Tentang upah minimum kabupaten/kota: ketinggian apa kerendahan?

Des 8, 2021·
Krisna Gupta
Krisna Gupta
· 20 menit untuk membaca

Beberapa waktu yang lalu, twitter sempat ramai soal upah minimum. Sepertinya gara-garanya adalah berita tentang Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang berkomentar tentang tingginya upah minimum di Indonesia. Salah satu berita yang sangat ramai adalah yang ditwitkan oleh CNN Indonesia di bawah ini.

Seperti bisa dilihat, reply yang ada di twit tersebut mencapai 1k, jauh di atas engagement akun twitter CNN Indonesia biasanya.

Tapi yang lebih menarik sebenernya adalah twit dari sebuah akun yang sangat berpengaruh berikut ini:

Pemegang akun tersebut adalah salah seorang yang cukup disegani di jagat pertwitteran dan seringkali menelurkan opini yang menurut saya sangat kritis, tajam dan menarik. Gambar yang ia twitkan diambil dari Global Wage Report 2020-2021 terbitan International Labour Organization (ILO).

Gambar yang ditwitkan tersebut menunjukkan upah minimum beberapa negara menggunakan satuan Dolar Amerika dan Dolar PPP. Pada gambar tersebut, dapat dilihat bahwa upah minimum Indonesia sangat rendah, hanya sedikit di atas Myanmar. Hal ini membuktikan bahwa keadaan upah minimum di Indonesia tidak sesuai dengan pertanyaan Menaker yang mengatakan bahwa upah minimum di Indonesia terlalu tinggi.

Lalu apa dasar pernyataan Menaker kalau begitu? Apakah ada missing link? Melihat-lihat replies dan quote-twit dari twit di atas, kita akan mendapatkan beberapa clue. Ini salah satunya:

Sepertinya Global Wage Report, pada gambar yang diambil oleh @fgaban tersebut, menggunakan upah terendah di suatu negara tersebut. Padahal, peraturan upah minimum di Indonesia memiliki variasi yang tidak kecil. Ada daerah yang UMK-nya rendah, tapi ada juga yang tinggi. Nah, sepertinya yang dibilang “mahal” oleh Menaker adalah upah minimum di daerah-daerah yang menjadi pusat industri, bukan yang paling rendah. Tapi ya seperti dapat diduga, cuplikan gambar tersebut, dengan konteks yang disajikan, udah keburu ramai.

Jadi sebenarnya upah minimum di Indonesia ini tinggi atau rendah ya? Well, mungkin tergantung dengan pembandingnya. Tinggi/rendah dibandingkan apa?

Sampling UMK di Pulau Jawa tahun 2019

Saya coba cek kebenarannya sedikit, minimal di Pulau Jawa lah ya. Sesuai dengan gambar yang ditwitkan @fgaban, kita akan pakai tahun 2019 dan angka Dolar PPP sebagai satuannya. Menurut gambar yang ditwitkan @fgaban, upah minimum di Indonesia adalah 331 PPP Dolar. Saya coba cari peraturan UMK tahun 2019 di berbagai Kabupaten/Kota di Pulau Jawa. PPP conversion factor diambil dari World Bank databank, sementara data UMK dari:

  • Banten https://indolabourdatabase.files.wordpress.com/2018/12/SK-UMK-Banten-2019.pdf
  • Jatim https://surabaya.tribunnews.com/2https://indolabourdatabase.files.wordpress.com/2018/12/SK-UMK-Banten-2019.pdf018/11/16/berikut-ini-nilai-umk-2019-di-jawa-timur-surabaya-tertinggi
  • DIY https://maucash.id/umr-yogyakarta
  • Jateng https://jatengprov.go.id/publik/umk-35-kabupaten-kota-ditetapkan-semarang-tertinggi-banjarnegara-terendah/
  • Jabar https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/11/29/daftar-umk-di-jawa-barat-karawang-cetak-tertinggi
  • DKI https://www.kompas.com/tren/read/2019/11/22/161505465/membandingkan-ump-dki-jakarta-dengan-umk-daerah-sekitarnya?page=all
umk19=pd.read_csv('gabung.csv').query('year == 2019')
umk19=pd.melt(umk19, id_vars=['provname'], value_vars=['meanP','minP','maxP'])
sns.barplot(data=umk19,x="provname",y='value',hue='variable')
plt.axhline(331,color='orange',linewidth=2)
plt.xticks(rotation=30)
(array([0, 1, 2, 3, 4, 5]),
 [Text(0, 0, 'DKI Jakarta'),
  Text(1, 0, 'Jawa Barat'),
  Text(2, 0, 'Jawa Tengah'),
  Text(3, 0, 'DI Yogyakarta'),
  Text(4, 0, 'Jawa Timur'),
  Text(5, 0, 'Banten')])

