Litrev
Tinjauan literatur
Kuliah Tamu Seminar Ekonomi Internasional
Senin, 20 September 2021
Krisna ‘Imed’ Gupta
Australian National University
PhD Candidate in Economics
krisna.or.id
A bit about me 😃
PhD student at Crawford School of Public Policy, Australian National University. My working thesis is the impact of trade and investment policy to Indonesian economy.
Lecturer at Politeknik APP Jakarta
- Statistics and international finance
Teaching Assistant includes:
- PPIE, UI: Macroeconomics 2, Microeconomics 2
- CBE, ANU: Macro 3, Micro 2, Applied forecasting
Sparetime activity includes blogging, twitter-ranting, casual sports & singing
beberapa riset dan publikasi 😎
Tentang hari ini 👀
- Tips and trick
- Some tools
- diskusi
Silakan gunakan raise hand atau chat jika ingin bertanya di tengah jalan
Slide dapat diakses di blog saya, krisna.or.id/slides/litrev/
pake ini juga bisa https://s.id/utNne
First up: a quiz 🤣
please navigate to:
Masukan username anda
Mulai memilih!
Literature Review!
What, Why, How
Literature review?
Peneliti pemula seringkali bingung bagaimana memulai tinjauan literatur
Sebenarnya, tinjauan literatur (dan referencing) adalah skill yang kita perlukan untuk semua jenis pekerjaan!
Literature review is actually an investigation!

Untuk menulis 10 ribu kata, anda harus membaca 100 ribu kata!
Baca Tulis Speak
JANGAN KEBALIK!
hehe 😊
Kenapa melakukan tinjauan literatur
Kita tidak bisa meneliti sesuatu yang kita tidak tau!
- mendapatkan konteks
- metode termutakhir
- mencari gap di literatur: metode / konteks
Meyakinkan pembaca bahwa riset kita relevan:
- terupdate
- penting
Bonus: membantu mengarahkan yang baru mau terjun ke bidang kita!
Beberapa kesalahan pemula
| Problem | Komentar |
|---|---|
| Kurang terorganisir | fokus ke isu, bukan paper. Gunakan mindmap dapat membantu |
| Kurang relevan | Seminal paper biasanya jadul. Penting, tapi fokus ke yang lebih baru |
| Kurang kritis | Ingat, anda bukan hanya merangkum, tapi juga mencari gap |
| Takut salah | Mahasiswa adalah tempatnya salah. Yang penting kita belajar dari situ |
Mulai dari mana?
Kata kunci-nya adalah relevan!
- meneliti tentang Kazakhstan bagi audience Indonesia mungkin kurang rame
Paling mudah adalah mulai dari isu yang relevan dengan kita:
- Misal, sesuatu yang kita sering dengar (misalnya korupsi daging sapi, omnibus law)
- Bisa juga yang relevan dengan kerjaan kita
Bisa juga mulai dari metode.
Mulai dari mana?
- Sebagian besar pertanyaan di bidang ilmu ekonomi adalah tentang hubungan dua variabel:
Does X causes Y?
Kita bisa mulai mencari menggunakan kata kunci Y atau X, atau keduanya.
Mulai dari mana?
beberapa pertanyaan yang bisa dijawab, misalnya:
- atau ?
- bagaimana dengan ?
- di Amerika, . Bagaimana dengan di Indonesia?
- apa lagi kira-kira?
Tabel dapat membantu proses berpikir kita
| Author | Y | X | sign | context | method |
|---|---|---|---|---|---|
| Amiti & Konings 2007 | TFP | input tariff | + | Indonesia, firm level | levpet, gravity |
| Kee, Nicita, Olarreaga 2009 | import val | NTM count | + | global | cross-section gravity |
| Fugazza, Olarreaga, Ugarte 2017 | export val | NTM count | +,- | Peru | gravity, firm size |
| Cadot et al 2015 | export val | NTM count, Reg. dist. | + | global | gravity cross-section |
Contoh di atas adalah pencarian yang berfokus pada : Bagaimana Non-Tariff Measures (NTMs) mempengaruhi perdagangan dan produktivitas (dan lainnya kalau ada)
Diisi juga kontribusi atau gap
| Author | + | - |
|---|---|---|
| Amiti & Konings 2007 | Jurnal AER, konteks Indonesia, firm level, TFP | Tidak ada NTM |
| Kee, Nicita, Olarreaga 2009 | Seminal utk AVE | Terlalu global dan makro |
| Fugazza, Olarreaga, Ugarte 2017 | heterogenous firm, firm level | konteks Peru, export may not be best measure, no PPML |
| Cadot et al 2015 | Seminal NTM, konsep regulatory distance | Cross section, terlalu makro |
Saya dapat berkontribusi di konteks Indonesia, firm level dengan TFP. Trade policy measures adalah tariff dan NTMs. Measures untuk firm level export dapat dipakai untuk robustness. Data ada, metode ada, export lebih baik dimodelkan dengan PPML. Sip!
