di dunia maya tepat seminggu sebelumnya pada tanggal 3 September 2020. Kemudian, kami menyelenggarakan serangkaian acara bedah buku untuk setiap aspek atau bidang yang dibahas di buku ini. Jangan lewatkan rangkaian acara lainnya yang detilnya dapat anda lihat di Instagram PPI Australia di &lt;a href="https://www.instagram.com/ppiaustralia/?hl=en" target="_blank" rel="noopener"&gt;@ppiaustralia&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara kali ini fokus pada aspek ekonomi, industri dan investasi dari buku ini. Beberapa narasumber yang turut berpartisipasi adalah:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Professor doctor Suharnomo, Dekan FEB Universitas Diponegoro sekaligus Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aditia Prasta, ST., MM, Kepala Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Monasisca Noviani, pelajar di Monash University, Melbourne dan salah satu penulis buku Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan pemikiran pelajar Indonesia di Australia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Acara ini sendiri dibuka dengan &lt;em&gt;keynote speak&lt;/em&gt; dari Menteri Perindustrian, Bapak Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. Beliau memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi perekonomian dan industri manufaktur di Indonesia, serta bagaimana COVID-19 membuat Indonesia harus mengupdate sedikit aspek dari Making Indonesia 4.0, utamanya memberikan tekanan pentingnya berinvestasi di industri farmasi dan alat kesehatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Acara ini disiarkan di &lt;a href="https://www.youtube.com/channel/UCl_e8NwGVoNhSGr8tniUHGg" target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;i class="fab fa-youtube"&gt;&lt;/i&gt;
Sobat Cyber Indonesia&lt;/a&gt;. Paparan dari Menteri Perindustrian dan para narasumber dapat diakses di &lt;a href="https://drive.google.com/drive/folders/12E8567Ibdex1FfE5ColmqvKeKmIQx8Wn?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;i class="fab fa-google-drive"&gt;&lt;/i&gt;
google drive&lt;/a&gt;, atau ketuk &lt;code&gt;slides&lt;/code&gt; di atas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikut rekamannya dari kanal &lt;a href="https://www.youtube.com/channel/UCl_e8NwGVoNhSGr8tniUHGg" target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;i class="fab fa-youtube"&gt;&lt;/i&gt;
Sobat Cyber Indonesia&lt;/a&gt;. Acara dimulai dari menit 22:55, jadi langsung diskip saja ke menit 22:55 yah!&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/sqfMf4WN_d4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Makan siang ketoprak dan refleksi tentang Global Value Chain (GVC)</title><link>https://www.krisna.or.id/post/pecel/</link><pubDate>Mon, 24 Aug 2020 18:53:20 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/pecel/</guid><description>&lt;p&gt;Gambar di atas adalah gambar makan siang saya. Istri saya hari ini bikinin ketoprak untuk mengobati rasa kangen kami kepada masakan Indonesia. Saya tiba-tiba pengen bakwan dan istri saya dengan brilian mengatakan bahwa membuatnya menjadi ketoprak adalah ide bagus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin ini adalah ketoprak terenak di dunia (kalimat ini berada di bawah pengawasan istri). &lt;em&gt;But no, seriously&lt;/em&gt;, ketopraknya enak. Saya emang penggemar setia bakwan (atau bala-bala, tergantung anda orang mana), tapi mungkin yang bikin ketopraknya enak adalah bumbu pecelnya. Sambel kacangnya &lt;em&gt;endeus&lt;/em&gt; banget. Cuma kurang pedes aja dikit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun istri saya masih jauh dari koki. Tentu saja yang bikin enak adalah karena bumbu pecel-nya beli jadi, alias tidak bikin sendiri. Beberapa hari lalu kami pergi ke toko asia dan membeli bumbu pecel merek ini.&lt;/p&gt;
&lt;figure&gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/post/pecel/pecel3.jpg"&gt;&lt;figcaption&gt;
&lt;h4&gt;Bumbu pecel impor&lt;/h4&gt;
&lt;/figcaption&gt;
&lt;/figure&gt;
&lt;h2 id="gvc-dalam-rumah-tangga"&gt;GVC dalam rumah tangga&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja istri saya bukanlah seorang maestro memasak. Bikin bumbu pecel butuh banyak sekali bahan-bahan yang diperlukan. Beda resep, beda pula bumbu yang harus disiapkan. Udah gitu katanya, bahkan kalau bahannya sama 100%, kalau yang ngulek beda tangan, maka rasanya juga akan berbeda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan kata lain, bikin bumbu pecel sendiri itu udahlah repot, mungkin bisa jadi lebih mahal daripada beli bumbu jadi, belum tentu lebih enak pula. Sementara itu, bumbu yang kami beli ini banyak banget sertifikatnya. Ada sertifikat halal, ada sertifikat ISO, ada pula HACCP. Kalau istri saya disuruh ngurus semua sertifikasi tersebut, wah keluar berapa duit?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Inilah salah satu kekuatan GVC. Dengan satu produsen saja, berapa banyak rumah tangga yang dapat memproduksi sendiri ketoprak mereka. Bahkan dengan bumbu pecel, anda bisa lebih fleksibel. Tidak harus bikin ketoprak, anda bisa bikin pecel sayur, pecel ayam, pecel lele, semua dengan 1 bumbu yang sama.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bumbu pecel tidak hanya kompetitif (merknya banyak dan harganya murah-murah), tapi juga dapat disuplai ke rumah tangga bahkan di negara lain. Negara yang tidak banyak tukang pecel-nya jadi bisa menikmati pecel dengan mudah dan murah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="memblokir-impor-bumbu-pecel"&gt;Memblokir impor bumbu pecel&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Mungkin ada aja ya suami yang tidak suka kalau istrinya masak pakai bumbu jadi. Si suami maunya semua bahan-bahannya bikin sendiri. Munculah niat untuk melarang pembelian bumbu pecel. Tidak hanya itu, si suami juga berencana menganggarkan subsidi agar si istri bisa bikin semuanya sendiri: mulai dari nanam kacangnya, nguleg sendiri, sampai jadi ketoprak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anda bisa langsung bayangkan apa yang akan terjadi. Membuat bumbu pecel bukanlah sesuatu yang semua istri bisa lakukan dengan efisien. Hanya demi bikin bumbu pecel, berkuranglah waktu para istri untuk melakukan hal lain yang lebih produktif. Kalo istri saya saya kasih duit buat bikin bumbu pecel sendiri, mungkin yang akan dia lakukan adalah tetep beli bumbu pecel dan memakai duit sisanya untuk &lt;em&gt;upgrade&lt;/em&gt; ketoprak jadi lebih mewah, misalnya nambahin ayam ke ketopraknya. Jadi pecel ayam donk?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apalagi jika si istri ini super produktif. Jika dia ibu rumah tangga, mungkin waktu yang dialokasikan untuk ngurus rumah dan ngurus anak harus dikurangi demi bikin pecel. Jika istrinya wanita karir, berarti ya mengurangi waktunya untuk bekerja. Atau yaa yang dikurangi adalah waktu rebahan. Semua demi pecel buatan sendiri yang rasanya belum tentu lebih enak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun mungkin beberapa rumah tangga memang sangat bangga dengan pecel buatan sendiri. Ya ndak papa juga. Mungkin dalam jangka panjang, skill istrinya akan meningkat dan jadi cukup jago untuk buka restoran pecel sendiri. Ya gpp sih bagus juga. Tapi ya tentu saja tidak semua wanita mau menjadi tukang pecel. Kalo semua wanita jadi tukang pecel, kerjaan lainnya siapa yang ngerjain? Lelaki? Meh.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="welfare-effect-bagi-para-tukang-pecel"&gt;&lt;em&gt;Welfare effect&lt;/em&gt; bagi para tukang pecel?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Mungkin yang paling sebel kalau ada pabrik pembuat bumbu pecel adalah tukang pecel. Kalau semua rumah tangga menyuplai pecel dari beli bumbu jadi, laba usaha para tukang pecel bisa menurun karena kastamernya pada bikin pecel sendiri. Tapi jika memang dari awal si suami adalah pelanggan pecel, ga mungkin juga dia jadi anti beli pecel di luar wkwk. hipokrit dong.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi tentu saja tukang pecel terbaik akan mau bersaing dengan bumbu pecel buatan. Membuatnya lebih enak dan lebih spesial, ditambahin isi yang lebih ciamik, jual paket pecel+kopi enak, atau menyediakan free wi-fi juga bisa. Semua ini akan membuat konsumen lebih bahagia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tentu saja rumah tangga saya bukanlah anti impor-impor klub. Memblok impor bumbu pecel hanya merugikan rumah tangga yang pengen bikin makanan berbasis bumbu pecel. Bikin pecel sendiri bagi beberapa rumah tangga tidaklah efisien dan malah mengurangi waktu, usaha dan biaya yang dapat dialokasikan untuk kegiatan yang lebih produktif.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dan percayalah, bumbu pecel enak itu sangat menolong. wkwkw. udah ah. saya mau lanjut makan pecel dulu. Sampai lain waktu!&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Diversification as a strategy to survive</title><link>https://www.krisna.or.id/post/varies/</link><pubDate>Fri, 21 Aug 2020 15:41:24 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/varies/</guid><description>&lt;p&gt;Just recently I finished a book titled &lt;a href="https://www.amazon.com.au/Gene-Intimate-History-Siddhartha-Mukherjee/dp/1432837818" target="_blank" rel="noopener"&gt;The Gene: an Intimate History&lt;/a&gt; by Siddharta Mukherjee. The book started by a touching stories about Dr. Mukherjee and his family history, that his gene is &amp;rsquo;tainted&amp;rsquo; by abnormality. He has several family members with unusual mental conditions, and that may be printed in his gene as well.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The book wave a history of our understanding of the genes, starting as far back as Mendel, and even socrates. It then moving on to Darwin&amp;rsquo;s highly influencial &amp;ldquo;the origin of species&amp;rdquo;, and continued to the finished &amp;ldquo;the genome project&amp;rdquo;. To me who takes humanity&amp;rsquo;s understanding of genes and DNA for granted, the history of finding ourselves is really a great story to be told. There are so much to take from this book if you are like me, a non-biologist. The story of how we misused the knowledge (the times of eugenics), how we understand genetic illness, how we understand reproduction.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;A disclaimer before we go: I am no biologist so please read with a grain of salt.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="why-do-we-have-sex"&gt;Why do we have sex?