png

Garis oranye di atas adalah 331, sesuai dengan upah minimum di Indonesia menurut Global Wage Report 2020-2021. Iya sepertinya upah paling rendah di Indonesia ada di DIY, seperti kata beberapa orang yang membalas twit @fgaban di atas. Akan tetapi, rata-rata UMK di Pulau Jawa sepertinya cukup tinggi. Paling deket sama DIY adalah Jateng dan disusul Jatim. Akan tetapi, Jabar dan Banten memiliki rata-rata UMK yang jauh lebih tinggi. Efek kabupaten/kota yang deket Jakarta?

BTW UMK Jakarta sama aja ya rata-rata dan maximum dan minimumnya. Ya iyalah soalnya kan dia cuma punya UMP wkwkkw. Kalau yang lain, UMK-nya sesuai dengan Kabupaten/Kota. Variasinya cukup berbeda di tiap provinsi.

Beberapa tambahan fakta tentang UMK 2019 (dalam rupiah):

ProvinsiUMK tertinggiBerapa?UMK TerendahBerapa?
BantenKota Cilegon3.913.078Lebak2.498.068
Jawa BaratKarawang4.594.324Kota Banjar1.831.884
Jawa TengahKota Semarang2.715.000Banjarnegara1.748.000
D.I. YogyakartaKota Yogyakarta1.846.400Gunung Kidul1.571.000
Jawa TimurKota Surabaya3.871.052banyak1.763.267

UMK tertinggi adalah bar merah, terendah adalah yang hijau, dan biru adalah rata-rata. Di Jawa Timur, Kab/Kota yang paling rendah UMK-nya antara lain adalah PAMEKASAN, NGAWI, PONOROGO, SITUBONDO, MADIUN, MAGETAN, PACITAN, SAMPANG, dan TRENGGALEK (maaf hurup gede semua gara-gara label di Stata-nya wkwk. males kukecilin).

Seperti dilihat di atas ya, variasinya luar biasa antara yang paling tinggi dan paling rendah. Yang paling besar jaraknya mungkin adalah Jawa Barat, yang katanya merupakan rumah dari 60% perusahaan manufaktur di Indonesia. UMK Karawang aja lebih tinggi daripada DKI! Mungkin ga aneh banyak pabrik memilih relokasi ke Jawa Tengah.

Tren UMK di Pulau Jawa tahun 2002-2014 (+2019)

Upah minimum bukanlah konsentrasi dari riset saya. Untungnya saya punya kolega di kampus yang risetnya berkisar tentang upah minimum. Beliau adalah Nurina Merdikawati yang biasa saya panggil dengan nama Dika. Belum lama ini, beliau baru mempresentasikan penelitiannya tentang dampak upah minimum terhadap kemiskinan. Dia pake data UMK Pulau jawa dari 2002 sampai 2014, dan cukup berbaik hati untuk meminjamkannya pada saya wkwk.

Di bawah ini saya plot tren UMK di Pulau Jawa tahun 2002-2014 berdasarkan data UMK yang dari Dika. Saya tambahin data 2019 yang saya kumpulin sendiri. Saya ga punya angka 2015 sampai 2018, karena itu di gambar di bawah ini, anda akan melihat garis lurus antara 2014-2019. Saya sertakan gambar yang sama tapi dalam PPP Dolar dan Rupiah.

umk=pd.read_csv('gabung.csv')
fig, axs = plt.subplots(figsize=(10,5),ncols=2)
sns.lineplot(data=umk,x='year',y='maxP',hue='provname', 
             style='provname',linewidth=2, ax=axs[0],legend=False)
sns.lineplot(data=umk,x='year',y='minP',hue='provname', 
             style='provname',linewidth=2, ax=axs[1],legend=False)
axs[0].set_title('Highest UMK in each province')
axs[0].set_ylabel('PPP$')
axs[0].set_xticks([2002,2005,2008,2011,2014,2019])
axs[1].set_title('Lowest UMK in each province')
axs[1].set_ylabel('')
axs[1].set_xticks([2002,2005,2008,2011,2014,2019])
axs[0].set_ylim(100,1000) #a
axs[1].set_ylim(100,1000) #b
labels=['DKI Jakarta','Jawa Barat','Jawa Tengah','DI Yogyakarta','Jawa Timur','Banten']
plt.legend(title='',labels=labels, bbox_to_anchor=(0.7,-0.15), ncol=3)
<matplotlib.legend.Legend at 0x238ae9840d0>

