Sekilas tentang Buku Kami
Sekilas Tentang
Indonesia Emas Berkelanjutan 2045: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia Sedunia
Seri 01 Ekonomi
Acara Webinar UNS 8 Oktober 2021
A bit about me 😃
PhD student at Crawford School of Public Policy, Australian National University. My working thesis is the impact of trade and investment policy to Indonesian economy.
Lectures:
- Statistics and international finance at Politeknik APP
- Introduction to economics at Universitas Kristen Petra (casual)
Teaching Assistant includes:
- CBE, ANU: Macro 2 & 3, Micro 3, Applied forecasting
Sparetime activity includes blogging, twitter-ranting, casual sports & bathroom-singing
beberapa riset dan publikasi 😎
Tentang hari ini 😍
- Latar belakang
- Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas
- Kebijakan fiskal
- Rekomendasi?
Lengkapnya di s.id/bukusdgs
Latar belakang
Tentang project Buku PPID
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia adalah organisasi mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas di luar negeri.
Kami adalah cabang riset dari PPI Dunia, yang bermaksud memberikan sumbangan berupa literatur tentang Indonesia
Diputuskan untuk menarget penerbitan 12 buku dengan tema besar Indonesia Emas 2045
Indikator SDGs digunakan sebagai patokan utama “berkelanjutan” dan “inklusif”.
Buku ini diterbitkan oleh LIPI Press dan dapat diakses secara gratis di situs LIPI Press
Sekilas tentang Visi Indonesia Emas 2045
Diluncurkan pada Musrenbangnas 2019 oleh Presiden Joko Widodo, dikonsepkan oleh Kementerian PPN / Bappenas.
Meliputi 4 pilar:
- Pembangunan manusia dan IPTEK
- Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan
- Pemerataan pembangunan
- Pembangunan institusi hukum & pemerintahan
Selengkapnya dapat diunduh di sini
Kenapa menggunakan indikator SDGs?
Pembangunan ekonomi sejatinya adalah untuk manusia.
- Indikator makro pertumbuhan ekonomi membantu, tetapi seringkali minim esensi dari sisi kemanusiaan.
SDGs dirasa dapat menjadi indikator yang baik
- mengukur sejauh mana pertumbuhan ekonomi bermanfaat untuk masyarakat
Saya adalah editor seri 1 dengan tema Ekonomi
- mengambil target SDGs ke-1, 8 dan 10.
- Telah diselenggarakan webinar launching buku
Tentang buku seri ekonomi
Goals 1: Pengentasan kemiskinan absolut
- Progres pengentasan kemiskinan, termasuk peran institusi pemerintah seperti jaminan sosial.
Goals 8: Pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi
- Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, hijau, inklusif, inklusivitas finansial, pemanfaatan pariwisata, perdagangan internasional, termasuk pelatihan dan ketenagakerjaan.
Goals 10: Mengurangi ketimpangan
- Kelancaran migrasi, progres ketimpangan dengan berbagai indikator, termasuk ketimpangan antar kota-desa, antar-pulau, serta antar-gender.
Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas
Kenapa pertumbuhan ekonomi?
Ekonomi tumbuh lapangan kerja yang baik bertambah
Ekonomi tumbuh tax revenue bertambah
Ekonomi tumbuh belum tentu kaya, tapi ga bakal kaya kalo ekonomi tidak tumbuh
Ekonomi besar cenderung semakin progresif
SDGs menargetkan pertumbuhan ekonomi (target 8.1) dan pertumbuhan produktivitas (target 8.2)
Pertumbuhan ekonomi

- Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi paling stabil.
- Ledakan komoditas mendorong pertumbuhan ekonomi di awal 2000-an
- Pertumbuhan sejak 2011 di bawah target RPJMN.
- Diramalkan pertumbuhan 5% akan menjadi normal baru tanpa ada perubahan struktural (Resosudarmo & Abdurohman, 2018).
Pertumbuhan produktivitas

- Krisis 1998 memukul pertumbuhan
- Tren melambat sejak 2005, era ledakan komoditas
- Momentum pertumbuhan produktivitas pra-reformasi terpukul (Aswicahyono, Hill, & Narjoko, 2010).
- Bagaimana setelah COVID-19?
Tantangan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan
Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas Indonesia tidak cukup cepat
- menurut Bappenas, diperlukan 7% untuk “kaya sebelum tua”.
Ekonomi Indonesia sangat tergantung eksternal
- Ledakan harga komoditas
- Kebijakan peluwesan moneter negara maju
RPJMN manufaktur akan menjadi motor penggerak
Pertumbuhan produktivitas

- Agrikultur -> Manufaktur -> Jasa
- Manufaktur mulai tumbuh di 90-an
- Manufaktur meredup sejak ledakan komoditas, dan semakin buruk pasca 2008
- Jasa mengambil alih. Gojek? e-commerce? pinjol? Pariwisata?
Lompat ke jasa aja?

Nilai tambah di sektor industri masih paling tinggi
Era Global Value Chain (GVC)

- GVC membantu suatu negara mengambil bagian rantai produksi barang kompleks (World Bank 2020)
- Negara seperti Vietnam dan Bangladesh berhasil tumbuh dari situ
- Impor Indonesia didominasi barang modal dan kebutuhan produksi, sesuai dengan GVC
- Apa yang akan terjadi jika impor dilarang?
Hati-hati dengan program substitusi impor
- Akses barang keperluan produksi dapat membuat produk Indonesia kurang kompetitif di pasar global.
- Contoh: Jagung mahal ayam mahal, Kain mahal baju mahal.
- Ekonomi yang terproteksi akan mendatangkan investasi yang memburu rente, bukan memburu faktor produksi.
- devisa akan perlahan mengalir ke luar negeri karena investor asing mengandalkan pasar domestik.
- Ekonomi yang masih berinvestasi akan mengalami neraca perdagangan defisit.
Kebijakan fiskal
Globalisation is dead?
Banyak negara menggunakan belanja pemerintah sebagai jalan keluar
- Negara seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa mensubsidi industrinya
Wajar bagi negara yang masih investasi untuk berutang
- Di Indonesia, kapital masih sedikit dan mahal
Program sosial juga mengandalkan belanja negara (BPJS, misalnya)
Utang masih aman?

Pemerintah Indonesia ada di posisi defisit fiskal, tapi masih relatif prudent
Utang masih aman?

Posisi utang pemerintah masih relatif aman juga. Bisa diekspan sedikit lagi.
Utang masih aman?

Problemnya ada di kapasitas membayar. Kapasitas pemajakan pemerintah masih relatif rendah. Negara maju malah 35%
Problem fiskal
Ekonomi informal Indonesia masih mendominasi
- yang formal pun masih ada yang di bawah PTKP
Pajak korporat masih mendominasi penerimaan PPh
- individu banyak yang ga bayar pajak
Sepertinya pemerintah mulai agresif dalam memperluas tax base
- juga mendorong pajak dari sisi penerimaan melalui PPN
- tapi di saat pandemi? Not the best time
Rekomendasi?
Rekomendasi?
Pentingkan keluar dari pandemi
- Dorong konsumsi, batasi pengangguran.
Meningkatkan ekonomi formal
- menambah tax base juga social protection
Manfaatkan GVC untuk Quick win
- tingkatkan kerjasama kawasan
- manfaatkan stimulus negara maju
- hati-hati dengan substitusi impor
Bank prudent, tapi waspadai utang BUMN
Do read our book! *wink*