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;As the highest, most complex being on the planet, humans use sex as a means to reproduce. To make a baby, two types of individuals will be needed: one who produce egg, and another who produce sperm. The sperm then swim &lt;a href="https://www.sciencenews.org/article/human-sperm-tail-swim-biophysics#:~:text=Sperm%20have%20long%20fooled%20scientists,out%20the%20off%2Dcenter%20strokes." target="_blank" rel="noopener"&gt;with style&lt;/a&gt; to the place where egg resides, and then inject its content (which is just a DNA, i.e. a blueprint) to the egg.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The sperm literally only adds copies of father&amp;rsquo;s DNA to the egg. The rest of the ingredients are coming from the ladies. So yeah boys, your sperm is not contributing all that much.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;In fact, according to Dr. Mukherjee, it will be much more efficient for humanity if the girls can do &lt;a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Parthenogenesis" target="_blank" rel="noopener"&gt;Parthenogenesis&lt;/a&gt;, an automatic development of egg with no fertilization. There&amp;rsquo;s no need to find mates, risking a girl to enter an abusive relationship, no need for rules to govern marriage. Sounds much better. (I mean Dr. Mukherjee presented a much better cases than marriage problem but that&amp;rsquo;s all that stuck in my head sorry)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;It turns out, efficiency isn&amp;rsquo;t the main reason why the most complex being, top of the food chain, the homo sapies, evolved sexual reproduction as its main way to reproduce. The main reason is to increase diversity.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Parthenogenesis (and maybe other asexual reproduction) creates an exact copy of the parent. This is amazing if the parent is the best-individual in the world. Why highly limited human like me should live on this planet if a kind, rich, and smart person (like, maybe, Taylor Swift) can filled this planet with billions of talented individual, right? Population who are an exact copy of Ms. Swift would rule the world, and nobodies like me will not survive for very long. Moreover, why would Ms. Swift marries me and taints her offspring with my genes (or anyone really since she is the best in the world) if she can just multiply and retain her superior gene?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;It will be much more efficient if every single humans in the world is highly talented, very intelligent, and superbly attractive. No covidiots, no shit politician, no narcisstic leaders. Right? Humanity will be highly efficient.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="the-problem-with-efficiency"&gt;The problem with efficiency&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;The problem with having an exact copy of a species is that once anything bad happened to that individual, it will also happen to everyone else. Take, for example, thalassemia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Thalassemia is a disorder caused by a mutated of a certain genes that causes a human to produce small blood cells. In a worse case, a person could be dead before he/she was born or would require a lifetime blood tranfussion. Nobody wants to be born with a mutated gene. However, It turns out a type of Thalassemia called Alpha Thalassemia &lt;a href="https://www.sciencedaily.com/releases/2008/03/080318094553.htm#:~:text=a%20new%20study.-,Children%20with%20an%20inherited%20blood%20disorder%20called%20alpha%20thalassemia%20make,according%20to%20a%20new%20study." target="_blank" rel="noopener"&gt;protects a person from a killer disease, Malaria&lt;/a&gt;. Alpha Thalassemia is more common in people living in tropical countries (yes, including Indonesia) and would explain why Malaria was such a huge problem for colonisers.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Now imagine if every human in the world have a &amp;ldquo;good&amp;rdquo; gene. Maybe the world today would have been ruled by evolved cockroaches.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;In other words, humanity (and other species, obviously) is saved because it invested in a developing sex as a mean for reproduction. It allows for mixing genes with others, creating a diverse humanity. People with &amp;ldquo;good&amp;rdquo; gene are only best equipped living in a &amp;ldquo;good&amp;rdquo; condition. Blind people is only &amp;ldquo;a disabled&amp;rdquo; in a situation where the earth is filled with light. Savants are lucky to be living in a world filled with data and numbers. Highly &amp;ldquo;fit&amp;rdquo; people have less worth in the world where heavy-lifting is done by machines.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The book really change the way we think about &amp;ldquo;normal&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perhaps mixing genes is not efficient. Diversifying our gene may cost us having to lose a certain &amp;ldquo;superiority&amp;rdquo; and become less &amp;ldquo;efficient&amp;rdquo;. However, it allows for a greater chance of survival. In a long run, it is better to be diverse than efficient. In other words, diversification is a strategy for a dynamic efficiency.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="static-efficiency-vs-dynamic-efficiency"&gt;Static efficiency vs dynamic efficiency&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Humans have this tendency to maximising everything, trying to reach maximum potential by sorting &amp;ldquo;the bad&amp;rdquo; out, and only opting &amp;ldquo;the good&amp;rdquo;. Search engines and recommendation algorithm direct us to webpages more &amp;ldquo;suitable&amp;rdquo; to our characteristics, making us further away from engaging in a diverse forums and dialogue. We always want our children married with the &amp;ldquo;best&amp;rdquo; candidate. Once we think we know how the world work, model it in our minds (and our computers), we will do a policy best fit with that model.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Of course there always the problem &amp;ldquo;all models are wrong&amp;rdquo;. But even if that model is right, we will never know whether it will always work. Had humans succeeded in deleting the Thalassemia mutation, maybe we all are dead by now from Malaria hundred of years ago. We are &amp;ldquo;normal&amp;rdquo; because the current world is suitable for &amp;ldquo;normal&amp;rdquo; people. We may need to invest in keeping &amp;ldquo;the freaks&amp;rdquo; alive.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;The same adage exists in investing. You got that right: &amp;ldquo;never put the all your money in one basket&amp;rdquo;. If you have an idea of the best yielding investment, why would you not putting everything there? Why would you want to diversify? Unfortunately, we will never know what is the best yielding investment. Just like we will never know what kind of future we will have, what kind of virus, bacteria, or whatever disease can hurt humanity, what kind of world will exist in the future, we will never know. The best chance of survival is to diversify.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;In international trade, critics are there for the Just-in-Time (JIT) delivery. That is, making sure warehouses are lean and efficient, relying on third or even fourth parties. Everyone aims for this static efficiency to compete. Unfortunately, when problem happens to one of their supply chain, the whole production jeopardized. This was true when Fukushima exploded, was true when Thailand got heavily flooded, was true when coronavirus hit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Countries respond by turning inward. With many leaders thinking that they can no longer rely on other countries, they campaign nationalistic production. They want to produce everything.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sadly, it will work in the opposite direction. Concentrating production in their own countries are also problematic, assuming that nothing will ever happen to their own countries. The key, instead, is to diversify, sourcing their needs to more than one countries, while at the same time supplying to more than one countries. We need to better understand production network, not shying away from it.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Humanity has taught us that diversifying, albeit not efficient, is better in the long run. Who are we to defy nature?&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Adding equation numbering on my hugo academic theme blog.</title><link>https://www.krisna.or.id/post/mathjax/</link><pubDate>Fri, 21 Aug 2020 11:01:29 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/mathjax/</guid><description>&lt;p&gt;I just recently migrated my blog from Jekyll powered website to hugo powered one using academic theme. The migration went quite smoothly. All I did was copying my md content from previous blog to &lt;code&gt;\post&lt;/code&gt; and update the metadata. It didn&amp;rsquo;t take too much time since I really have little content when I moved away from Jekyll. Everything works great in the hugo academic, but one.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I didn&amp;rsquo;t understand at first why Hugo Academic Theme does not render equation labelling correctly. When I use a snippet like this:&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-html" data-lang="html"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;$$ some-equation \label{1} $$
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;and then tried to refer them using &lt;code&gt;\ref{1}&lt;/code&gt;, it was rendered as &amp;lsquo;???&amp;rsquo;. It worked on my Jekyll blog. I was trying to look for easy solution everywhere with no luck (sorry I am lazy and not a programmer).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;But then I remembered that my Jekyll blog also did not load $\LaTeX$ correctly first time either. I followed an approach conducted by &lt;a href="http://csega.github.io/mypost/2017/03/28/how-to-set-up-mathjax-on-jekyll-and-github-properly.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;CSega&lt;/a&gt; to solve this easily and it worked. Perhaps I can also use this approach for my Hugo blog. Be warned though that I am not 100% understand why this approach worked.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I copied a code snippet from CSega on the head.html file.&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-html" data-lang="html"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;head&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; ...