png

fig, axs = plt.subplots(figsize=(10,5),ncols=2)
sns.lineplot(data=umk,x='year',y='maximum',hue='provname', 
             style='provname',linewidth=2, ax=axs[0],legend=False)
sns.lineplot(data=umk,x='year',y='minimum',hue='provname', 
             style='provname',linewidth=2, ax=axs[1],legend=False)
axs[0].set_title('Highest UMK in each province')
axs[0].set_ylabel('current IDR')
axs[0].set_xticks([2002,2005,2008,2011,2014,2019])
axs[1].set_title('Lowest UMK in each province')
axs[1].set_ylabel('')
axs[1].set_xticks([2002,2005,2008,2011,2014,2019])
labels=['DKI Jakarta','Jawa Barat','Jawa Tengah','DI Yogyakarta','Jawa Timur','Banten']
plt.legend(title='',labels=labels, bbox_to_anchor=(0.7,-0.15), ncol=3)
<matplotlib.legend.Legend at 0x238ac3f8730>

png

Dari kedua gambar di atas, kita bisa lihat bahwa UMK naik terus secara perlahan, akan tetapi tiba-tiba naik drastis sejak sekitar tahun 2012/2013, lalu makin tinggi kenaikannya pada 2019. Sayangnya saya kurang tertarik lebih jauh untuk mengisi data 2015-2018, tapi rasanya ga mungkin ya UMK turun, jadi kayaknya insight yg akan saya dapat dari 2015-2018 gak akan terlalu banyak. Trennya pasti naik menuju 2019.

Tapi ya, mungkin plot di atas cukup menggambarkan cepatnya kenaikan UMK di Pulau Jawa, mungkin jauh di atas inflasi.

Jadi UMK Indonesia ini tinggi atau rendah?

Sebenarnya perlu investigasi lebih jauh daripada cuma Pulau Jawa aja dan cuma 2019 hehe. Saya sangat merekomendasikan teman-teman yang tertarik untuk memperdalam UMK agar lihat riset yang lebih komprehensif atau kontak Dika untuk ngobrol-ngobrol wkwk. Akan tetapi, saya rasa exercise kita ini cukup valid lah ya, apalagi UMK tertinggi dan terendah sama-sama di Pulau Jawa. Pulau Jawa juga masih jadi primadona investor industri manufaktur, jadi kurasa Pulau Jawa sudah memberikan insight yang cukup baik untuk melanjutkan diskusi.

Jika kita kembali ke pertanyaan soal tinggi atau rendah, saya rasa minimal kita bisa lihat dari 2 sisi. Pertama, membandingkan upah antara Indonesia dengan negara lain. Kedua, membandingkan upah antara Indonesia saat ini dengan Indonesia dulu (dengan kata lain, kecepatan kenaikan).

Untuk poin pertama, membandingkan UMK terendah di Indonesia dengan UMK terendah di negara lain dengan menggunakan PPP dolar adalah hal yang tepat menurut saya. Inilah kelebihan PPP dolar, di mana inflasi dan harga barang konsumsi di setiap negara sudah dimasukkan ke dalam perhitungan, sehingga cukup valid untuk dibandingkan dengan negara lain.

Akan tetapi, UMK terendah tentunya tidak memberikan konteks yang menyeluruh. Jika kita lihat lebih jauh isi report-nya, sebenarnya ada banyak informasi yang bisa kita lihat terkait distribusi upah minimum tersebut. Gambar 7.16 di report tersebut memberikan sedikit gambaran tentang distribusi UMK di Indonesia. Jika gambar ini dibaca bersama dengan gambar yang ditwitkan oleh @fgaban, maka akan langsung kebayang distribusi UMK di Indonesia dan komen Menaker juga akan sedikit tergambar konteksnya.

Tapi yang paling penting adalah gambar 9.7 di report yang sama. gambar ini sekitar 3 halaman setelah gambar 9.3 yang diposting @fgaban. Gambar ini menunjukkan UMK paling rendah dan paling tinggi di beberapa negara.

