Litka

13 Desember 2020·
Krisna Gupta
Krisna Gupta
· 3 menit untuk membaca
slides Lain-lain

Mengeksplorasi & mengelaborasi

data

serta sumber bacaan

Krisna Gupta ft. Denny Irawan
Dirlitka PPI Dunia
krisna.netlify.app


Siapa tuh Krisna Gupta 👀

Ketua Komisi Ekonomi.

Sering dipanggil Imed.

Economics PhD Student di Australian National University.

Double degree Master in Econ dari UI / VU Amsterdam.

Meneliti dampak kebijakan perdagangan dan investasi.

Dosen Politeknik APP Jakarta.

Hobby ngeblog, nyanyi, ngefans L’arcenCiel.


beberapa riset dan publikasi 😎


Tentang hari ini 👍

  • literatur

  • Data

  • Diskusi


Literatur

kata kunci: relevan


Untuk menulis 10 ribu kata, anda harus membaca 100 ribu kata!

$$\max_{B,T,S} \{f(B,T,S): B+T+S \leq 24\}$$ $B>T>S$
Baca $\Rightarrow$ Tulis $\Rightarrow$ Speak
JANGAN KEBALIK!
hehe

Kenapa melakukan tinjauan literatur

  • Kita tidak bisa meneliti sesuatu yang kita tidak tau!

    • mendapatkan informasi dan konteks
    • mencari gap (target, debat, etc)
  • Meyakinkan pembaca bahwa tulisan kita relevan:

    • terupdate
    • penting

Mengenal konteks

  • Selalu ingat bahwa kita menulis tentang Indonesia.

  • Karena itu, anda memerlukan pendekatan konteks yang punya ekstra layer:

    • Apa SDGs yang relevan.
    • Bagaimana perkembangannya di Indonesia.
    • Apakah akan tercapai secara sustainable di 2045.

Mulai dari mana?

  • United Nations (UN)

    • ada website yang user friendly.
    • ada report (download) hasil kerjasama dengan Bappenas.
  • Dokumen milik pemerintah.

    • Selain Bappenas, lihat juga lembaga terkait.
    • Peraturan perundang-undangan yang terkait.
  • Literatur ternama di bidang masing-masing.


Mulai dari mana?

  • Wikipedia adalah sahabat kita semua.

    • gunakan sebagai pijakan, bukan literatur untuk disitasi.
    • berlaku juga untuk informasi seperti blog orang lain.
  • Tanya rekan sejawat atau editor.


Data


Mengapa kita menggunakan data?

  • Data dapat menyampaikan konteks dengan efisien.

    • pembaca orang sibuk. makanya harus efisien.
  • Data sangat powerful untuk menyampaikan pesan.

  • Data menunjukkan seberapa paham kita dengan isu.

  • Data biasanya cukup obyektif.


Bagaimana menggunakan data?

  • data bukanlah cerita! Ia memperkuat.

    • Data adalah support, bukan inti tulisan anda.
    • lebih baik jika sudah ada kerangka berpikir.
  • Data tidak harus yang berupa statistik.

    • bisa juga referensi seperti pasal atau argumen orang lain.
  • Data harus relevan!

    • jangan pasang data yang anda ga pake.
  • Hati-hati dengan informasi yang partisan.


Beberapa sumber yang dapat digunakan.


Tools untuk visualisasi.

  • Microsoft Excel / Google sheet adalah tool paling gampang dan mainstream.

    • jika anda nulis bareng, usahakan pake tools yang semua bisa pake.
  • Hanya pakai pie chart untuk data fraction.

  • Gunakan grafik garis untuk menunjukkan trend (biasanya data time series).


Mengambil visualisasi pihak lain.

  • Jika anda mengambil visualisasi dari publikasi pihak lain, selalu sertakan sumber.

  • jangan lupa, yang penting adalah data support argumen. Datanya boleh pinjem, tapi argumennya harus punya anda.


Bagaimana jika tidak ada data yang mendukung cerita kita?

  • Cari terus sampai dapat!

  • Jika masih tidak ada, be humble! Alim == Pendiam

  • Bagaimana jika data yang kita dapatkan malah melawan argumen kita?

then, change your mind
Menulis adalah proses pendewasaan logika
Makes mistakes is an important part of life

The End

Krisna Gupta
Penulis
Tenaga Ahli Madya

Nama saya Krisna, sering dipanggil juga Imed. Saya adalah Tenaga Ahli Madya di Dewan Ekonomi Nasional. Riset saya tentang dampak kebijakan perdagangan dan investasi terhadap pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Saya menggunakan metode persamaan linear struktural seperti GTAP, tapi juga menggunakan berbagai teknik ekonometrika seperti gravity models.

Saya saat ini mengajar Program Sarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Saya juga adalah mitra senior di Center for Indonesian Policy Studies. Saya cukup aktif berkontribusi menulis di media massa seperti Kompas, Jakarta Post, dan East Asia Forum.