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;script&lt;/span&gt; &lt;span class="na"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s"&gt;&amp;#34;text/x-mathjax-config&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="nx"&gt;MathJax&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="nx"&gt;Hub&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="nx"&gt;Config&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;({&lt;/span&gt; &lt;span class="nx"&gt;TeX&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;{&lt;/span&gt; &lt;span class="nx"&gt;equationNumbers&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;{&lt;/span&gt; &lt;span class="nx"&gt;autoNumber&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;all&amp;#34;&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;}&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;}&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;});&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;script&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;script&lt;/span&gt; &lt;span class="na"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s"&gt;&amp;#34;text/x-mathjax-config&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="nx"&gt;MathJax&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="nx"&gt;Hub&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="nx"&gt;Config&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;({&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="nx"&gt;tex2jax&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;{&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="nx"&gt;inlineMath&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;$&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s1"&gt;&amp;#39;$&amp;#39;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;\\(&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;\\)&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class="p"&gt;],&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="nx"&gt;processEscapes&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;:&lt;/span&gt; &lt;span class="kc"&gt;true&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;}&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;});&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;script&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;script&lt;/span&gt; &lt;span class="na"&gt;src&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s"&gt;&amp;#34;https://cdn.mathjax.org/mathjax/latest/MathJax.js?config=TeX-AMS-MML_HTMLorMML&amp;#34;&lt;/span&gt; &lt;span class="na"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s"&gt;&amp;#34;text/javascript&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;script&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt; &lt;span class="p"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span class="nt"&gt;head&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;I just needed to locate where this snippet should be put to. In other words, I needed to locate my &amp;lsquo;head.html&amp;rsquo; in my new hugo website. Fortunately Hugo Academic Theme have great documentation about this. All I needed to do was making a new file named &amp;rsquo;layouts\partials\custom_head.html&amp;rsquo; on my folder and pasting the snippet there. So that file should be consists only for the snippet from CSega. It is important to note that this snippet must not be pasted on &amp;rsquo;theme/academic/layours&amp;rsquo;. I tried to keep files in the theme folder untouched.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;I hope this post is useful for you when you want to add equation numbering / labeling in your blog. If you do have comments or clarifications on what this code means in general will be great!&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Projects</title><link>https://www.krisna.or.id/project/</link><pubDate>Thu, 20 Aug 2020 11:28:22 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/project/</guid><description>&lt;h2 id="2023"&gt;2023&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/project/excise/excise_doc.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Prospera excise project&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/project/carbon/green_paper.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Seminar APP&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/project/migas/index.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Short brief for DJ Migas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 id="2024"&gt;2024&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/project/service/services_document.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;docs ERIA Services&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://www.krisna.or.id/project/service/ERIA_services_Slides.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;slides ERIA Services&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Cover Music Video di Youtube</title><link>https://www.krisna.or.id/hobby/cover/</link><pubDate>Sun, 16 Aug 2020 19:33:41 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/hobby/cover/</guid><description>&lt;h1 id="earth-wind-and-fire---september-cover"&gt;Earth, Wind, and Fire - September Cover&lt;/h1&gt;
&lt;p&gt;September Cover with the bandids! I record this at home, and filmed the clip at Hackett&amp;rsquo;s bus station. I had to wait until the first bus came, and then record it quickly lol.&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/f_p5L5QMDu4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;h1 id="jackson-5---i-want-you-back-cover"&gt;Jackson 5 - I Want You Back Cover&lt;/h1&gt;
&lt;p&gt;Jackson 5 cover with the bandids! The scenery is a small pond in Dickson. It is a walking distance from where I live.&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/K5UkBlE5zZg" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;h1 id="radiohead---creep-cover"&gt;Radiohead - Creep Cover&lt;/h1&gt;
&lt;p&gt;Radiohead Creep cover with my colleage in Politeknik APP, Aji. It was fun cover back when I had time hahaha. This is filmed in Poltek APP.&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/TaFQ0GVcmbM" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;h1 id="bobby-helms---jingle-bell-rock-cover"&gt;Bobby Helms - Jingle Bell Rock Cover&lt;/h1&gt;
&lt;p&gt;Jingle Bell Rock cover with my friends. We did this to welcome Christmas back in 2017&lt;/p&gt;
&lt;iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/pPnMveEOy1Y" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Smule (a karaoke app)</title><link>https://www.krisna.or.id/hobby/smule/</link><pubDate>Sun, 16 Aug 2020 19:33:41 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/hobby/smule/</guid><description>&lt;iframe frameborder="0" width="100%" height="125" src="https://www.smule.com/recording/larc-en-ciel-living-in-your-eyes-hitomi-no-junin-hitomi-no-juunin/988877746_3603412099/frame"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;iframe frameborder="0" width="100%" height="125" src="https://www.smule.com/recording/larc-en-ciel-snow-drop/988877746_3605195283/frame"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;iframe frameborder="0" width="100%" height="125" src="https://www.smule.com/recording/larc-en-ciel-my-heart-draws-a-dream/988877746_3526002707/frame"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;iframe frameborder="0" width="100%" height="125" src="https://www.smule.com/recording/one-ok-rock-wherever-you-are/753800349_3192819894/frame"&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;iframe frameborder="0" width="400" height="400" src="https://www.smule.com/recording/unravel-tv-size-guitar/988877746_3539862736/frame/box"&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Sumber-sumber contekan belajar</title><link>https://www.krisna.or.id/post/contekan/</link><pubDate>Mon, 10 Aug 2020 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/contekan/</guid><description>&lt;p&gt;Postingan ini khusus buat contekan belajaran waktu nyoba-nyoba. Akan coba dibagi berdasarkan program. Contekan ini akan diupdate terus sambil saya belajaran.&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="stata"&gt;STATA&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.princeton.edu/~otorres/Outreg2.pdf" target="_blank" rel="noopener"&gt;memakai outreg2 untuk bikin tabel regresi dan summary statistics&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://lukestein.github.io/stata-latex-workflows/" target="_blank" rel="noopener"&gt;comprehensive latex output&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 id="r-dan-rmarkdown"&gt;R dan Rmarkdown&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://zevross.com/blog/2017/06/19/tips-and-tricks-for-working-with-images-and-figures-in-r-markdown-documents/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Mengontrol ukuran gambar di Rmarkdown&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.r-graph-gallery.com/279-plotting-time-series-with-ggplot2.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Contekan ggplot2 untuk time-series&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://bookdown.org/yihui/bookdown/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Bookdown, bikin buku pakai Rmd&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://blog.rstudio.com/2014/08/01/the-r-markdown-cheat-sheet/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Rmarkdown cheatsheet&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://otexts.com/fpp2/judgmental.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Business forecasting&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://haozhu233.github.io/kableExtra/awesome_table_in_html.html#Installation" target="_blank" rel="noopener"&gt;table with kableExtra&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://uc-r.github.io/" target="_blank" rel="noopener"&gt;statistik dasar&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://github.com/MatthewSmith430/ITNr" target="_blank" rel="noopener"&gt;international trade network&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://blogs.worldbank.org/opendata/accessing-world-bank-data-apis-python-r-ruby-stata" target="_blank" rel="noopener"&gt;World Bank API&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://cran.r-project.org/web/packages/comtradr/vignettes/comtradr-vignette.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;UNCOMTRADE API aca comtrader&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.urfie.net/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Econometrics with r&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://zevross.com/blog/2014/08/04/beautiful-plotting-in-r-a-ggplot2-cheatsheet-3/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Complete ggplot2 by zevross&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.sthda.com/english/articles/32-r-graphics-essentials/125-ggplot-cheat-sheet-for-great-customization/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Complete ggplot2 by sthda&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://r-statistics.co/Complete-Ggplot2-Tutorial-Part2-Customizing-Theme-With-R-Code.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Complete ggplot2 by r-statistics&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://stackoverflow.com/questions/35158708/how-to-set-default-template-for-new-r-files-in-rstudio" target="_blank" rel="noopener"&gt;change default.r&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://ggplot2.tidyverse.org/reference/ggtheme.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;ggplot default themes&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://r-coder.com/economics-charts-r/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Simple Graphs for economics teaching&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://eric.netlify.app/2017/09/19/plotting-consumer-and-producer-surpluses-in-ggplot2/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Graphs for economics teaching with function&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h5 id="xaringan"&gt;Xaringan&lt;/h5&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.r-bloggers.com/2019/04/tips-to-reduce-the-complexity-of-slide-making-with-xaringan/" target="_blank" rel="noopener"&gt;more efficient use of xaringan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://github.com/yihui/xaringan/issues/144" target="_blank" rel="noopener"&gt;using proper mermaid in xaringan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://cran.r-project.org/web/packages/xaringanthemer/vignettes/xaringanthemer.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Xaringan Themer&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 id="html-and-blog"&gt;html and blog&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://stackoverflow.com/questions/31753897/2-column-section-in-r-markdown" target="_blank" rel="noopener"&gt;cara bikin multi-kolom&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://html-css-js.com/html/character-codes/icons/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Kode icons buat html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://sourcethemes.com/academic/templates/" target="_blank" rel="noopener"&gt;academic theme&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://krisna.netlify.app/post/mathjax/" target="_blank" rel="noopener"&gt;adding equation labeling in hugo academic theme&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://undraw.co/" target="_blank" rel="noopener"&gt;free svgs&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 id="python"&gt;Python&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://jakevdp.github.io/PythonDataScienceHandbook/03.11-working-with-time-series.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Time series in python&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://seaborn.pydata.org/tutorial.