MW

Dari gambar di atas, memang kita bisa lihat bahwa upah minimum di propinsi paling rendah di Indonesia ternyata relatif lebih rendah dibandingkan Filipina, Vietnam dan Brazil. Akan tetapi, jika kita lihat upah minimum di provinsi paling tinggi, Karawang punya UMK yang lebih tinggi daripada upah minimum di Vietnam dan Filipina, bahkan lebih tinggi daripada upah minimumnya Shanghai!

Konteks kedua adalah soal membandingkan UMK saat ini dengan sebelumnya. Ya kita bisa lihat bahwa di Pulau Jawa, UMK meningkat dengan cepat sekali terutama di DKI Jakarta dan sekitarnya. Ini memberikan pengusaha sebuah gambaran ke depan bahwa kemungkinan secara long-term, daerah tersebut akan terus naik UMK-nya, dan di satu saat akan membuat produksi di sana tidak lagi menarik.

Sebenarnya ada yang ke-3 (wkwk maaf), dan itu adalah membandingkan peraturan upah minimum dengan upah median dan/atau upah rata-rata. Mungkin anda masih ingat pelajaran SMA soal statistik yah tentang rata-rata dan median (nilai tengah). Upah minimum itu kan sebenernya adalah upah paling kecil yang harusnya dibayarkan di suatu daerah. Karena dia upah terkecil, maka sewajarnya dia memiliki jarak dengan rata-rata maupun nilai tengahnya. Kalau terlalu dekat dengan nilai tengah ataupun rata-ratanya, bisa jadi indikasi bahwa upah minimum ini bisa jadi terlalu tinggi bagi dunia usaha.

Untungnya hal ini juga bisa dilihat di report yang sama.

MW3

Gambar di atas menunjukkan upah minimumupah rata-rata\frac{\text{upah minimum}}{\text{upah rata-rata}} (bar merah) dan upah minimumupah median\frac{\text{upah minimum}}{\text{upah median}} (bar biru). 100% artinya upah minimum sama dengan upah rata-rata atau upah median. Seperti kita lihat, upah minimum Indonesia berada di atas rata-rata dunia jika kita mengukur tinggi/rendahnya upah minimum dengan rasio upah minimumupah rata-rata\frac{\text{upah minimum}}{\text{upah rata-rata}} dan upah minimumupah median\frac{\text{upah minimum}}{\text{upah median}}. Dengan instrumen ini, bisa dikatakan peraturan upah minimum Indonesia agak-agak ketinggian dibandingkan dengan level upah regionalnya (rata-rata atau median), jika kita bandingkan dengan Vietnam, China, Filipina dan Thailand.

Dengan kata lain, ada banyak indikator untuk mengatakan apakah peraturan upah minimum di Indonesia ini “ketinggian” atau “kerendahan”. Kita gak terlalu tau Menaker menggunakan alat ukur yang mana ketika dia bilang upah minimum di Indonesia ketinggian. Ada banyak layering sampai ke keramaian di twitter kan. Menaker mengucapkannya pada siaran pers, yang mana sebagian besar dari kita tidak datang ke acaranya. Pers menuliskannya dalam berita, pasang judul yang “representatif”, lalu dipost ditwitter dan disebarluaskan oleh para netizen dengan konteks masing-masing. Distorsi komunikasi bisa datang dari level manapun pada proses barusan. Kita nggak tau apakah yang baca hasil cuitan netizen ini buka beritanya atau tidak, buka reportnya atau tidak, dst.

Nah, kalau menurut berita di idxchannel ini, Menaker menggunakan Kaitz Index. Kaitz Index sendiri lebih cocok kita kaitkan dengan upah minimumupah median\frac{\text{upah minimum}}{\text{upah median}}. Sepertinya sih kalau pakai instrumen yang ini, pernyataan Menaker cukup valid.

UMK yang terlalu tinggi juga dapat dilihat dari perubahan pada tingkat informalitas ekonomi. Ekonomi informal, atau ekonomi yang isinya adalah para pelaku ekonomi (pegawai maupun pemilik usaha) yang tidak terdaftar pada basis data dunia usaha. Para pelaku ekonomi informal umumnya tidak punya NPWP (dan ga bayar pajak), dan jarang punya perlindungan seperti asuransi ketenagakerjaan ataupun dana pensiun. Karena sifatnya yang tidak terdata, para pelaku usaha informal tentunya juga lebih mungkin tidak bayar gaji sesuai UMK, dan pekerja informal juga umumnya digaji di bawah UMK.

