Ekonomi

Substitusi buruh dan mesin di industri pertanian

Hari ini tanggal 25 Februari 2024 sedang ramai di jagat maya tentang harga pangan Indonesia yang semakin tinggi. Beberapa orang membandingkan harga beras di luar negeri vs di Indonesia, kenapa di negara lain bisa murah. Tentu saja jawabannya karena di luar negeri (at least di negara barat) bisa impor dengan bebas tanpa intervensi pemerintah. Pertanyaan berikutnya, jika kita negara agraris, kok bisa tanem sendiri lebih mahal daripada impor? Sebenernya jawabannya banyak dan udah dijawab juga, misalnya di publikasi CIPS ini atau blog Arianto Patunru ini. Excellent read. wajib baca.

Feb 25, 2024

Indonesia doubles down on nickel export bans and downstreaming

Nov 27, 2023

Greening the grid and what it takes
Greening the grid and what it takes

I present my paper on how the impact of meeting the NDCs to the electricity prices and emission and its challenges.

Nov 23, 2023

Visi Misi Pemilu 2024: Menakar janji industrialisasi dan hilirisasi Paslon Capres-Cawapres

Nov 14, 2023

The heterogeneous impact of tariff and NTMs on Total Factor Productivity of Indonesian firms

Memenuhi undangan Prof. Mari Pangestu, saya membawakan materi tentang artikel jurnal saya di kelas ekonomi internasional yang diampu oleh beliau.

Okt 30, 2023

Indonesia’s stubborn logistics dilemma

Agu 18, 2023

Isu lingkungan dan perkembangan teknologi ancam ambisi kendaraan listrik berbasis nikel Indonesia. Apa yang harus dilakukan pemerintah?

Mar 8, 2023

Evaluasi subsidi kendaraan listrik: bagaimana sepeda motor bersubsidi belum mampu gaet masyarakat miskin

Mar 8, 2023

Jokowi resah tabungan mengendap Rp 690 triliun di bank, betulkah masyarakat yang harus belanja?

Mar 2, 2023

3 Tahun Jokowi-Ma’ruf: Jalan Terjal Pulihkan Ekonomi

Okt 31, 2022