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Contekan grafik pakai Seaborn&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.usitc.gov/data/gravity/gme.htm" target="_blank" rel="noopener"&gt;GME, paket buat PPLM dari USITC&lt;/a&gt;, untuk general (ada databasenya) di &lt;a href="https://www.usitc.gov/data/gravity/index.htm" target="_blank" rel="noopener"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://sylvaindeville.net/2015/07/17/writing-academic-papers-in-plain-text-with-markdown-and-jupyter-notebook/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Bikin paper pakai Jupyter Notebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://stackoverflow.com/questions/22127569/opposite-of-melt-in-python-pandas" target="_blank" rel="noopener"&gt;using pivot and melt in pandas&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://datatofish.com/r-jupyter-notebook/" target="_blank" rel="noopener"&gt;R di Jupyter (dan konten2 pada umumnya)&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://blog.nextgenetics.net/?e=102" target="_blank" rel="noopener"&gt;javascript for coda toggle&lt;/a&gt;, also &lt;a href="https://chris-said.io/2016/02/13/how-to-make-polished-jupyter-presentations-with-optional-code-visibility/" target="_blank" rel="noopener"&gt;this one&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://medium.com/@rbmsingh/making-jupyter-dark-mode-great-5adaedd814db" target="_blank" rel="noopener"&gt;night mode in jupyter notebook&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.upfie.net/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Econometrics with python&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://towardsdatascience.com/all-the-ways-you-can-customize-your-charts-and-graphs-in-seaborn-9be90fa6f5b5" target="_blank" rel="noopener"&gt;Seaborn customisation cheatsheet&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://elitedatascience.com/python-seaborn-tutorial" target="_blank" rel="noopener"&gt;Another Seaborn customisation&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.codecademy.com/articles/seaborn-design-i" target="_blank" rel="noopener"&gt;Seaborn design by codecademy&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.marsja.se/links/" target="_blank" rel="noopener"&gt;resource dari marsja&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.kevinsheppard.com/teaching/python/companion-course/" target="_blank" rel="noopener"&gt;time series econometrics pak Kevin Sheppard&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 id="dataset"&gt;Dataset&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.wto.org/english/res_e/statis_e/trade_datasets_e.htm" target="_blank" rel="noopener"&gt;trade data bulk download WTO&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://cameron.econ.ucdavis.edu/e102/data.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;Link to a bunch of US economic data&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://fontawesome.com/icons?m=free" target="_blank" rel="noopener"&gt;free icons from font awesome&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h3 id="academics"&gt;Academics&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.connectedpapers.com/" target="_blank" rel="noopener"&gt;mindmap generator untuk paper akademis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://core-econ.org/the-economy/book/text/17.html?utm_source=sendinblue&amp;amp;utm_campaign=CORE_Teachers_update__25_August&amp;amp;utm_medium=email#figure-17-24d" target="_blank" rel="noopener"&gt;Open source econ book&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</description></item><item><title>Aku, Canberra, dan COVID-19</title><link>https://www.krisna.or.id/post/covidaus/</link><pubDate>Thu, 19 Mar 2020 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/covidaus/</guid><description>&lt;p&gt;Hae gais. Dah lama banget saya gak &lt;em&gt;update&lt;/em&gt; blog. Kesibukan lagi agak menggila nih. Semua gara-gara COVID-19.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seperti mungkin teman-teman ketahui, si novel coronavirus ini udah bikin geger dunia. Masalah yang ditimbulkan oleh si virus, berubah begitu cepat, jauh lebih cepat daripada pemerintah dan rakyat jelata bereaksi. Waktu pertama kali COVID-19 mulai ramai, saya begitu kaget dan gak tau mau ngapain. Kerjaan saya cuma liat-liat berita aja. Saat ini saya di Australia, tapi setengah pikiran saya ada di Depok, tempat berdiam keluarga saya terutama ibunda yang sudah 70++. Saya hanya bisa menawarkan doa dan support untuk adek yang bantuin ngurusin kebutuhan ibu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di kampus sendiri, saat ini semua pengajaran sudah diinstruksikan secara on-line, menyusul instruksi perdana menteri untuk melarang pertemuan di dalam ruangan. Sebagai tutor ECON3101 (microeconomics 3), saya tentu kebagian getahnya. Saya harus mempersiapkan konten on-line untuk tutorial yang akan saya kerjakan. Semua seminar dan konsultasi dengan pembimbing tugas akhir juga harus dilakukan secara online. Agak sedikit ribet karena saya jadi harus belajar pakai zoom baik untuk merekam tutorial maupun untuk ikutan / ngehost meeting, Untungnya gak terlalu sulit.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masyarakat panik dan melakukan &lt;em&gt;panic buying&lt;/em&gt;, seperti yang mungkin sudah anda lihat di media sosial. Tisu toilet gak bersisa sama sekali udah seminggu ini. Untungnya kami sebagai pengguna gayung dan ember gak terlalu peduli. Tapi komoditas lain seperti anti-septic juga habis. Terakhir kami cek sih bahan makanan masih aman. Mudah-mudahan aman terus. Perdana Menteri Scott Morrison sudah mengutuk penimbunan dan menjamin bahwa sistem logistik Australia akan tetap mampu menjaga ketersediaan barang-barang yang penting.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemarin pagi, Pak Scott Morrison melakukan konpers tentang apa yang akan dilakukan Australia. Semua international flight akan dilarang (kecuali WN Australia yang pulang) untuk menutup kemungkinan penularan impor. Hal ini dilakukan sehingga pemerintah dapat fokus ke mencegah penularan internal. Sekolah akan tetap buka, dan kemungkinan besar tidak akan dilakukan &lt;em&gt;lockdown&lt;/em&gt; sama sekali. Kumpul-kumpul diatur jumlah orangnya. Di dalam ruangan, 100 orang ke atas dilarang. Di luar, 500. Beliau juga menyatakan bahwa tim khusus, pemerintah pusat dan pemerintah daerah semua sudah satu suara dan saling support dalam rangka menghadapi COVID19 ini. Social distancing juga disarankan, dan jika dapat bekerja di rumah, maka kerjalah di rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semua aturan ini (larangan kumpul, international travel ban, social distancing, dst) diantisipasi akan menjadi norma untuk minimal 6 bulan ke depan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Enam. Bulan. Ke. Depan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kampus ku langsung bereaksi. Surel berdatangan ke inbox-ku. Berbagai imbauan untuk kerja di rumah, mengambil data, pengaturan agar bisa kerja di rumah, dan imbauan serta arahan bagaimana bikin online tutorial, semua berdatangan. Kebayang manajemen kampus pasti sibuk setengah mati. Sebagai pegawai yang baik, yang dapat saya lakukan adalah mematuhi semua imbauan itu, dan sedapat mungkin bekerja dari rumah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kegiatanku sekarang lagi sibuk-sibuknya koordinasi pengajaran online dengan dosennya, belajar bikin konten, dan memastikan saya dan istri memiliki cukup &lt;em&gt;contingency plan&lt;/em&gt; untuk mempersiapkan yang terburuk. Kami anti nimbun, jadi moga-moga prinsip ini tidak harus membuat kami mati kelaparan. Saya lumayan percaya sama pemerintah Australia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mungkin ya yang agak menyebalkan sekarang adalah saya jadi harus ngikutin perkembangan COVID19 secara intensif di dua negara. Pidato Scott Morrison dan Jokowi dua-duanya jadi harus saya tonton. hahaha&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Stay safe people. Stay healthy. Cuci tangan yang sering. Kurangin pergi-pergi ke luar. Mudah-mudahan kita semua dapat melalui ini semua.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Mencari hubungan antara anggaran Kementerian dengan growth industri</title><link>https://www.krisna.or.id/post/regresi/</link><pubDate>Thu, 05 Mar 2020 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/regresi/</guid><description>&lt;p&gt;Hai semua. Pada postingan kali ini, saya akan melanjutkan postingan saya sebelumnya
yang mengatakan bahwa untuk memajukan industri manufaktur, Indonesia butuh lebih dari sekedar Kementerian Perindustrian. Jangan-jangan target yang diusung Kementerian Perindustrian agak terlalu makro alias kurang spesifik?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika benar terget tersebut terlalu makro, maka program yang dilakukan Kementerian Perindustrian kemungkinan tidak akan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap target yang mereka tetapkan sendiri. Ada dua masalah utama dalam mencoba nge-regresi-in masalah ini. Pertama, sasaran Kementerian Perindustrian ada banyak, yaitu 8. Solusinya mudah: saya ambil aja satu. wkwk. MAaf saya pemalas. Jadi saya akan mengambil target &lt;strong&gt;Pertumbuhan Ekonomi Industri Manufaktur Non-Migas&lt;/strong&gt;. Data ini tinggal
. Silakan cek postingan saya sebelumnya tentang kebijakan industri untuk &lt;em&gt;relate&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Masalah kedua, apa variabel yang pas buat mewakili &amp;ldquo;program dan kegiatan yang dilakukan Kementerian Perindustrian&amp;rdquo;? Ini lebih ribet sih, soalnya sebuah institusi pemerintah melakukan banyak hal, menerbitkan (dan me-&lt;em&gt;maintain&lt;/em&gt;) peraturan, memberi subsidi mungkin, dll. Berhubung ribet, maka saya akan pakai 1 indikator yang paling sederhana, yaitu &lt;strong&gt;APBN&lt;/strong&gt;. Untungnya Kemenperin adalah salah satu Kementerian yang paling oke transparansinya, jadi
.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="data"&gt;Data&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Seperti saya sampaikan di atas, sumber data yang saya pakai adalah dari situs Kemenperin dan situs BPS. Saya sudah kompilasi datanya dan jika anda mau replikasi, datanya bisa didonlot di
. Saya &lt;em&gt;embed&lt;/em&gt; di paling bawah laman ini jika anda pingin browsing-browsing. Time-spannya 2012-2018.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari BPS kita bisa dapat 15 jenis industri. Saya cuma pakai 14 aja soalnya yang ke-15 itu industri lain-lain. Kenapa yang lain-lain saya buang? Karena saya nggak tau yang lain-lain ini masuk program Kementerian yang mana.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari data APBN Kemenperin, kita bisa dapatkan data yang agak mendetil tentang berapa alokasi anggaran untuk setiap program yang dilakukan oleh Kemenperin. Ada beberapa program yang muncul di situ, seperti program dukungan, penelitian, pembangunan SDM, dll, tapi cuma 3 yang sepertinya menarget langsung ke sektor Industri. 3 Program tersebut adalah industri berbasis agro, industri tekstil, kulit, dll, dan berbasis logam dan teknologi. Dari 3 program itu lalu saya pasangkan ke 14 kelompok industri yang ada di BPS.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berhubung program lain juga sudah pasti penting, maka saya masukin juga ke regresi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="korelasi-pertumbuhan-industri-manufaktur-non-migas-dengan-anggaran-total-kemenperin"&gt;Korelasi Pertumbuhan Industri Manufaktur Non-Migas dengan Anggaran Total Kemenperin&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pertama kita bisa ngecek hubungan antara anggaran total Kemenperin dengan growth manufaktur non-migas. Untuk regresi yang ini, saya pakai growth industri manufaktur non migas secara keseluruhan (rata-rata 15 industri) dengan anggaran total Kemenperin (bukan per program). Datanya kalo di-plot adalah seperti ini&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/images/reg.png" alt="alt" loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Garis biru (skala sebelah kiri) adalah growth industri, garis oranye (skala sebelah kanan) adalah APBN Kemenperin dalam rupiah. Apakah anda melihat sebuah pola? Negatip? Positip? gak nyambung? Kalo anda pake fungsi &lt;code&gt;cor.test()&lt;/code&gt;, akan nongol angka $-0.55$. Tapi untuk memastikan, maka saya reg aja. Hasilnya ada di tabel 1. Modelnya gini:&lt;/p&gt;
$$
GROWTH_t = \alpha + \beta log(TOTAL APBN KEMENPERIN_t) + \epsilon_t
$$&lt;h6 id="tabel-1-korelasi-antara-logtotal-apbn-kemenperin-dengan-industrial-growth"&gt;tabel 1 korelasi antara log(TOTAL APBN KEMENPERIN) dengan industrial growth&lt;/h6&gt;
&lt;table&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Variabel&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;coef.&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;S.E.&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;t&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Pr(&gt;|t|)&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;log(total)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-5.29&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;3.43&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-1.54&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.183&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;Kalo lihat dari tabel 1 kayaknya korelasinya kurang kuat ya? Meskipun angkanya menunjukkan negatif. Angka tersebut (kolom coef.) bilang bahwa jika anggaran Kemenperin &lt;strong&gt;meningkat 100%&lt;/strong&gt;, maka industrial growth akan &lt;strong&gt;turun 5,29&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;percentage points&lt;/em&gt;. Gede juga ya. turun 5.29 &lt;em&gt;percentage points&lt;/em&gt; dari angka 2018 berarti minus wkkwwk. Sebaliknya, kalo anggaran Kemenperin di-0-kan, alias bubar, maka growth naik sebesar 5.29 &lt;em&gt;percentage points&lt;/em&gt;. wkwk. Tolong dicek jangan-jangan saya salah menerjemahkan? Tapi tenang, t-value nya kecil jadi artinya korelasinya kurang kuat. Hasil regresinya &lt;strong&gt;tidak signifikan&lt;/strong&gt;. Wkwkwkkw fiuh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalo saya regresi dengan $X=(total APBN Kemenperin)$ dan $Y=industrial growth$, maka gambarnya kayak gini:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;
&lt;figure &gt;
&lt;div class="flex justify-center "&gt;
&lt;div class="w-full" &gt;&lt;img src="https://www.krisna.or.id/images/logreg.png" alt="alt" loading="lazy" data-zoomable /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/figure&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Btw saya run di