Dengan kata lain, semakin tinggi UMK, semakin kecil alasan bagi pelaku usaha untuk jadi formal, karena mereka jadi harus bayar sesuai UMK. Pun dengan pekerja, seiring dengan berkurangnya lapangan kerja yang membayar di atas UMK, maka mereka dengan terpaksa akan bergabung ke ekonomi informal dan menerima gaji di bawah UMK. Dengan kata lain, UMK yang terlalu tinggi dapat berdampak pada peningkatan “pasar gelap” di dalam pasar ketenagakerjaan. Indonesia sendiri termasuk salah satu negara dengan tingkat ekonomi informal yang cukup tinggi.

Sekian postingan kali ini. Jadi apakah UMK ketinggian apa kerendahan? Hahaha tanya Dika aja ya jangan tanya saya wkwkwk. Intinya sih selalu kritis dalam menerima informasi baik dari postingan di twitter maupun sumber lainnya (termasuk blog ini!). Selalu kroscek dan rajin-rajin baca studi yang lebih mendalam, atau bahkan lebih baik lagi, buatlah studinya sendiri!

n.b.: Data UMK Pulau Jawa 2019 lihat di bawah ini yaa. Untuk yang 2002-2014 boleh coba kontak Dika hahaha.

pd.set_option('display.max_rows', None)
umk.query('year==2019')

