Saya adalah salah satu penikmat cuitan Haryo Aswicahyono yang sering membahas tentang ekonomi. Suatu hari yang lalu, beliau ngecuit tentang terutama harga beras yang masih tinggi meskipun stok beras melimpah. Berikut cuitannya:
Agu 2, 2025

Semakin maraknya pembicaraan soal swasembada dan anti-impor semakin kuat aja. Terakhir yang saya sering baca adalah soal impor paksa sapi dan lebih serem lagi, soal deklarasi tidak akan impor pangan. Ntah bagaimana cara pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian, yang mana merupakan satu-satunya cara agar bisa memenuhi kebutuhan pangan domestik tanpa impor. Tapi sepertinya sih ketika harga terlihat mulai naik, kemungkinan besar impor bakal tetap dibuka.
Jan 27, 2025
The recent Indonesia’s 200% tariff aimed at Chinese products proposed by the Indonesian Minister of Trade, Zulkifli Hasan (Zulhas), startled businesses. Some love it, some others despise it. One thing for sure though, it created (still is, matter of fact) another confusion after series of blunder by the Ministry of Trade. This 200% tariff is no different, where Luhut just toned down the 200% tariff hype. We also have no idea in what form this tariff will be (MFN? Anti dumping? Safeguard? or even some form of NTM?) What exactly the government want? No idea.
Jul 8, 2024
Mei 29, 2024
Hari ini tanggal 25 Februari 2024 sedang ramai di jagat maya tentang harga pangan Indonesia yang semakin tinggi. Beberapa orang membandingkan harga beras di luar negeri vs di Indonesia, kenapa di negara lain bisa murah. Tentu saja jawabannya karena di luar negeri (at least di negara barat) bisa impor dengan bebas tanpa intervensi pemerintah. Pertanyaan berikutnya, jika kita negara agraris, kok bisa tanem sendiri lebih mahal daripada impor? Sebenernya jawabannya banyak dan udah dijawab juga, misalnya di publikasi CIPS ini atau blog Arianto Patunru ini. Excellent read. wajib baca.
Feb 25, 2024
Nov 27, 2023
Nov 14, 2023
Agu 18, 2023
Mar 8, 2023
Mar 8, 2023