. Tolong dicek sekalian jangan-jangan kodenya salah. Berikut kodenya&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-gdscript3" data-lang="gdscript3"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;library&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;car&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;##ngeload data&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;panel&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;&amp;lt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;read&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;csv&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;C:/regperin/regperin.csv&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;&amp;lt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;read&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;csv&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;C:/regperin/regtotal.csv&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## regresi&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;lsols&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;&amp;lt;-&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lm&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GROWTH&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;log&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;TOTAL&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;data&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;summary&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lsols&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="c1"&gt;## plot&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;plot&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;log&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;$&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;TOTAL&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;),&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;$&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GROWTH&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;pch&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;19&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;xlab&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;LOG APBN KEMENPERIN&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;ylab&lt;/span&gt; &lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt; &lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;GROWTH NON OIL MANUFACTURING&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;&lt;span class="n"&gt;abline&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lm&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;$&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;GROWTH&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;~&lt;/span&gt;&lt;span class="nb"&gt;log&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;all&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;$&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;TOTAL&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)),&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;lwd&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="mi"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span class="n"&gt;col&lt;/span&gt;&lt;span class="o"&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span class="s2"&gt;&amp;#34;red&amp;#34;&lt;/span&gt;&lt;span class="p"&gt;)&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 id="fixed-effect-berdasarkan-industri"&gt;Fixed Effect berdasarkan industri&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Kali ini kita regresiin berdasarkan masing-masing industri. Data BPS membagi industri jadi sekitar 14 jenis yang dibina oleh 3 Direktorat Jenderal Kemenperin (masing-masing Direktorat Jenderal melaksanakan 1 program). Berhubung ada banyak Direktorat Jenderal di Kemenperin, jadinya saya masukkan APBN dari program yang membina 14 industri tersebut, dan APBN total Kemenperin. Hasilnya ada di tabel 2. modelnye:&lt;/p&gt;
$$
GROWTH_{it} = \alpha + \beta log(program_{it}) + \gamma log(total_{t}) + \eta_i + \mu_{it} \label{2}
$$&lt;p&gt;Ada 3 jenis angka &lt;code&gt;log(program)&lt;/code&gt; untuk setiap tahunnya yang dipetakan ke 14 sektor industri $i$. Pemetaannya silakan lihat di excel yang paling bawah. Pemetaan saya lakukan berdasarkan jenis program di Kemenperin sesuai data di APBN. Belum tentu pemetaan saya valid wkwk.&lt;/p&gt;
&lt;h6 id="tabel-2-korelasi-berdasarkan-industri"&gt;tabel 2 korelasi berdasarkan industri&lt;/h6&gt;
&lt;table&gt;
&lt;col&gt;
&lt;colgroup span="3"&gt;&lt;/colgroup&gt;
&lt;colgroup span="3"&gt;&lt;/colgroup&gt;
&lt;thead&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;Variabel&lt;/th&gt;
&lt;th colspan="4" scope="colgroup"&gt;Pooled ($\eta_i=0 \: \forall \: i$)&lt;/th&gt;
&lt;th colspan="4" scope="colgroup"&gt;Fixed effect&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;th&gt;&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;coef.&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;S.E.&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;t&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;Pr(&gt;|t|)&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;coef.&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;S.E.&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;t&lt;/th&gt;
&lt;th scope="col"&gt;Pr(&gt;|t|)&lt;/th&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/thead&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Log(program)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.55&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.33&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-1.64&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.10&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.53&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;1.15&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.46&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.64&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;Log(total)&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-1.14&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;5.08&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.23&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.82&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-1.15&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;4.95&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;-0.23&lt;/td&gt;
&lt;td&gt;0.82&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;p&gt;2 model yang saya pakai, yaitu pooled dan fixed effect. Untuk hasil yang &lt;em&gt;pooling panel data regression&lt;/em&gt;, hasilnya negatif dan signifikan di level $\alpha=10%$. Wkwkwkw. Magnitude-nya jauh lebih kecil daripada regresi total. Jika program tersebut &lt;strong&gt;dihapus&lt;/strong&gt; (anggarannya dipotong 100%), maka industri yang mereka bina akan &lt;strong&gt;tumbuh&lt;/strong&gt; sebesar 0,55 &lt;em&gt;percentage points&lt;/em&gt;. wkwkwk. Hanya saja ketika dikontrol individu (dikasih &lt;em&gt;fixed effect&lt;/em&gt;), &lt;strong&gt;signifikansinya hilang&lt;/strong&gt;. Fiuh. Artinya, dampaknya sangat berbeda-beda tergantung industrinya. Ada sesuatu yang lebih ngefek, sesuatu yang spesifik di masing-masing industri, tapi bukan anggaran Kemenperin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;kodenya:&lt;/p&gt;
&lt;div class="highlight"&gt;&lt;pre tabindex="0" class="chroma"&gt;&lt;code class="language-fallback" data-lang="fallback"&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;### pooled
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;lols&amp;lt;-lm(growth~log(APBN)+log(TOTAL),data=panel)
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;### fixed effect
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;library(plm)
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="line"&gt;&lt;span class="cl"&gt;lfixed&amp;lt;-plm(growth~log(APBN)+log(TOTAL),data=panel, index=c(&amp;#34;id&amp;#34;,&amp;#34;year&amp;#34;),method=&amp;#34;within&amp;#34;)
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Bener ga sih tuh kodenya? wkwkwk. Anyway, lumayan seru dan gak terlalu lama ngerjainnya. Lumayan buat anda yang pingin ngutik2 regresi seru deh. Mungkin anda bisa coba pake data Kementerian lain wkwkkw.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="kenapa-ga-bisa-langsung-diintrepretasikan"&gt;Kenapa ga bisa langsung diintrepretasikan?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;BTW modelnya ini banyak caveatnya yaaa. Ga bisa langsung diinterpretasiin, apalagi buat lo lo pade yang anti big government pro neo-lib ckckckckck. Apakah korelasi negatif berarti Kalo Kementerian dibubarkan maka industri akan maju? Apakah tidak signifikan artinya ngasi duit ke Kementerian gak ada gunanya?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika anda bermain-main dengan model untuk memberikan rekomendasi kebijakan, maka anda harus sangat sangat sangat &lt;strong&gt;sangat sangat hati-hati&lt;/strong&gt;. Sebelum nyalahin pihak lain (pemerintah kah? SJW kah? buruh kah? kapitalisme?), pastikan anda (dan model anda) sudah benar! Dan tentu saja model saya ini kudu dikritik dulu sebelum saya mengkritik yang laen.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Regresi ini sangat sederhana sekali. Masalahnya dah pasti macem-macem. Kalo segampang ini mah gue dah nyalonin diri jadi mentri kali. Bagi tukang statistik, masalah dari model sederhana ini langsung keliatan. Pertama adalah &lt;em&gt;endogeneity&lt;/em&gt;(APBN kayaknya gak bakal eksogen sih), dan yang kedua masalah error term yang kemungkinan gak normal. Kalo dilanjutin sih bakal ketemu masalahnya di mana aja, tapi setidaknya ada dua hal yang bisa saya sampaikan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertama, sepertinya eksperimen ini tidak berhasil membuktikan bahwa hipotesis saya salah. Hipotesis apa? Bahwa mungkin industrial growth adalah indikator yang tidak tepat untuk disasar oleh Kemenperin. Tentu Kemenperin punya indikator yang lebih spesifik di Renstra, tapi studi tentang link indikator spesifik tersebut ke sasaran makro nya harusnya ada dan terbukti kesinambungannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kedua, apa yang saya kerjakan di blog ini bisa jadi semacam bab awal dari tugas akhir studi ekonomi. Studi dampak program ke indikator kinerja sepertinya belum banyak di Kemenperin, dan sangat potensial untuk dijadikan topik tugas akhir studi ekonomi. Kemenperin memiliki program kerjasama master dengan beberapa universitas baik dalam dan luar negeri, sebagian di bidang ekonomi. Kalo jadi &lt;em&gt;master thesis&lt;/em&gt; sih jelas metode regresi yang digunakan akan bisa lebih &lt;em&gt;sophisticated&lt;/em&gt; dengan variabel yang lebih banyak dan tepat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk saat ini sih postingan ini bisa buat belajar regresi sederhana atau buat tebak-tebakan wkwkwk. Berikut ini salah satu jawaban dari sohib saya si Risetio tentang regresi ini:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="in" dir="ltr"&gt;Kalau liat dari model ekonometriknya, residualnya mungkin justru yg punya pengaruh terbesar ke pdb industri non migas, bukan anggaran kemenperin. Pertanyaannya, variabel apakah itu yg seharusnya bukan di residual?&lt;/p&gt;&amp;mdash; Risetioz (@risetioz) &lt;a href="https://twitter.com/risetioz/status/1235521681889693698?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;March 5, 2020&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana pendapat anda? Drop in di komen yak!&lt;/p&gt;
&lt;iframe src="https://onedrive.live.com/embed?cid=ACC929CA35B3A537&amp;resid=ACC929CA35B3A537%2113504&amp;authkey=AMLP8uST9gRkPWY&amp;em=2" width="402" height="346" frameborder="0" scrolling="no"&gt;&lt;/iframe&gt;</description></item><item><title>Jakpos</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/jakpos/</link><pubDate>Fri, 31 Jan 2020 15:01:51 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/jakpos/</guid><description/></item><item><title>Kebakaran dan Kebanjiran: Sebuah Pelajaran</title><link>https://www.krisna.or.id/post/banjir/</link><pubDate>Sun, 12 Jan 2020 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/banjir/</guid><description>&lt;p&gt;Australia sedang berduka. Kebakaran hebat melanda di benua ini, tepatnya di provinsi New South Wales (NSW), yang sekarang merambat ke Victoria juga. Kebakaran kali ini luasnya sampai jutaan hektar, sebuah rekor baru. Korban jiwa mencapai puluhan orang dan kerugian aset penduduk mencapai ratusan ribu dolar.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="gara-gara-krisis-iklim"&gt;Gara-gara Krisis Iklim?&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tidak butuh waktu lama sampai kejadian ini diberitakan oleh media internasional. Beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan &lt;a href="https://www.economist.com/podcasts/2020/01/08/fire-fighting-the-lessons-from-australias-wildfires" target="_blank" rel="noopener"&gt;episode Babbage tentang Australian wildfire&lt;/a&gt;, dengan narasumber &lt;a href="http://mediadirectory.economist.com/people/catherine-brahic-2/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Catherine Brahic&lt;/a&gt;, environment editor di majalah The Economist. Menurut tante Catherine, &lt;em&gt;bushfire&lt;/em&gt;, atau kebakaran semak, merupakan hal normal di Australia, bagian dari ekosistem yang kering.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="https://climate.nasa.gov/evidence/" target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;em&gt;climate change&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; memperparah hal yang seharusnya normal itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Krisis iklim mengakibatkan Australia menjadi daerah yang jadi lebih kering lagi, dan makin panas. Tahun ini kembali Australia memecahkan rekor suhu terpanas dan hujan terjarang. Udara yang kering dan vegetasi berupa semak-semak yang kering banget, membuat daerah ini mudah terbakar. Ditambah dengan fenomena &lt;a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Dry_thunderstorm" target="_blank" rel="noopener"&gt;&lt;em&gt;Dry Thunderstorm&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; yang merupakan sesuatu yang lumayan wajar terjadi, ya makin serem lah kebakaran ini. Udah gitu anginnya juga kenceng banget di AUstralia. Bayangin aja, petirnya ada, tapi hujannya nggak ada. Begitu nyamber pohon yang udah kering banget, trus apinya ditiup angin, selesai sudah.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="bagaimana-dengan-di-indonesia"&gt;Bagaimana dengan di Indonesia&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Sangat wajar jika anda langsung mengaitkan kejadian ini dengan Indonesia. Di waktu yang tidak jauh berbeda, Jakarta dan sekitarnya mengalami banjir yang sangat parah, &lt;a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-50962493" target="_blank" rel="noopener"&gt;hingga menelan 60 korban jiwa&lt;/a&gt;. Curah hujan ketika kejadian &lt;a href="https://katadata.co.id/berita/2020/01/01/curah-hujan-catat-rekor-tertinggi-103-titik-banjir-kepung-jakarta" target="_blank" rel="noopener"&gt;mencatat rekor tertinggi&lt;/a&gt; sepanjang sejarah. Jika di Australia, kering menjadi semakin kering, nampaknya di Jakarta yang terjadi adalah sebaliknya: basah menjadi semakin basah.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;&amp;ldquo;Areas that are currently wet, will likely become more wet. Areas that are currently dry will become more dry,&amp;rdquo; Professor Abraham said.