kabidyearumkprovkabnameprovnamererataminimummaximumPPPCinflationPPPmeanPminPmaxP
2002310120194267349.0031KEPULAUAN SERIBUDKI Jakarta4267349.04267349.04267349.04751.9363.031898.02325898.02325898.02325898.02325
2003317120194267349.0031KODYA JAKARTA SELATANDKI Jakarta4267349.04267349.04267349.04751.9363.031898.02325898.02325898.02325898.02325
2004317220194267349.0031KODYA JAKARTA TIMURDKI Jakarta4267349.04267349.04267349.04751.9363.031898.02325898.02325898.02325898.02325
2005317320194267349.0031KODYA JAKARTA PUSATDKI Jakarta4267349.04267349.04267349.04751.9363.031898.02325898.02325898.02325898.02325
2006317420194267349.0031KODYA JAKARTA BARATDKI Jakarta4267349.04267349.04267349.04751.9363.031898.02325898.02325898.02325898.02325
2007317520194267349.0031KODYA JAKARTA UTARADKI Jakarta4267349.04267349.04267349.04751.9363.031898.02325898.02325898.02325898.02325
2008320120194083670.0032BOGORJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031859.36975632.56641385.50266966.83203
2009320220193028531.0032SUKABUMIJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031637.32568632.56641385.50266966.83203
2010320320192534798.0032CIANJURJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031533.42426632.56641385.50266966.83203
2011320420193139275.0032BANDUNGJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031660.63074632.56641385.50266966.83203
2012320520191961085.0032GARUTJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031412.69180632.56641385.50266966.83203
2013320620192251787.0032TASIKMALAYAJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031473.86728632.56641385.50266966.83203
2014320720191880654.0032CIAMISJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031395.76584632.56641385.50266966.83203
2015320820191882642.0032KUNINGANJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031396.18420632.56641385.50266966.83203
2016320920192196416.0032CIREBONJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031462.21497632.56641385.50266966.83203
2017321020191944166.0032MAJALENGKAJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031409.13135632.56641385.50266966.83203
2018321120193139275.0032SUMEDANGJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031660.63074632.56641385.50266966.83203
2019321220192297931.0032INDRAMAYUJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031483.57785632.56641385.50266966.83203
2020321320192965468.0032SUBANGJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031624.05469632.56641385.50266966.83203
2021321420194039067.0032PURWAKARTAJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031849.98346632.56641385.50266966.83203
2022321520194594324.0032KARAWANGJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031966.83203632.56641385.50266966.83203
2023321620194498961.0032BEKASIJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031946.76379632.56641385.50266966.83203
2024321720193145427.0032BANDUNG BARATJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031661.92535632.56641385.50266966.83203
2025327120194169806.0032KOTA BOGORJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031877.49622632.56641385.50266966.83203
2026327220192530182.0032KOTA SUKABUMIJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031532.45288632.56641385.50266966.83203
2027327320193623778.0032KOTA BANDUNGJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031762.58978632.56641385.50266966.83203
2028327420192219487.0032KOTA CIREBONJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031467.07004632.56641385.50266966.83203
2029327520194589708.0032KOTA BEKASIJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031965.86066632.56641385.50266966.83203
2030327620194202105.0032KOTA DEPOKJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031884.29327632.56641385.50266966.83203
2031327720193139274.0032KOTA CIMAHIJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031660.63055632.56641385.50266966.83203
2032327820192264093.0032KOTA TASIKMALAYAJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031476.45697632.56641385.50266966.83203
2033327920191831884.0032KOTA BANJARJawa Barat3005915.31831884.04594324.04751.9363.031385.50266632.56641385.50266966.83203
2034330120192158327.0033CILACAPJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031454.19949416.19788367.85007571.34607
2035330220191900000.0033BANYUMASJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031399.83704416.19788367.85007571.34607
2036330320191940800.0033PURBALINGGAJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031408.42300416.19788367.85007571.34607
2037330420191748000.0033BANJARNEGARAJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031367.85007416.19788367.85007571.34607
2038330520191835000.0033KEBUMENJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031386.15839416.19788367.85007571.34607
2039330620191845000.0033PURWOREJOJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031388.26279416.19788367.85007571.34607
2040330720191859000.0033WONOSOBOJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031391.20898416.19788367.85007571.34607
2041330820191853000.0033MAGELANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031389.94632416.19788367.85007571.34607
2042330920191942500.0033BOYOLALIJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031408.78076416.19788367.85007571.34607
2043331020191947821.0033KLATENJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031409.90051416.19788367.85007571.34607
2044331120191938000.0033SUKOHARJOJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031407.83377416.19788367.85007571.34607
2045331220191797000.0033WONOGIRIJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031378.16165416.19788367.85007571.34607
2046331320191989000.0033KARANGANYARJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031418.56625416.19788367.85007571.34607
2047331420191815914.0033SRAGENJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031382.14194416.19788367.85007571.34607
2048331520191830000.0033GROBOGANJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031385.10620416.19788367.85007571.34607
2049331620191834000.0033BLORAJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031385.94797416.19788367.85007571.34607
2050331720191802000.0033REMBANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031379.21387416.19788367.85007571.34607
2051331820191891000.0033PATIJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031397.94305416.19788367.85007571.34607
2052331920192218451.0033KUDUSJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031466.85202416.19788367.85007571.34607
2053332020192040000.0033JEPARAJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031429.29871416.19788367.85007571.34607
2054332120192432000.0033DEMAKJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031511.79141416.19788367.85007571.34607
2055332220192229880.0033SEMARANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031469.25717416.19788367.85007571.34607
2056332320191825200.0033TEMANGGUNGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031384.09607416.19788367.85007571.34607
2057332420192261775.0033KENDALJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031475.96915416.19788367.85007571.34607