Mulai dari mana?
Literaturnya literatur: akan ada author(s) yang disebut berkali-kali oleh literatur yang anda sudah temukan.
Trade context: Krugman, Melitz, Grossman & Helpman, Bernard, Kee, Cadot
General equilibrium: Hertel, Horridge, McKibbin, Dixon, Costinot
Indonesian context: Sjoholm, Hill, Aswicahyono, Patunru, Sparrow
Bisa juga tanya dosen
Mulai dari mana?
report lembaga penting seperti IMF, World Bank dan Kementerian/Lembaga.
textbook dan referensinya.
Google (scholar) sangat berguna karena repositori-nya sangat luas. Namun harus agak berhati-hati. Pastikan yang anda sitasi adalah yang peer-reviewed.
Mulai dari wikipedia jika anda bener-bener newb juga boleh. Jangan lupa lihat sitasi yang ada di Wikipedia, jangan Wikipedianya langsung ya.
Jika ragu, tanya pembimbing anda.
Final tips
Tinjauan literatur sangat penting dilakukan meskipun skripsi anda tidak punya bab berjudul “tinjauan literatur”
Baca bab literature review orang lain, dan coba bedah strukturnya
Minta tolong orang lain membaca bab literature review anda (kalau ada)
tanya dosen / pembimbing / teman anda yang pintar
butuh berapa referensi?
Rule of thumb saya: minimal 10 referensi utama di 5 tahun terakhir, tentang metode.
Dari 10 itu, ambil referensi mereka yang paling relevan (cek abstrak).
Gunakan referensi lain untuk setting konteks.
- Misalnya, saya pake Patunru dan Rahardja (2015) untuk pembukaan saja, bukan metodenya.
Tapi jumlahnya kira-kira aja. Sebaiknya tanya pembimbing.
Tools you can use
Mindmap
Beberapa mindmap bisa digunakan, tapi favorit saya adalah connected papers (https://www.connectedpapers.com/)
connected papers akan menunjukkan interkoneksi antar artikel. Cara cepat untuk mengetahui jaringan sitasi di sebuah isu.
ukuran node menunjukkan besarnya sitasi, sementara ketebalan warna menunjukan keterbaruan.
contohnya ketika kita mencari Melitz 2003
Menariknya, koneksi berbasis isu juga ditampilkan. Lebih keliatan jika kita cari artikel yang belum ada sitasinya. Misalnya krisna gupta
Menggunakan reference manager
Reference manager adalah piranti lunak yang sangat membantu dalam me-manage daftar pustaka kita.
Dengan Reference manager, kita bisa dengan cepat melakukan sitasi dan membuat daftar pustaka dengan format yang kita inginkan.
Reference manager juga membantu kita mengelompokan dan memasang tag di referensi-referensi kita.
Zotero dan Mendeley termasuk software gratisan yang paling terkenal. Google Scholar Library juga layak coba
Menggunakan google scholar
gunakan AND atau & untuk irisan, dan OR untuk *union*
Indonesia AND Australia # will show only Indonesia & AUstralia included
Indonesia OR Australia # will show results also when only one of them is present
Menggunakan google scholar
gunakan tanda petik untuk mencari satu rangkaian kata
"the case of indonesia"
gunakan author:"nama-author" untuk mencari karya peneliti tersebut
author:"Costinot"
gunakan `..` untuk memberi interval di pencarian kita
Indonesia AND Trade 2010..2018
Menggunakan google scholar
pakai tanda bintang untuk mencari lanjutan. Misalnya,
indust*akan mencarikanindustri,industry,industrialdanindustrialisasi.gunakan tanda tanya untuk mencari produk yang ejaannya berbeda. Misalnya,
labo?rakan menemukan sesuatu yang ada katalabordanlabourTrik asterisk juga bisa digunakan untuk ejaan berbeda, misalnya
globali*akan menemukanglobalizationdanglobalisationSelengkapnya bisa google
wildcard search
Google scholar dan Reference manager
Saya akan menunjukkan bagaimana cara melakukan sitasi langsung dari google scholar!
Sekalian sedikit demonstrasi pake advanced search
Kita mulai dengan mencari Costinot di google scholar
No, seriously, your lecturer is your best tool!! Exploit him!!
Kesimpulan
Tinjauan literatur sejatinya adalah investigasi
Kata kuncinya adalah relevan!
Gunakan semua resources yang ada!
Jika bingung, tanya pembimbing
References
Lange, Cheryl. (N.D.). Writing your literature review. Studysmarter research series. The University of Western Australia.
Rowland, DR. (N.D.). Reviewing the literature: a short guide for research students. The University of Queensland.