&lt;a href="https://www.abc.net.au/news/science/2020-01-14/climate-change-ocean-warming-2019/11863056" target="_blank" rel="noopener"&gt;sumber dari sini&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;Saya tidak perlu menjabarkan lagi bagaimana banjir kali ini begitu besar. Banyak sekali berita nasional sudah meng-&lt;em&gt;cover&lt;/em&gt; kejadian ini, atau bahkan anda sendiri mengalaminya. Banyak perdebatan mengenai apa yang salah atau bisa diperbaiki, tapi yang jelas, sebagian besar masyarakat sepakat bahwa krisis iklim merupakan salah satu yang paling berpengaruh.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="masalah-akibat-krisis-iklim"&gt;Masalah akibat krisis iklim&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Ada beberapa hal yang menjadi masalah ketika krisis iklim terjadi. Pertama adalah ketidak pastian. Krisis iklim membuat prediksi cuaca ekstrim menjadi semakin sulit. Asuransi juga akan kesulitan menghitung risiko akibat perubahan ini, yang dapat mengakibatkan premi naik, atau bahkan produknya hilang karena tidak &lt;em&gt;feasible&lt;/em&gt;. Petani akan kesulitan memperkirakan kapan dan bagaimana melakukan penanaman.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pekerjaan BMKG menjadi semakin sulit dalam memprediksi cuaca.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="in" dir="ltr"&gt;Ber-kali2 BMKG salah;yg diramal hujan extrim, tak ada hujan, yg tak diramal hujan extrim malah curah hujannya terdahsyat. Tapi uniknya nggak ada yg lakukan class action ke BMKG. Tapi class actionnya kpd AniesB. Sekalipun yg paling terdampak banjir adalah Provinsi Jabar&amp;amp;Banten. &lt;a href="https://t.co/VYH007gLIF"&gt;https://t.co/VYH007gLIF&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;mdash; Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) &lt;a href="https://twitter.com/hnurwahid/status/1216331892670132225?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;January 12, 2020&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt; &lt;span style="font-family:Papyrus; font-size:1em;"&gt;apalagi jika ada politisi yang seperti ini&lt;/span&gt;
&lt;p&gt;Masalah berikutnya adalah tentang mengubah kebiasaan. Cara membangun bangunan, undang-undang bangunan, semua harus menyesuaikan. Di konteks Jakarta, saya nggak tau sih tapi sering denger cerita bahwa beberapa warga sudah terbiasa hidup dengan banjir dan punya mitigasi sendiri, misalnya tau kapan harus mengungsi, tau rumahnya harus diapain supaya dampak banjir bisa diminimalisir. Dengan banjir yang mungkin akan semakin parah, apakah kebiasaan tersebut masih cukup atau harus ditingkatkan intensitasnya, masih harus dilihat lagi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang lebih parah, daerah yang dulu &lt;em&gt;habitable&lt;/em&gt; jadi makin berisiko, mungkin sampai harus dipindahkan. Padahal kita semua tau relokasi adalah sesuatu yang &lt;a href="https://regional.kompas.com/read/2010/10/27/16512887/Marzuki.Pindah.Saja.ke.Daratan" target="_blank" rel="noopener"&gt;sensitif secara politis&lt;/a&gt;. Apakah pemerintah harus turun tangan? Atau biarkan warga di sana sampai nanti terusir dengan sendirinya oleh kekuatan alam? Saat ini belum nampak soal naiknya tingkat risiko suatu daerah sampai tidak bisa ditinggali lagi (mungkin), tapi bisa jadi ini hanya masalah waktu, sehingga harus dipikirkan sampai sekarang.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="politik-politik-politik"&gt;Politik, Politik, Politik&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Dan tentu saja masalah terbesar mungkin adalah politik. Semua orang bilang pemerintah harus melakukan sesuatu, tapi bagaimana membuat politisi bersatu untuk menggolkan peraturan soal mitigasi krisis iklim? Di Australia, politik adalah sebuah kekacauan. Warganya banyak yang gak peduli, dan politisinya juga pada medioker. Apalagi Australia adalah negara yang lumayan industri penyumbang krisis iklimnya termasuk besar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di Indonesia, pembicaraan soal krisis iklim masih sangat jarang, setidaknya tidak semasif di Australia, jadi makin susah untuk dikomentari. Regulasi soal penggunaan air tanah tidak kunjung menjadi isu penting baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pembangunan &lt;em&gt;Giant Sea Wall&lt;/em&gt; tampaknya mandeg, dan pemerintah pusat malah mau kabur ke ibu kota baru dengan biaya yang tidak kecil. Kerjasama antar Pemda dengan Pusat juga seperti tidak ada gaungnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Belum lagi politik internasional. Amerika Serikat baru-baru ini mundur dari perjanjian Paris. Pembicaraan di Madrid juga mandeg. &lt;em&gt;Carbon tax&lt;/em&gt; masih tidak disukai oleh sebagian besar negara.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sementara itu, waktu terus berjalan, emisi terus meningkat, rekor terus dipecahkan. Jika sulit untuk kita semua untuk mengurangi emisi karbon, mengurangi penggunaan air tanah, dan mengubah gaya hidup, tinggal menunggu waktu sampai bumi yang memaksa kita melakukan itu semua, dengan caranya sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Semoga kita semua siap.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Benarkah Memiliki Anak Berpotensi Merugikan Perempuan? Perspektif Ekonomi</title><link>https://www.krisna.or.id/post/anakgaji/</link><pubDate>Mon, 06 Jan 2020 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/post/anakgaji/</guid><description>&lt;p&gt;Baru-baru ini cwider lagi rame gara-gara ada dokter yang ngetwit tentang dampak negatif menyusui terhadap si ibu.&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="in" dir="ltr"&gt;Siapa bilang ibu menyusui jadi lebih sehat? &lt;br&gt;&lt;br&gt;Nih ya saya kasik tahu...&lt;br&gt;&lt;br&gt;*siap2 dilempar kulit pete oleh para penyembah ASI&lt;/p&gt;&amp;mdash; Ryu Hasan (@ryuhasan) &lt;a href="https://twitter.com/ryuhasan/status/1211471422507241473?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;December 30, 2019&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Trit tersebut langsung ramai, opkors banyak pro asi yang tida terima. Beberapa netijen lain mengambil sudut pandang netral, bahwa fakta ya fakta, tidak perlu dibikin baper. Ada juga yang bikin twit tandingan, misalnya ini&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="twitter-tweet"&gt;&lt;p lang="in" dir="ltr"&gt;As a young researcher, this thread fascinates me. Aku sampai cari-cari artikel jurnal ttg apa sih yang terjadi pada otak ibu pada postpartum (setelah lahiran) &amp;amp; sebenernya dampak menyusui buat ibu itu apa - krn biasanya kan buat anak yg dibahas manfaatnya. &lt;a href="https://t.co/wTF8sNeZEM"&gt;https://t.co/wTF8sNeZEM&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&amp;mdash; Davrina Rianda (@DavrinaR) &lt;a href="https://twitter.com/DavrinaR/status/1212391298214195201?ref_src=twsrc%5Etfw"&gt;January 1, 2020&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;p&gt;Mengikuti twit tersebut seru, karena banyak rujukannya. Sayangnya perdebatannya tidak benar-benar 2 arah, dan secara praktis berhenti di situ, sejauh yang saya amati.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Meski saya gak ngerti soal ASI, perdebatan tersebut lumayan mencuri perhatian saya. Saya dengan si dokter bahwa membesarkan anak adalah sebuah kegiatan yang lumayan menuntut banyak perhatian, waktu, dan biaya, dan bagi saya, yang sebagian besar dibebankan pada wanita. Udah mual-mual, harus membawa-bawa anaknya selama 9 bulan, uda gitu proses melahirkannya meregang nyawa pula. Setelah melahirkan, ASI hanya diproduksi oleh ibunya, belum lagi bentuk tubuh yang berubah. Saya gak tau rasanya, tapi kalo saya harus mengalami itu semua kayaknya kagak deh.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Perbedaan ini ternyata tidak hanya berhenti di hal biologis, tapi juga soal duit. Kita beruntung lahir di zaman yang lebih progresif, di mana keseimbangan gaji antara lelaki dan perempuan. Menurut &lt;a href="http://www.nber.org.virtual.anu.edu.au/papers/w24219.pdf" target="_blank" rel="noopener"&gt;Kleven dkk (pdf)&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;gender pay gap&lt;/em&gt; sudah lama menyempit berkat pendidikan dan anti diskriminasi gender, perbedaan tersebut tidak hilang 100%. Bahkan, gap upah pria dan wanita berhenti di sekitar 15-20an%. Kleven dkk menawarkan penjelasan: penyebabnya adalah anak. Setidaknya di Denmark.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kleven dkk melakukan studinya terhadap penduduk Denmark dari tahun 1980 sampai 2013. Studi mereka jatohnya kayak semacem Diff-and-Diff gitu, di mana kontrolnya adalah pasangan yang tidak(/belum) punya anak. Robustness checknya pake placebo birth gitu, dan pake IV dengan anak kembar dan gender mix sebagai instrumen. Metodenya lumayan menarik, dan bisa dilakukan berkat data kependudukan Denmark yang kaya. Variabel dependen mereka adalah &lt;em&gt;wage rate&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;labor participation&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;working hour&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi di blog kali ini saya cuma akan bahas hasilnya aja yaa. wkwk.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kata mereka, di Denmark, upah pria dan wanita mengalami tren yang sama, dan gak beda ketika pendidikan dikontrol. Namun, ketika punya anak pertama, gaji cowok masih naik dengan stabil, tapi gaji cewek stagnan cenderung berkurang. Ini terjadi pada ke-3 indikator upah mereka. Mereka juga bilang bahwa penyebab non-anak sudah berkurang jauh, namun penyebab anak malah naik, sehingga mengakibatkan perbedaan 20an% itu yang gak turun-turun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya kutipkan apa yang menurut mereka dua kesimpulan paling penting:&lt;/p&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;First, the inclusion of education controls has only a small impact on the estimation of child-related gender inequality. It is still the case that child-related inequality is close to 80% of total inequality at the end of the period&amp;hellip;&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class="border-l-4 border-neutral-300 dark:border-neutral-600 pl-4 italic text-neutral-600 dark:text-neutral-400 my-6"&gt;