2058332520192061700.0033BATANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031433.86526416.19788367.85007571.34607
2059332620192072000.0033PEKALONGANJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031436.03281416.19788367.85007571.34607
2060332720191865000.0033PEMALANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031392.47162416.19788367.85007571.34607
2061332820191925000.0033TEGALJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031405.09805416.19788367.85007571.34607
2062332920191807614.0033BREBESJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031380.39526416.19788367.85007571.34607
2063337120191853000.0033KOTA MAGELANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031389.94632416.19788367.85007571.34607
2064337220191956200.0033KOTA SURAKARTAJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031411.66379416.19788367.85007571.34607
2065337320192034915.0033KOTA SALATIGAJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031428.22861416.19788367.85007571.34607
2066337420192715000.0033KOTA SEMARANGJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031571.34607416.19788367.85007571.34607
2067337520192072000.0033KOTA PEKALONGANJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031436.03281416.19788367.85007571.34607
2068337620191925000.0033KOTA TEGALJawa Tengah1977745.61748000.02715000.04751.9363.031405.09805416.19788367.85007571.34607
2069340120191613200.0034KULON PROGODI Yogyakarta1676280.01571000.01846400.04751.9363.031339.48270352.75726330.60208388.55740
2070340220191649800.0034BANTULDI Yogyakarta1676280.01571000.01846400.04751.9363.031347.18481352.75726330.60208388.55740
2071340320191571000.0034GUNUNG KIDULDI Yogyakarta1676280.01571000.01846400.04751.9363.031330.60208352.75726330.60208388.55740
2072340420191701000.0034SLEMANDI Yogyakarta1676280.01571000.01846400.04751.9363.031357.95935352.75726330.60208388.55740
2073347120191846400.0034KOTA YOGYAKARTADI Yogyakarta1676280.01571000.01846400.04751.9363.031388.55740352.75726330.60208388.55740
2074350120191763267.6535PACITANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2075350220191763267.6535PONOROGOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2076350320191763267.6535TRENGGALEKJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2077350420191805219.9435TULUNGAGUNGJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.89148474.39624371.06299814.62640
2078350520191801406.0935BLITARJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2079350620191850986.0735KEDIRIJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031389.52252474.39624371.06299814.62640
2080350720192781564.2435MALANGJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031585.35388474.39624371.06299814.62640
2081350820191826312.7235LUMAJANGJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031384.33023474.39624371.06299814.62640
2082350920192170917.6035JEMBERJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031456.84909474.39624371.06299814.62640
2083351020192132779.3535BANYUWANGIJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031448.82324474.39624371.06299814.62640
2084351120191801406.0935BONDOWOSOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2085351220191763267.6535SITUBONDOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2086351320192306944.9335PROBOLINGGOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031485.47473474.39624371.06299814.62640
2087351420193861518.0035PASURUANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031812.61993474.39624371.06299814.62640
2088351520193864696.2035SIDOARJOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031813.28876474.39624371.06299814.62640
2089351620193851983.3835MOJOKERTOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031810.61346474.39624371.06299814.62640
2090351720192445945.8835JOMBANGJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031514.72620474.39624371.06299814.62640
2091351820191801406.0935NGANJUKJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2092351920191763267.6535MADIUNJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2093352020191763267.6535MAGETANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2094352120191763267.6535NGAWIJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2095352220191858613.7735BOJONEGOROJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031391.12769474.39624371.06299814.62640
2096352320192333641.8535TUBANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031491.09286474.39624371.06299814.62640
2097352420192233641.8535LAMONGANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031470.04880474.39624371.06299814.62640
2098352520193867874.4035GRESIKJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031813.95758474.39624371.06299814.62640
2099352620191801406.0935BANGKALANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2100352720191763267.6535SAMPANGJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2101352820191763267.6535PAMEKASANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031371.06299474.39624371.06299814.62640
2102352920191801406.0935SUMENEPJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2103357120191899294.7835KOTA KEDIRIJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031399.68863474.39624371.06299814.62640
2104357220191801406.0935KOTA BLITARJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2105357320192668420.1835KOTA MALANGJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031561.54376474.39624371.06299814.62640
2106357420192137864.4835KOTA PROBOLINGGOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031449.89337474.39624371.06299814.62640
2107357520192575616.6135KOTA PASURUANJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031542.01416474.39624371.06299814.62640
2108357620192263665.0735KOTA MOJOKERTOJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031476.36691474.39624371.06299814.62640
2109357720191801406.0935KOTA MADIUNJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031379.08887474.39624371.06299814.62640
2110357820193871052.6135KOTA SURABAYAJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031814.62640474.39624371.06299814.62640
2111357920192575616.6135KOTA BATUJawa Timur2254300.51763267.63871052.54751.9363.031542.01416474.39624371.06299814.62640
2112360120192542539.1336PANDEGLANGBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031535.05334728.64630525.69489823.47034
2113360220192498068.4436LEBAKBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031525.69489728.64630525.69489823.47034
2114360320193841368.1936TANGERANGBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031808.37958728.64630525.69489823.47034
2115360420193827193.3936SERANGBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031805.39667728.64630525.69489823.47034
2116367120193869717.0036KOTA TANGERANGBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031814.34534728.64630525.69489823.47034
2117367220193913078.4436KOTA CILEGONBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031823.47034728.64630525.69489823.47034
2118367320193366512.7136KOTA SERANGBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031708.45074728.64630525.69489823.47034
2119367420193841368.1936KOTA TANGERANG SELATANBanten3462480.82498068.53913078.54751.9363.031808.37958728.64630525.69489823.47034