&lt;p&gt;&amp;hellip;Second, while the child-related gender gap has been growing over time, the education-related gender gap has been shrinking dramatically. Education related inequality was almost as large as child-related inequality at the beginning of the period, but
has almost disappeared over time.&lt;/p&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p&gt;&amp;hellip;yang mana intinya, sekolah bukan lagi penyebab bedanya pemasukan ekonomi lelaki dan wanita, bahkan cenderung hilang. Sementara itu, efek anak (secara teknis mereka menyebutnya &amp;ldquo;&lt;em&gt;child penalty&lt;/em&gt;&amp;rdquo;) terus naik seiring waktu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ingat bahwa ini adalah studi tentang Denmark. Seperti kita ketahui, Denmark termasuk negara yang sangat &lt;em&gt;jor-joran&lt;/em&gt; mempromosikan &lt;em&gt;gender equal pay&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;gender equal opportunity&lt;/em&gt;. Bahkan soal anak pun, hal-hal kayak cuti dan bantuan pemerintah sudah sangat pro keluarga. Tapi perbedaan tersebut tetap ada, dan sepertinya memang sulit dihilangkan 100%.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Untuk konteks non-Denmark, ada Hupkau dan Leturcq (2017) yang studinya di Inggris. Pernah liat juga yang di negara Balkan tapi agak lupa siapa yang nulis. Juga ada &lt;a href="https://www.census.gov/library/stories/2020/06/cost-of-motherhood-on-womens-employment-and-earnings.html" target="_blank" rel="noopener"&gt;laporan&lt;/a&gt; dari biro sensus Amerika Serikat yang berkesimpulan sama. Tapi Kleven dkk masukin grafik gender pay gap secara internasional, yang lebih kurang memang &lt;em&gt;stuck&lt;/em&gt; di 20an persen. Ada di papernya silakan dilihat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memiliki anak memang sepertinya membebani perempuan lebih daripada lelaki. Soal gaji pun demikian, bahkan di negara yang sangat progresif dan pemerintahnya bener-bener aktif di isu &lt;em&gt;gender pay gap&lt;/em&gt;. Apalagi di negara yang pemerintahnya males yak.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tulisan ini bukan ingin menyuruh perempuan untuk berhenti beranak, apalagi bilang bahwa asi adalah akal-akalan lelaki untuk punya gaji lebih tinggi dari perempuan. Punya anak dan mendidiknya adalah hak setiap perempuan. Meskipun punya anak itu repot dan menyita banyak sumber daya, namun kebahagiaan yang diberikan anak untuk orang tuanya mungkin sepadan. Tentu tidak ada salahnya bagi para perempuan (dan lelaki) untuk mempunyai informasi lebih tentang apa yang harus dipikirkan ketika mengambil keputusan sepenting memiliki anak. Keputusan ini sangat besar dan memiliki efek jangka panjang yang tidak kecil, baik untuk individu maupun masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya juga mengajak para suami untuk menyadari betapa besarnya pengorbanan istrinya ketika sang istri memutuskan untuk memiliki anak. Bantulah ia memikul beban tersebut. Kalo ngidam apa, beliin lah. Pikullah tanggung jawab non biologis lebih banyak ketimbang waktu istrinya belum hamil. Gantian jaga, ngurusin popok, dan lain sebagainya. Ingat, lelaki gak akan bisa gantiin hamil atau menyusui, jadi minimai gantiin di hal lain yak. Hidup #takutbini !!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Buat lelaki yang gak bertanggung jawab setelah menghamili seorang perempuan: &lt;em&gt;go to fucking hell&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Boosting Global Competitiveness in Indonesia: is Industri 4.0 the answer?</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/conf1/</link><pubDate>Thu, 18 Apr 2019 10:18:40 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/conf1/</guid><description/></item><item><title>Can cryptocurrency help business to be more competitive?</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/conf3/</link><pubDate>Thu, 18 Apr 2019 10:18:40 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/conf3/</guid><description/></item><item><title>How Trump’s steel and aluminium tariff shapes future world trade</title><link>https://www.krisna.or.id/publication/conf2/</link><pubDate>Thu, 18 Apr 2019 10:18:40 +1000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/publication/conf2/</guid><description/></item><item><title>Strategi sukses meraih beasiswa pendidikan lanjut</title><link>https://www.krisna.or.id/slides/beasiswa/</link><pubDate>Tue, 05 Feb 2019 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://www.krisna.or.id/slides/beasiswa/</guid><description>&lt;h2 id="strategi-sukses-meraih"&gt;Strategi sukses meraih&lt;/h2&gt;
&lt;h2 id="beasiswa-pendidikan-lanjut"&gt;beasiswa pendidikan lanjut&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;p&gt;I Made Krisna Gupta&lt;br&gt;
18 September 2020&lt;br&gt;
Presentasi ini dapat diakses di &lt;a href="https://krisna.netlify.app/talk/beasiswa" target="_blank" rel="noopener"&gt;krisna.netlify.app/talk/beasiswa&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tentang-saya"&gt;Tentang Saya&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Penerima beasiswa &lt;a href="https://www.australiaawardsindonesia.org/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Australia Awards Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kandidat doktoral ekonomi di &lt;a href="https://crawford.anu.edu.au/people/phd/krisna-gupta" target="_blank" rel="noopener"&gt;Crawford School of Public Policy&lt;/a&gt;, Australian National University (ANU).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fungsional dosen di &lt;a href="http://www.poltekapp.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Politeknik APP Jakarta&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidikan terakhir:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;M.Sc. in Economics at &lt;a href="https://www.vu.nl/en" target="_blank" rel="noopener"&gt;VU University&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;M.S.E. Ekonomi di &lt;a href="https://www.ui.ac.id/" target="_blank" rel="noopener"&gt;Universitas Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akses CV saya di &lt;a href="https://krisna.netlify.app/#CV" target="_blank" rel="noopener"&gt;krisna.netlify.app/#CV&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beasiswa-yang-pernah-dicoba-s2"&gt;Beasiswa yang pernah dicoba (S2)&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;DAAD (Jerman)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Chevening (UK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;USAID (USA)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;NESO (Belanda)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;KOICA (Korea Selatan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;LPDP&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Australia Awards Scholarship (Australia)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Twente (Belanda)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;NTUST (Taiwan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;VU Fellowship Program (Belanda)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beasiswa-yang-pernah-dicoba-s3"&gt;Beasiswa yang pernah dicoba (S3)&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;ANU PhD Scholarship (Australia)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Chevening (UK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Australia Awards Scholarship (Australia)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="daftar-isi"&gt;Daftar isi&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;tips umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;tips spesifik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;tips extra untuk S3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penutup&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="berdasarkan-pengalaman-pribadi"&gt;Berdasarkan pengalaman pribadi&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Informasi adalah kunci:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kenali diri sendiri dulu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ikuti berita tentang beasiswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;rajin membaca laman tentang beasiswa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Proses mencari beasiswa agak berbeda tergantung dari:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;dalam negeri vs luar negeri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;S2 vs S3&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kenali-diri-sendiri-dulu"&gt;Kenali diri sendiri dulu&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kampus atau program apakah yang anda butuhkan?
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Apakah gelarnya berguna untuk karir?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;coursework or by research?&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ranking fakultas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah ada beasiswa kampus?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikuti lebih dari satu program&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertimbangan finansial dan keluarga
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak semua ditanggung beasiswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Potensi LDR&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kenali-diri-sendiri-dulu-1"&gt;Kenali diri sendiri dulu&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Beasiswa adalah kompetisi.&lt;/p&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Beberapa &lt;em&gt;privilege&lt;/em&gt; yang menguntungkan:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;keunggulan akademik (IPK, TPA, bahasa)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;punya uang lebih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kenal orang penting / spv&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;&lt;em&gt;No privilege? Work harder!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;perbanyak membaca dan menulis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perkaya kegiatan sosial&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;jadi dosen/peneliti 😜&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="keep-yourself-updated"&gt;&lt;em&gt;Keep yourself updated&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selalu terdepan dalam informasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikuti sumber berita yang ter-&lt;em&gt;update&lt;/em&gt;.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;akun sosial media beasiswa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ikuti forum khusus beasiswa jurusan tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ASN biasanya punya portal internal&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kenali syarat yang sejenis.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kopi transkrip, surat rekomendasi, tes bahasa inggris, TPA, LOA.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catat tanggal-tanggal penting.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="keep-yourself-organised"&gt;&lt;em&gt;Keep yourself organised&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Organisasi yang baik akan lebih efisien.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buat folder untuk setiap aplikasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menyiapkan &lt;em&gt;checklist&lt;/em&gt; sangat membantu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;punya &lt;em&gt;reminder&lt;/em&gt; / pengingat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;siapkan waktu dan ongkos untuk translasi dan legalisir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;take your time&lt;/em&gt;. Kalau submisi on-line, hati-hati &lt;em&gt;traffic&lt;/em&gt; di detik-detik akhir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Punya partner akan sangat menolong.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="keep-yourself-motivated"&gt;&lt;em&gt;Keep yourself motivated&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Tidak ada faktor yang lebih penting daripada niat. Selalu luangkan waktu untuk &lt;em&gt;update&lt;/em&gt; informasi dan aplikasi&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="beberapa-tips-spesifik"&gt;Beberapa tips spesifik&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Setiap beasiswa punya persyaratan khusus yang mungkin berbeda satu sama lain&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="kampus-dulu-atau-beasiswa-dulu"&gt;Kampus dulu atau beasiswa dulu?&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Beberapa beasiswa mensyaratkan beasiswa dulu / tidak perlu Letter of Acceptance (LoA)
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Australia Awards, DAAD, dan Chevening&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Namun informasi mengenai program yang dituju tetap harus dicari
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Modal untuk menjawab interview&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kadang kampus punya beasiswa juga&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Khusus PhD, sangat umum diwajibkan memiliki bukti korespondensi dengan calon pembimbing&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="mendapatkan-loa"&gt;Mendapatkan LoA&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk beasiswa seperti LPDP, LoA cukup penting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;LoA dari LN malah relatif mudah
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kampus DN biasanya ada ujian saringan masuk / TPA&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;LN &lt;em&gt;mostly&lt;/em&gt; administratif&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;p&gt;Kecuali jika anda kesulitan dengan bahasa inggris&lt;/p&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tes-bahasa-inggris"&gt;Tes bahasa inggris&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Nomor satu harus dipikirkan untuk LN &lt;em&gt;hunter&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan tes apa yang diakui&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;IELTS vs TOEFL
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;IELTS (menurut saya) lebih mudah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;institutional TOEFL? &lt;em&gt;yes or no?&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perlukah mengambil les persiapan?
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;IELTS secara umum lebih murah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;beli buku, online, partner&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;practice makes perfect&lt;/em&gt;, ala bisa karena biasa&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="menulis-essay"&gt;Menulis essay&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;beasiswa pada umumnya mensyaratkan essay&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mulai dengan kerangka yang baik
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;gunakan tujuan beasiswa sebagai acuan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;di mana posisi kita?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;baca kembali dan tanya: paragraf ini menjawab pertanyaan apa?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;minta partner untuk membaca&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perbanyak latihan (sekalian IELTS/TOEFL)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="menulis-essay-1"&gt;Menulis essay&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;beberapa beasiswa menyediakan form khusus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Informasi yang biasanya ditanyakan:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;memilih program&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kontribusi hasil studi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;cerita sukses&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konteks sangatlah penting
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kaitkan dengan pekerjaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kolaborasi dengan institusi / negara donor&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="essay.pdf"&gt;Contoh essay saya dulu apply AAS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="wawancara"&gt;Wawancara&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Wawancara pada umumnya menanyakan pertanyaan yang mirip dengan di aplikasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;persiapan yang baik mengurangi derajat kepanikan dan meningkatkan rasa percaya diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;beberapa persiapan yang saya rekomendasikan:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;antisipasi pertanyaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;persiapkan jawaban&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;baca yang banyak tentang beasiswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;latihan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="wwcraas.pdf"&gt;Saya bikin list potensi pertanyaan AAS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-ekstra-s3-untuk-asn"&gt;Tips ekstra S3 untuk ASN&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Struktural/manajerial lebih sulit (mungkin)
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;susah dapat ijin (kelamaan)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;tidak banyak benefit bagi institusi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;juga bagi anda pribadi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;sepertinya menjadi dosen membantu
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;institusi mendapat benefit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;angkatan saya (AAS) banyak fungsional&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ilmu dari S3 sangat dalam dan spesifik&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-ekstra-s3--s2-untuk-swasta"&gt;Tips ekstra S3 &amp;amp; S2 untuk swasta&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Apakah beasiswa berguna untuk karir?&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;S3 harus mikir lebih ekstra&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;5 tahun kerja vs 5 tahun sekolah&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;beberapa kantor mau re-employ&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;tapi sangat jarang yang begini&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;siap-siap mantab (makan tabungan)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;akan lebih baik jika sudah punya tujuan kerja&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;misalnya dosen / peneliti&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="pengalaman-pribadi-dosen"&gt;Pengalaman pribadi (dosen)&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kontribusi dosen sangat mudah dan terukur:&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;dosen PhD di Indonesia masih sedikit&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;publikasi akademis sangat sedikit&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Tidak perlu berkhayal terlalu jauh&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;kolaborasi riset antar lembaga&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Kerjaan mendukung untuk PhD&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;otomatis rajin membaca dan menulis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mudah dikontekstualisasi dengan aplikasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="mempersiapkan-research-proposal"&gt;Mempersiapkan research proposal&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pastikan proposal riset anda mengakomodir target beasiswa
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Australia Awards memiliki sektor yang ditarget secara spesifik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;beberapa beasiswa punya slot khusus tentang riset di form-nya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wajib lihat persyaratan di situs fakultas:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;beberapa kampus minta hanya 3 halaman maksimal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ada juga yang membebaskan, bahkan sampai 15 halaman&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="mempersiapkan-research-proposal-1"&gt;Mempersiapkan research proposal&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Informasi yang wajib ada di proposal riset:
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;pendahuluan, tekankan di latar belakang, motivasi, obyektif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;metode dan data (kalau sudah punya rencana mau pakai data apa)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;timeline&lt;/em&gt;. Apakah bisa selesai dalam jangka waktu S3?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Demonstrasi bahwa anda mengikuti literatur di bidang anda.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tunjukan hal-hal yang sudah anda kerjakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="rp.pdf"&gt;Contoh salah satu proposal pendek&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-memilih-pembimbing"&gt;Tips memilih pembimbing&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Approach pembimbing biasanya wajib untuk beasiswa S3.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebaiknya diutamakan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;profesor seringkali punya &lt;em&gt;extra funding&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Beasiswa S3 juga bisa datang dari lembaga riset.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baca situs kampus tentang mengapproach profesor: apakah sentralistik atau personal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Makin sakti, makin sibuk.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-korespondensi"&gt;Tips korespondensi&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pastikan akun surel anda professional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan anda tau dia profesor atau bukan.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Supaya tau cara menyapa.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pastikan anda punya informasi tentang orang ini.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;bisa gunakan situs seperti &lt;em&gt;research gate&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;lebih baik lagi jika &lt;em&gt;paper&lt;/em&gt; beliau anda &lt;em&gt;cite&lt;/em&gt; di proposal&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Makin sakti, makin sibuk.
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;jika beliau minta revisi, langsung kerjakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan lupa diprint.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-setelah-dapat-beasiswa"&gt;Tips setelah dapat beasiswa&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Banyak hal yang harus dipersiapkan setelah diterima &lt;del&gt;misalnya bucket list tempat jalan-jalan&lt;/del&gt;.&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Simpan rapi kontrak beasiswa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catat langkah-langkah berikutnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persiapkan SK TB&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persiapkan paspor dinas&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-ketika-sudah-sekolah"&gt;Tips ketika sudah sekolah&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;beasiswa (&lt;em&gt;and life in general&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;is a long-term project&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mencari beasiswa S2 dimulai sejak S1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mencari beasiswa S3 dimulai sejak S2
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;sekolah S2 yang bener&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;jalin relasi dengan pembimbing&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selalu ingat ilmu padi
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;jangan cepat berpuas diri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dirasani? balas dengan karya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="tips-ketika-sudah-sekolah-1"&gt;Tips ketika sudah sekolah&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Pastikan anda memang ingin sekolah&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;rumput tetangga &lt;em&gt;effect&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;ingat yang tidak dapat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;
&lt;p&gt;Terutama bagi PhD&lt;/p&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;rate depresi cukup tinggi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;5 tahun sekolah vs 5 tahun bekerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;Make sure you love what you do&lt;/em&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;supervisor matters&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="penutup"&gt;Penutup&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;baca, baca, dan baca&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;No privilege? work harder.&lt;/em&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;or be prepare to make &amp;lsquo;sacrifice&amp;rsquo;&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persisten dan jangan menyerah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bersiap menyambut peluang&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="penutup-1"&gt;Penutup&lt;/h2&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ada ratusan yang gagal dari setiap 1 kelulusan
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;em&gt;don&amp;rsquo;t waste the privilege&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluasi pasca-lulus biasanya tidak ada
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;anda harus memikirkan sendiri pola karir anda&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dosen / peneliti jadi semakin menarik
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Indonesia kekurangan dosen dan peneliti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesempatan meneliti di institusi terbaik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;usahakan publikasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;We need more Indonesian researcher&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;hr&gt;
&lt;h2 id="terima-kasih"&gt;Terima kasih&lt;/h2&gt;</description></item></channel></rss>